Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Rajawali yang terbang bebas dan tahu siapa dirinya



Dikisahkan ada seorang petani kebun yang menemukan telur burung Rajawali dan dibawanya telur itu ke rumah, kemudian di letakkannya telur itu ditempat telur-telur ayam miliknya sehingga dierami oleh sang induk ayam, Maka ketika telur-telur ayam itu menetas, telur burung rajawali tersebut ikut menetas. Meskipun terlihat badan dan sayap-sayapnya berbeda dengan kakak-kakaknya, sang induk ayam tidak membedakan anak bungsu ini dengan kakak-kakaknya. Hari demi hari tumbuh besar bersama kakak-kakaknya, semakin terlihat perbedaan postur tubuh dan sayap rajawali ini dengan kakak-kakaknya, tetapi dia tetap merasa bahwa dia bagian dari keluarga yang sama yaitu keluarga ayam.

Suatu hari dia melihat burung gagah perkasa terbang di angkasa yakni burung rajawali, lalu dia bertanya pada kakak-kakaknya, makhluk apakah gerangan yang ada diatas sana? Sang kakak menjawab bahwa itulah makhluk langit burung Rajawali yang berbeda dengan kita-kita makhluk bumi yang keluarga ayam.

Hari demi hari hidup bersama kakak-kakaknya sebagai keluarga ayam, semakin jauh perbedaan adik bungsu ini, sampai suatu hari kakak-kakaknya sadar bahwa adiknya memang sangat berbeda. Diamatinya benar-benar sang adik ini, kemudian dilihatnya pula burung yang gagah perkasa di angkasa. Maka kakak-kakaknya sadar bahwa sang adik tidak lain adalah burung Rajawali seperti yang biasa mereka lihat gagah perkasa di langit sana.

Diyakinnyalah sang adik bungsu bahwa dia sesungguhnya adalah Rajawali makhluk langit yang gagah perkasa dan disuruhnya sang adik untuk terbang ke angkasa, tetapi karena sang adik seumur-umur hidup bersama kakak-kakaknya bangsa ayam, dia tidak bisa terbang karena tidak tahu caranya. Bahkan meskipun memiliki postur tubuh dan sayap yang berbeda, sang adik juga tidak merasa bahwa dirinya adalah Rajawali, dia merasa dirinya adalah ayam.

Dengan segala upaya kakak-kakaknya meyakinkkan dirinya bahwa dia adalah Rajawali yang harusnya bebas terbang dengan perkasa mengarungi angkasa raya. Tetapi sang adik tetap tidak bisa terbang, dia merasa bahwa dirinya adalah ayam dan dia puas untuk hidup bersama keluarga ayam yang dikenalnya sejak dia lahir.

Tidak menyerah untuk membantu sang adik menemukan takdirnya sebagai burung Rajawali, suatu hari kakak-kakaknya mengajak dia untuk berjalan mendaki gunung yang tinggi sampai menemukan tebing yang curam. kakak-kakaknya kelelahan mendaki tebing yang tinggi sementara si bungsu tidak tampak kelelahan sama sekali. Lalu di bujuknya sang adik untuk melongokkan kepalanya dan melihat keindahan lembah dibawah sana, dan dalam posisi inilah sang adik didorong ke arah tebing yang sangat curam tersebut.

Lalu apa yang terjadi? Ternyata sang adik dengan gerak refleksnya bisa langsung melebarkan sayapnya, mengepakkan sayap dan melayang terbang tinggi sebagai Rajawali yang gagah perkasa, selama ini dia hanya salah paham mengira bahwa dirinya adalah Ayam dan tidak tahu bahwa dia adalah Rajawali.

Sahabat pembaca,..! Sering sekali kita tidak mengetahui harus berbuat apa dan apa yang seharusnya kita perbuat. Itu terjadi karena pada dasarnya kita sedang tidak benar-benar mengetahui siapa diri kita sendiri. Rajawali tetaplah Rajawali, entah seberapa lama ia tidak mengetahui dirinya ketika ia mulai memahami dirinya, ia dapat menjadi Rajawali seutuhnya.

Begitu juga dengan diri kita sendiri, harus mengetahui siapa diri kita, kemana tujuan hidup kita, apa yang akan kita perbuat, dan untuk apa kita lakukan hal tersebut. Ada peribahasa yang mengatakan "Jika kamu Emas, sekalipun kamu berada di kubangan lumpur, kamu akan tetap menjadi emas". Itu artinya kita harus tetap menjadi diri kita sendiri dimana pun kita berada, tahu siapa diri kita dan tahu akan melangkah kemana selanjutnya. Yang lebih penting dari itu semua adalah bersyukur dengan apa yang kita dapatkan selama ini dalam kondisi apapun dan bagaimana pun jangan lepaskan bersyukur dan belajar untuk menerima hal-hal yang baru, bersiap dan mampukanlah diri dengan segala perubahan pada alam yang kita pijak hari ini.
Semangat mengetahui diri sendiri dan selamat berjuang.

Semoga bermanfaat...




Ada sebuah cerita, dimana ada seorang pemuda datang ke tukang cukur untuk memotong rambut dan jenggotnya yang sudah sangat panjang. Setelah mendapat giliran,? pemuda itupun mulai pembicaraan hangat dengan si tukang cukur tersebut yang melayaninya. Berbagai macam topik menjadi pilihan pembahasan mereka, hingga akhirnya Tuhan yang menjadi objek pembicaraan mereka.

Sampai pada suatu ketika, si tukang cukur berkata "Hai anak muda, Saya itu tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan barusan". Kata si tukang cukur. Mendengar ungkapan tersebut sang pemuda terkejut dan berkata "Mengapa anda menyimpulkan dan berkata demikian". Maka jawab si tukang cukur dengan nada tinggi "Iya lah, jika benar-benar Tuhan itu ada mengapa begitu banyak orang yang sakit dan mengapa begitu banyak anak-anak terlantar yang ada diluar sana. Jika Tuhan itu ada, maka tidak ada orang yang sakit dan menderita. Tuhan apa yang mengizinkan semua itu bisa terjadi".

Karena tidak ingin menimbulkan perdebatan, si pemuda itupun hanya mendengarkan si tukang cukur bicara dan dia tidak memberikan respon ataupun argumen sama sekali, karena takutnya argumen itu meluas kemana-mana. Setelah selesai mencukur, si pemuda itu keluar dari barber shoop itu dan tiba-tiba di depan jalan ia berpas-pasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya sangat lebat. Dalam hatinya berkata sepertinya orang ini sudah lama tidak pergi ke tukang cukur sehingga membuat dia terlihat sangat berantakan.

Sempat berpikir sejenak dan akhirnya si pemuda tadi kembali masuk ke tempat si tukang cukur tadi dan berkata kepada si tukang cukur "Ternyata di dunia ini tidak ada yang namanya tukang cukur dan saya tidak mempercayai keberadaannya".  Otomatis si tukang cukur terkejut dan berkata "Bagaimana mungkin mereka tidak ada anak muda? Buktinya adalah saya. Saya ada disini dan saya baru habis mencukur rambutmu anak muda". Anak muda itu kembali menjawab "Kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti yang ada diluar sana". Ujar si pemuda tegas dan jelas. Maka jawab si tukang cukur "Ahh, Anda bisa saja anak muda. Tukang cukur itu selalu ada dimana-mana dan diberbagai macam tempat". Yang terjadi adalah bapak yang rambutnya berantakan itu, tidak datang ke tukang cukur. Andai kata ia datang ke tukang cukur, maka rambutnya pasti rapi".

Anak muda itu tersenyum dan berkata, "Tepat sekali. Itulah point jawabannya. Sebenarnya Tuhan itu ada. Yang terjadi adalah umat manusia tidak datang kepada-Nya mendekat dan mencarinya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan diseluruh dunia ini". Jawab si pemuda dengan mantap.

Nah,. Sahabat sekalian..! Kadang dalam hidup kita ini, terlalu gampang cepat mengambil kesimpulan terhadap sesuatu yang tidak kita pikirkan secara mendalam. Jika di ibaratkan tukang cukur itu mewakili kita juga, yang disaat menderita dan kesusahan, kita mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil. Bahkan disaat tertentu kita mengatakan bahwa Tuhan itu tidak bersama kita. Sementara sesungguhnya kita saja yang tidak mendekat kepada Tuhan.
Tuhan itu ada, bahkan Tuhan sangat dekat dengan kita. Kenapa hidup kita berantakan,? Mungkin kita saja belum datang kepada-Nya.

Semoga bermanfaat...

Ketemu lagi kita dan kali ini kita akan membahas mengenai "Nggak Narsis Nggak Eksis".

Dalam kehidupan aktual yang sering kita jumpai dilingkungan masyarakat pada umumnya, dimana bila kebutuhan fisik mereka telah terpenuhi, maka kebutuhan selanjutnya adalah bagaimana mereka bisa menjaga dan mempertahankan keamanan dan kenyamanan yang terpenuhi itu. Bila faktor keamanan mereka sudah terpenuhi maka tahap selanjutnya adalah kebutuhan secara sosialisasi, yaitu kebutuhan ingin mencari pertemanan dengan bersosialisasi di rumah atau di tetangga ataupun di tempat kerja. Sebab memang manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Setelah kebutuhan sosialisasi sudah terpenuhi, maka tingkat selanjutnya adalah kebutuhan eksistensi,. Yaitu kebutuhan untuk merasa diterima dilingkungan sosial tersebut. Sebab kalau hanya sebatas bersosialisasi saja, itu ternyata tidak cukup. Karena ada keinginan di akui keberadaannya. Dan tingkat paling terakhir adalah kebutuhan merasa dibutuhkan atau dengan kata lain kebutuhan aktualisasi.

Aktualisasi ini adalah puncak dari segala macam kebutuhan. Tapi setelah mereka melampaui semua kebutuhan-kebutuhan mereka sebelumnya, yaitu mereka sudah tidak pusing-pusing lagi mencari uang, karena uanglah yang justru mengejar-ngejar mereka. Harta mereka pun masih bisa cukup memenuhi buat dua, tiga generasi pun tidak akan habis. Mereka juga sudah terkenal, sudah eksis, sudah populis. Itulah sebabnya mereka butuh kegiatan-kegiatan amal dan mereka siap untuk menggelontorkan apapun yang mereka punya sebagai wujud aktualisasi. Karena dengan cara seperti itu mereka akan merasa dibutuhkan. Semakin mereka dibutuhkan, maka semakin puaslah mereka.

Namun pada kenyataannya banyak orang-orang yang selalu melompati tingkatan-tingkatan seperti yang dijelaskan diatas tadi,. Mereka langsung melompati kepuncak, maka hasilnya dia terpeleset dan jatuh. Orang-orang yang selalu melompati tingkatan-tingkatan ini memegang prinsip Nggak Narsis Nggak Eksis, biar tekor asal ke sohor, kereh tapi keren. Akibatnya mereka akan berlomba-lomba diakui, ingin dihargai, ingin dihormati tapi modalnya sama sekali tidak cukup.

Nah, gejala-gejala inilah yang bukan cuma terjadi kepada satu kalangan saja tapi semua kalangan, baik itu orang kota, orang pedesaan, mau pelajar, mahasiswa bahkan sampai kalangan pengusaha. Ada pelajar yang mukanya hancur, ekonominya amburadul, otaknya mandul tapi dia ingin sekali eksis. Maka solusinya adalah dia menjadi seorang jagoan sampai membully orang, bahkan tawuran adalah makanan hari-harinya. Maka makin ditakuti dia, dia makin merasa makin eksis. Jadi jangan heran kalau tawuran itu menjadi makanan hari-hari di berita kita. Begitu pula dengan remaja-remaja putri,,! Banyak sekali mereka yang bukan dari kalangan berduit namun ingin terlihat bonafit. Dimana mereka menganggap gaya hidup adalah segala-galanya. Yang terjadi adalah penampilan dan gaya yang dipaksakan, entah duitnya berasal darimana,. Bisa dari ngutang, bisa dari menipu, bisa dari minjam, dan bisa jadi sampai jual diri.

Bagaimana dengan kalangan menengah? Penggunaan kartu kredit yang sampai overlimit, supaya bisa traktir teman, supaya dibilang hebat. Pakaian yang digunakannya pun pakaian bermerek, belanja kanan kiri, tapi mereka tidak sadar bahwa gaji itu ada limitnya. Akhirnya karena ingin terlihat eksis seperti itu, ya siap-siap saja selalu di kejar-kejar oleh debt collector.

Untuk kalangan masyarakat desa pun, itu tidak mau kalah eksis,.! Mereka siap kehilangan ternak, kehilangan sawah untuk supaya mengadakan hajatan sampai dua hari dua malam. Padahal untuk makan sehari-hari saja mereka susah. Mereka lebih memilih namanya kesohor walaupun harus tekor. Zaman sekarang semua mata tertuju pada media sosial. Kalau tidak tahan, Bukan cuma mata yang sakit, bahkan pikiran pun bisa jadi sakit. Ibarat mendaki gunung, mereka lebih memilih lereng yang curam untuk segera mencapai puncak. Padahal jalan seperti itu sangatlah sulit ditempuh. Alih-alih kita bisa sampai kepuncak, kita malah bahkan justru terpeleset dan jatuh. Akhirnya untuk bangkit lagi, ya butuh energi yang besar sekali. Sebaliknya, bila kita menyadari bahwa modal kita tidak cukup, maka pilihlah jalan yang memang betul-betul landai dan aman. Kita jangan sampai terintimidasi dengan orang lain. Jadi kalau saya berpikir jalani fase mu secara bertahap. Kebutuhan-kebutuhanmu jalani untuk secara bertahap. Kalau anda sudah memenuhi semua kebutuhanmu secara bertahap,.? Anda eksis menjadi populis, itu tidak akan menjadi masalah,. tapi dengan syarat semua kebutuhan-kebutuhan anda sebelumnya sudah terpenuhi dulu.

Jadi, mulai sekarang bijaklah untuk memenuhi kebutuhan hidup anda. Sebab bila tidak, bersiaplah untuk jatuh dan terpeleset.

Semoga bermanfaat,..

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bruce Lee mengatakan, "Saya lebih takut kepada orang yang melatih satu jurus seribu kali, daripada orang yang melatih seribu jurus satu kali".
Dari quote itu sudah kelihatan, kalau sesuatu yang kita lakukan secara fokus dan secara konsisten? Maka sesuatu tersebut akan menjadi sebuah hal yang dapat membuat hidup kita bisa berubah.
Banyak sekali orang-orang cerdas, orang-orang pintar bahkan di indonesia pun ada banyak orang-orang cerdas dan pintar, Pendidikan mereka tinggi. Belajar berbagai macam hal apapun mereka bisa. Tapi kenapa mereka belum meraih impiannya sampai sekarang? Jawabannya adalah karena dengan mereka merasa bisa melakukan semua hal, akhirnya semua mereka kerjakan. Pada saat semua mereka kerjakan akhirnya tidak ada yang maksimal. Apa yang mereka lupa? "FOKUS". Ya,.Fokus. Fokus ini sangat penting bagi kita dalam meraih impian.

Jika kita punya impian besar,.! Tapi kalau kita tidak fokus,.? Maka kita tidak jadi apa-apa. 
Kita punya modal yang besar, tapi kalau kita tidak fokus,.? Kita tidak menghasilkan apa-apa. 
Kita pintar, kita cerdas, tapi kalau kita tidak fokus,.? Kita akan jalan disitu-situ saja.

Lalu, Bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga supaya kita tetap fokus,.? Ada 4 cara, yakni:

Fokus adalah kunci meraih sukses



Cara pertama ialah jangan suka bandingkan diri kita dengan orang lain. Apalagi sekarang, dengan media sosial yang semua orang bisa akses. Media sosial menurut beberapa penelitian, itu justru bisa bikin strees atau bisa memperdalam rasa iri orang terhadap orang lain.
Gara-gara media sosial kita sering mengutuk diri sendiri dan memuja orang lain.
Gara-gara media sosial kita mengutuk istri sendiri dan memuji istri orang lain.
Gara-gara media sosial kita melihat kayaknya suami orang ini lebih bagus daripada suami sendiri.
Padahal satu postingan di media sosial, itu tidak bisa dibandingkan dengan 24 jam mu. Kita tidak mulai dari situasi yang sama. Kita tidak mulai dari satu titik yang sama.

Ada orang yang sudah memulai dengan dia punya modal yang besar. Akhirnya, waktu dia bikin usaha atau bisnis, dia gampang sekali untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan anda, kuota internet saja tidak punya, terus anda mau bandingkan dengan dia..? Sungguh tidak adil.
Ada orang yang bapaknya memang sudah kaya dari dulu, ada orang yang bapaknya biasa-biasa saja, terus kita mau bandingkan? "Tidak masuk akal,.."Tidak masuk akal,".

Syarat utama kalau anda mau fokus,. yang pertama adalah, "Jangan sering bandingkan diri anda dengan orang lain, terutama di media sosial. Lalu, apa yang harus kita bandingkan di media sosial. Anda bandingkan proses orang itu dengan proses Anda. Itu yang bisa dijadikan acuan agar kita bisa semangat.
Melihat media sosial orang lain yang sudah sukses, itu boleh-boleh saja. Tapi kita jangan sampai minder. Tertantang, Boleh. Tapi tidak boleh terintimidasi.

Yang kedua adalah Anda harus melakukan hal yang tepat setiap saat.
Ada sebuah cerita menarik , "Ada seorang anak muda mempunyai mobil. Lalu kunci mobilnya hilang. Dia carilah dihalaman rumah. Dia cari dihalaman rumah 1 jam, 2 jam dicari tidak ketemu. Lalu, ada orang yang lihat. Orang itu bertanya pada anak muda itu, "Lagi cari apa anak muda"? "Lagi cari kunci mobil". Sahut anak muda itu. Memangnya kunci itu hilangnya dimana? Anak muda itu jawab, "Hilangnya didalam rumah. Kagetlah orang itu. Terus dia berkata, "Loh, kok carinya diluar rumah".? Anak muda itu jawab,. "Iya soalnya didalam rumah gelap, diluar terang".

Maksudnya banyak orang sudah bekerja tapi bekerjanya itu menangkap angin mengejar bayangan. Dia tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Kelihatan bekerja, kelihatan sibuk tapi tidak fokus. Yang harusnya dia jalan ke utara, dia bekerja keras, dia jalan terus, akhirnya dia sampai ke selatan. Dia tidak fokus pada satu jalan yang ditempuh.

Menurut buku Outliers karangan Malcolm Gladwell ada hukum sepuluh ribu jam. Hukum sepuluh ribu jam itu, yang akan membuat anda menjadi ahli. Orang kalau sudah jadi ahli, dia akan dibayar mahal. Kenapa dia bisa jadi ahli? Karena adanya hukum sepuluh ribu jam tadi. Kalau kita melakukan sesuatu secara terus merus, maka kita akan jadi ahli. Nah pertanyaannya adalah dalam satu hari itu, berapa kali anda melakukan hal untuk impian anda itu. Anda harus fokus pada satu bidang, dan anda bisa jadi ahli.
Nah, kalau anda hanya punya impian saja tapi anda tidak fokus untuk mengerjakan itu, sama aja seperti pemuda tadi yang mencari kunci tapi pengen mudanya dia cari di tempat terang. Padahal kunci itu hilang didalam rumah. Dia tidak mau untuk keluar dari comfort zonenya untuk supaya gelap-gelapan cari kunci. Padahal disitulah kuncinya. Tapi kenapa harus dia cari diluar,. karena dia menganggap diluar rumah terang. Jadi, lakukanlah hal yang tepat setiap saat.

Yang ketiga bertanggungjawablah terhadap apa yang sudah kamu rencanakan atau impikan. "Great power come from the great responsibility". Kekuatan yang besar lahir dari tanggungjawab yang besar.
Setelah kamu memutuskan untuk "Bismillah" Saya akan mencapai impian-impian saya menjadi seorang musisi ternama, maka Fokus disitu. Bertanggungjawablah dengan itu. Tidak perlu lagi orang kasih tahu. Kalau anda punya impian besar tapi memilih untuk menjadi pemalas, maka itu adalah cara yang indah untuk menjadi gila. "Gila anda, Pak". Anda masih malas, sholatmu nggak bagus, sedekahmu kurang. Jadi tidak ada tanggungjawab terhadap apa yang kamu impikan. Secara hablumminanasnya anda tidak kuat, hablumminallahnya juga tidak kuat. Padahal kalau dua-dua ini kuat, itu adalah bentuk tanggungjawab. Sekali lagi, "Great power come from the great responsibility", Kekuatan yang besar lahir dari tanggungjawab yang besar.

Yang keempat Jangan mudah tertipu dengan peluang. Yang namanya peluang, yang namanya proposal usaha di awal pasti indah, diawal pasti bagus. Anda ditawarin ini dan itu,. Lalu apa kata dia,.."Oh ini pasti menguntungkan, pasti menguntungkan. Padahal ekspektasi pasti tidak sesuai dengan realita. Sesungguhnya tidak ada jalan pintas untuk menuju sukses. Ada yang bilang "Oh ini selama dua bulan, tiga bulan anda akan bisa begini, ini hhhmmm... Nonsen dengan seperti itu,. Semua butuh kerja keras. Semua butuh pengorbanan. Jadi jangan tertipu. Contoh misalnya anda ingin punya sumur dan anda gali tanah untuk mendapatkan mata air. Tetangga-tetangga anda juga ikut menggali mata air di tempat-tempat yang berbeda-beda. Kira-kira satu meter, dua meter anda gali, tiba-tiba anda dengar dari sana tetangga anda bilang "Saya sudah dapat mata air". Lalu Anda berpikir seperti ini, "Ahh, kayaknya disana lebih banyak mata airnya". Akhirnya, yang sudah di gali anda tinggalkan, anda pindah kesana. Anda gali lagi dari awal lubang yang baru disana. Setelah anda gali lubang baru, anda lihat disudut sana ada lagi tetangga anda yang teriak dapat mata air, anda pindah lagi kesana. Anda "Tidak fokus". Padahal kalau anda fokus, mau ada batu, singkirkan batunya,.. Fokus disitu terus. Siapa tahu air itu hanya tinggal setengah meter. atau tinggal sekali di cangkul. Cuma karena anda tergoda melihat peluang orang lain, akhirnya anda berpikir "Ohh kayaknya bidang ini yang cocok, Ohh kayaknya bidang ini yang tidak cocok. Bukan masalah bidangnya yang cocok,. tapi orangnya yang cocok atau tidak. Bukan dimana ladangnya, tapi siapa petaninya.

Itu tadi keempat bagaimana caranya supaya bisa tetap fokus. Semoga ini bisa membuat anda mampu menentukan suatu pilihan dan fokus satu pilihan itu dan menjadi ahli dalam bidang tersebut.
Terima kasih,. sukses buat kita semuanya,..
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 
MOTIVASI SUKSES penyebab anda hidup miskin


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita mengenal dua istilah, yaitu orang kaya dan orang miskin. Kaya dan miskin ini adalah dua taraf hidup yang menentukan status seseorang. Orang yang dikenal dengan si kaya, itu pasti hidupnya berkelimpahan, apapun dia mau pasti ada, materinya banyak. Sedangkan si miskin adalah orang yang selalu serba kekurangan. Untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari saja dia sangat begitu kesulitan.
Nah, dari dua taraf hidup tadi, kalau kita di kasih pilihan,.? Kita ingin hidup yang mana, nih? Kita ingin hidup sebagai orang kaya, atau kita ingin hidup sebagai orang miskin? Otomatis 99% orang akan memilih untuk hidup berkelimpahan atau ingin hidup menjadi orang kaya. Karena hidup menjadi orang kaya itu, kita tidak perlu capek-capek untuk berpikir kita mau makan apa hari ini, besok juga mau makan apa, semuanya sudah tersedia. Orang kaya itu bergelimangan harta, apapun dia mau pasti ada.

Berbicara mengenai antara si kaya dan si miskin kadang kita langsung ngeblok pikiran kita dan dia berkata, "Nggak apa-apa miskin yang penting bahagia". Hhhhmmm.... Memang betul biar miskin yang penting bahagia. Tapi persoalannya adalah orang kaya banyak juga yang bahagia, bukan...?
Orang miskin juga ada yang bahagia,. bukan?
Orang kaya ada juga yang tidak bahagia,. bukan?
Orang miskin ada tidak, yang tidak bahagia...? Ada...
Kalau di kasih pilihan, kita mau memilih yang mana..? Otomatis kita pasti memilih untuk menjadi orang yang kaya. Jadi semua itu, sama saja...!
Kalau anda tanya sama saya, saya harus pilih yang mana? Ya, saya pasti pilih yang perfect dong..? Saya akan memilih orang kaya yang bahagia,. Semua kita pasti akan memilih seperti itu, bukan? Hhhhmmm

Nah, kita jangan ngeblok pikiran kita kalau ada orang yang bicara antara kaya dan miskin. Kita jangan menutup diri. Harusnya kita belajar dong, bagaimana caranya untuk menjadi orang yang kaya. Kita harus cari tau, kenapa orang itu bisa kaya. Nah, itu yang akan kita bahas hari ini.

Perbedaan mendasar yang pertama antara orang kaya dan orang miskin adalah, orang kaya menciptakan peluang, sedangkan orang miskin itu menunggu peluang. Orang-orang kaya ini yakin dengan bekerja keras dan terus belajar mereka akan bisa merubah nasib. Mereka akan bisa menaikan taraf hidup mereka. Mereka sangat percaya itu. Mereka itu selalu memaksa diri mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka. Mereka itu memaksa diri mereka untuk bekerja keras terus menerus, untuk belajar terus menerus supaya apa,.? Supaya mereka bisa menciptakan keberuntungan. Karena keberuntungan itu adalah bertemunya antara kesempatan dengan kesiapan.
Banyak sekali orang-orang yang sudah siap, tapi tidak punya kesempatan. Dan banyak juga orang-orang yang sudah punya kesempatan tapi tidak siap. Dan mereka sangat percaya keberuntungan itu akan datang apabila mereka sudah siap. Jadi mereka terus mempersiapkan diri mereka untuk menciptakan keberuntungan itu.

Sedangkan orang-orang dengan pemikiran miskin,.? Dia hanya menunggu nasib. Menunggu keberuntungan itu datang. Dia tidak mencoba untuk memperbaiki diri dia,. Stagnan disitu-situ saja. Mereka itu tidak berani untuk mencoba hal-hal yang baru. Mereka itu hidup dalam zona nyaman, zona yang dia merasa nyaman disitu, apabila ada sesuatu yang asing dia akan bilang "Aduh ini bukan bidang saya,. Saya tidak mungkin sukses disini". Dan dia tidak coba untuk mempelajari itu. Jadi dia disitu-situ saja...disitu-situ saja.

Yang Kedua... Perbedaan antara orang yang punya pemikiran miskin dan pemikiran kaya,. Orang-orang kaya ini, mereka berjuang untuk menang. Sedangkan orang-orang miskin ini, berjuang untuk tidak salah. Maksudnya begini,.. Ada kata-kata Susi Susanti yang menarik sekali. Susi susanti dia menjadi pebulutangkis nomor satu di indonesia wanita. Wartawan tanya sama dia, "Kenapa masih kerja keras, kenapa masih latihan keras?" Susi Susanti cuma bilang, "Karena yang nomor satu itu hanya satu orang". Itulah pemikiran-pemikiran para pemenang, walaupun dia sudah di atas tapi dia berpikir untuk menjadi orang nomor satu. Karena dia yakin seyakin-yakinnya untuk menjadi orang nomor satu dia harus terus melakukan latihan secara konsisten terus belajar dan lainnya. Sedangkan orang-orang miskin itu berjuang untuk tidak salah. Yang penting tidak salah aja deh,..! Terserah seperti apa. Mau nomor lima, mau nomor dua puluh, mau nomor tiga puluh yang penting tidak salah. Makanya mereka ini tidak pernah menjadi orang nomor satu. Karena di pemikiran mereka ini yang penting tidak salah, titik. Mereka tidak punya ambisi seperti ambisi yang dipunyai oleh orang-orang kaya itu. Orang-orang miskin itu puas kalau sudah aman. Mereka itu siap untuk melepaskan sebuah peluang kalau sampai peluang itu mengganggu keamanan mereka, karena mereka takut untuk berspekulasi. Padahal mungkin mereka pikir peluang ini menarik, tapi mereka ingin aman. Orang kaya beda. Orang kaya nggak mau cari aman. Dia cari freedom. Beda keamanan financial dan kebebasan financial. Orang kaya berpikir kebebasan financial,. Orang miskin itu berpikir apa? Keamanan financial. Dari sudut pandang ini saja sudah berbeda. Jadi pencapaiannya pasti berbeda.

Yang Ketiga menjadi perbedaan antara orang miskin dan orang kaya adalah Komitmen versus harapan. Orang kaya punya komitmen, orang miskin hanya punya harapan. Orang kaya, apabila sudah punya mau, dia akan sangat berkomitmen dengan kemauan dia itu. Sedangkan yang orang miskin hanya berharap memelihara harapan tadi. Sedangkan orang kaya, dia menciptakan harapan itu. Orang miskin hanya menunggu harapan.
Orang kaya, apabila sudah punya komitmen, dia akan rela melakukan apapun. Dia akan bangun lebih pagi, pulang lebih malam, tidur lebih larut, belajar hal-hal tidak pernah dipelajari orang lain untuk bisa menciptakan peluang-peluang baru. Sedangkan orang miskin, terus berjalan tanpa komitmen tapi tetap berharap.

Perbedaan yang ke empat adalah Kesempatan versus masalah. Orang kaya selalu berbicara kesempatan, sedangkan orang miskin selalu berbicara tentang masalah. Orang sukses selalu melihat peluang dari semua masalah. Sedangkan orang gagal selalu melihat masalah dari semua peluang. Orang sukses, kalau dia ada masalah, dari masalah itu dia cari peluangnya dari mana masalah ini. Karena dia tau semua kesuksesan besar di dunia ini, itu berawal dari masalah, masalah orang yang bisa dipecahkan. Sedangkan orang gagal, pada saat dia diperhadapkan peluang, dia akan selalu mencari masalahnya dimana dari peluang itu. Selalu dia cari. Padahal sudah di kasih tau, ini nanti begini nih, nanti plan A, plan B, plan C. Tapi nanti gimana ya kalau begini, gimana ya kalau begitu, gimana kalau bangkrut. Jadi dia sudah jadi peramal dulu, jadi dia sudah bisa meramalkan tentang masa depan dia. Dia selalu melihat masalah dari setiap peluang. Sedangkan orang sukses, orang-orang kaya ini selalu melihat peluang dari setiap masalah.

Itu tadi ke empat perbedaan mendasar cara berpikir antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin.
Semoga bermanfaat...
Sukses buat kita semuanya.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sukses adalah hak setiap orang


Siapa sih yang tak ingin sukses,..?
Penulis yakin sobat semua yang membaca artikel ini pasti ingin meraih sukses secara gemilang, bukan? Meskipun kesuksesan itu ada yang berbeda-beda bentuknya, semisal sebagian orang hanya ingin sukses dalam meraih suatu pangkat jabatan tinggi, ada juga yang ingin memiliki harta kekayaan yang melimpah, punya rumah dan mobil mewah dan lain sebagainya. Semua itu adalah impian mereka untuk diwujudkan hari depan nanti. Namun sayangnya untuk meraih hal yang demikian tidaklah mudah, sobat..! Buktinya, hingga saat ini apa yang mereka cita-citakan belum kesampaian, dan ada yang masih mereka perjuangkan. Bahkan ada banyak orang yang berputus asa dan memilih menyerah begitu saja hingga berhenti berlari meraih impian tersebut.

Sukses memang menjadi hak bagi setiap orang untuk meraihnya. Hanya saja, bagaimana jalan mereka mengusahakan agar dapat merealisasikan semua itu. Ada orang yang dengan gigih untuk mencapainya, ada juga orang-orang yang hanya dengan biasa-biasa saja dan ada juga yang kelihatan biasa saja namun sebenarnya mereka sangat mengusahakan kesuksesan itu.

Perlu di sadari disini, sobat..! Bahwa sukses itu bukan hanya sekedar teori saja. Sukses itu butuh aksi. Sebab, apapun gagasan pemikiran ataupun cita-cita setinggi apapun yang ingin sobat raih, jika tidak dibarengi dengan eksekusi atas gagasan dari pemikiran tersebut, maka keberhasilan tidak akan pernah sobat dapatkan.

Hidup ini adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kalau perasaan malas, tidak disiplin, tidak berani bertindak, bimbang, ragu-ragu serta sifat negatif lainnya yang masih menempel menguasai diri kita,. Tentu nasib buruklah yang akan kita dapati. Sebaliknya juga demikian, ya sobat..! Jika hal positif terus ada menguasai dalam diri kita, maka keberhasilanlah yang akan kita dapatkan.

Kita sebagai insan yang telah dikaruniahi oleh Tuhan dengan segenap kelebihan, maka kita harus berani mengembangkan diri untuk berpikir, bertindak, belajar dan berjuang. Jangan sampai kita mudah patah arang dalam menghadapi roda kehidupan ini.
Kalau mental kemandirian telah kita miliki,. tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup serta berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan mampu meraih sukses yang membanggakan.

Tapi ingat ya, sobat..! Bahwa sukses bukanlah tujuan akhir yang harus anda raih. Dimana sebagai manusia, tentu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah diraihnya. Mereka akan terus meraih dan meraih yang lebih. Sebagian orang menamakan ini semangat berkelanjutan dan berinovasi, namun pada kenyataannya tak lebih dari sekedar pemuas hawa nafsunya.

Ambilah sisi positif dari semangat berkelanjutan tersebut dan raihlah kesuksesan secara gemilang menurut cara sobat sekalian. Mungkin sobat akan menemukan kegagalan berkali-kali, tetapi setidaknya hal itu membuat sobat sadar bahwa sobat sekalian sudah mencoba terus menerus hingga meraih sukses yang gemilang.

Semoga bermanfaat,..




Di sebuah kota padat perdagangan yang banyak macam-macam jenis produk yang di jual, terlihat kesibukan para pedagang dan penjual bertransaksi jual beli. Karena wilayah ini sangat ramai di kunjungi, sehingga banyak para pendatang dari luar daerah ikut memadati tempat itu, mulai dari pebisnis hingga gelandangan berjubel disana. Toko-toko, warung-warung, kios kecil, selalu terlihat padat pengunjungnya.

Suatu hari ada seorang anak kecil mencuri sekantong obat dari sebuah toko obat untuk pengobatan orangtuanya yang sedang sakit, tapi sayangnya anak itu ketahuan mencuri oleh penjaga toko. Anak ini berusaha untuk lari dari kejaran penjaga toko obat tapi apa daya anak kecil ini akhirnya tertangkap juga. Kejadian itu menghebohkan seluruh pengunjung yang ada sampai-sampai anak ini di pukuli oleh penjaga toko obat. Dari kejadian itu tiba-tiba datanglah seorang laki-laki pemilik warung makanan yang ada ditempat itu merelai si penjaga toko bermaksud untuk menghentikan memukuli anak kecil itu. Laki-laki ini kemudian memanggil anak perempuannya untuk mengambil beberapa uang dari warung makan miliknya, lalu dibayarkannya obat yang dicuri anak kecil itu kepada penjaga toko obat tersebut. Setelah semuanya sudah beres, laki-laki itu lalu memberikan kantong obat itu kepada anak kecil tersebut ditambah sebungkus makanan dan sup untuknya.

Anak kecil yang tadi mencuri hanya menatap sebentar wajah laki-laki itu, tapi dengan tatapan yang dalam untuk mengingat wajah laki-laki yang telah menolongnya. Tanpa berucap sama sekali sepatah kata ucapan terimah kasih dari bibirnya pada laki-laki itu, anak kecil itu langsung berlari kencang membawa kantong obat dan makanan di tangannya kepada orangtuanya yang lagi sakit. Ternyata laki-laki yang membantu anak itu sudah biasa membantu orang-orang dalam keadaan apapun dan kondisi apapun, bahkan warung makannya sering di datangi pengemis untuk minta makanan. Meskipun demikian laki-laki ini tidak bertambah kaya ataupun menjadi miskin.

Dua puluh lima tahun kemudian laki-laki pemilik warung makanan ini masih tetap dengan usaha warung makan yang dijalaninya bersama anak perempuannya. Nampak terlihat warung makanannya mulai sepi pengunjung karena sering buka tutup akibat laki-laki ini sudah sakit-sakitan dan sering masuk keluar rumah sakit. Hingga suatu ketika datanglah seorang pengemis ke warungnya dan meminta makanan. Tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun laki-laki ini langsung memberikan sebungkus makanan pada pengemis itu dengan senyum ramah. Setelah memberikannya tiba-tiba kepalanya pusing dan terjatuh, kepalanya membentur pinggiran meja yang ada disekitar. Anak perempuannya histeris menangis dan orang-orang setempat langsung membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, tim dokter segera bergerak cepat menanganinya. Anak perempuan semata wayangnya datang ke ruangan dokter untuk mencari informasi apa yang harus dilakukannya dan bagaimana kondisi orangtuanya saat ini.

Setelah dokter mempelajari kondisi pasiennya, dokter mengatakan bahwa pasien harus diambil tindakan operasi secepatnya agar kondisi pasien tidak lekas memburuk. Namun ketika anak ini melihat sodoran kertas berisi sejumlah pembayaran operasi orangtuanya untuk dibayarkan, ia tak sanggup untuk membayar semua itu. Uang tabungan miliknya juga tak cukup, bahkan uang usaha ayahnya dilihat dan dikumpulkan juga tidak mampu membayar biaya operasi dan perawatan untuk ayahnya. Berkali-kali memikirkan dan akhirnya memutuskan untuk menjual rumah sekaligus dengan usaha yang selama ini dijalani bersama ayahnya.

Hari terus berlalu setelah warung makannya di iklankan untuk dijual sudah ada beberapa tawaran namun tidak ada yang sesuai dengan yang diharapkan. Tiba suatu ketika malam terasa panjang ia melihat kondisi ayahnya penuh rasa iba, ia meneteskan airmata hingga terlelap disamping tempat tidur ayahnya di rumah sakit.
Ia kemudian terbangun menatap matahari pagi menyinari dibalik jendela rumah sakit, ia melihat di sebelahnya ada secarik kertas amplop putih berisi surat yang kemudian dibukakannya dan sangat terkejut melihat isi surat didalamnya ternyata menyatakan tagihan rumah sakit sudah lunas dan ada cap stempel rumah sakit. Ada pesan di dalam catatan surat itu yang bertuliskan :

"Biaya rumah sakit sudah lunas terbayarkan 25 tahun yang lalu dengan sekantong obat, sebungkus makanan dan sup".

Setelah ditelusuri, ternyata pemilik rumah sakit itu adalah anak kecil yang dulu mencuri sekantong obat di toko obat yang pernah di tolong laki-laki pemilik warung makanan.

Sahabat pembaca sekalian,.! Kisah diatas memberi pesan moral buat sahabat sekalian bahwa apa yang kita lakukan akan kembali lagi kepada kita. Jika kita menanam nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan, maka nilai kebaikan itu akan kembali kepada kita. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, menanam kebaikan hari ini suatu hari kita akan memanen kebaikan itu pula.

Orang-orang sukses juga melakukan hal yang demikian. Mereka melewati prosesnya dengan bersyukur dan sabar, hingga mereka menikmati hasilnya. Ada dua hasil yang diberikan dari apa yang kita tanam, yang pertama berupa hasil tanaman tersebut, dan yang kedua adalah rezeki dalam berbagai macam bentuknya. Rezeki itu bukan hanya berupa materi tapi bisa juga berupa kesehatan, kelancaran usaha, aktivitas, keluarga yang saleh dan saleha, terhindar dari mara bahaya dan lain sebagainya.

Jadi, sahabat sekalian..! Jangan pilih-pilih untuk menanam kebaikan, karena kita tidak tahu kebaikan yang mana yang akan menghampiri kita untuk mencapai apa yang kita impikan.

Semoga bermanfaat,..



Dikisahkan ada sebuah negara yang masyarakatnya selalu menempatkan orangtuanya di panti jompo, walaupun tidak mayoritas warga negara tersebut. Disalah satu panti jompo, ada seorang yang datang ke panti jompo bukan untuk melihat orangtuanya tapi untuk dapat bertemu dengan orang-orangtua yang tidak ia kenal.

Orang tersebut sering sekali datang ke panti tersebut tetapi tidak ada satu pun orang yang tahu tujuan sebenarnya untuk apa. Sampai satu ketika ia mendatangi salah seorang ibu-ibu yang sedang duduk sendiri dikursi roda, sudah mengalami kepikunan, berbicara sudah tidak jelas, orang tersebut hadir dan berbicara dengannya tanpa ia ketahui ternyata keluarga ibu tersebut melihatnya dan memperhatikannya. Lalu keluarga ibu tersebut mendatangi mereka dan menanyakan "Apakah Anda dokter? Atau ada keperluan apa Anda dengan orangtua saya?" Dijawab oleh orang tersebut, "Saya bukan dokter" dan bahwa saya hanya ingin jiwa saya mendapatkan vitamin, sambil melihat ke arah ibu jompo. "Apa maksud Anda tersebut dengan ibu saya?". tanya keluarga ibu itu. Laki-laki ini menjawab, "Dulu saya mempunyai orangtua yang sudah tua. namun tidak ingin ditempatkan dipanti jompo, ia tidak mengatakan alasannya mengapa demikian. Dulu saya ingin menempatkan orangtua saya disini hanya sebentar sebelum bisnis saya berkembang karena untuk dapat memudahkan bisnis saya harus fokus kepada bisnis saya, tujuannya juga untuk lebih memberikan penghidupan yang layak padanya.

Ternyata yang saya lakukan tidaklah benar dan saya baru menyadarinya ketika orangtua saya meninggal, bisnis saya sukses tapi saya kehilangan hal yang paling berharga dalam hidup saya, tujuan saya memang memberikan kebahagian untuknya tapi bagaimana mungkin ia bahagia dengan apa yang saya lakukan kepadanya. Semenjak itu saya sering ketempat ini dan mencari tahu alasannya. Satu tahun yang lalu saya akhirnya menemukannya.

Lalu apa alasannya yang membuat kamu sekarang terus berada ditempat ini? tanya keluarga tersebut. Alasannya karena mereka tidak ingin jauh dari orang yang sangat mereka cintai dalam kehidupannya. Seandainya saya bisa memiliki orangtua lagi saya ingin sekali menjadi ibu ini orangtua saya. Mendengar hal tersebut sontak hati dari anak ibu ini bergetar dan merasa haruh dengan apa yang didengarkannya, ia tersungkur menangis ke tanah perasaan yang bingung dan berkecamuk dalam dirinya, seketika ia teringat semua kenangan tentang ibunya saat mereka masih berada dalam satu atap rumah dan seketika bersimpuh dihadapan orangtuanya, "Ibu maafkan aku, aku telah tega membuatmu tinggal ditempat seperti ini". Ia menangis terseduh-seduh, ia berjanji akan merawat ibunya sendiri mulai hari ini hingga seterusnya dan seketika itu tangan ibunya tiba-tiba mengusap kepala dari anaknya tersebut sambil tersenyum haruh dan meneteskan airmata.

Sahabat pembaca,..! Seringkali kita memiliki tujuan yang baik dan mulia, namun tidak kita lakukan dengan cara yang mulia juga, hingga akhirnya tujuan tersebut terkotori dengan hal yang tidak baik dalam prosesnya. Tidak ada kebahagian, kesuksesan yang dapat diraih dengan cara-cara yang tidak baik, sekalipun dimiliki itu semua hanyalah semu dan sifatnya tidak akan lama kita dapatkan, selalu ada kekosongan di dalam hati jika kita mendapatkannya dengan cara-cara yang tidak baik. 

Jagalah orangtua Anda selagi mereka masih hidup di dunia dan jika mereka kecewa dengan kita segeralah cepat-cepat minta maaf jangan sampai itu menumpuk, atau ceritakanlah keadaan kita saat ini sedang melakukan apa agar mereka mengerti dengan apa yang kita lakukan. Bagi yang sudah tidak memiliki salah satunya atau keduannya, angkatlah tanganmu dan doakanlah mereka agar diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Orangtua ibu khususnya adalah pintu dari segala rezeki bagi anak. Sayangilah, hormatilah dan cintailah mereka serta bahagiakanlah mereka karena hal tersebut akan menjadi langkah awal bagi Tuhan membahagiakan hamba-hambanya.

Semoga bermanfaat,...



Bekerja dalam sebuah team terkadang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Alasan seseorang merasa tidak nyaman terkadang ada banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya,  orang tersebut merasa banyak beban pekerjaan yang diberikan padanya ketimbang rekan seteam lainnya, atau mungkin merasa tidak diperlakukan secara adil dalam pembagian tugas perorangan. Hal ini yang membuat semangat kerja seseorang menurun, bahkan efek lain target yang ingin dicapai secara team jauh dari yang diharapkan.

Sebetulnya, sebuah team work agar bisa mewujudkan sebuah cita-cita secara bersama diperlukan motor penggerak, yakni pemimpin yang mampu membawa anggota team-nya ikut bersemangat dalam menggapai sebuah cita-cita tersebut. Disamping itu juga memiliki karakteristik yang bersahaja terhadap anggota team. Seorang leader atau pemimpin sebuah team harus menjadi contoh panutan bagi para anggota lainnya sehingga mereka bisa termotivasi dengan apa yang diucapkan pemimpinnya serta tindakan yang dilakukan, dan bukan pemimpin yang hanya bisa memerintah saja.

Kebanyakan dalam realita kehidupan sebuah team work, seorang pemimpin lebih banyak memerintah anggota teamnya tanpa mau melihat dampak terhadap apa yang diperintahkan. Padahal apa yang diperintahkan belum tentu setiap anggotanya mampu melaksanakan dengan apa yang di inginkannya. Oleh karena itu seorang pemimpin harus tau mengenal kondisi anggotanya serta perintah atau tugas yang nanti di emban. Jangan sampai membuat perintah yang justru menjadi blunder bagi team work. Banyak hal yang harus di gali dari anggota team, antara lain mendengar keluhan mereka dan mencari alternatif solusinya melalui sharring diskusi. Dengan demikian akan memudahkan sebuah team work mengenal apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Ketika anggota memahami peta kekuatan dan kelemahan team work, maka kelemahan team segera dibenahi khususnya para anggota team yang secara perform masih memiliki skill dibawah rata-rata. Oleh karena itu seorang pemimpin sesering mungkin mereview skill yang dimiliki anggota team sehingga lambat alun keseluruhan team akan mencapi tingkat kemampuan skill yang sama dan pada ujungnya pencapaian target lebih mudah di capai.

Tidak akan ada pencapaian yang lebih mudah diraih selain dengan kerjasama. Maka dari itu komunikasi yang baik antar sesama anggota sangat dibutuhkan agar menjaga tim tetap kompak. Terkadang sebuah masalah bisa saja datang mendera sebuah team work dengan berbagai faktor seperti persaingan antara anggota dalam mencapai target, namun hal itu wajar dan justru mendorong semangat mereka melaju meraih target yang hendak dicapai. Tapi jangan lupa, ketika mereka mencapai target yang ditetapkan team, berikan pujian pada mereka sebagai wujud terima kasih secara tulus dengan memberikan reward yang sepantasnya.

Semoga bermanfaat



Dalam pergaulan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai macam tipe karakter orang. Ada yang menyenangkan, ada yang membuat kita merasa kurang nyaman, ada pula yang kerap berubah-ubah sesuai suasana hati. Begitu juga dengan diri kita saat bergaul dengan orang lain. Apa yang kita lakukan sehari-hari, pastilah ada yang suka dan tidak suka. Jika cocok, maka kita akan mudah berteman dan bergaul. Jika kurang cocok, tak jarang orang pun menjauh dari kita.

Ada kalanya, kita pun bertemu dengan orang yang mudah diterima oleh semua kalangan. Bukan sekedar diterima,. Bahkan orang itu mampu menjadi seorang yang disegani dengan karakter tegas, berwibawa yang membuat orang selalu mengidolakannya dan bahkan menaruh hormat padanya.

Menjadi orang baik atau sebagai teladan bagi orang lain bukanlah hal yang gampang. Namun bukan berarti mustahil untuk kita peroleh. Pada hakikatnya menjadi orang yang baik atau teladan adalah dimana kita selalu menciptakan suasana damai dengan tindak atau ucapan yang di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukan hal kebaikan dan bukan kebencian atau mengikuti ego diri. Oleh sebab itu hal terpenting dalam menjadi orang baik dan teladan bagi orang lain harus mampu mengalahkan ego diri. Tantangan dan ujian tersebut tak mesti datang dari luar. Justru tantangan yang paling berat adalah bersumber dari dalam diri kita sendiri.

Dalam karakter orang-orang semacam itu, tentu memiliki unsur. Dimana masing-masing memiliki kesamaan. Unsur tersebut adalah unsur kesusilaan. Dalam hal ini, susila konteks yang lebih luas. Yakni, bukan sekadar tindakan berdasar moral atau norma, namun punya kekuatan pendorong berupa teladan yang baik bagi setiap orang. Artinya, sikap dan tindakan berdasar susila yang biasanya didasari oleh kepatutan, tata krama, sopan santun, akhlak, hingga sikap positif lain yang dapat membentuk seseorang menjadi manusia seutuhnya. Yakni, manusia yang punya manfaat sekaligus menciptakan efek positif dari setiap perilakunya.

Jika kita belum mampu memberikan contoh yang baik kepada orang-orang di sekitar kita, maka setidaknya berhentilah untuk memberikan contoh yang buruk kepada mereka. Dengan begitu sedikit demi sedikit kita akan menjadi orang yang baik.

Oleh karena itu, Mari terus berpikir dan bertindak positif. Dengan begitu, apa pun tindakan yang kita lakukan, apa pun peran yang kita miliki, dapat mengantarkan kita pada pencapaian-pencapaian yang membawa keberkahan kepada diri dan lingkungan sekitar.

Semoga bermanfaat,..


Dikisahkan ada seorang anak yang putus asa dengan keadaan dirinya yang selalu mendapat kegagalan di sekolahnya. Dia di ejek oleh banyak teman-temannya padahal sudah berusaha belajar. Hidupnya terasa terhalang oleh tembok besar dalam perjalanan meraih sukses. Hampir setiap hari Ia menyepi mengurung diri dalam kamar dan menangis, bahkan sampai memukul-mukul dirinya sendiri.

Suatu ketika, Ayahnya memergoki keanehan dari Sang anak yang sedang menangis terseduh di samping rumah, dan sesekali anak itu meninju batang pohon yang ada di dekatnya dengan linangan airmata. Melihat hal ini, Sang Ayah pun mencoba menghampiri sang anak untuk mencari tahu apa yang sedang dialami olehnya. Melihat Ayahnya datang, sang anak pun cepat-cepat menghapus airmatanya dan berpura-pura mencari sesuatu, seolah kehilangan sesuatu di balik rerumputan yang tumbuh disekitarnya.

Wahai anak ku,.."Apa yang sedang terjadi pada dirimu", tanya Sang Ayah.

"Oooh, Ayah..! Aku barusan kehilangan jam tangan kesayanganku, tadi jatuh disekitar rerumputan ini, Ayah...?" Jawab sang anak, sambil ngeles pertanyaan sang Ayah.

"Ayah tahu, kamu pasti berbohong pada Ayah. Sejak tadi Ayah melihat semua gerak-gerik kamu seperti orang yang sedang mengalami sebuah masalah besar dalam hidupmu. Lagipula Ayah tidak pernah mengajarimu untuk berbohong pada semua orang". Mendengar ucapan Sang Ayah barusan, Sang anak tiba-tiba menangis sambil memeluk Ayahnya dan berkata, "Maafkan Aku Ayah,..! Aku Anak yang tak berguna, Aku ingin mati saja Ayah, Aku selalu di ejek oleh teman-temanku disekolah, padahal Aku selalu belajar tapi selalu saja gagal mendapat nilai yang bagus disekolah.

Sambil tersenyum sang Ayah memeluk anaknya yang berusia sekitar 14 tahun itu, dan berkata "Hapuslah airmata mu, tenangkan hati pikranmu dan Ayah akan menunjukan padamu sesuatu yang dapat membuatmu mengerti akan arti kehidupan ini". Sang anak pun mulai sedikit rileks hingga sang Ayah mengajaknya kesuatu tempat yang tak jauh dari mereka berdiri tadi. "Wahai anak ku, apa kau lihat puncak gunung, bukit dan lembah itu,.?" Sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah gunung, perbukitan dan lembah. Itu semua adalah pemberian Tuhan pada kita sebagai manusia untuk selalu mengsyukurinya.

"Dan apakah kamu tahu jalannya untuk bisa menuju ke puncak gunung dan bukit itu,.Wahai anak ku?Sebetulnya, semua orang bisa sampai ke puncak gunung dan bukit yang menjulang itu,. Hanya saja mereka takut untuk mencoba. Karena di dalam hati dan pikiran mereka yang ada hanya sebuah kegagalan dan keputus asaan".

Sewaktu Ayah masih seusia kamu dulu, Ayah pernah bercita-cita ingin menggapai puncak gunung dan bukit menjulang itu. Ayah dulu sering mencari kayu bakar dan mencari jenis tanaman untuk dimakan sampai kepuncak gunung dan bukit itu. Bekas luka yang kamu lihat di tangan Ayah ini, adalah bukti bahwa Ayah tak pernah patah semangat dan merasa gagal untuk terus mencari kayu bakar hingga ke puncak gunung dan bukit itu. Inilah yang disebut semangat juang untuk menggapai harapan.

Banyak orang yang mencari kayu bakar serta jenis tanaman buah yang dapat dimakan di gunung dan bukit itu. Tapi mereka tak berani mendaki sampai ke puncaknya, karena mereka selalu mengalami kegagalan, terpeleset dan jatuh ke lembah itu. Begitu juga dengan Ayah mu ini, sesering mungkin terpeleset dan jatuh ke lembah nan hijau itu. Tapi, Ayah selalu berdiri tegar meskipun harus merangkak untuk meraih cita sampai ke puncak gunung dan bukit menjulang itu.

Mendengar kisah dari Ayahnya, sang anak memiliki pandangan baru dan mengatakan "Aku sekarang tahu harus berbuat apa, kegagalan yang Aku terima selama ini ternyata belum ada apa-apanya, sangat tidak pantas Aku mengeluh disaat masih banyak orang diluar sana mendapat kegagalan lebih daripada ku. Lalu sang Ayah tersenyum melihat anaknya.

Nilai yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah hendaknya kegagalan yang dialami disikapi dengan usaha yang jauh lebih keras kembali, memiliki sifat pantang menyerah adalah hal yang harus dimiliki bagi siapa saja yang ingin sukses. Inovasi menjadi bagian dalam perjalanan hidup dan sesuatu yang baru adalah prinsip dalam bekerja dan melihat peluang serta kebutuhan adalah hal yang luar biasa bermanfaat.

Hendaknya untuk meraih sukses memiliki nilai-nilai perjuangan, kejujuran, inovasi tiada henti, melihat peluang dan memberikan solusi dari setiap masalah, maka hal tersebut yang menjadikan langkah Anda semakin kuat dalam tujuan hidup. Tetaplah rendah hati karena bunga tak akan mekar selamanya.


Semoga bermanfaat...




Cerita Motivasi Hidup

Di sebuah dusun kecil, tinggal seorang bapak dengan seorang anaknya kira-kira berumur 10 tahun. Sang anak bermimpi besar bercita-cita ingin membangun dusunnya kelak nanti. Mimpinya selalu di katakan pada ayahnya, termasuk semua warga dusun,. Bahkan juga ketika bermain dengan teman-temannya, dia pun menceritakan akan mimpi besarnya itu, bahwa Dia ingin menjadi Dokter. Itulah mimpi besar sang anak dusun,. Padahal kalau melihat kondisi dusun mereka saat itu, mimpi tersebut hanyalah mimpi yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

Ayahnya seorang petani penggarap sawah milik orang. Masa panen menjadi hari yang dinantikan oleh seluruh warga dusun. Namun menjadi perjalanan melelahkan. Dimana, hasil panen harus mereka bawa ke pabrik yang berlokasi di kota untuk di olah kembali menjadi padi yang berkualitas. Dan itu sangatlah jauh, membutuhkan waktu sehari untuk pulang pergi dari dusun ke kota dan kembali lagi ke dusun.

Dalam perjalanan inilah sang anak pertama kali di ajak oleh ayahnya ikut serta ke kota dan menjadi pengalaman pertama sang anak. Dimana Dia bisa melihat ke elokan di kota, gedung-gedung bertingkat, lampu-lampu jalan yang terang menderang, kendaraan roda dua, roda tiga hingga roda empat. Matanya begitu takjub melihat pemandangan kota. Sang anak pun makin bertambah semangatnya meraih mimpi mewujudkan cita-citanya. Dalam benaknya, dokter adalah seorang yang memiliki kepintaran dan kemampuan menyembuhkan orang, tentunya memiliki uang banyak hingga bisa melakukan apapun yang diinginkannya. "Kalau Aku jadi dokter Aku akan punya uang banyak, Aku bisa membeli mesin pembajak sawah untuk bapak, biar bapak tidak kelelahan membajak sawah," dalam hatinya sambil berkhayal.

Apadaya khayalnya hancur, ketika secara tiba-tiba, tepat di depan matanya terjadi kecelakaan lalulintas sangat sadis. Orang-orang berhamburan, berlarian mendekat ke lokasi kejadian. Namun tak satu pun yang berani memberi pertolongan, yang ada hanya teriakan segera panggil ambulans.
Sang anak yang melihat kejadian itu masih dalam genggaman tangan ayahnya turut panik. Tubuhnya gemetar melihat darah dan luka dari korban kecelakaan. Mulutnya terkatup, tak mampu berkata-kata hanya ketakutan yang dia rasa. Tak lama kemudian mobil ambulans pun datang. Korban segera dibawa ke rumah sakit. Sang anak pun perlahan mulai bisa menguasai dirinya. Napasnya yang tadi tak teratur kini mulai normal. Rasa takut pun perlahan pergi. Tubuhnya tak lagi gemetar.

Setelah itu, sang anak dan ayahnya segera kembali ke pabrik untuk mengambil kerbau dan menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan itulah sang anak tiba-tiba berkata kepada ayahnya,"Ayah, Saya tidak ingin lagi bermimpi menjadi dokter. Saya takut melihat darah. Tadi tubuh saya tiba-tiba kaku seperti orang mati. Tak bisa bergerak melihat kecelakaan tadi. Bagaimana mungkin Saya bisa menjadi dokter dan menyembuhkan pasien kalau melihat darah saja tubuh saya langsung tidak bisa bergerak. Saya mau seperti Ayah saja, melanjutkan bertani".

Mendengar ucapan itu, Sang Ayah terkejut. Dia belum pernah  sebelumnya melihat sang anak patah semangat seperti ini. Lalu sang Ayah menepuk pundak anak laki-lakinya dengan lembut. Dan dia berkata, "Nak... kamu tahu mobil-mobil yang kamu lihat tadi terbuat dari apa? "Tahu Ayah, dari besi," jawab sang anak. "Memang kenapa, Ayah?" Tanya sang anak.
Lalu, jawab sang Ayah, bahwa benar kalau mobil terbuat dari besi tapi melalui proses peleburan yang panas kemudian dibentuk. Setelah dibentuk pun tidak langsung menjadi besi namun harus menunggu hingga dingin agar bodi tersebut bisa dilanjutkan ke proses tahap berikutnya. Mobil tersebut juga didalamnya terdapat banyak komponen lain, seperti kursi, Ac, kaca, pedal gas, pedal rem, setir dan lain sebagainya. Semua itu dibentuk secara perlahan, bukan hal yang tidak mudah bagi yang membuatnya, dan yang membuat itu semua harus bersabar dengan proses yang ada, bahkan tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan produksi. Namun mereka tetap membuat mobil karena itu adalah tujuan mereka disana selain mereka memang bekerja, saat ini yang kau alami adalah hal yang wajar dan itu sama seperti proses pembuatan mobil.

Kemudian Sang Ayah melanjutkan obrolannya, "Hidup itu pilihan Nak,.? Kamu bisa menjadi mobil yang bisa diproduksi dan bermanfaat untuk orang lain atau menjadi mobil yang gagal produksi?"
Sang anak terdiam sejenak seakan mencermati setiap hal yang dia alami dan yang Ayahnya katakan padanya. Tiba-tiba sang anak tertawa dan mengatakan, "Jadi sebenarnya saat ini aku sedang diperkenalkan oleh Tuhan dengan apa yang aku inginkan yah, Ayah?"

Mendengar jawaban anaknya, Sang Ayah tersenyum bangga. Sesaat kemudian sang anak kembali mengemukakan pendapatnya."
Karena ini bagian dari proses cita-cita yang Aku impikan selalu, bisa malu aku yang dijuluki raja mimpi sama teman-teman,Ayah? Terima kasih Ayah." ucap sang anak diiringi dengan pelukan kepada ayahnya.

Nah, Sobat..! Kisah tadi adalah hal yang sering kita jumpai dari awal mimpi yang ingin kita wujudkan, dimana proses terkadang berat untuk dijalani dan lebih berfokus pada hasil yang sudah jadi.
Menurut Sobat, mana yang lebih penting "Hasil atau Proses"? Kalau Saya pribadi lebih penting proses, karena tidak ada hasil yang bisa didapatkan tanpa adanya proses. Sedangkan hasil hanya berbanding lurus dengan proses yang dialami. Halangan dan ketakutan yang dirasakan saat berproses itu adalah sebuah gerbang baru yang harus dilewati dan dipelajari agar ketika Anda berada pada kesuksesan yang diinginkan dapat terus bertahan dan menghargai apapun yang Anda rasakan.

Jangan dilihat berapa banyak hal yang Anda keluarkan, tapi fokuslah dengan tujuan Anda, karena tujuan inilah yang lebih penting daripada apa yang sudah dikeluarkan atau Anda korbankan saat ini. Apa yang Anda keluarkan adalah apa yang akan Anda dapatkan dengan jumlah yang berkali-kali lipat besarnya. Tidak ada yang tidak mungkin karena semuanya mungkin.
Mulai saat ini, tanamkan pada diri Anda bahwa Anda bisa...!!! Selamat fokus pada tujuan.

Semoga bermanfaat....



Mungkin selama ini kita merasa yang punya masalah di dunia ini cuma kita saja, sedang orang lain tidak punya masalah...
Tidak begitu juga,dong Sobat..? Semua orang tanpa terkecuali pasti punya masalah. Hanya saja yang beda adalah reaksi dan cara setiap orang menyikapinya,. Mungkin ada yang panik, ngamuk-ngamuk, loncat-loncat sambil salto jungkir balik atau mungkin juga ada yang biasa-biasa saja....
Ya berbagai macam reaksi setiap orang dalam menghadapi sebuah masalah, itu tergantung dari tingkat pemahaman dan pengendalian diri serta pengalaman seseorang....

Dalam menyikapi masalah mungkin selama ini kita larut dalam masalah itu sendiri, sehingga kita panik menghadapinya, seperti berada dalam sebuah LABIRIN yang rumit dan bikin sesak, dimana kita tak tau jalan keluarnya mau lewat jalan yang mana. Sebenarnya tidak begitu juga, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya...Bukankah begitu Sobat..? Heheheh
Coba tenangkan diri dulu sejenak Sobat, tarik nafas dalam-dalam lewat hidung dan hembuskan perlahan-lahan melalui mulut dan Sobat rasakan ketenangan. Lakukan ini berulang-ulang sampai beberapa kali. Ini akan membuat pikiran Sobat lebih tenang....!




Nah, Sobat..! Setelah pikiran mulai tenang cobalah keluar dari masalah itu dan taruh masalah itu di depan kita seakan masalah itu adalah masalah orang lain. Selanjutnya coba berfikir seandainya orang lain mengalami masalah seperti ini kemungkinan apa yang bisa diambilnya untuk menyelesaikan masalah ini dan jangan terpaku pada satu kemungkinan saja, karena setiap masalah menpunyai banyak kemungkinan jalan keluar, dan pilihlah jalan yang terbaik yang mempunyai resiko paling rendah...
Kalau Sobat sudah tau jalan keluarnya, tinggal mengaplikasikan dalam tindakan untuk menyelesaikan masalah yang Sobat hadapi saat ini....
Ya,. menyelesaikan masalah itu hampir sama seperti main catur dengan memperhatikan semua bidak catur yang ada didepan kita dan mulailah berpikir dari setiap kemungkinan yang ada dari langkah demi langkah yang akan kita ambil. Dari situ kita akan tau bidak mana yang harus kita angkat dan kita langkahkan untuk menyelesaikan permainan hingga jadi pemenangnya.....

Ya kalau untuk menyelesaikan setiap masalah, tak ada jalan lain hadapi masalah itu dengan bijak..... Karena Setiap tindakan selalu ada konsekuensi yang harus dibayar. Oleh sebab itu berpikirlah sebelum bertindak, sebelum datang permasalahan yang mengakar. Namun yang perlu di ingat bahwa Seberat apapun beban dan masalah yang dihadapi tidak akan melebihi kemampuan yang Anda miliki. Jangan membuat diri Anda emosi, sebab emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi hanya dengan kepala yang dingin dan hati yang tenang, semua akan menjadi sempurna.

Semoga bermanfaat...!


Dalam kehidupan kita sehari-hari, selalu saja tak lepas dari pandangan orang disekeliling kita. Begitu juga dengan pandangan pasangan kita dan kita pun ingin kelihatan manis dimata mereka semua....
Biasanya untuk semua ini, kita melakukan segala cara walaupun kita tidak menyukainya, kadang kita memaksakan diri untuk mengikuti semua kemauan mereka dengan cara menyesuaikan diri dengan semua apa yang mereka sukai dari kita, walaupun kita merasa tidak nyaman melakukan hal itu semua. Hal seperti ini sangatlah menyiksa dan melelahkan karena kita berkompromi untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai dan menjadikan kita orang lain karena ada ketakutan dibelakangnya...

Ya menang tak ada yang seindah disaat kita menjadi diri kita sendiri. Untuk itu kita harus tetap berusaha menjelaskan siapa kita dan bagaimana kita dipandang oleh orang-orang disekeliling, supaya mereka juga bisa mengerti dengan apa adanya kita...
Oleh sebab itu kita harus tetap berusaha untuk mengerti dengan keinginan orang-orang yang ada disekeliling serta harus berusaha untuk mengubah diri supaya menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi mereka. Semua ini jikalau dapat kita lakukan karena kesadaran kita dan sebatas kemampuan kita saja dan bukan karena memaksakan diri yang nanti pada akhirnya hanya akan membuat kita dinilai oleh orang hanya sekedar berpura-pura saja...




Begitu juga dengan kepura-puraan yang lainnya seperti pura-pura menyayangi. Tentu ini akan sangat menyiksa, karena yang kita tipu adalah perasaan kita sendiri dan ini sering terjadi karena ada ketakutan-ketakutan dibelakangnya. Terkadang kita lupa kalau ada Yang Maha Mengawasi dan menjaga kita...
Lucunya lagi disaat kita berpura-pura ALIM, biar orang-orang merasa dengan keberadaan kita. Hal seperti inilah yang sering terjadi. Banyak orang menutup-nutupi dirinya yang sebenarnya. Mereka bersembunyi dibalik kedok hinaan, agar dipandang orang lebih terhormat. Namun sikap seperti ini justru akan menyiksa diri kita sendiri, karenai yang kita tipu bukan hanya diri kita sendiri ataupun orang yang disekitar kita saja, tapi disini kita juga menipu Sang Maha Pencipta alam semesta. Bukan itu saja, masih ada banyak sekali sikap orang berpura-pura yang dapat kita jumpai dalam kehidupan ini....
Berpura-pura seperti ini sangatlah melelahkan dan tak akan bertahan lama sebab lama kelamaan akan kelihatan aslinya seperti apa. Oleh sebab itu, mau sampai kapan kita hidup dengan terus berpura-pura seperti ini...

Ingat,..!? Hidup kita hanya sebentar dalam dunia ini. Kelak nanti kita akan kembali pada-Nya, dan akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan dalam hidup ini. Tetaplah menjadi diri sendiri dan tetap berusaha mengerti dengan keinginan orang-orang disekeliling kita, selama yang kita lakukan itu untuk sebuah kebaikan. Jujurlah dengan segala apa yang ada tentang diri kita. Teruslah berusaha semaksimal kemampuan kita dalam mengubah diri supaya menjadi orang yang lebih baik....
Jangan pernah menyiksa diri dengan berpura-pura karena ketakutan tentang kehidupan ini. Yakinlah kalau Allah selalu ada dan selalu mengawasi setiap gerak-gerik kita....

Semoga bermanfaat...!




Dalam bertindak seharusnya kita berfikir terlebih dahulu sebelum kita melakukan tindakan kita tersebut, baik yang berupa ucapan ataupun tindakan fisik. Terkadang kita hanya memikirkan enaknya saja tanpa memikirkan resiko seperti apa dari tindakan kita tersebut dan hal semacam inilah yang sering membuat kita celaka.....

Dan terkadang sering kali kita bertindak terlebih dahulu baru difikirkan setelah itu. Biasanya ini akan menimbulkan masalah baru yang membuat kita panik, merasa bersalah serta menyesal karena kecerobohan atas diri kita sendiri....
Dan karena kecerobohan kita tersebut kadang bisa mencelakai diri kita sendiri dan tak jarang orang lain pun jadi ikut terluka karena kelalaian kita. Yang disayangkan disini kita tak akan pernah bisa lagi menarik tindakan yang sudah terlanjur kita lakukan untuk diperbaiki, dan ini akan menjadi beban tersendiri buat fikiran kita karena dibebani rasa bersalah.....
Biasanya kecerobohan kita sering terjadi karena disebabkan oleh hilangnya kontrol diri yang disebabkan, mungkin karena kita terlalu senang atau kita dalam keadaan panik....

Nah disinilah peran kesadaran yaitu untuk mengontrol gerak fikiran dan perasaan kita, karena akar dari tindakan adalah fikiran dan perasaan itu sendiri. Dari sini kita butuh ketenangan dan melatih kesadaran diri supaya menjadi sebuah kebiasan....!
Sebab setiap tindakan yang kita lakukan itu adalah pilihan kita sendiri. Kita yang memutuskannya untuk melakukannya, berarti kita juga yang akan bertanggung jawab penuh dari tindakan kita tersebut...




Disini terkadang kita ini lucu, sebab kita sering mencari kambing hitam dari kesalahan yang kita lakukan dengan menyalahkan orang lain atau menyalahkan setan yang selalu menggoda...
Ya, walaupun digoda setan, namun kita juga yang memutuskan, jadi kita yang harus bertangung jawab dari semua tindakan tersebut. Dari sini yang malu dan merasa bersalah atas tindakan kita adalah diri kita sendiri, bukan setan. Jadi kita yang harus berhati-hati sebelum memutuskan sebuah tindakan....!
Ini sering terjadi disebabkan karena kita kurang pengetahuan tentang diri sendiri dan tentang sebuah proses yang terjadi dibalik tindakan kita....

Belajarlah melatih ketenangan dengan ritual-ritual agama, mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa serta melatih kesadaran diri untuk mengontrol dan menyadari setiap tindakan kita. Ini lebih baik dari pada kita menyesali sebuah kesalahan.....!

Semoga bermanfaat...!



Nilai sebuah kebaikan dimata Tuhan bukan dari sebesar apa kebaikan yang kita lakukan tapi seikhlas apa kita melakukan kebaikan itu sendiri....
Niat sebuah kebaikan tak selamanya mendatangkan manfaat dan keberkahan bagi yang menerima kebaikan tersebut, niat kita yang teramat baik tanpa di iringi perasaan ingin dipuji, ingin dihargai, ingin di sanjung, dan lain-lain bentuk penghargaan kadang tetap saja menjadikan keburukan bagi kita sendiri, ibarat bumerang yang kembali terlempar ke badan kita, berbalik menyerang ke arah kita.

Setiap kebaikan yang masih mengharapkan pujian atau mungkin hanya sebatas mengharapkan terimakasih dari orang yang kita perlakukan dengan baik itu masih tak ada nilainya dimata Sang pencipta semesta alam sebab itu masih bentuk dari sebuah perdagangan dan begitu juga dengan kebaikan yang masih mengharapkan Syurga diakhirat nanti dan itu mungkin juga masih tidak ada nilainya dimata Ilahi sebab itu juga adalah masih bentuk sebuah perdagangan dengan Tuhan ciptakan pikiran kita sendiri sebab kebaikan yang bernilai dimata Tuhan adalah kebaikan yang penuh dengan keiklhasan.....
Dan keiklhasan itu sendiri adalah melepaskan dan melupakan setiap kebaikan yang kita lakukan atau kasih tanpa pamrih.....

Ada begitu banyak hal yang kita lewati. Tak terhitung. Bagaimana kita melewati setiap hari yang kita miliki, bahkan tiap detik nafas yang kita hirup dengan kebaikan. Seperti itulah nilai kita, karena nilai setiap orang adalah setiap kebaikan yang dilakukannya.

Berbuat baik itu memang melelahkan. Tapi segala rasa lelah dan letih yang kita rasakan akan dibalas pula dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Jika itu tulus, maka kebahagiaan adalah hadiah paling sederhana dari kebaikan. Mungkin lelah, tapi akan bahagia. Maka jangan pernah ragu untuk terus berbuat baik. Sekecil dan sesederhana apapun kebaikan itu.

Terkadang ada pendatang, dia tidak tahu arah dan dia bertanya kepada kita suatu alamat atau sejenisnya, lalu kita tunjuki dia kepada alamat dan arah itu, maka itu termasuk sedekah. Jangan malah disesatkan dan ditunjukkan ke arah yang salah. Itu adalah satu bentuk kezaliman. Kalau kita tunjukan dia kepada tempat yang benar yang kita ketahui, maka itu termasuk sedekah.

Maka dari itu, perbanyaklah kita berbuat kebaikan. Sekecil atau sederhana apapun kebaikan itu. Tentu dengan niat tulus, tanpa mengharap imbalan dengan landasan keikhlasan, tanpa kebaikan itu disebut-sebutkan, sehingga memberi manfaat bagi orang lain terlebih nilai ibadah kita kepada Sang penguasa jagat raya ini. Segera lakukan kebaikan mulai sekarang. Karena banyak orang yang menunggu kebaikan dari diri kita.

“Tak ada yang terlalu buruk tuk memulai hal baik. Tak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari kebaikan.”

Semoga bermanfaat......