Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts



Semua orang pasti menginginkan hidup bahagia, termasuk anda juga, bukan...?
Namun, banyak orang beranggapan kalau bahagia itu adalah disaat kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Misalnya anda saat ini punya rumah mewah, mobil yang banyak, harta melimpah ruah sana-sini dan lain sebagainya. Dan ini membuat anda merasa tercukupi dengan segala materi yang telah anda peroleh sehingga anda merasa orang yang paling bahagia.
Pada umumnya orang menganggap bahagia itu ketika segala materi tercukupi atas dirinya, atau kata lain yang mereka pikir adalah soal harta meluluh akan membuat orang merasa bahagia. Ini adalah hal pemikiran sempit atau hanya mengikuti keinginan ego diri saja. Padahal bukan hanya materi saja akan membuat orang merasa bahagia, tapi bagaimana kita bisa menciptakan kebahagian itu ikut dirasakan bagi orang lain. Ini yang luar biasa. Zaman sekarang jarang kita temui orang-orang yang demikian ketika rohaninya terpenuhi sehingga membuat dia merasa bahagia.

Ada hal yang tidak kita sadari kalau yang lebih membahagiakan itu adalah disaat kita memberi atau berbagi sesuatu pada orang lain dan kita melihat orang yang kita beri itu merasa bahagia menikmati apa yang kita berikan... 
Ya, disini yang bisa membuat orang bahagia itu tak harus selalu dalam bentuk materi saja tapi perhatian dan kasih sayang juga bisa....

Kira-kira ilustrasinya begini :
Ada seseorang yang datang kerumah anda dengan muka lusuh dan meminta makanan pada anda karena sudah dua hari dia tidak makan. Dan anda punya sepiring nasi yang cukup untuk anda berikan pada orang tersebut. Coba perhatikan disaat orang itu menerima dan memakan nasi yang anda sajikan atau berikan pada orang itu, dengan wajah berseri dan penuh kebahagian yang mungkin karena saking bahagianya dia setelah makan, dia akan bersujut pada anda untuk mengungkapkan besar rasa terimakasihnya pada anda. Ketika anda melihat itu, anda akan ikut merasa lebih bahagia dari pada orang yang anda bahagiakan tadi.

Jangan salah,. mungkin anda beranggapan kalau setiap apa yang anda beri pasti akan menciptakan kebahagian, saya rasa tidak begitu juga.  Ya, kalau anda memberi untuk mengharapkan pujian atau sesuatu imbalan, saya rasa mungkin anda tak akan selalu bahagia sebab yang terjadi kadang tak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan, yang ada anda hanya akan merasakan apa yang anda miliki akan menjadi berkurang atau membuahkan kekecewaan. Tapi disaat anda memberikan sesuatu dengan tujuan ikhlas dan ingin membahagiakan orang lain tanpa mengharapkan imbalan atau hanya sekedar ingin menolong saja, saya rasa anda tidak akan pernah kecewa. Karena yang membuat anda kecewa itu adalah harapan yang anda ciptakan dibalik pemberian itu. Rasa ingin melihat orang yang kita beri itu ikut bahagia dengan pemberian kita, itu pun juga masih sebuah harapan. Tapi diantara sekian banyak alasan dibalik pemberian, alasan inilah yang paling ikhlas dan yang paling mulia...

Jika semua orang menyadari betapa bahagianya disaat kita bisa berbagi dan ikut merasakan kebahagian orang lain, saya rasa semua orang akan kecanduan untuk melakukannya hingga menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan kita kedepannya. Berbuat baiklah setiap saat tanpa memandang siapa yang berkekurangan. Sebab setiap kebaikan itu bernilai pahala bagi diri anda di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat....



Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Baik itu dalam lingkungan sosial bermasyarakat, bertetangga ataupun dalam dunia kerja. Namun sayangnya di tengah kehidupan ini, banyak orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Artinya dalam hidup ini ada saja permasalahan yang akan kita hadapi, baik itu senang maupun duka. Hal ini menurut orang banyak adalah suatu hal yang lumrah dalam perjalanan hidup. Ada hal yang menarik dalam perjalanan hidup ini yang mungkin anda sendiri pernah mengalami ataupun pernah melakukan hal yang namanya berbohong. Dimana sering kita dengar bahkan di era modern saat ini, semua orang dengan mudah mendapatkan informasi secara cepat melalui media internet. Ada orang rela sampai mengorbankan nyawa hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mereka tak perduli apapun besarnya resiko yang bakal diterima. Yang ada hanyalah keinginan mencapai apa yang diharapkannya itu.

Berbohong memang ini sudah menjadi tabiat dari individu orang. Hanya dengan lisannya dapat mengelabui orang lain sehingga mudah termakan omongannya. Bahkan orang yang tidak kita kenal pun sebegitu mudahnya kita mempercayainya hanya dengan satu lisan saja.

Untuk menutupi sebuah kebohongan, kita perlu membuat kebohongan-kebohongan yang baru dan begitulah seterusnya dan ini akan sangat melelahkan dan menguras energi dan pikiran. Lagian sampai kapan kita bisa menutupi setiap kebohongan yang kita lakukan, suatu saat pasti akan terbongkar juga. Sebenarnya cara seperti ini bukanlah jalan terbaik untuk keluar dari sebuah masalah yang ada, justru malah hanya akan memperburuk keadaan saja....
Coba perhatikan kalau kita telah melakukan sebuah kebohangan yang ada, pasti kita akan merasa takut kalau kebongan kita itu akan terbongkar. Dan ini akan menciptakan kecemasan dan  kegelisahan yang memicu kepanikan...

Terkadang apa yang kita dapatkan dari sebuah kebohongan yang telah kita lakukan, tidak sebanding dengan kecemasan dan kegelisahan serta rasa panik yang di alami. Seharusnya kita berpikir berkali-kali lipat sebelum melakukan sebuah kebohangan...
Ya, kalau kita menyadari konsekuensi dari sebuah kebohongan, saya yakin tak ada satu orang pun yang akan melakukannya, kecuali kita melakukan sebuah kebohangan untuk sebuah tujuan yang mulia di belakangnya, dan ini kita mungkin bisa menghilangkan rasa bersalah dari kebohongan yang telah di lakukan. Sebab kita melakukan kebohongan dengan penuh kesadaran...

Kalau seandainya kita telah terlanjur melakukan sebuah kebohangan,? Jalan keluar yang paling baik adalah dengan mengakuinya dan meminta maaf atau memohon ampun pada Sang Khaliq. Tapi, mungkin dengan melakukan ini tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan orang yang kita bohongi. Tapi setidaknya kita telah mengurangi beban batin dalam diri. Kita tak perlu menciptakan kebohongan-kebohongan baru lagi untuk menutupi segala kebohongan-kebohongan kita yang ada. Karena yang pasti ini cukup melelahkan, bukan....?

Untuk mengembalikan kepercayaan orang yang telah kita bohongi mungkin perlu waktu dan pembuktian diri kalau kita sudah berubah dengan melakukan perbaikan diri secara terus menerus...
Saya yakin kita semua pernah melakukan sebuah kebohongan dan mengalami kegelisahan dan rasa panik dari kebohongan yang kita ciptakan sendiri. Dan saya yakin tak ada dari kita yang menginginkan kegelisan dan kepanikan yang cukup menyiksa diri kita.... 
Seharusnya kita bisa belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari...

Semoga bermanfaat....
Sukses adalah hak setiap orang


Siapa sih yang tak ingin sukses,..?
Penulis yakin sobat semua yang membaca artikel ini pasti ingin meraih sukses secara gemilang, bukan? Meskipun kesuksesan itu ada yang berbeda-beda bentuknya, semisal sebagian orang hanya ingin sukses dalam meraih suatu pangkat jabatan tinggi, ada juga yang ingin memiliki harta kekayaan yang melimpah, punya rumah dan mobil mewah dan lain sebagainya. Semua itu adalah impian mereka untuk diwujudkan hari depan nanti. Namun sayangnya untuk meraih hal yang demikian tidaklah mudah, sobat..! Buktinya, hingga saat ini apa yang mereka cita-citakan belum kesampaian, dan ada yang masih mereka perjuangkan. Bahkan ada banyak orang yang berputus asa dan memilih menyerah begitu saja hingga berhenti berlari meraih impian tersebut.

Sukses memang menjadi hak bagi setiap orang untuk meraihnya. Hanya saja, bagaimana jalan mereka mengusahakan agar dapat merealisasikan semua itu. Ada orang yang dengan gigih untuk mencapainya, ada juga orang-orang yang hanya dengan biasa-biasa saja dan ada juga yang kelihatan biasa saja namun sebenarnya mereka sangat mengusahakan kesuksesan itu.

Perlu di sadari disini, sobat..! Bahwa sukses itu bukan hanya sekedar teori saja. Sukses itu butuh aksi. Sebab, apapun gagasan pemikiran ataupun cita-cita setinggi apapun yang ingin sobat raih, jika tidak dibarengi dengan eksekusi atas gagasan dari pemikiran tersebut, maka keberhasilan tidak akan pernah sobat dapatkan.

Hidup ini adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kalau perasaan malas, tidak disiplin, tidak berani bertindak, bimbang, ragu-ragu serta sifat negatif lainnya yang masih menempel menguasai diri kita,. Tentu nasib buruklah yang akan kita dapati. Sebaliknya juga demikian, ya sobat..! Jika hal positif terus ada menguasai dalam diri kita, maka keberhasilanlah yang akan kita dapatkan.

Kita sebagai insan yang telah dikaruniahi oleh Tuhan dengan segenap kelebihan, maka kita harus berani mengembangkan diri untuk berpikir, bertindak, belajar dan berjuang. Jangan sampai kita mudah patah arang dalam menghadapi roda kehidupan ini.
Kalau mental kemandirian telah kita miliki,. tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup serta berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan mampu meraih sukses yang membanggakan.

Tapi ingat ya, sobat..! Bahwa sukses bukanlah tujuan akhir yang harus anda raih. Dimana sebagai manusia, tentu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah diraihnya. Mereka akan terus meraih dan meraih yang lebih. Sebagian orang menamakan ini semangat berkelanjutan dan berinovasi, namun pada kenyataannya tak lebih dari sekedar pemuas hawa nafsunya.

Ambilah sisi positif dari semangat berkelanjutan tersebut dan raihlah kesuksesan secara gemilang menurut cara sobat sekalian. Mungkin sobat akan menemukan kegagalan berkali-kali, tetapi setidaknya hal itu membuat sobat sadar bahwa sobat sekalian sudah mencoba terus menerus hingga meraih sukses yang gemilang.

Semoga bermanfaat,..




Hai sobat pembaca,..! Pernahkah sobat bertanya-tanya atau mencari-cari jawaban tentang dimana letak kebahagian itu? Jika benar demikian, berarti sobat tak salah berkunjung dan membaca sepenggal artikel di blog ini. Hhhmmm.

Memang,..! Semua orang pada dasarnya sangat mendambakan kebahagian. Baik itu kebahagian dalam hubungan percintaan, rumah tangga, karier dan lain sebagainya. Hanya saja, tidak semua orang meraih hal kebahagian tersebut secara utuh. Padahal kalau dipikir, memangnya sesulit apa sih untuk mencapai sukses dalam kebahagian itu. Sampai-sampai untuk meraih kebahagian yang hakikih tersebut, banyak orang rela berpaling dari keimanan mereka hingga menjadi syirik pergi ke dukun-dukun kampung untuk mendapatkan kebahagian yang mereka inginkan, Naudzubillahi min dzalik. Mereka lupa sesungguhnya yang mereka raih hanyalah kesenangan dan kebahagian hidup sementara. Justru kebahagian kekal itu di akhirat. Setuju 'kan, sobat..!? Hhhhmmm...

Jadi, sobat...!? Jalani saja hidup ini dengan apa adanya. Bukan ada apanya. Sesuaikan gaya dan selera kita itu, sesuai dengan kemampuan kita. Mengapa demikian..? Karena bahagia itu bukan di mata orang lain agar terlihat kita orang berada, atau supaya terlihat kita mampu. Sebetulnya simpel saja, bahwa bahagia itu ada di hati kita. Maka dari itu, syukur dan sabar dengan apa yang ada kita jalani saat ini.. Harta itu bukan jaminan kebahagian di dunia. Apalagi di akhirat, sobat.

Ingat..! Harta itu hanya untuk kesenangan bukan untuk kebahagiaan. Kalau kebahagiaan itu Allah letakkan di harta, maka di dunia ini yang bisa bahagia itu hanya orang kaya, sobat. Dan Kalau kebahagian itu Allah letakkan di rumah mewah dan mobil mewah, maka yang bisa bahagia itu cuma para pejabat dan pengusaha. Justru, Allah letakkan kebahagian itu di hati,. yakni di hati orang-orang yang dipenuhi dengan rasa syukur dan sabar terhadap setiap ketetapan-Nya. Ingat ya Sobat,. letak kebahagian itu ada di "HATI". Dan Allah tidak pernah melarang hambanya banyak harta dan kaya raya. Karena banyak para Nabi Allah juga kaya dan seorang raja. Tapi kekayaan dan tahta mereka, justru membuat mereka lebih dekat dan taat kepada Allah. Seingat waktu itu, guru saya pernah mengatakan,:

"Dengan harta, kita bisa membangun rumah sakit. Tapi tidak akan pernah bisa membeli kesehatan.
Dengan harta, kita bisa membangun sekolah dan tempat-tempat ibadah. Tapi tidak bisa membeli ilmu dan iman.
Dengan harta kita bisa membeli jam tangan yang mahal, tapi tidak akan pernah bisa membeli waktu.
Dengan harta juga, kita bisa membayar pengawal, tapi tidak bisa membeli keselamatan.
Dan dengan harta kita bisa membeli kesenangan tapi bukan kebahagiaan".

Maka memohon ampunlah kepada Allah, karena tangisan para pendosa lebih dicintai Allah dari pada sombongnya para ahli ibadah.

Semoga bermanfaat...



Dikisahkan ada satu keluarga yang sederhana mengumpulkan uang untuk dapat liburan ke Bali sebagai bentuk refreshing melepas penat yang selama ini mereka rasakan. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, ibu dan satu anak perempuannya.
Sesampai mereka di Bali langsung menuju penginapan yang dibelakangnya terdapat pantai yang bersih dan indah, mereka berkemas-kemas dikamar dan langsung menuju pantai yang ada dibelakang penginapan itu.

Disana mereka mereka melihat banyak sekali turis asing yang berjemur dan melakukan segala aktifitas. Ibu dan anak perempuannya bermain banana bot bersama dengan orang-orang, sementara ayah harus menjaga barang bawaan mereka dan akhirnya ayah harus bergantian dengan ibu.
Terlihat juga disana banyak sekali jenis permainan hiburan lainnya, ada sepakbola pantai, voli pantai, selancar, jetski bahkan layang-layang khas daerah. Saat ibu dan anak lagi asyik bermain, ayah memperhatikan semua orang yang melakukan olahraga. Tidak terasa sudah sore hari dan mereka pun duduk di bibir pantai untuk melihat keindahan matahari yang tenggelam ditengah lautan. Terlihat ada pasangan yang terus bermesraan, ada juga yang kembali ke penginapannya masing-masing termasuk juga dengan mereka.

Sesampainya dipenginapan ayah duduk dan mempersilahkan anaknya mandi duluan karena sudah terlalu sore. Disaat menunggu anaknya mandi, ayah tersadar akan satu hal dan berucap sendiri "Akhirnya Aku mengetahuinya". Ibu yang sedang duduk disamping ayah mendengar ucapan itu bingung dengan maksud yang ayah katakan.

Ayah melihat ibu dan mengatakan, "Ibu aku tadi memperhatikan apa yang terjadi saat ada orang yang bermain selancar dan aku tahu bahwa mereka seakan bisa menari diatas papan selancarnya karena dimulai dengan melawan arus ombaknya, begitu juga denganlayang-layang dapat terbang tinggi juga dengan melawan angin yang dapat menganggatnya, orang-orang yang bermain dan olahraga dipasir tadi mampu untuk berlari kesana kemari tanpa hambatan itu tandanya mereka sudah terbiasa dengan apa yang mereka lakukan saat ini".

Mendengar hal itu dari ayah, Ibu akhirnya mengerti dan bersyukur bahwa ayah sudah mampu melihat dari sisi yang lain tentang kehidupan yang mereka jalani. Mereka lalu berpelukkan dan ayah berjajnjiuntuk dapat lebih baik dalam kehidupan yang akan mereka jalani.

Nah,.. sahabat pembaca.! Dari kisah ini Ombak bisa diartikan juga sebagai masalah atau cobaan jika berbicaratentang kehidupan. Masalah tersebut bukan untuk kita sikapi dengan biasa saja, karena bergantung sebesar apa ombak tersebut menghantam kita dari rasa sakitnya hantaman ombak agar kita senantiasa dapat bersyukur, kuat dalam menghadapi masalah dan dapat menemukan langkah agar kita dapat keluar dari perangkap masalah tersebut.

Banyak sekali orang yang melihar masalah dengan penyesuaian diri dan bukannya fokus pada penyelesaian masalah, hala tersebut justru sering membuat kita tidak akan pernah keluar dari masalah tersebut. Sebagai contoh di lingkungan rumah yang terdapat saluran air yang tersumbat karena sampah plastik dan jenis sampah lainnya lalu tidak diselesaikan dengan cara membersihkan saluran air tersebut melainkan dengan menambah besarannya saluran air agar dapat bertambah besar volume air yang ditampung.

Hal seperti inilah yang sering dilakukan tanpa sadar, melakukan penyesuaian bukan untuk melakukan pemecahan masalah. Memang setiap masalah pasti membutuhkan penyesuaian namun lebih utama menyelesaikan masalahnya barulah dilakukan penyesuaian untuk kebaikan kedepannya. Benahilah diri sendiri jika ingin mempunyai kehidupan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat,...



Dikisahkan ada seorang anak kira-kira berusia 8 tahun sedang di ajak ayahnya untuk menyaksikan lomba anak-anak mewarnai gambar di sebuah pusat perbelanjaan besar. Disana dilihat anak itu banyak anak-anak yang sebaya dengannya sedang asyik menggambar dan mewarnai dengan baik, sehingga timbul keinginan dalam dirinya ingin mencoba hal yang apa dilihatnya di tepat itu. Ketika lomba menggambar dan mewarnai sudah selesai, ayahnya mengajak dia kembali pulang ke rumah, tapi sang anak meminta kepada ayahnya untuk membeli seperangkat buku gambar dan pensil berwarna agar dia bisa melakukan hal yang sama seperti yang baru dilihatnya untuk dilakukannya di rumah..! Ayahnya tanpa berpikir panjang, lalu membelikannya buku gambar dan buku bergambar yang siap untuk mewarnai. Sesampainya dirumah anak itu langsung mengambil buku gambar itu dan langsung ia mewarnainya.

Berbagai halaman gambar dibuku ia warnai tapi tidak puas, karena ia bingung dengan hasilnya yang tidak bagus seperti yang dia lihat di pusat perbelanjaan tadi siang. Ia lalu menunjukkan hasilnya kepada ayahnya dan ayahnya hanya tersenyum dengan hasil yang dilihatnya. Anaknya menanyakan bahwa pensil warna yang digunakan banyak sekali, sehingga ia mencoba menggunakan semuanya tapi hasilnya masih tidak bagus. Ia juga bingung dan bertanya pensil warna yang mana yang harus di pilih biar gambar itu terlihat indah sekali.

Lalu, ayahnya menjawab, "Anakku,..! Pada dasarnya semua warna bisa kamu gunakan dan itu akan memberikan keindahan pada gambar tersebut, tapi ada saat dimana kamu mewarnai harus tepat warnanya dan rapi karena hal itu akan menambah unsur keindahan pada gambarmu. Lihatlah matahari di gambar ini, tidak mungkin matahari ini kamu warnai dengan warna hitam pada kondisi gambar yang menceritakan tentang pemandangan sawah. Sementara matahari adalah warna kuning ke emasan, dan bagaimana mungkin sawah yang mempunyai warna cerah diwarnai dengan warna yang gelap seperti cokelat tua. Gambarlah dan warnailah semua sesuai dengan keadaannya yang dimana itu akan menambah keindahan pada gambar tersebut dan akan diterima jika memang perpaduan warnanya benar". Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya, membuat anak itu menjadi mengerti dan memahami tentang mewarnai pada sebuah gambar, lalu ia berkata, "Pantasan gambar yang aku warnai ini tidak sebagus dengan apa yang aku lihat tadi siang itu, ya,. ayah..?"

Nah, sahabat pembaca...! Baik atau buruknya suatu hal, itu bergantung bagaimana kita melihatnya dan bagaimana respons orang lain menerimanya. Berfokuslah selalu pada hal kebaikan, walaupun Anda sering mengalami kesakitan, siksaan atau bahkan penghinaan sekalipun. Itu semua janganlah Anda jadikan sebagai sebuah batasan untuk diri Anda, karena itu adalah hal yang dapat membuat seimbang. Pilihlah sudut pandang yang baik dan positif agar hanya energi kehidupan yang positiflah yang akan masuk kedalam tubuh Anda dan biarkan alam ini menarik hal yang sama untuk Anda agar Anda dapat dipertemukan dengan orang-orang yang akan membesarkan Anda dalam kehidupan yang positif. Dengan pemikiran yang positif akan mampu membawa Anda ke arah yang lebih baik.

Semoga bermanfaat,... 



Dikisahkan ada dua pasangan yang saling mencintai. Dimana yang pria sering mengingatkan pada pasangan wanitanya untuk selalu berhati-hati dan jangan melakukan sesuatu yang dapat merugikan dirinya serta hubungan mereka. Pria ini selalu mengingatkan pasangannya walaupun wanitanya tidak betah, tidak nyaman atas perlakukan sang pria, sehingga wanitanya memberikan predikat terhadap pria ini adalah orang yang rewel, posesif dan tidak menaruh kepercayaan padanya. Akibat ulah pria ini, sampai-sampai wanitanya meminta untuk mengakhiri hubungannya, tapi sang pria selalu menolak dengan alasan masih sayang dan cinta padanya dan berjanji akan membuatnya nyaman. Akan tetapi, walaupun sudah berjanji, tetap saja pria ini selalu mengingatkan untuk selalu berhati-hati dengan harapan suatu hari wanitanya dapat mengerti apa yang dimaksudkannya.

Sampai suatu ketika wanita ini merasa bosan dengan nasihat pasangannya, sehingga ia pun pergi bersama teman-temannya tanpa memberikan kabar pada pasangannya dengan tujuan tidak lagi mendengarkan semua nasihat pasangannya. Ditengan perjalanan untuk menemui teman-temannya, ia kehilangan fokus saat menyeberang jalan dan akhirnya tertabrak sepeda motor dan segera dibawa kerumah sakit. Pihak rumah sakit pun segera menghubungi dan memanggil orang yang berada pada panggilan terakhir dari handphone selulernya yakni pasangannya. Mendengar kabar itu pasangannya kaget karena tidak mengetahui kabar kalau pasangannya pergi untuk jalan-jalan bersama teman-temannya.

Pria ini dengan segera meluncur pergi ke rumah sakit untuk mengetahui detailnya dari pasangannya tersebut. Sesampai disana dilihat pasangannya masih tertidur dan ia pun duduk disamping tempat tidurnya sambil menunggu pasangannya tersadar dari tidurnya. Beberapa jam menunggu hingga pasangannya tersadar dan bangun dari tidurnya hingga terkaget melihat pasangannya sudah duduk di sebelah tempat tidurnya. Tiba-tiba ia menangis sebelum pria ini berbicara.
Ia menangis dan meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan karena tidak meminta izin terlebih dahulu padanya. Ia juga sadar dengan apa yang dilakukan pasangannya selalu memberikan nasihat untuk kebaikannya.

Nah, sobat pembaca..! Seringkali kita harus mengalami sesuatu kejadian terlebih dahulu, baru kita mengetahui apa maksud dari hal tersebut. Itulah yang disebut "Hikmah". Dengan pengorbanan kita jadi bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan, walaupun seringkali kita menganggap enteng atau bahkan meremehkan hal tersebut. Ketika kita berhati-hati dan waspada, itu tandanya kita harus menjaga sesuatu yang penting yang berada pada diri kita. Seringkali juga kita hanya mengucap syukur disaat kita mendapatkan sesuatu yang baik tapi akan sangat sulit bagi kita ketika mengucapkan rasa syukur disaat kita mendapatkan sesuatu hal yang tidak kita inginkan atau kurang dari apa yang kita pikirkan.

Coba pikirkan dari cerita tadi, bayangkan jika yang menabraknya adalah mobil truck? Pasti akan jauh berbeda ceritanya, jika dibandingkan dengan ditabrak sepeda motor. Untuk itu bersyukurlah atas setiap keadaan apapun. Selalu ada hikmah dari apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Jangan terlebih dahulu mengeluh, tetapi cermati dahulu dan pikirkan semuanya lalu lihatlah hikmah apa yang ada dari kejadian tersebut.

Bagi Saya yang di cerewetin itu tidak menjadi persoalan, karena saya melihat nilai kehidupan dan pesan yang disampaikannya, Saya tidak pernah memandang siapa orang yang berbicara atau menyampaikan, Saya hanya melihat isi dari apa yang disampaikan.
Hal terbaik dalam menjalani hidup untuk menuju kepada proses bersyukur adalah dengan mengalami, merasakan, menderita, direndahkan oleh orang lain dan menikmati itu semua. Percayalah tidak ada satupun keberhasilan tanpa merasakan rasa sakit terlebih dahulu. Percayalah semua itu akan memberikan Anda hasil yang akan selalu Anda syukuri seumur hidup Anda, namun harga yang harus Anda keluarkan tidaklah murah karena itu semua adalah bagian dari proses bersyukur kelanjutan dari apa yang sudah Anda raih.

Semoga bermanfaat,..!



Seorang pemuda berusia belasan tahun tertangkap oleh polisi setelah seminggu menjadi buron terkait kasus pembunuhan sesama rekannya di sebuah rumah kost-kostsan. Kasus pembunuhan terjadi dipicu hal sepele, yang mana korban salah memakai sandal saat di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung. Seperti biasa para pemuda-pemuda masih sekolahan ini mengisi libur sekolah dimasa pandemi covid-19 dengan berkumpul di rumah kost salah satu rekan mereka yang tak lain dan tak bukan pesta miras "Happy party" istilah gaul anak muda jaman sekarang.

Kronologi berawal dari salah satu diantara mereka mulai patungan menaruh uang dua puluh ribuan di atas meja, kemudian di ikuti rekan-rekan lainnya hingga terkumpul uang hampir lima ratus ribuan. Hari itu cuaca lagi hujan dan jalanan pun becek, korban di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung yang berada di ujung jalan sebuah kampung. Korban ditemani dua orang rekannya untuk pergi membeli miras di warung itu. Tanpa memperhatikan sandal miliknya, korban dengan buru-buru mengambil sandal milik pelaku dan langsung bergegas jalan kaki bersama dua rekannya.

Setiba di warung korban tersadar dan melihat kalau sandal yang digunakannya bukan miliknya. Namun bagi dia itu biasa saja. Namanya juga teman, pasti salah memakai sandal hanya untuk sebentar saja dipikir tidak masalah. Sesudah membeli beberapa botol minuman keras, korban dan kedua rekannya kembali ke kost-kostsan tempat mereka kumpul. Setiba di kost-kotsan pelaku marah dan tidak terima sandalnya penuh becekan tanah. Suasana sempat memanas ketika itu antara korban dan pelaku, namun diredahkan oleh rekan-rekan lainnya. Acara pesta miras pun di mulai. Seorang rekan mulai menuangkan minuman ke dalam ceret plastik bening dan mulai menggilir secangkir demi secangkir ke semua pemuda yang hadir disitu.

Semakin menikmati miras, beberapa pemuda terlihat mulai bertingkah yang aneh-aneh. Pikiran dan mulut mulai tak bisa terkendalikan hingga masalah sandal yang terlupakan tadi menjadi perdebatan kembali. Korban dan pelaku yang saat itu sudah sama-sama dipengaruhi miras beradu mulut dan semakin menunjukan kejantanannya masing-masing. Pelaku yang sangat marah besar tiba-tiba menendang meja hingga minuman keras diatas meja tumpah ke lantai. Korban saat itu yang lagi duduk di lantai terhempas pecahan botol kaca dan menimbulkan emosinya naik tinggi lalu melempari pelaku dengan meja plastik. Pertengkaran pun terjadi saat itu. Rekan-rekan lainnya yang sudah teler sempoyongan tak lagi bisa melerai adu jotos korban dan pelaku.

Karna korban bertubuh lebih besar dari pelaku, sehingga korban dengan mudah membanting pelaku di lantai. Tanpa di kira oleh korban, pelaku yang terjatuh dilantai lansung menggenggam pecahan kepala botol yang ada disekitarnya dan menancapkan ke leher korban hingga korban terjatuh berlumur darah. Tak hanya itu saja, dengan ganasnya yang sudah dirasuki nafsu setan pelaku menancapkan lagi yang keduakalinya kebagian lambung korban hingga korban kehilangan nyawa.

Para pemuda yang lain yang tadinya teler, semuanya tersadar dan lari ketakutan melihat rekannya bersimpah darah bercucuran dilantai. Setelah kejadian pembunuhan itu, korban pun lari menghilang hingga ditangkap polisi seminggu kemudian.

Nah, Sobat pembaca...! Kisah diatas memberi pembelajaran bagi kita, bahwa masalah kecil jangan disepelekan. Sebab munculnya masalah besar bisa berawal dari hal yang kecil. Terkadang sebagai manusia biasa, kita sulit mengendalikan kemarahan. Tapi bukan berarti kemarahan tak dapat dibendung. Belajarlah untuk tidak marah, karena akan ada penyesalan dibalik kemarahan Anda. Jangan hidupkan api amarah didalam diri jika Anda tak sanggup memadamkannya. Karena  jika api itu menjalar, Dia akan menghanguskan apa saja yang ada dihadapannya. Ingat sobat...! Kemarahan yang dimulai dengan kegilaan, akan berakhir dengan penyesalan yang memalukan. Maka dari itu cobalah untuk merenung.

Semoga bermanfaat...



Di suatu perkampungan kecil hidup seorang janda muda beranak satu. Dulunya wanita ini menjadi rebutan para lelaki di kampung tersebut karena parasnya yang cantik dan menggoda. Kulitnya kuning langsat, hidung mancung dan berambut hitam lurus. Di usianya 20 tahun, Ia sangat rajin membantu orang tuanya berdagang di pasar, hingga Ia berkenalan dengan seorang pemuda yang tidak begitu tampan, yatim piatu namun pemuda ini memiliki akhlak yang sangat baik dan rajin ibadah. Ia juga bekerja sebagai seorang pedagang sayur mayur berkeliling kampung.

Kisah asmara kedua insan tersebut berjalan kurang lebih 8 bulan dan di restui orang tua wanita, sampai akhirnya keduanya menikah. Dua tahun menjalani hidup berumah tangga keduanya masih tinggal bersama kedua orangtua wanita. Walau hidup sederhana di rumah orang tua, mereka berdua saling mencintai dan memahami segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hasil kerja keras berdagang sayuran dari suami meskipun mendapat untung sedikit, ditabungnya untuk niat memiliki rumah sendiri. Alhasil mereka kini memiliki rumah sendiri walau berdinding bambu beralaskan tanah tapi mereka merasa bahagia.

Kebiasaan suami selesai sholat subuh, ia mempersiapkan dagangan untuk berkeliling kampung. Begitu juga istrinya telah mempersiapkan sarapan pagi untuk suami dan bersiap membantu orangtuanya berdagang di pasar. Hari demi hari terus berjalan hingga akhirnya mereka dikaruniahi seorang anak putra. Oleh karena harus mengurus anaknya, sehingga wanita ini tidak lagi bekerja membantu orang tuanya berdagang di pasar.

Kehadiran anak pertama ini, dirasakan menjadi pemicu bahagia bagi suami untuk lebih bekerja penuh semangat. Tak pantang menyerah walau hujan dan udara dingin pagi hari menyelimuti kampung, Ia bergegas memikul dagangannya berkeliling kampung berjualan. Meninggalkan istri dan buah hatinya dirumah terasa berat untuk melangkah, tapi demi membahagiakan keduanya ia pun ikhlas berharap ridho Allah selalu menyertai.

Kira-kira pukul sepuluh pagi itu, tak biasanya dagangannya belum habis terjual sehingga Ia pun harus terus berkeliling kampung menjual sayur mayur melewati persimpangan jalan dan lorong hingga tiba di sebuah kompleks perumahan. Di tempat itu ada seorang ibu yang memborong dagangannya sampai habis. Tengadah kelangit berucap syukur selalu tak lupa dilakukannya selesai berdagang.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, berharap membawa rejeki kebahagiaan buat istri dan anaknya, karena dagangan habis terjual, namun di tengah perjalanan nampak kendaraan roda empat lepas kendali meluncur dengan cepat dan menabraknya hingga meninggal dunia. Kabar berita itu pun sampai pada istrinya di rumah. Rasa bahagia karena kehadiran anak bayi yang pertama kini berubah menjadi tangis duka setelah ditinggal suami selama-lamanya.

Sejak ditinggal suami tercinta, hidupnya terasa hampa. Tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi imam saat sholat subuh berjamaah, tak ada lagi sarapan pagi untuk di siapkan,. Semuanya kini tinggal kenangan yang membawa luka di hati. Tangis airmata terus bercucur di pipi nan halus, bola mata yang indah mulai membengkak. Seolah ini hanyalah mimpi dan bukan kenyataan.

Hari terus berganti,. hati yang terluka kini harus move on menatap masa depan yang lebih cerah. Upaya menghidupi buah hati harus dijalani dan tidak berharap iba dari orang lain. Menyambung hidup dirinya dan anak pemberian Allah dari Almarhum suami, Ia harus menjadi wanita yang kuat menjalani hidup. Uang sisa tabungan suami di olahnya dengan melanjutkan usaha berdagang sayur mayur keliling. Kehidupannya menjadi buah bibir para warga kampung, namun tak di hiraukannya. Para Duda, perjaka bahkan Aki-aki pun banyak yang mendekat untuk antri meminangnya. Tapi semuanya ditolak...

Nah,..sobat pembaca..! Dari kisah ini, kita dapat mengambil pembelajaran yang berharga. Yang pertama bahwa kematian akan selalu mendekat, tak pandang muda ataupun tua, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit. Segalanya akan kembali kepada-Nya. Nikmat kebahagian dunia tidak seberapa dibanding nikmat kebahagian akhirat. Oleh karena itu persiapkan diri dari sekarang untuk tabungan akhirat nanti. Yang kedua, mengajarkan kita agar jangan berlarut dalam kesedihan. Baik itu musibah, kegagalan, kematian dan lain sebagainya. Karena hal itu sangat di benci oleh Allah. Jadikan itu sebagai batu loncatan buat kita untuk bangkit dan bersemangat.

Semoga bermanfaat....



Sunaryo adalah seorang karyawan di sebuah pabrik tekstil dengan posisi sebagai security. Meskipun berlatar belakang sarjana (S1), Ia tidak merasa malu dan sangat menikmati pekerjaan itu dengan rasa senang dan lapang dada,. Apalagi Ia sebagai seorang kepala keluarga yang harus menghidupi istri dan dua orang anak putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Mengemban tugas sebagai seorang security, bukanlah hal mudah bagi semua orang untuk menjalankannya secara totalitas dan rasa tanggungjawab, seperti yang dilakukan Sunaryo. Bekerja shift bukanlah halangan bagi dirinya dalam keadilan membagi waktu untuk keluarga di rumah dan tugas pekerjaan sebagai security. Meski diterpah hujan deras dan panas gerah tak sedikitpun menyurutkan langkah dan niatnya untuk datang mengemban tugas pekerjaannya demi penghidupan keluarga tercinta. Tepat waktu, cekatan, teliti, loyal, disiplin, tegas dan berintegritas sudah melekat dalam dirinya.

Hal itulah yang membuat semua karyawan pabrik sangat mengenal dekat sosok pribadi Sunaryo, bahkan ketegasannya dalam menjalankan tugas dan membuat keputusan sering dianggap kontroversi. Layak baginya jika mendapat apreseasi positif oleh sebagian karyawan pabrik. Banyak karyawan yang memujinya dan banyak pula yang membencinya. Tak heran jika Sunaryo beberapa kali harus berurusan dengan kepala personalia - HRD (Human Resource Departement) sehubungan dengan pelaporan karyawan atas tindakan yang dilakukannya di lapangan.

Suatu ketika dalam apel pagi, Sunaryo diberikan tugas oleh atasannya untuk menjaga portal pintu masuk keluar kendaraan di area pabrik. Tentu sebagai seorang bawahan Sunaryo siap menerima tugas dari atasannya. Seperti biasa, setiap security yang menjalankan tugas di area yang baru, harus mengetahui standar operasinal prosedur yang ada serta instruksi kerja yang berlaku. Berlatar pendidikan sarjana (S1), sangat mudah baginya memahami aturan yang berlaku saat itu dilingkungan pabrik.

Hari demi hari terus berlalu, perubahan kondisi terjadi di area pabrik sejak Sunaryo bertugas menjaga akses pintu masuk keluar kendaraan. Banyak kendaraan tidak diperbolehkannya masuk ataupun keluar, bahkan kendaraan milik pabrik yang hendak mengantar barang ke jaringan pun di cegat balik olehnya karena tidak dilengkapi dokumen pendukung sesuai prosedur yang berlaku. Hal itu dilakukan Sunaryo bukan semata kehendak egonya, namun karena menjalani tugas sesuai standar prosedur dilingkungan pabrik tersebut.

Kejadian itu akhirnya membuat Sunaryo harus berurusan dengan beberapa kepala divisi pabrik sampai ke HRD atas tindakannya. Namun dalam kasus kali ini, Sunaryo harus menelan pil pahit karena dianggap merugikan bagi perusahan tempat ia bekerja mencari nafkah penghidupan keluarga yang berujung pemecatan.

Nah,. sobat pembaca,..! Kisah tadi memberi pelajaran bagi kita semua bahwa hidup ini penuh dengan liku-liku,. Terkadang orang melakukan hal yang benar dianggap salah, dan orang melakukan hal yang salah dianggap benar. Dunia memang penuh tipu daya,. Hanya Allah yang Maha Mengetahui hal yang benar. Kita hidup melewati proses, dan dari proses itulah kita akan menemukan serta memahami jalan kiri dan jalan kanan. Hanya saja tergantung atas diri kita masing-masing dalam menentukan pilihan itu.

Semoga bermanfaat,...



Ada-ada saja dengan tingkah laku orang jaman sekarang...Hhhhmm. Sudah tahu dosa, ehh malah cuek saja. Padahal ucapan janji yang keluar dari mulutnya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkannya. Justru sebaliknya akan ucapan janjinya itu hanya sebatas manis dibibir saja.
Orang-orang yang demikian sungguh sangat sulit untuk dipercaya. Apalagi berjanji untuk kedua kalinya kepada orang lain. Sekali Anda berjanji dan tak pasti menepatinya, maka pupus harapan Anda meraih cita-cita. Itu semua karena ulah perbuatan Anda sendiri. Jelas, ya..!? Hhhhmm.

Namun, jika Anda adalah orang yang penuh dengan kesungguhannya menepati janji, maka sudah pasti dapat membuat orang lain segan dan ingin bermitra dengan Anda. Oleh karena itu jangan memandang remeh dengan setiap ucapan janji yang keluar dari mulut Anda, jika tidak ingin orang lain khwatir dan merasa gelisah.

Terkadang kita mudah terperdaya dengan janji manis dari ucapan orang. Apalagi jika yang datang menemui menawar janji adalah sahabat terdekat kita sendiri. Mau menolak, rasa kagak enak karena sahabat. Mau diterima, khawatir jangan-jangan Ia ingkar. Tapi ujung-ujungnya diterima juga. Hahahaha.... Amblas.
Itulah ketika banyak orang memiliki kepentingan, seringkali janji dijadikan senjata ampuh untuk meluluh lantakan orang-orang yang menjadi sasaran tembakannya. Entah itu berupah pinjaman uang, kendaraan, dan lain sebagainya. Terlebih lagi jika orang tersebut sedang mencalonkan diri, misal sebagai pejabat. Orang tersebut mudah mengumbar janjinya tanpa beban sedikitpun dalam dirinya. Tapi, setelah keinginannya terpenuhi, orang itu melupakan akan segala janji-janjinya. Padahal Ia sadar dan tahu akan janji-janjinya itu, tapi tidak sedikitpun niatnya yang kuat untuk menepatinya.

Dulu kita sering mendengar ucapan "Janji itu adalah hutang". Setiap orang harus menyadari janjinya sebagai hutang yang harus dipenuhi. Jika tidak, ia akan mudah melalaikannya. Maka, sampai kapan pun Ia akan terus dibayang-bayangi janji-janjinya yang tidak ditepati, seperti seorang dihantui dengan utang-utangnya yang belum dibayar.

Setiap janji memang harus ditepati. Kecuali berjanji dalam melakukan dosa, maka harus berusaha untuk menghindarinya. Sebab, setia terhadap dosa adalah bahan bakar neraka. Karenanya, tidak boleh seorang berjanji kecuali untuk kebaikan. Maka, ketika perjanjian itu jelas dalam ketaatan dan kebaikan, segeralah ditepati dengan penuh rasa tanggungjawab dan maksimal.

Ingat Sobat..! Dalam setiap perjanjian selalu ada konsekuensi yang harus dibayar, sekali Anda melakukannya maka kegelisahan akan terus mengejar. Oleh sebab itu, Jangan mudah mengumbar janji jika Anda tak mampu mewujudkannya. Karena setiap perjanjian selalu ada harga yang harus terbayarkan, bahkan nyawa sekalipun.

Semoga bermanfaat...



"Hidup di dunia hanyalah sebentar".
"Alam dunia sebagai tempat persinggahan sementara bagi kita dan kelak kita akan kembali ke asalnya".
Kalimat-kalimat sederhana yang dikutip ini sudah sering kali kita mendengarnya dari mulut orang, atau kita menemukannya sendiri dengan membaca lewat buku-buku renungan agama, media sosial dan lain sebagainya. Kalimat yang disebutkan tadi, meskipun sudah berulang kali kita mendengarnya namun masih saja membuat kita merasa ngeri, dan bahkan takut menghadapi kematian yang pasti ada.

Bagi orang yang berakal sehat, tentu sangat mengkhawatirkan akan dosa-dosanya. Bagi mereka orang-orang yang beriman justru ini akan menambah keimanan mereka. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman sudah pasti menganggap ini adalah hal yang biasa-biasa saja. Padahal sejatinya semua agama mengajarkan kita tentang kebaikan dan takut akan dosa. Namun dalam perjalanan menghadapi hidup ini justru sebaliknya. Dimana kita lebih banyak melakukan dosa-dosa ketimbang berbuat kebajikan sebagaimana yang diperintahkan oleh agama itu sendiri.

Terkadang ditengah kesibukan hal duniawi, kita cenderung tak ada sedikit waktu pun untuk mengingat dan bersyukur kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi ini atas segala anugerah yang diberikan tanpa batasnya. Tak ada rasa malu dalam hati bagi kita karena melakukan banyak dosa-dosa dan telah melukai jiwa tanpa kita sadari. Bukankah luka akan tetap membekas di kulit walau sudah sembuh?

Betapa banyak luka yang kita punya belum saja sembuh, namun sudah menemui ajal. Mayoritas kita yang berlumur luka begitu yakin bahwa Sang Maha Pencipta telah menerima tobat kita, padahal sejatinya itu adalah perkara ghaib. Meskipun dosa kita sudah diampuni haruslah kita tetap mendekatkan diri pada-Nya dengan penuh rasa malu dalam hati karena kita banyak melanggar apa yang diperintahkan-Nya.

Maka dari itu, hindarilah atas apa yang dilarangnya sekecil apapun perbuatan dosa itu, sebab perbuatan dosa kecil dapat berpotensi bagi kita melakukan dosa yang lebih besar. Sungguh celaka bagi kita dengan sengaja melakukan perbuatan dosa dengan memilih kenikmatan dunia sesaat. Lagipula itu hanya akan membuat penyesalan abadi dalam diri. Oleh sebab itu, selama hayat masih dikandung badan sudah selayaknya kita menjauhi hal-hal yang dapat melahirkan kehinaan, rasa malu dan penyesalan yang abadi dalam diri.

Jangan meremehkan segala dosa-dosa yang kita perbuat dianggap biasa-biasa saja, justru hal itu dapat merusak tatanan hidup kita sendiri serta sendi agama. Ingatlah bahwa setiap gerak-gerik kita tak lepas dari pengawasan Dia Sang Maha Mengawasi, kapan pun dan dimana pun. Pikirkan dan renungkanlah sesaat atas segala resiko dari setiap perbuatan kita. Sadarilah akan kebesaran dan keagungan Dzat yang melarang bagi kita berbuat dosa.

Semoga bermanfaat....



Sahabat pembaca yang luar biasa,.! Tujuan meraih sebuah kesuksesan adalah impian setiap insan. Apapun jenis tujuan hidup Anda dalam meraih sukses dapat dilalui dengan banyak cara atau jalan, tinggal tergantung Anda untuk mau melakukan atau tidak. Karakter pantang menyerah, sikap rendah hati, mengetahui potensi diri adalah hal penting dimiliki bagi orang yang ingin sukses. Terlepas dari itu, bantuan orang lain juga dibutuhkan untuk menunjang langkah Anda meraih sukses, meskipun sebagian orang tidak sependapat dengan alasan seperti itu.

Meminta bantuan kepada orang lain tidaklah salah, tetapi lebih baik tidak dijadikan suatu hal utama dalam memulai usaha atau memulai suatu tujuan. Berusahalah terlebih dahulu  dengan apa yang Anda miliki sebelum meminta bantuan orang lain. Jiwa yang pantang menyerah dan menolak untuk kalah adalah pemenang sejati. Jangan meminta belas kasihan untuk orang melihat kondisi dirimu, apa yang Anda perjuangkan setiap hari tidaklah sia-sia. Ingatlah bahwa Tuhan pasti akan membalasnya berkali-kali lipat. 

Sadarilah bahwa penderitaan adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai kesuksesan dan sekaligus proses yang menjadikan Anda matang, kuat, kokoh dan cemerlang dalam melihat peluang yang ada. Dan peluang itulah yang harus Anda manfaatkan dengan cara sebaik mungkin.

Kesempatan kedua memang akan datang, tapi Anda tidak tahu kapan akan datangnya kesempatan tersebut. Jadi maksimalkanlah kesempatan itu bila Ia hadir dalam hidup Anda.
Ada sebuah kisah inspirasi untuk Anda yang kiranya dapat menjadi pembelajaran dan menggali sudut pandang Anda dalam meraih kesuksesan.

Di kisahkan, Ada tiga orang sahabat sejati yang sejak duduk dibangku sekolah menengah memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi orang sukses dalam dunia usaha dengan karakter berbeda dan cara yang berbeda. Namun Ketiga sahabat ini, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. Sahabat pertama lahir dari keluarga yang sangat kaya raya, dan kedua sahabatnya dari keluarga biasa dan miskin.

Sahabat yang dari keluarga kaya ini ingin menjadi pengusaha, namun tidak ingin seperti usaha orangtuanya. Ia ingin memiliki usaha kuliner, tapi ia meminta bantuan modal dari orangtuanya dan relasi untuk dapat mengembangkan usahanya itu dengan cepat. Alhasil setahun berlalu usahanya semakin maju dan Ia pun banyak dikenal orang dan sudah memiliki cabang di kota-kota besar.

Sahabat yang kedua dari keluarga yang biasa, juga ingin menjadi pengusaha dengan tujuan dapat membantu perekonomian keluarga yang pas-pasan. Ia ingin memiliki usaha dibidang fashion dan meminta bantuan modal dari sahabatnya yang kaya tersebut. Ia memulai usahanya menjadi reseller pakaian tanpa menyimpan atau membeli barang tersebut. Ternyata Ia dapat dipercaya dan pintar dalam menjual barang dagangannya, walaupun dapat untung sedikit Ia terus menyimpan keuntungannya terus-menerus hingga Ia mampu mengembalikan modal pinjaman kepada sahabatnya yang kaya tersebut. Ia sekarang sudah membuka toko sendiri dan usahanya berjalan lancar hingga sudah membuka beberapa  cabang ditempat lain.

Sementara sahabat yang satunya lagi yang juga berasal dari keluarga miskin tidak memiliki modal untuk memulai mimpinya menjadi pengusaha. Meminjam modal kepada temannya yang sudah sukses terdahulu tak mampu mengatakannya karena malu dan akan lebih terpuruk jika tidak mampu untuk mengembalikannya. Ia akhirnya merenung dan menemukan hal penting yang ada dalam dirinya bahwa Ia tidak membutuhkan modal. Hobinya adalah bermain sepak bola dan menyadari bahwa Ia memiliki modal dengan menjadikan hobinya sebagai sebuah pundi-pundi penghasilan.
Langkah pertama pun mulai dilakukan, berencana mengikuti turnamen dan menjadi pemain bola profesional. Berbagai kompetisi skill individu maupun kompetisi tim dimenangkan olehnya dan uang yang didapatkannya disimpan. Ketika Ia menjadi seorang pemain bola profesional, penghasilan yang didapatkan setiap bulan disisipkan untuk ditabung hingga merasa cukup akhirnya memutuskan untuk membuka toko olahraga dan usahanya berjalan lancar.

Sampai suatu ketika, tiga sahabat ini berkumpul. Mereka mengingat masa lalu untuk menjadi seorang pengusaha. Satu persatu menceritakan kisahnya masing-masing. Teman yang berlatar belakang dari keluarga kaya dan dari keluarga biasa-biasa saja sangat kagum dengan apa yang sudah dilakukan sahabat yang dikenal miskin saat terakhir mereka berkumpul bersama.

Semoga bermanfaat....



Banyak orang terjebak ketika memilih seorang pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan. Kadang mereka terbuai karena rayuan maut atau janji-janji ditawarkan dalam visi misi yang tak pasti realisasinya. Sehingga menimbulkan kekecewaan dan luka dalam yang tak terobati. Namun apa boleh buat bila nasi sudah menjadi bubur. Mereka hanya dapat menerima dengan lapang dada, walau harus mengelus dada.

Oleh sebab itu,. biar tidak jatuh ke lubang yang sama, maka kita perlu instrospeksi atas kekeliruan yang lalu dalam memilih sosok pemimpin,. Karena salah dalam mengambil pilihan, maka yang ada hanyalah penyesalan dan luka dihati.
Berikut ini ada beberapa tips dalam memilih sosok pemimpin untuk mengubah masa depan yang lebih cerah, antara lain yakni :

Pertama : Berkualitas
Memilih sosok pemimpin yang berkualitas harus dilihat latar pendidikannya, pengetahuannya dan keterampilannya. Karena seseorang yang memiliki latar pendidikan yang bagus, punya keterampilan dalam memenage serta memiliki pengetahuan yang luas,.! pasti mampu mengendalikan segala kondisi yang ada.

Kedua : Jujur Dan Adil
Memilih sosok pemimpin yang jujur dan adil memang sulit kita jumpai di zaman sekarang ini. Bisa dibilang sosok pemimpin dalam kategori ini sangat langkah. Namun bukan berarti tidak ada orang jujur dan adil di muka bumi ini. Pemimpin yang jujur dan adil, tentu akan selalu mengedepankan kesejahteraan rakyatnya dengan keadilan dan bukan memperkaya dirinya, keluarganya atau orang-orang terdekatnya.

Ketiga : Bermasyarakat
Memilih sosok pemimpin yang bermasyarakat disini, dimaksudkan adalah suka bergaul dan membaur bersama dengan masyarakat atau dengan lingkungan sekitar, tidak membeda-bedakan satu sama lain atau suku, ras dan agama.

Keempat : Berperilaku baik
Pilihlah sosok pemimpin yang berperilaku baik. Santun dalam bertutur kata maupun dalam setiap tindakannya. Terlebih tunduk dan patuh pada Tuhan Yang Maha Esa.

Kelima : Tegas dan Lugas
Pilihlah sosok pemimpin yang tegas dan lugas, bukan pemimpin yang keras. Tegas dalam setiap tindakan atau putusan yang diambil, lugas dalam menyampaikan kebenaran dan tepat waktu pengerjaannya.

Keenam : Setia
Pilihlah sosok pemimpin yang setia mengemban amanah masyarakat dengan penuh tanggungjawab, serta patuh pada hukum dan undang-undang negara yang berlaku.

Itulah beberapa Tips dalam memilih sosok pemimpin daerah yang dapat membawa Anda ke masa depan yang lebih cerah. Jangan sampai salah dalam menentukan pilihan Anda nanti, dan semoga pilihan Anda kali ini tidak akan membuat Anda kecewa atau membawa duka dalam hati.

Semoga bermanfaat...



Bicara tentang mencari sesuap nasi tentunya ini berkaitan dengan kehidupan,. Untuk bertahan hidup, banyak orang-orang kecil seperti kita merasa bahwa mencari sesuap nasi sungguh sangatlah sulit dari hari ke hari,  harus rela peras keringat, banting tulang siang malam. Tapi bagi orang-orang besar atau yang hidup serba berkecukupan, mencari sesuap nasi tidak ada apa-apanya. Karena harta mereka berlimpah ruah, bahkan tidur pun mereka bisa berbantal uang. Tapi, sebagai orang-orang kecil,..kita jangan pernah menyerah untuk menghadapi cobaan hidup, apalagi hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan.

Kita telah diberikan suatu anugerah dari Sang Maha Pencipta dengan fisik jasmaniah yang sehat sempurna, mengapa harus berkecil hati, tatkala melihat orang lain bisa menikmati hidup yang serba berkecukupan. Justru inilah yang harus menjadi batu pijakan bagi kita untuk memotivasi diri agar pantang menyerah dalam hidup ini.

Kerja itu boleh apa saja yang penting halal, tidak mesti yang ringan-ringan yang berat pun hendaklah diterima asal bisa makan. Buanglah jauh-jauh segala rasa malu dalam diri dan pikiran terhadap hal-hal negatif yang terus mencoba merapuhkan langkah kita untuk bangkit dan bersemangat. Sekecil apapun usaha yang kita korbankan pastilah akan ada hasilnya, asalkan kita mau melakukannya. Pintar-pintarlah dalam mengasah kemampuan diri selama nyawa masih dikandung badan. Tak perlu berpendidikan tinggi untuk bisa mencari sesuap nasi atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang dibutuhkan hanyalah kemauan diri untuk  melakukan hal yang mendukung kelangsungan hidup. Hanya orang-orang malas saja lah yang tak akan dapat mengisi perutnya untuk hidup. Seharusnya kita malu pada mereka-mereka yang sejak lahir tidak memiliki tubuh yang sempurna alias cacat secara fisik, tapi mereka masih terus gigih berjuang bekerja dengan penuh semangat demi sesuap nasi. Pemandangan seperti ini sudah sering kita temui dimana-mana, bahkan diantara mereka bisa sukses menggapai impiannya menjadi orang besar.

Banyak orang diantara kita yang masih suka bermalas-malasan karena tidak dapat perkejaan yang ringan. Padahal kalau dipikir-pikir sekilas ini sangatlah lucu,. Mereka mau pekerjaan ringan, dapat gaji besar, tapi kemampuan dimiliki rendah. Sungguh ironis bukan,..? Hhhmmm.

Intinya, Jangan pernah mengeluh atas kekurangan Anda. Karena kekurangan akan mengingatkan Anda untuk mencari kelebihan didalam diri. Ingat,..!? Seberat apapun beban dan masalah yang dihadapi tidak akan melebihi kemampuan yang Anda miliki. Namun, jangan terlalu senang ketika menghadapi kemudahan, karena akan ada kesulitan yang menanti dibalik kesenangan itu.

Semoga bermanfaat....




Ditengah mewabahnya covid-19 yang masih berlanjut sampai saat ini, banyak orang terjebak dengan kondisi finansial. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki pendapatan tetap. Ramainya para pekerja yang di PHK-kan dari tempat mereka bekerja dengan pesangon sebagai gantinya, kini keuangan mereka telah menipis, bahkan ada yang telah nihil. Hal inilah yang membuat mereka kelimpungan sibuk kesana-kemari mencari pinjaman uang agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga koperasi serta para rentenir menjadi pilihan alternatif solusi bagi mereka agar dapat eksis bergaya dan bertahan hidup. Tapi sayangnya nasib malang justru menghujani kehidupan mereka sendiri. Kehidupan berfoya-foya dan penuh kebahagiaan dunia yang dirasakan sebelumnya oleh mereka, kini tak lagi indah seperti dulu,. Uang pinjaman yang dijanjikan berjangka waktu untuk dilunasi kini menjadi dusta belaka yang tak kunjung dibayar lunas, hingga akhirnya mereka dikejar-kejar hutang oleh koperasi dan para rentenir.
Bahkan lebih parah lagi di antara mereka menghilang tanpa jejak menjadi buron polisi dan sebagian mereka sudah mendekam di trali jeruji besi. Lalu ini salah siapa..?

Sebetulnya jika kita cerdas dalam menentukan pilihan hidup, sudah pasti kita tak akan terjebak dengan kondisi apapun. Karena hidup adalah pilihan, maka jika salah dalam menentukan pilihan segala resiko harus ditanggung.
Oleh sebab itu, selama kita masih diberi waktu yang panjang oleh Sang Maha Kuasa, perbanyaklah bersyukur atas apa yang kita miliki. Jangan sampai kita salah arah dalam memanfaatkan segala yang diberikan-Nya untuk kita. Artinya,. Ketika kita ditimpah oleh suatu perkara kehidupan, janganlah untuk berpaling. Hadapi perkara itu dengan rasa syukur dan lapang dada. Sebab Dia tak akan memberi cobaan yang melebihi dari kemampuan kita. Yakinlah bahwa semua perkara pasti ada solusinya. Hanya saja kitalah yang salah menjatuhkan pilihan. Karena itu, berpikirlah dengan matang, pertimbangkan akan segala resiko yang akan dihadapi kelak nanti.

Buat apa hidup bergelimang harta, jika semua itu hanya dari pinjaman yang suatu saat akan dituntut untuk dilunasi. Sudah pasti hutang harus dibayar lunas. Bahkan sampai kita mati pun, hutang itu terus hidup dan mewarisi sampai pada anak cucu kita.
Cukuplah hidup sederhana meskipun miskin tapi tak punya hutang, ketimbang kaya tapi hidup penuh hutang.
Malu dong, jika berada di lingkungan sekitar lalu kita jadi bahan gunjingan orang karena hutang?
Malu dong pakai perhiasan, pakaian mahal, rumah dan mobil mewah tapi hutang sana-sini?

Memang sangat menyiksa diri jika nama baik sudah tercoreng karena hutang. Jangankan keluar rumah, bergaul di sosmed pun kita hanya bisa diam termangu membaca status orang dan tak berani membuat status ataupun berkomentar. Karena kita tertekan rasa ketakutan oleh ulah kita sendiri yang punya banyak hutang.

So,..! Mumpung masih diberi nafas kehidupan serta fisik yang sehat,. Segeralah basuh muka Anda dan tatap diri Anda dibalik cermin bayang dan katakan pada diri Anda, bahwa Anda bukan pengecut yang takut menghadapi kerasnya kehidupan dunia. Berusahalah untuk berani menerima kenyataan, dan mulailah langkah baru untuk memperbaikinya. Memohon doa pada Yang Kuasa agar menuntun Anda ke jalan yang benar dan penuh keberkahan. Semakin kuat Anda mengendalikan ego diri Anda, maka semakin teguh pendirian Anda dalam mengontrol segala keinginan dan menentukan pilihan hidup di jalan yang benar...

Semoga bermanfaat,...



Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mau disebut pemalas atau mengakui diri sebagai pemalas. Bahkan ketika orang melihat kita berdiam diri, bersantai berjam-jam hingga berhari-hari, sontak kita cenderung disebut pemalas. Padahal, bisa jadi mereka tidak mengetahui bahwa kita baru saja selesai melakukan tugas dan pekerjaan berat dalam durasi yang cukup lama. Namun, jika kita bersantai terlalu lama dan itu berlangsung dalam frekuensi tinggi, maka anggapan itu benar dan berhak menjuluki kita sebagai pemalas jika demikian adanya.

Ada beberapa Tips untuk menghindari kemalasan dalam diri, yakni :

1. Miliki motivasi

Pada sejumlah kasus, alasan menjadikan orang menjadi pemalas adalah kurangnya motivasi. Nah, Anda harus temukan cara agar merasa termotivasi. Mengingat hal itu sifatnya subyektif pada masing-masing individu. Misalnya nonton film yang dapat membangkitkan semangat Anda untuk melakukan suatu tindakan, atau mungkin membaca buku-buku motivasi.

2. Menganggap tugas sebagai bentuk latihan

Jika kita menganggap tugas sebagai beban, maka kita cenderung malas untuk menggarapnya. Atau, yang lebih buruk lagi, menggarap secara asal-asalan. Agar terhindar dari kemalasan yang berbuah pada tumpukan tugas yang lebih besar lagi, maka anggap saja tugas tersebut sebagai latihan yang bakal meningkatkan kecakapan dan keterampilan Anda. Coba saja. Pasti akan terasa lebih ringan.

3. Lakukan satu kegiatan dalam satu waktu

Jika Anda merasa banyak hal yang harus dilakukan, maka itu hanya akan membuat Anda merasa malas. Maka dari itu, ambil satu tugas atau satu pekerjaan saja dan tuntaskan, kemudian beralih ke pekerjaan berikutnya.

4. Belajar dari mereka yang sukses

Ingin berhenti malas? Perbanyak baca biografi orang sukses dan perhatikan mereka yang benar-benar sukses. Dengan mengerti bagaimana cara mereka mengatasi kemalasan, maka Anda akan terinspirasi untuk menghancurkan kemalasan dan rasa malas yang mendera dalam diri Anda.

5. Punya visi

Dengan sering membayangkan diri menjadi sosok yang Anda inginkan, maka Anda akan tersadar akan apa saja yang harus Anda raih dalam kehidupan ini. Itu semua tampak sederhana, tapi hal tersebut pasti memotivasi Anda untuk menghalau kemalasan.

6. Pikirkan manfaat

Mulai sekarang pikirkankanlah berbagai manfaat yang bakal Anda peroleh, ketimbang menghabiskan waktu memikirkan soal kesulitan dan hambatan yang tengah menghadang di depan mata. Perlu Anda sadari bahwa berkutat memikirkan betapa sulitnya sebuah pekerjaan hanya membuat Anda patah semangat, sehingga memilih tidak beraksi dan akhirnya, menjadi seorang pemalas. Sangat penting bagi Anda untuk membuat pikiran Anda fokus memikirkan manfaat dan bukan masalah.

7. Pikirkan konsekuensi

Pikirkan apa yang bakal terjadi jika Anda mengalah pada kemalasan. Pikirkan pula dampak dari tidak mengambil langkah untuk bertindak. Dengan begitu, Anda akan terdorong untuk melangkah.

8. Seringlah merenung

Merenung dimaksudkan Anda renungkan apa yang sudah Anda capai dalam seharian dan apa yang sudah Anda lakukan hari ini. Anda tentu mengetahui mana yang kurang dan yang lebih. Jika telah mengerti titik lemah Anda, dan apa yang membuat Anda tidak tertarik untuk menuntaskan pekerjaan, maka Anda bakal menemukan apa yang membuat Anda malas. Dengan begitu, Anda bisa mencoba mencari cara untuk mengatasinya.

Semoga bermanfaat...

 


Seni terindah dalam hidup ini bukanlah disaat kita bisa memainkan perasaan orang lain...

Tapi seni terindah dalam hidup adalah disaat kita bisa memainkan pikiran dan perasaan itu sendiri, dalam menanggapi setiap aksi dari luar diri...


Aksi dari luar diri tak selalu indah yang selalu membuat kita berbunga-bunga, tapi kadang aksi dari luar itu menyakitkan dan memicu tarik menarik antara pikiran dan perasaan yang menggelisahkan, serta menyesakan. Rasanya pun kadang geli-geli sedap,, tapi itu lah seni dari kehidupan yang harus dinikmati...


Dan untuk menanggapi setiap aksi dari luar, yang dituntut dari seniman kehidupan adalah kemampuan untuk menguasai dan mengendalikan segala tindakan dan pikiran serta perasaan itu sendiri, supaya setiap tindakan selalu terkontrol, terukur dan permainannya selalu terasa indah, menarik serta dapat menghibur semua orang...

Semakin tinggi tingkat pemahaman dan pengendalian diri seorang seniman kehidupan, maka semakin halus dan semakin indahlah caranya menyelesaikan setiap masalah yang dia hadapi dalam kehidupan ini...


Belajarlah dari setiap pengalaman didalam hidup ini, sebab untuk menjadi seorang seninan yang piawai memainkan melodi kehidupan ini, butuh proses dan tak ada yang instan...!


Semoga bermanfaat...!



Setiap orang mungkin ingin berubah hidupnya untuk menjadi manusia yang lebih baik...
Untuk berubah hidup maka perlu adanya kesadaran diri yang tinggi serta benar-benar ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik, dan bukan melakukan kebaikan karena di takut-takuti atau di iming-iming dengan sesuatu. Kalau Anda berubah karena sesuatu yang di takuti atau karena sesuatu yang di iming, sehingga membuat diri Anda mampu melakukan hal-hal yang positif, maka kebaikan seperti ini bisa dibilang kebaikan semu yang tak bernilai....

Kebaikan yang di maksud disini adalah kebaikan yang bersumber dari kesadaran diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dengan penuh kesadaran mengubah pola pikir dan membersihkan hati dari sifat-sifat negatif serta mengembangkan sifat-sifat positif yang kesemuanya itu lahir dari dalam diri secara tulus. Ini mungkin perlu perenungan dan instropeksi diri untuk mengetahui semua sifat-sifat negatif yang perlu di ubah,. dengan kata lain semua masalah yang harus diatasi ada didalam diri dan bukan diluar diri. Kalau ada yang diluar diri itu hanyalah pemicu saja dan bukan penyebab,. Walaupun ada yang memicu sifat negatif, Andalah yang menentukan pilihan tindakan.

Disaat masalah didalam diri teratasi Anda yakin secara otomatis semua masalah diluar pun pasti teratasi,. Berarti yang perlu dibenahi adalah pola pikir dan sifat negatif Anda yang selama ini mempengaruhi semua tindakan dan kebiasaan sehingga membentuk karakter Anda selama ini. Untuk mengubah semua ini mungkin tak mudah. Anda butuh waktu dan kemauan yang tinggi. Karena karakter Anda selama ini sudah mendarah daging...

Disaat Anda menjadikan kesadaran sebagai Leader untuk mengawasi gerak pikiran dan perasan Anda, maka semua tindakan dapat terkontrol dengan baik sehingga menjadikan Anda sebagai manusia yang lebih baik dan menjadi berkah untuk sekeliling Anda...

Jadi, hanya dengan penuh kesadaran tinggi yang mampu mengubah diri Anda dengan perlahan namun pasti, bisa menjadi manusia yang lebih baik,. Namun perlu di ingat, kalau Anda berubah menjadi baik hanya karena sesuatu, maka Anda tak akan menemukan kebahagian yang sejati sebagai konsekuensi dari kebaikan Anda tersebut. Karena kebaikan yang Anda lakukan bukan karena keikhlasan, tapi menyimpan sebabnya....
Ilustrasinya begini :
Mungkin Anda pernah melakukan kebaikan yang tulus karena ingin melihat orang yang Anda perlakukan itu merasa bahagia. Saya yakin disaat Anda melihat orang yang Anda buat bahagia itu merasa bahagia karena perlakuan Anda. Mungkin disaat itu juga Anda merasakan bahagia yang melebihi apa yang diperoleh oleh orang yang Anda buat bahagia tersebut,. Kebahagian itulah konsekuensi dari kebaikan yang tulus dan iklas, tapi disaat Anda melakukan kebaikan karena rasa takut atau menginginkan sesuatu seperti pujian dan banyak lagi hal yang lainnya, Saya rasa Anda tak akan merasakan kebahagian atas kebaikan yang Anda lakukan itu. Tapi yang ada mungkin rasa hambar dan rasa kehilangan yang Anda rasakan. Sebab Anda melakukan kebaikan bukan karena keikhlasan, tapi karena sesuatu....

Jadi, nilai kebaikan yang Anda lakukan bisa dilihat sebesar apa rasa bahagia yang Anda rasakan disaat melakukan kebaikan itu sendiri, sebab nurani Anda tak akan mungkin bisa Anda bohongi, dan saya rasa TUHAN pun menilainya dari sisi ini....

Ya, mungkin untuk melakukan perubahan itu mudah tapi yang jadi masalah adalah mempertahankan setiap perubahan itu sendiri. Ini hampir sama dengan puasa Anda di bulan ramadhan untuk melakukan perubahan dalam satu bulan, Saya rasa semua orang mungkin bisa, tapi untuk mempertahankan setiap perubahan setelah bulan ramadan mungkin itu tak gampang, tapi itulah hakekat puasa yang sesungguhnya yaitu mempertahankan setiap perubahan setelah bulan ramadan itu sendiri.....!

Semoga bermanfaat....!


Pernahkah terbersit sedikit di hati dan pikiran Anda, bahwa seberapa pentingkah dirimu? Diperlukankah dirimu? dan seberapa bermanfaatkah dirimu bagi orang lain? Mungkin sebagian orang pasti pernah terbersit pertanyaan seperti itu. Jika Anda merasakannya, mungkin ini saatnya waktu yang tepat buat diri Anda untuk introspeksi diri, mengenali diri Anda sendiri. Tak jarang bagi kebanyakan orang belum sepenuhnya mengenal diri sendiri.

Di dunia ini ada dua jenis manusia yaitu orang penting dan orang yang merasa penting. Dan ini adalah suatu hal yang sangat berbeda....!

Orang yang merasa penting hanya merasa kehadirannya begitu penting bagi orang lain,. Dan bagi orang lain belum tentu kehadirannya itu menjadi sesuatu yang berarti,. mungkin saja memuakan.....
Dan orang yang merasa penting akan selalu merasa tanpa kehadirannya dunia ini akan berhenti berputar, padahal tanpa dia pun dunia ini akan tetap berputar. Dia tidak menyadari kalau di dunia ini banyak orang yang lebih baik dari dirinya yang dapat menggantikan posisinya...
ya,.. kasihan saja dengan orang yang seperti ini, sebab dia hanya mabuk dengan perasaannya sendiri atau hanya ke GRan saja....ha,ha,ha,....

Menjadi orang penting tidak selalu harus menunggu seseorang itu menjadi pejabat atau harus menjadi orang kaya terlebih dahulu....
Tapi orang penting itu adalah disaat seseorang itu dapat menghibur dan melakukan hal-hal yang bermanfaat yang membuat orang lain bahagia hingga pada akhirnya kehadirannya selalu ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan oleh orang lain, bahkan tanpa kehadirannya pun orang akan merasa ada sesuatu yang kurang. Kira-kira seperti itulah yang disebut orang penting....

Jadi pertanyaanya sekarang apakah Anda sekalian sudah menjadi orang penting atau hanya sekedar merasa kalau Anda itu orang penting......?
Untuk itu berusahalah melakuakan hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan orang lain, supaya Anda juga bisa menjadi orang penting yang ditunggu-tunggu kehadirannya....!

Semoga bermanfaat...!