Dikisahkan ada sebuah negara yang masyarakatnya selalu menempatkan orangtuanya di panti jompo, walaupun tidak mayoritas warga negara tersebut. Disalah satu panti jompo, ada seorang yang datang ke panti jompo bukan untuk melihat orangtuanya tapi untuk dapat bertemu dengan orang-orangtua yang tidak ia kenal.

Orang tersebut sering sekali datang ke panti tersebut tetapi tidak ada satu pun orang yang tahu tujuan sebenarnya untuk apa. Sampai satu ketika ia mendatangi salah seorang ibu-ibu yang sedang duduk sendiri dikursi roda, sudah mengalami kepikunan, berbicara sudah tidak jelas, orang tersebut hadir dan berbicara dengannya tanpa ia ketahui ternyata keluarga ibu tersebut melihatnya dan memperhatikannya. Lalu keluarga ibu tersebut mendatangi mereka dan menanyakan "Apakah Anda dokter? Atau ada keperluan apa Anda dengan orangtua saya?" Dijawab oleh orang tersebut, "Saya bukan dokter" dan bahwa saya hanya ingin jiwa saya mendapatkan vitamin, sambil melihat ke arah ibu jompo. "Apa maksud Anda tersebut dengan ibu saya?". tanya keluarga ibu itu. Laki-laki ini menjawab, "Dulu saya mempunyai orangtua yang sudah tua. namun tidak ingin ditempatkan dipanti jompo, ia tidak mengatakan alasannya mengapa demikian. Dulu saya ingin menempatkan orangtua saya disini hanya sebentar sebelum bisnis saya berkembang karena untuk dapat memudahkan bisnis saya harus fokus kepada bisnis saya, tujuannya juga untuk lebih memberikan penghidupan yang layak padanya.

Ternyata yang saya lakukan tidaklah benar dan saya baru menyadarinya ketika orangtua saya meninggal, bisnis saya sukses tapi saya kehilangan hal yang paling berharga dalam hidup saya, tujuan saya memang memberikan kebahagian untuknya tapi bagaimana mungkin ia bahagia dengan apa yang saya lakukan kepadanya. Semenjak itu saya sering ketempat ini dan mencari tahu alasannya. Satu tahun yang lalu saya akhirnya menemukannya.

Lalu apa alasannya yang membuat kamu sekarang terus berada ditempat ini? tanya keluarga tersebut. Alasannya karena mereka tidak ingin jauh dari orang yang sangat mereka cintai dalam kehidupannya. Seandainya saya bisa memiliki orangtua lagi saya ingin sekali menjadi ibu ini orangtua saya. Mendengar hal tersebut sontak hati dari anak ibu ini bergetar dan merasa haruh dengan apa yang didengarkannya, ia tersungkur menangis ke tanah perasaan yang bingung dan berkecamuk dalam dirinya, seketika ia teringat semua kenangan tentang ibunya saat mereka masih berada dalam satu atap rumah dan seketika bersimpuh dihadapan orangtuanya, "Ibu maafkan aku, aku telah tega membuatmu tinggal ditempat seperti ini". Ia menangis terseduh-seduh, ia berjanji akan merawat ibunya sendiri mulai hari ini hingga seterusnya dan seketika itu tangan ibunya tiba-tiba mengusap kepala dari anaknya tersebut sambil tersenyum haruh dan meneteskan airmata.

Sahabat pembaca,..! Seringkali kita memiliki tujuan yang baik dan mulia, namun tidak kita lakukan dengan cara yang mulia juga, hingga akhirnya tujuan tersebut terkotori dengan hal yang tidak baik dalam prosesnya. Tidak ada kebahagian, kesuksesan yang dapat diraih dengan cara-cara yang tidak baik, sekalipun dimiliki itu semua hanyalah semu dan sifatnya tidak akan lama kita dapatkan, selalu ada kekosongan di dalam hati jika kita mendapatkannya dengan cara-cara yang tidak baik. 

Jagalah orangtua Anda selagi mereka masih hidup di dunia dan jika mereka kecewa dengan kita segeralah cepat-cepat minta maaf jangan sampai itu menumpuk, atau ceritakanlah keadaan kita saat ini sedang melakukan apa agar mereka mengerti dengan apa yang kita lakukan. Bagi yang sudah tidak memiliki salah satunya atau keduannya, angkatlah tanganmu dan doakanlah mereka agar diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Orangtua ibu khususnya adalah pintu dari segala rezeki bagi anak. Sayangilah, hormatilah dan cintailah mereka serta bahagiakanlah mereka karena hal tersebut akan menjadi langkah awal bagi Tuhan membahagiakan hamba-hambanya.

Semoga bermanfaat,...