Nilai sebuah kebaikan dimata Tuhan bukan dari sebesar apa kebaikan yang kita lakukan tapi seikhlas apa kita melakukan kebaikan itu sendiri....
Niat sebuah kebaikan tak selamanya mendatangkan manfaat dan keberkahan bagi yang menerima kebaikan tersebut, niat kita yang teramat baik tanpa di iringi perasaan ingin dipuji, ingin dihargai, ingin di sanjung, dan lain-lain bentuk penghargaan kadang tetap saja menjadikan keburukan bagi kita sendiri, ibarat bumerang yang kembali terlempar ke badan kita, berbalik menyerang ke arah kita.

Setiap kebaikan yang masih mengharapkan pujian atau mungkin hanya sebatas mengharapkan terimakasih dari orang yang kita perlakukan dengan baik itu masih tak ada nilainya dimata Sang pencipta semesta alam sebab itu masih bentuk dari sebuah perdagangan dan begitu juga dengan kebaikan yang masih mengharapkan Syurga diakhirat nanti dan itu mungkin juga masih tidak ada nilainya dimata Ilahi sebab itu juga adalah masih bentuk sebuah perdagangan dengan Tuhan ciptakan pikiran kita sendiri sebab kebaikan yang bernilai dimata Tuhan adalah kebaikan yang penuh dengan keiklhasan.....
Dan keiklhasan itu sendiri adalah melepaskan dan melupakan setiap kebaikan yang kita lakukan atau kasih tanpa pamrih.....

Ada begitu banyak hal yang kita lewati. Tak terhitung. Bagaimana kita melewati setiap hari yang kita miliki, bahkan tiap detik nafas yang kita hirup dengan kebaikan. Seperti itulah nilai kita, karena nilai setiap orang adalah setiap kebaikan yang dilakukannya.




Berbuat baik itu memang melelahkan. Tapi segala rasa lelah dan letih yang kita rasakan akan dibalas pula dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Jika itu tulus, maka kebahagiaan adalah hadiah paling sederhana dari kebaikan. Mungkin lelah, tapi akan bahagia. Maka jangan pernah ragu untuk terus berbuat baik. Sekecil dan sesederhana apapun kebaikan itu.

Terkadang ada pendatang, dia tidak tahu arah dan dia bertanya kepada kita suatu alamat atau sejenisnya, lalu kita tunjuki dia kepada alamat dan arah itu, maka itu termasuk sedekah. Jangan malah disesatkan dan ditunjukkan ke arah yang salah. Itu adalah satu bentuk kezaliman. Kalau kita tunjukan dia kepada tempat yang benar yang kita ketahui, maka itu termasuk sedekah.

Maka dari itu, perbanyaklah kita berbuat kebaikan. Sekecil atau sederhana apapun kebaikan itu. Tentu dengan niat tulus, tanpa mengharap imbalan dengan landasan keikhlasan, tanpa kebaikan itu disebut-sebutkan, sehingga memberi manfaat bagi orang lain terlebih nilai ibadah kita kepada Sang penguasa jagat raya ini. Segera lakukan kebaikan mulai sekarang. Karena banyak orang yang menunggu kebaikan dari diri kita.

“Tak ada yang terlalu buruk tuk memulai hal baik. Tak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari kebaikan.”

Semoga bermanfaat......
Meniti lintasan kehidupan,adalah proses menuju kesempurnaan. Mungkin dalam anggapan kita kehidupan ini hanya sebatas kelahiran, dewasa, tua dan mati serta melakukan aktifitas-aktifitas untuk bertahan hidup saja...
Selama proses itu, berbagai dinamika niscaya kita hadapi. Ada kalanya kita berteman dengan suka, ada kalanya bergelut dengan duka. Suatu waktu berada dalam cahaya terang, lain waktu terjebak kegelapan. Apapun yang dijalani, sejatinya adalah pembelajaran untuk mengerti arti hidup ini. Sebenarnya tujuan kita hidup didunia ini adalah untuk penyempurnaan diri kita sebagai manusia yang punya hati layaknya manusia yang penuh kasih sayang atau tempat pemurnian diri untuk mencapai kesucian hati.....
Dan sangat rugi rasanya jika kita tak pernah memiki hati selayaknya manusia sampai akhir hidup kita.....

Dimana untuk mencapai kesucian hati kita harus membersihkan semua kotoran yang ada didalam hati kita yang berupa sifat2 dan emosi2 negatif yang kita miliki...
Dan untuk membersihkan semua ini tak ada jalan lain kecuali kita harus intropeksi diri dengan melihat semua kekurangan yang ada didalam diri dengan MENYADARINYA sebagai sesuatu yang harus kita perbaiki atau kita hilangkan dari dalam diri.....
Dan mungkin kita perlu waktu untuk memperbaiki semua kekurangan yang kita miliki sebab mungkin ada kekurang yang kita miliki yang sudah menjadi kebisaan-kebiasaan dikeseharian kita dan saya yakin kita pasti bisa memperbaiki semua kekurangan yang kita miliki asal kita memiliki niat dan tekat yang kuat untuk memperbaiki kedepannya...
Dan setelah kita berhasil memperbaiki semua kekurangan diri yang kita miliki yang berupa hal-hal negatif yang mengotori hati, disaat itulah kita mencapai kesucian hati......




Dan ada yang perlu kita tahu Tuhan pun memandang kita bukan dari harta, penampilan dan status sosial yang kita miliki tapi Tuhan melihat kita dari sesuci apa hati yang kita miliki.....

Jadi yang perlu kita lakukan untuk mencapai kesempurnaan diri adalah melihat dan MENYADARI semua kekurangan yang ada didalam diri untuk diperbaiki, sebab semua kekurangan kita itu ada didalam diri dan bukan diluar diri.....

Semoga bermanfaat....


Rasa bersalah atau rasa berdosa yang berlarut-larut tanpa upaya mengatasinya akan berpengaruh besar pada aktifitas Anda, apalagi kalau rasa bersalah itu sampai pada titik penyesalan yang berlebihan. Anda akan dirundung ketakutan yang traumatis. Anda tentu pernah mendengar bahwa banyak diantara kita yang tak berdaya setelah berbuat dosa, tak memiliki solusi untuk keluar dari ketakutan tersebut, dan bahkan memilih jalan buntu bunuh diri untuk lepas dari tanggung jawab moral atas dosa yang diperbuat. Begitu banyak kasus yang selama ini terjadi, entah itu terjadi pada orang kecil, para pejabat pemerintahan, sampai pada para pengusaha dan konglomerat.

Diatas telah disinggung bahwa akibat dari ketakutan atas perbuatan dosa, bisa berupah strees, mengalami depresi, ilusi dan halusinasi. Sudah terlalu banyak cerita tentang tragedi yang dialami masyarakat pada umumnya akibat tak kuat menanggung beban dari rasa berdosanya. Ada yang hanya sekedar strees, ada yang depresi, ada yang frustasi, ada yang dihantui ilusi dan halusinasi, ada yang mengalami gangguan jiwa, bahkan banyak yang sampai bunuh diri. Karena ancamannya sampai dunia dan akhirat, maka kita perlu menghadapi rasa bersalah ini dengan langkah berani. Langkah berani yang penulis maksudkan disini adalah langkah berani secara membabi buta melawan kondisi apapun saat Anda bersalah, atau bahkan berani melawan ketentuan yang Maha Kuasa.

Pernah dikisahkan seorang perempuan yang berprofesi sebagai pelacur pada zaman Yesus Kristus hidup. Ia sangat sangat menyadari hidupnya penuh bergelimang dosa yang tak terampuni. Ia merasa tertekan dan ketakutan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk melakukan tertobatan. Dengan beraninya ia memasuki gereja, tentu saja hal ini mengundang reaksi keras dari para pendeta dan lingkungan pastoral. Mati-matian ia ingin bertobat dan menyerahkan diri di hadapan Allah, mati-matian pula pihak gereja menghalaunya karena tak ingin kesucian gereja dikotori oleh dosa-dosa pelacur ini. Gereja bersikap memusuhi dan menolak perempuan pendosa ini. Namun diluar dugaan Yesus Kristus ternyata menerima perempuan ini dengan begitu ramah dan menyambutnya dengan gembira di rumah Tuhan.



Ketika menjawab protes para pengikutnya, dijelaskanlah bahwa taubat seseorang tidak dilihat dari baju bagus yang dipakainya, melainkan dari ketulusan dan keikhlasan hatinya. Sebuah mutiara, walaupun berada dalam lumpur, tetaplah mutiara. Sedangkan sebongkah kotoran, walaupun diletakkan dalam taman yang luar biasa indahnya, tetaplah sebuah kotoran.
Tuhan membuka pintu rumah-Nya untuk keberanian perempuan pelacur ini dalam pertobatan dan membebaskan diri dari jerat dosa. Ini yang harus Anda lakukan ketika Anda menyadari bahwa Anda telah berbuat dosa. Ketika kesadaran itu tiba, sebaiknya Anda segera meminta maaf kepada orang yang telah Anda salahi atau Anda rugikan dengan menyelesaikan urusan Anda dengan sang korban sebaik-baiknya. Setelah itu bersegeralah meminta ampun kepada Allah dengan segala kerendahan hati, menyesali perbuatan Anda secara sungguh-sungguh dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan melakukan semua ini, rasa berdosa yang membuat Anda tak tenteram  menjadi sirna.

Anda harus punya keberanian untuk mengakui kesalahan yang telah Anda lakukan sebagai bagian dari iman. Ingatlah firman Allah: "Jangan kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman" (QS. Ali imran : 139).
Orang-orang yang selalu ketakutan dikejar perasaan berdosa dan rasa bersalah, cenderung bersikap lemah. Sedangkan orang-orang yang berjiwa tenteram dan berjalan dijalur yang benar, cenderung bersikap kuat dan pemberani.

Sayangnya, memang tidak mudah untuk menjadi pemberani.

Rasa bersalah menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Bila dibiarkan, perasaan ini akan semakin membuat kita terpuruk dalam kondisi menyedihkan. Untuk menghindar dari ketakutan semacam ini, beberapa hal yang dapat penulis berbagi pada Anda untuk direnungkan:

Pertama, Ingatlah bahwa kesalahan dan dosa bersifat manusiawi. Tidak ada satu manusiapun yang tidak pernah berbuat salah. Bahkan Nabi Adam sebagai salah satu kekasih Allah yang hidup penuh bergelimang kenikmatan di surga, juga pernah berbuat salah yang mengakibatkan dicampakkan ke muka bumi ini.

Kedua, Permintaan maaf pada orang yang Anda rugikan, dan permintaan ampun kepada Allah atas dosa yang telah Anda perbuat adalah obat yang ampuh yang dapat meringankan beban hati Anda. Bertaubatlah adalah langkah pertama untuk menjadi tenteram.

Ketiga, Tidak ada kata terlambat untuk taubat atas dosa-dosa yang Anda perbuat, karena "Barang siapa bertaubat kepada Allah sebelum nyawanya sampai ketenggorokannya, maka Allah akan menerima taubatnya" (HR- Ahmad dan Thirmidzi).

Keempat, Anda harus menyadari bahwa kesalahan dan dosa Anda akan sangat merugikan Anda sendiri dan Anda harus meyakini  bahwa Andalah yang harus berusaha untuk menebus kesalahan itu dengan menjalankan kebaikan-kebaikan. Anda tidak bisa mewakilkan perubahan sikap Anda kepada orang lain.

Kelima, Meningkatkan rasa takut kepada Allah akan memberi rasa aman dalam kehidupan Anda. "Jika ia merasa aman dalam berbuat maksiat tanpa merasa berdosa kepada-Ku di dunia ini, Aku akan berikan rasa takut akan azab kepadanya apada hari kiamat. Dan jika ia merasa takut untuk berbuat maksiat, atau takut akan dosanya yang tidak diampuni di dunia, Aku akan berikan kepadanya rasa aman dari siksa pada hari kiamat (HR- Ibnu Mubarak)

Allah akan mengampuni kesalahan dan dosa-dosa manusia seberapa pun beratnya dosa itu kecuali dosa syirik (menyekutukan Allah). Pengampunan ini diberikan kepada Anda, apabila Anda melakukan taubat yang sungguh-sungguh. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang , bahkan terhadap seorang pendosa berat sekalipun. Dengan melakukan taubat , maka Anda akan terbebas dari perasaan dikejar-kejar dosa dan dapat menjalani kehidupan dengan normal.





Rendah diri dapat bersifat akut yang akan mempengaruhi kehidupan kejiwaan seseorang menjadi defensif pasif. Kecenderungan seperti ini akan membuatnya memilih zona aman dalam hidupnya. Meskipun begitu, zona aman sekalipun ia sering merasa tidak aman dan tidak nyaman. Rendah diri cenderung bersifat penyakit bathin (psikologis), sehingga diperlukan perawatan maksimal dari orang-orang terdekatnya untuk melakukan tindakan pemulihan.

Tindakan yang penulis maksudkan adalah tindakan meliputi tiga hal, yakni:

  1. Mengajarkan secara intensif kepadanya, bagaimana cara Ia menerima semua kekurangan pada dirinya secara ikhlas sebagai ketentuan Allah.
  2. Mengajarkan secara intensif kepadanya, bagaimana cara agar Ia menemukan segi positif yang ada pada dirinya sebagai kelebihannya yang bisa diberdayakan dihadapan orang lain.
  3. Memaksimalkan pendidikan nonformal tentang cara bersyukur atas apa yang di anugerahkan Allah kepadanya.


Pada bagian artikel sebelumnya, penulis sudah menyampaikan bahwa penulis tidak memberi porsi banyak pada topik rendah diri, karena lebih mengarah pada masalah psikologis. Penulis juga cenderung untuk tidak membicarakan topik terlalu percaya diri, karena itu pun memiliki ranah pembicaraan yang berbeda dengan kepentingan artikel ini. Baik minder maupun terlalu percaya diri memerlukan penanganan khusus yang menggunakan pendekatan, teknik, strategi dan metode psikologi yang khusus pula. Penulis hanya mengingatkan kembali bahwa orang yang terlalu percaya diri cenderung bersifat superior, memandang rendah orang lain, mengabaikan segala kemungkinan resiko dan serin bersifat takabur.

Penulis cenderung lebih suka mendekati masalah yang berhubungan dengan orang yang kurang memiliki kepercayaan diri, dan bagaimana cara untuk meningkatkan kepercayaan dirinya sebagai kasus yang biasa saja.




Bukankah Anda pernah terjebak pada suatu kondisi yang membuat Anda terpaksa berbohong untuk mengatakan bahwa "Anda cukup percaya diri" dalam menghadapi situasi tertentu, padahal sesungguhnya Anda tidak percaya diri. Mengapa Anda melakukan hal itu? Penulis merasa bahwa Anda mempunyai alasan yang mungkin dapat Anda pahami, namun tidak bagi orang lain. Misalnya Anda takut dianggap paranoid, lemah atau bodoh. Mungkin juga Anda ingin dikagumi, dibanggakan atau dihargai oleh lingkungan Anda.

Padahal kalau Anda boleh memilih, bukankah sebenarnya Anda lebih suka berada di zona aman yang nyaman? Namun pasti Anda telah berpikir bahwa hal itu berpotensi menyebabkan Anda merasa takut dianggap sebagai "si pemalu" atau "si penakut". Predikat ini tentu Anda rasakan sangat mengerikan dan Anda mati-matian menjauhinya. Kalau cap diri seperti itu terus melekat pada diri Anda, maka Anda berada dalam situasi yang kritis. Ketika terbuka sebuah tantangan untuk mendapat peluang emas, kesempatan itu tidak akan diberikan kepada Anda, namun diberikan kepada orang lain yang lebih memiliki percaya diri yang tinggi.

Yang lebih merugikan lagi adalah bila Anda adalah seorang yang kurang memiliki kepercayaan diri, maka Anda akan sering dililit oleh rasa cemburu. Anda tidak suka kepada orang lain, teman atau anggota keluarga lain yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Anda akan merasakan betapa semua perhatian yang Anda butuhkan, justru diberikan pada orang lain, sedangkan Anda diabaikan dan tidak diperhitingkan sama sekali. Kalau dibiarkan, hal ini tentu akan merusak harmonisasi hubungan Anda dengan mereka. Penulis dapat membayangkan posisi Anda yang terjepit. Penulis juga dapat membayangkan betapa antusiasnya mereka menghadapi hal-hal baru, sedangkan Anda berusaha menghindarinya, karena merasa takut dengan resikonya. Anda merasa bahwa Anda tak akan berdaya menghadapi kemungkinan resiko yang timbulsaat Anda berhadapan dengan situasi itu.

Walaupun selama ini Anda adalah orang yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang cukup baik, namun tak ada salahnya Anda berhati-hati, karena derajat kepercayaan diri itu dapat berubah-ubah. Ada saatnya Anda merasa sangat percaya diri ketika menghadapi sesuatu yang memiliki resiko jauh lebih kecil dibanding dengan kemampuan Anda. Akan tetapi, bisa jadi faktor-faktor tersebut dapat berpotensi menjatuhkan tingkat kepercayaan diri Anda ke tingkat kurang percaya diri.

Lalu,.! apa faktor-faktor yang dapat berpotensi menjatuhkan tingkat kepercayaan diri Anda ke tingkat kurang percaya diri yang penulis maksudkan diatas, antara lain yakni:

a. Tiba-tiba saja Anda dihinggapi perasaan diabaikan, ditinggalkan atau ditolak oleh seseorang yang Anda cintai atau Anda kasihi, atau Anda hargai selama ini karena suatu sebab yang Anda lakukan atau dilakukan orang lain yang begitu dekat dengan Anda. Perasaan semacam ini dapat merusak harga diri Anda.

b. Anda mengalami insiden yang membuat Anda mendapatkan kemalangan yang berkepanjangan, bertubi-tubi, dan bersifat serius.

c. Anda menerima kritik pedas yang Anda rsakan sebagai sesuatu yang tidak pantas atau tidak adil yang ditujukan kepada Anda, apalagi kalau kritik itu cenderung merendahkan harga diri Anda, khususnya pada saat Anda berada pada posisi sulit untuk membela diri, sehingga dapat berakhir sevagai sesuatu yang memalukan Anda.

d. Anda ternyata memutuskan untuk menetapkan tujuan yang salah, yang tidak sama dengan tujuan bersama, apalagi kemudian terbukti bahwa tujuan Anda tidak memberikan kontribusi yang berarti pada kemajuan perusahan, misalnya.

e. Anda melakukan kesalahan tertentu, ataupun agama dan merasa cemas jangan-jangan orang yang berada disekitar Anda mengetahui kesalahan Anda.

Mungkin masih banyak hal yang membuat Anda tiba-tiba dijatuhkan oleh suatu keadaan atau perbuatan seseorang, yang pada akhirnya memaksa Anda untuk tidak berani berhadap-hadapan dengan tantangan kehidupan nyata.

Apa yang seharusnya Anda lakukan ketika merasakan bahwa Anda mulai kehilangan kepercayaan diri? Kalau Anda memilih untuk pasrah dan duduk manis di zona aman Anda yang nyaman, maka Anda tidak usah repot-repot mengikuti beberapa petunjuk berikut ini. Namun bila Anda menginginkan mendapatkan kembali kepercayaan diri yang memadai, maka beberapa hal dibawah ini lakukanlah dengan berani.

Tips Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri

  • Selalu bersikap positif terhadap situasi apapun yang sedang Anda hadapi.
  • Seleksilah secara cermat fenomena yang datang dari luar dan analisalah pengaruhnya. Jika pengaruhnya positif, maka ambillah. Begitu sebaliknya.
  • Jangan ragu-ragu untuk berbagi rasa kurang percaya diri Anda kepada orang lain, misalnya teman atau sahabat yang dapat dipercaya.
  • Yakinkan diri Anda bahwa dengan akal budi yang Anda miliki, mampu mengendalikan diri Anda.
  • Yakinkan diri Anda bahwa semua situasi yang dihadapi memiliki hikmah, terlepas dari itu merupakan kegagalan atau keberhasilan.
  • Belajar menerima keberadaan diri Anda apa adanya.
  • Hadapi tantangan yang ada di depan Anda sebagai sebuah kesempatan untuk maju & hadapi resikonya.
  • Buatlah keputusan yang Anda rasa sebagai keputusan yang tepat dan hadapi segala konsekuensinya.
  • Dalam hubungannya dengan dunia kerja, tingkatkan efektifitas kerja Anda dengan cara memperbaiki etos kerja.
  • Hadapi krisis yang ada di depan mata sebagai tantangan yang mempunyai tujuan tertentu.
  • Fokuslah pada sesuatu yang positif 
  • Sadari dan temukan apa yang salah dari apa yang sudah Anda kerjakan.
  • Evaluasilah diri Anda untuk mengetahui apa sebenarnya yang telah Anda kerjakan dan akan Anda kerjakan, serta evaluasi kelemahan danmkelebihan Anda.
  • Jangan pernah berhenti disuatu titik kegagalan. Bangkit dan rebut kembali keberhasilan yang belum sempat Anda raih.




Pada artikel sebelumnya sudah dibahas bahwa keberanian seseorang sangat tergantung pada motif apa yang dimilikinya untuk menghadapi situasi yang ada didepannya. Jikalau Anda memiliki motif yang kuat untuk menghadapi sesuatu, maka Anda akan berani untuk menghadapinya, walaupun kondisi Anda tidak memungkinkan untuk menghasilkan sesuatu karya yang besar. Mungkin Anda sering mendengar sebuah untaian kalimat, "Saya tak mau hidup saya menjadi sia-sia". Itu sebabnya Anda begitu berani berjuang melawan segala bentuk kesulitan hidup yang berat.

Bukankah Anda sering merasa tak berdaya bila menghadapi sesuatu yang memiliki resiko sangat besar? Semakin besar kesulitan yang Anda hadapi, pada umumnya semakin memperbesar ketidakberdayaan Anda. Masalah ketidakberdayaan ini sengaja saya bedakan dengan ketidakberdayaan diri. Ketidakberdayaan lebih saya tekankan pada masalah lahiriah, sedangkan ketidakberdayaan diri lebih saya tekankan pada masalah batiniah. Tentang keberanian menghadapi ketidakberdayaan diri akan saya bahas lain kesempatan setelah ketidakberdayaan diri.

Ketidakberdayaan hanya bisa dihadapi dengan tekad yang kuat

Apa yang Anda pikirkan ketika seseorang mengalami kondisi patah tulang menjadi beberapa bagian setelah terjatuh dari ketinggian atau jurang yang sangat dalam? Anda pasti berasumsi mengatakan bahwa ia pasti tak berdaya, atau pasti mati. Akan tetapi tidak demikian yang dialami oleh orang tersebut. Dengan keberanian yang luar biasa, ia berusaha melawan ketidakberdayaannya. Ia memiliki motif yang kuat untuk menyelamatkan diri dari cengkeraman maut dan ia punya keberanian untuk memperjuangkan motifnya itu, hingga ia bisa selamat. (Kisah Joe Simpson seorang pendaki gunung salju setingggi 20.000 kaki di daerah pegunungan Andes).



Kisah ketidakberdayaan lainnya seperti yang dialami Laura Jensen Walker, seorang wanita yang divonis oleh dokter atas penyakit kanker payudara yang dideritanya. Penyakit yang ganas ini dengan cepat menghantam dan menghancurkan kondisi kesehatan fisiknya. Lalu apa yang dilakukannya? Dengan segala usaha keberanian dan tekad yang kuat, ia berusaha bertahan hidup dengan penuh optimisme melawan penyakitnya. Semua terapi telah dilakukannya sebagai suatu bentuk usaha yang maksimal agar dapat sembuh. Apapun usaha yang dilakukannya, pasti tak akan berhasil tanpa pertolongan Allah. Ia sangat yakin akan hal itu.
Kemoterapi dan kematian adalah musuh-musuh yang terlalu kuat bagi Saya. Akan tetapi, Allah telah berjanji akan menolong Saya. Saya begitu percaya, sehingga perasaan yang meneror Saya pun meredah. "Saya adalah milik-Nya, dan tak ada satupun yang dapat mengubahnya, hingga Saya bisa sembuh sempurna" Ungkap Laura Jensen Walker dalam sebuah media wawancara.

Banyak diantara kita yang berjuang mati-matian untuk berani menentang vonis mati dari seorang dokter karena penyakit yang dideritanya, misalnya karena kanker ganas, gagalnya fungsi ginjal atau penyakit maut lainnya. Sebagian dari mereka gagal melanjutkan hidupnya, namun sebagian berhasil dengan gemilang. Oleh karenanya perlu ketabahan besar untuk menerima vonis bahwa Anda menderita penyakit yang mematikan. Hanya orang dengan kekuatan mental yang luar biasa saja yang mampu menghadapi kenyataan pahit dengan optimis tinggi. Kebanyakan dari kita, begitu mendengar vonis maut semacam itu terjadi pada diri kita, maka rasa frustasi dan putus asa yang timbul meremukkan ketahanan semangat kita.

Berikut ini, ada beberapa tips dalam menghadapi ketidakberdayaan:

  • Yakinkan diri Anda bahwa tidak ada cobaan yang tidak bisa diatasi.
  • Yakinkan diri Anda bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
  • Ikhlaslah dengan ketentuan Allah, menerima penderitaan yang diberikan-Nya, menghadapi kondisi terburuk yang menyengsarakan dan menjalankan skenario yang dibuat-Nya serta menjalankan hidup dengan mati-matian berusaha mengatasi semua ketidakberdayaan akan membuat Anda tabah dan kuat untuk meraih keberhasilan.
  • Yakinkan diri Anda bahwa Allah terlibat dalam setiap jengkal kehidupan Anda.
  • Milikilah makna hidup agar rasa sakit dan penderitaan juga mempunyai makna dan dapat Anda atasi. Kalau hidup tak punya makna, maka penderitaan sekecil apapun akan menjadi bencana.
  • Selalu ada kesulitan dalam setiap peluang. kalau Anda tidak mau menderita, maka Anda tidak punya peluang untuk bangkit dari ketidakberdayaan.
  • Milikilah tekad yang kuat, semangat yang tinggi dan terus mencoba untuk menjawab setiap tantangan ketidakberdayaan Anda, dan tiap menghadapi penderitaan sebagai resikonya, merupakan jalan menuju keberdayaan.
  • Perbanyaklah humor, teman curhat, ibadah dan rasa bersyukur. Kalau semua ini Anda lakukan akan meningkatkan moral Anda untuk mengubah ketidakberdayaan menjadi keberdayaan.
  • Hindarkan diri Anda dari pikiran-pikiran yang mengobarkan rasa takut. Hal ini akan melemahkan ketahanan Anda, dan dapat membuat Anda berhenti berusaha. Kalau ini terjadi, maka Anda tidak melakukan apa-apa dan hanya berkubang pada situasi tidak berdaya dan berkepanjangan.
  • Hindari rasa panik saat Anda tidak mampu berbuat apa-apa, karena rasa panik pada umumnya diwujudkan dalam bentuk perilaku yang membabi buta, atau bahkan sama sekali tak berbuat apa-apa, ini akan sangat merugikan Anda. Tingkatkan ketabahan untuk meningkatkan keberdayaan.





Prasangka buruk seringkali menjadi faktor penting yang mengakibatkan kegagalan kita dalam menyikapi sesuatu. Bila Anda merasa takut terhadap prasangka buruk yang dilontarkan orang lain atas diri Anda, hal itu berpeluang menjadkan Anda kehilangan kepercayaan diri. Dalam kondisi yang lebih parah lagi, Anda akan terus dibayangi rasa ketakutan mendalam, kecemasan dan ketidakkepercayaan pada siapapun yang Anda curigai.

Prasangka buruk ini akan sering menghantui orang yang kurang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Banyak yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari disekitar kita. Memang tak semudah membalikan telapak tangan dalam mematahkan rasa ketakutan akan prasangka buruk bagi seseorang dengan kondisi fisik yang menyedihkan seperti itu. Pasti kemampuannya begitu rendah dan akan membebani teman-teman dan orang-orang disekitarnya. Prasangka buruk dari lingkungan sekitarnya ini mau tak mau harus dilawannya dengan pembuktian.

Ketika hal ini menimpa atas diri Anda, lalu apa yang dapat dilakukan?

Prinsip hidup yang sederhana, yakni melawan segala hal yang membebani diri sendiri dengan segala makna. Jangan menggantungkan hidup atas belas kasih orang lain, bahkan Anda tak mau berprasangka bahwa Anda tak bisa apa-apa. Prinsip itulah yang nantinya membuat Anda tak mudah putus asa. Keterbatasan kekurangan anggota fisik tubuh bukan penghalang gairah hidup dan cita-cita untuk kita berkembang.
Keberanian dan tekad menjadi orang yang luar biasa dan bermakna, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Tekad yang kuat dan tahan uji inilah yang memberikan energi besar pada sebuah keberanian.



Kalau hidup ini memiliki arti, maka rasa sakit dan penderitaan akan punya makna, dan segala kesukaran hidup akan dapat diatasi. Sebaliknya, kalau hidup kita tak punya makna, maka penderitaan sekecil apapun akan menjadi bencana bagi diri kita.
Untuk menjadi berani dengan menepis prasangka buruk dari orang lain yang ditujukan pada Anda, tak ada jalan yang lebih bagus kecuali membuktikan bahwa Anda bisa melakukan hal yang sama seperti orang lain, bahkan mampu melakukan yang lebih baik dari itu. Mungkin prasangka buruk itu tidak melulu berupa ketidakpercayaan pada kemampuan Anda, namun juga curiga terhadap niat baik Anda. Sama saja, Anda harus berani membuktikan dengan jalan apapun bahwa prasangka buruk yang ditujukan pada Anda adalah salah. 
Berani menghadapi prasangka buruk  berarti berani membuktikan kepada orang lain bahwa mereka tidak selayaknya merendahkan Anda.

Prasangka buruk juga sering ditujukan kepada orang-orang yang tidak beruntung dalam hidupnya. Seorang yang pernah dipenjara karena suatu kekhilafan, akan menemui kesulitan dalam hidup bermasyarakat. Orang-orang yang dalam kehidupannya miskin dan lusuh, apalagi hidup di pemukiman kumuh juga akan sulit hidup berbaur dengan masyarakat normal pada umumnya. Seorang pemulung yang hidupnya penuh derita, juga tak mudah bersatu dengan sebagian masyarakat di luar kelompoknya. Ini semua terjadi karena masyarakat kita masih menaruh prasangka buruk pada mereka.

Yang menjadi ganjalan adalah bahwa ketakutan Anda terhadap prasangka buruk yang Anda terima itu akan mengendap lama dalam pikiran Anda, dan menghambat keberanian Anda untuk berbuat sesuatu. Sebaliknya, apabila Anda yang dihinggapi prasangka buruk pada seseorang, juga harus secepatnya dihindari. Prasangka buruk atau rasa curiga pada sesuatu atau seseorang memang berpotensi untuk menimbulkan langkah antisipasi yang akan diambil apabila prasangka buruk itu benar-benar terjadi.

Berikut ini ada beberapa tips dalam menghadapi takut atas prasangka buruk, yakni:

  • Pahamilah hakikat prasangka buruk sebagai hak setiap orang yang ditujukan kepada siapapun, sehingga Anda dapat menerima prasangka buruk seseorang kepada Anda itu sesuatu yang wajar.
  • Pelajarilah apa yang membuat orang lain menaruh prasangka buruk kepada Anda. Temukan sesuatu pada diri Anda yang membuat orang lain merasa tak nyaman.
  • Pantaulah perasaan orang yang berprasangka buruk kepada Anda, agar Anda dapat memahami cara yang perlu Anda gunakan untuk mendekatinya.
  • Binalah hubungan baik dengan semua orang, lalu pelajari apa sebenarnya yang dibutuhkannya dan berikan solusi atas permasalahannya. Maka, ia akan menempatkan Anda sebagai seorang yang tidak pantas menerima prasangka buruk.
  • Terimalah sikap permusuhan dari orang yang berprasangka buruk kepada Anda, namun tetaplah Anda menjaga martabat dan harga dirinya, sehingga ia tidak merasa terhina atau dipandang rendah.
  • Jangan membalas prasangka buruk dari seseorang dengan prasangka buruk Anda, karena halitu justru akan membuat orang lain mengetahui kelemahan Anda dan berusaha untuk menghancurkannya.
  • Bangunlah citra diri Anda yang lebih besar dari emosional Anda. Hal ini akan membuat orang lain menghargai Anda. Apabila emosional Anda lebih besar dari citra diri, maka orang akan menjauhi Anda.
  • Kendalikan diri Anda ketika berhadapan dengan situasi dicurigai, jangan mencoba mengendalikan situasi karena Anda tak akan mampu.
  • Berikan perhatian yang baik pada orang yang menaruh prasangka buruk pada Anda secara ikhlas, maka orang itu akan menghormati Anda.
  • Hindarilah timbulnya prasangka buruk Anda kepada orang lain sebelum orang lain menaruh prasangka buruk kepada Anda.




Sobat pengunjung,.!? Sudah pasti Anda pernah merasakan kehilangan, bukan? Entah itu kehilangan sesuatu yang Anda miliki atau yang Anda sayangi, baik itu kehilangan yang berhubungan dengan aspek psikologi, material ataupun pergaulan sosial. Takut akan kehilangan tentu merupakan suatu peristiwa yang berat dan menyidihkan. Pada dasarnya, ada dua tindakan yang dapat Anda pilih untuk menyikapi kehilangan itu, yakni membiarkan diri terpuruk dan menyesali kejadian itu, atau merenungkan hikmah dari peristiwa itu dan mencoba bangkit untuk memulai menemukan kembali sesuatu yang hilang itu.

"Sudah tentu Anda akan menyikapi kehilangan itu dengan cara kedua".

Kehilangan material biasanya dapat Anda atasi dengan melakukan proteksi awal, misalnya dengan jalan mengasuransikan harta kekayaan Anda, menitipkannya di bank, menaruhnya di brankas atau ditempat aman lainnya. Namun kehilangan harta yang Non-material, tak mudah Anda prediksi sebelumnya dan tak mudah untuk diantisipasi. Kehilangan harta non-material misalnya, kehilangan jabatan, kehilangan kesempatan, kehilangan harga diri, kehilangan kasih sayang dan perhatian, kehilangan teman tempat pencurahan isi hati atau kehilangan istri dan sanak keluarga. Lalu bagaimana Anda menyikapi hal ini?

Takut akan kehilangan kesempatan membuat Anda mempersiapkan diri lebih baik untuk mengambil peluang yang ada. Takut akan kehilangan jabatan membuat Anda selalu berhati-hati, waspada dan profesional dalam pekerjaan Anda. Takut akan kehilangan harga diri dan kehormatan membuat Anda senantiasa menjaga prilaku dan meningkatkan kepedulian sosial dan menghargai orang lain lebih baik lagi. Takut kehilangan teman dan sahabat, membuat Anda sebisa mungkin memupuk keakraban dan menghindari hal-hal yang bisa menyinggung perasaan. Takut kehilangan kemampuan seksual akan membuat Anda menjaga stamina dengan berolahraga, pola makan sehat dan pola hidup sehat, termasuk mengkonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan ukuran organ seksual dan tahan lama. Takut kehilangan anak dan istri, setidak-tidaknya Anda mempersiapkan diri untuk tidak berselingkuh dan meningkatkan cinta kasih.




Namun itu semua adalah antisipasi pada ketakutan terhadap sesuatu yang berjalan normal. Kehilangan bisa saja terjadi secara tiba-tiba atau tanpa terduga sebelumnya seperti pada sebuah insiden. Anda bisa kehilangan teman, sahabat, anak, istri atau harta benda dalam waktu yang singkat. Kalau sudah begini, tidak akan ada lagi yang bisa Anda siapkan untuk melakukan antisipasi. Anda harus mengembalikan posisi Anda pada fitrahnya. Anda hanya makhluk lemah yang tak memiliki apapun di dunia ini, karena semua yang melekat pada diri Anda adalah titipan yang Maha Kuasa.

Sebagai sebuah titipan, Anda hanya berkewajiban untuk menjaga dan memanfaatkan semua itu untuk kebahagiaan Anda dan untuk meningkatkan kualitas ibadah Anda. Titipan yang Maha Kuasa ini hanya dimaksudkan untuk memberi kemudahan pada Anda agar ibadah Anda semakin mudah. Pada saatnya, titipan ini akan diambil oleh pemiliknya, dan Anda tak punya kemampuan dan tak punya hak sama sekali untuk mencegahnya.

Anda harus lapang dada menerima kehilangan itu sama seperti waktu pertama kali Anda menerima titipan itu. Rasa ikhlas dan tawakal akan kekuasaan yang maha kuasa dalam mengambil kembali titipan-Nya akan membuat Anda merasa tenang dan tenteram. Kalau semua titipan itu Anda pergunakan untuk kemudahan dan kekuatan ibadah Anda, sudah saatnya Yang Maha Kuasa mengambil kembali milik-Nya dan meminta Anda membuktikan tanpa itu pun ibadah Anda tak berkurang bobotnya. Keberanian untuk bersikap ikhlas dan tawakal, serta keberatan untuk mengakui kelemahan kita dihadapan Yang Maha Kuasa akan meningkatkan keberanian menghadapi apa yang ada di depan mata.

Keberanian Anda menghadapi ketakutan akan kehilangan dapat berupa tindakan preventif, dapat pula berupa tindakan kuratif. Tindakan preventif atau tindakan pencegahan tentu merupakan tindakan yang Anda lakukan sebelum peristiwa kehilangan itu Anda alami. Tindakan ini merupakan tindakan proteksi awal. Tindakan kuratif merupakan tindakan setelah peristiwa itu terjadi, sehingga merupakan tindakan pemulihan. Tindakan kuratif ini berhubungan dengan penyembuhan mental yang juga membutuhkan keberanian untuk mencoba tegar kembali.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi ketakutan akan kehilangan:
  1. Asuransikan barang-barang berharga milik Anda sehingga Anda bisa menjalani hidup dengan tenang. Atau kalau Anda tidak memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti program asuransi barang-barang berharga, lakukan proteksi sebaik mungkin untuk memperkecil resiko kehilangan.
  2. Asuransikan pula hidup Anda dari program asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, karena kedua peristiwa itu merupakan peristiwa yang terjadi diluar kendali Anda. Bahkan apabila Anda tiba-tiba sakit, Anda tidak akan banyak kehilangan biaya karena banyak program asuransi yang menanggung biaya perawatan sakit Anda.
  3. Kalau Anda tidak mampu mengikuti program asuransi seperti yang disebutkan diatas, lakukanlah pola hidup sehat dan tingkatkan kewaspadaan untuk melakukan proteksi atas diri Anda sendiri.
  4. Simpanlah uang Anda ditempat yang aman, misalnya dalam bentuk tabungan di bank. Jangan membawa uang tunai berlebihan pada saat berbelanja atau berada ditempat keramaian pengunjung orang banyak. Gunakan kartu kredit atau kartu debit yang bisa di uangkan sesuai kebutuhan Anda.
  5. Jagalah hubungan baik Anda dengan teman atau orang yang dapat dipercaya agar orang tersebut tidak meninggalkan Anda, terutama pada saat Anda membutuhkan pertolongan atau bantuannya.
  6. Perkecillah resiko kehilangan peluang, kesempatan atau jabatan ditempat kerja dengan melakukan semua pekerjaan Anda secara jujur, benar, profesional dan amanah.
  7. Perkuatlah keyakinan Anda terhadap kebenaran Allah, karena semua yang melekat pada diri Anda adalah milik-Nya yang dititipkan kepada Anda untuk memudahkan ibadah Anda kepada-Nya. Sebagian titipan, sudah tentu sewaktu-waktu akan diambil kembali dengan cara yang tidak pernah bisa di duga.