Beberapa Akibat Terjadinya Konflik dengan Pacar



Sebelum membahas solusi atas masalah dengan pacar yang dapat Anda pilih, baiknya sama-sama kita lihat dulu penyebab terjadinya konflik. Perlu di ketahui bahwa setiap masalah yang timbul pasti ada akar penyebabnya. Tidak mungkin muncul tanpa sebab, bukan? Dengan mengetahui penyebabnya, Anda akan lebih mudah menentukan pilihan solusi yang terbaik.
Berikut ini penulis menguraikan ringkas mengenai penyebab konflik dengan pacar yang paling umum atau lazim terjadi, diantaranya yakni:

A. Kecewa

Penyebab paling sering timbulnya konflik dengan pacar adalah kecewa. Hati yang kecewa terhadap sosok pacar akan membuat Anda lebih mudah bertengkar. Rasa kecewa biasanya muncul akibat kenyataan tidak sesuai harapan. Saat punya pacar kita biasanya memiliki harapan lebih kepada si dia. Lantas, bagaimana bila harapan itu ternyata tidak sesuai kenyataan? Tentu hal ini akan menjadi masalah. Beberapa perbuatan pacar yang dapat membuat Anda kecewa, diantaranya si dia dekat dengan orang lain sehingga membuat Anda cemburu, terlalu sibuk dengan teman-temannya, suka pergi tanpa memberi tahu dan lain-lain sebagainya. Apapun yang ditimbulkan oleh rasa kecewa akan menjadi masalah, contohnya pertengkaran, kecemburuan, perselisihan dan lain-lain. Patut juga diperhatikan bahwa rasa kecewa yang berlarut-larut dapat menimbulkan marah hingga dendam dan berontak. Rasa kecewa terhadap pacar merupakan hal yang lumrah dan wajar. Setiap pasangan pasti pernah mengalami dan membuat kecewa atau dikecewakan pacarnya. Penyebab utama rasa kecewa adalah impian dan harapan yang berlebihan terhadap pacar sehingga tak kesampaian.

B. Kurangnya Perhatian

Penilaian terhadap kurangnya perhatian itu relatif. Anda dan orang lain tentu berbeda dalam memandang perhatian pacar. Bagi Anda, mungkin sikap pacar kurang perhatian, tetapi bagi orang lain belum tentu demikian. Maksudnya, anggapan bahwa pacar Anda kurang perhatian sangat bergantung pada sejauh mana pemahaman tentang perhatian. Apakah bila pacar Anda tidak mengirim pesan seharian, Anda lantas menyebutnya kurang perhatian? Bagi Anda mungkin ya, tetapi sifat semacam itu bagi orang lain dianggap lumrah. Padahal, Anda bisa berpikir positif, misalnya pacar Anda sangat sibuk dengan pelajarannya atau pekerjaannya. Oleh karena itu, ukuran dari kurang perhatian inibersifat subjektif. Meskipun begitu, kurang perhatian termasuk salah satu penyebab munculnya konflik dengan pacar.




C. Sikap yang Berlebihan (Lebay)

Dalam hal ini lebay adalah bahasa subkultur anak muda yang bermakna reaksi yang berlebih-lebihan. Sikap ini dapat menjadi sumber dari pemicu konflik Anda dengan pacar.
Mengapa lebay dapat menjadi sumber konflik? Ada beberapa alasannya yang akan dijelaskan berikut ini:

1. Menimbulkan rasa cemburu

Cemburu dalam percintaan memang harus, tetapi tidak boleh berlebihan. Cemburu adalah sikap normal selama dilakukan dalam batas kewajaran. Namun, bila kecemburuan itu sampai pada taraf berlebihan, hal ini dapat memicu konflik. Sebagai contoh cemburu yang berlebihan atau lebay, si dia bertemu dengan lawan jenis di jalan. Lalu, si dia di sapa oleh sang lawan jenis. Mengetahui hal itu, tiba-tiba Anda memarahi pacar. Perbuatan Anda salah. Hanya karena peristiwa itu, bagaimana mungkin Anda langsung menyimpulkan kekasih Anda memiliki hubungan gelap dengan orang itu. Tentu saja sikap Anda akan membuat si dia risih, kesal dan bahkan marah. Akibat kecenderungan yang membabi buta, sang pacar pasti akan merasa kesal sehingga terjadilah konflik.

2. Sikap Overprotective

Bersikap protektif terhadap pacar merupakan keharusan. Protektif adalah sikap melindungi sehingga bernilai positif. Namun, akan menjadi masalah bilamana sikap perlindungan itu berlebihan. Sikap tersebut bergeser menjadi overprotective yang sangat tidak disukai pasangan. Akibatnya si dia akan marah, kesal dan mungkin saja meminta putus dari Anda. Hal ini disebabkan si dia tidak kuat akan perlindungan Anda yang sangat ketat sehingga membuatnya merasa tidak nyaman dan tertekan.

3. Sikap perhatian berlebihan

Perhatian terhadap pacar itu wajar. Misalnya menyapa di pagi hari dengan bertanya, "Sudah sarapan sayang?" atau selainnya merupakan wujud tanda perhatian yang boleh dilakukan sepanjang dalam batas kewajaran. Namun, bila sikap perhatian Anda terlalu berlebihan, hal itu juga tidak baik bagi hubungan Anda. Anda bukan mengirim pesan satu atau dua kali, tetapi hingga bertubi-tubi sehingga mengganggu aktivitasnya. Perhatian berlebihan semacam inilah yang dapat membuat hubungan kalian berada dalam pusaran konflik.

4. Tidak setia

Adakah orang yang mau memilili pacar yang tidak setia? Tentu saja jawabannya tidak, sebab pacar yang tidak setia akan selalu membohongi Anda. Ketika Anda bertanya, "Sedang apa sekarang?", mungkin dia akan menjawab lagi belajar atau lagi bekerja, sayang!". Padahal yang sebenarnya terjadi adalah dia sedang bersama orang lain di kafe.




5. Bosan

Berkaitan dengan pacaran rasa bosan juga sering menghampiri. Orang yang sudah berpacaran lebih dari setahun pasti akan merasa bosan terhadap pasangannya. Saat rasa bosan datang, bila tidak bisa diatasi maka hal ini bisa menjadi penyebab konflik dengan pacar.

6. Perbedaan status sosial

Pada masa awal berpacaran, Anda mungkin tidak akan mempedulikan status sosial pacar Anda. Asalkan Anda suka dan cinta sehingga status sosial bukan masalah serius. Namun, lambat laun setelah beberapa bulan pacaran, Anda mulai mempertimbangkan status sosial, lebih-lebih jika Anda berniat menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Hal ini ditambah tuntutan dari orangtua yang mengharuskan Anda mencari pasangan dari golongan atau strata tertentu. Maka status sosial yang kurang sesuai dapat memicu konflik dengan pacar.

7. Orang tua tidak merestui

Sudah susah payah membina hubungan pacaran selama bertahun-tahun, orangtua si dia ternyata tidak merestui. Hal ini adalah masalah. Restu orangtua merupakan hal mutlak. Bila orangtua si dia tidak merestui, Anda tidak mungkin bisa menikah dengannya. Sebab, syarat menikah harus ada wali yang sah dari pihak si dia, yaitu ayahnya.

8. Tidak jujur

Sikap tidak jujur sangat mirip dengan tak setia. Bila pacar Anda tidak jujur pada Anda, bukankah Anda pasti marah? Harus benar-benar sadari bahwa perbuatan tidak jujur adalah sebuah kesalahan. Bila sikap tersebut dilakukan dalam pacaran, pasti akan memicu konflik.

9. Komunikasi tidak lancar

Dalam setiap konflik berpacaran hampir dipastikan salah satu penyebabnya ialah komunikasi yang tidak lancar. problem komunikasi ini, misalnya Anda mengirim pesan kepada pacar, tetapi dia tidak kunjung merespon. Atau bisa juga kalian membahas suatu persoalan dengan sudut pandang berbeda sehingga tidak mencapai titik temu. Oleh karena itu, gangguan komunikasi dengan pacar wajib diatasi.

10. Hubungan jarak jauh

Dalam hal ini Anda menjalin hubungan pacaran, tetapi Anda atau si dia berada di daerah yang lain. Hal ini dapat memicu konflik apabila masing-masing dari kalian inkonsisten dan tak setia. Fakta-fakta membuktikan hubungan jarak jauh menjadi pemicu putusnya hubungan dengan pacar.

11. Hadirnya orang ketiga

Dalam dunia pacaran, kehadiran orang ketiga benar-benar membuat stres. Betapa tidak? Orang ketiga sering menjadi penyebab hancurnya suatu hubungan. Orang ketiga dapat berupa teman, keluarga, atau siapa saja yang ikut campur dalam hubungan asmara kalian. Atau orang ketiga juga dapat berasal dari sosok yang secara diam-diam menyukai diri Anda atau pacar Anda sehingga ia membuat kisruh hubungan kalian. Dalam kategori ini orang ketiga adalah musuh dalam selimut. Di satu sisi ia berpura-pura menjadi teman atau sahabat, namun di sisi lain, ia mencoba menikam dengan menghancurkan hubungan Anda dengan pacar.

Itulah seabrek penyebab utama yang menyulut konflik dengan pacar. Dengan mengetahui secara pasti penyebab konflik dengan pacar, maka Anda dapat mencari solusi sebagai jalan keluar dari masalah tersebut. Hal solusinya nanti akan penulis bahas dilain kesempatan.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.





No comments:

Post a comment