KELUAR DARI BELENGGU MASA LALU ~ KEGAGALAN


Ada banyak orang yang patah semangat karena kejadian buruk yang pernah menimpahnya di masa lalu. Mereka terpuruk karena sebuah kegagalan-kegagalan yang terjadi. Kegagalan-kegagalan itu kemudian membelenggu hingga membuat mereka merasa tak lagi punya harapan. Mereka bahkan merasa masa depan cerah hanyalah sebuah ilusi hampa belaka.

Tentunya dengan kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan. Padahal sebuah harapan memiliki peran yang begitu penting dalam hidup ini. Tanpa harapan, hidup kita akan terasa hambar. Yang lebih mendasar lagi, tanpa harapan sulit rasanya menikmati kebahagiaan. Memang kebahagian merupakan satu kondisi yang setiap orang butuhkan dalam kehidupan. Jika Anda bagian dari orang-orang terpuruk itu, bagian dari orang-orang yang pernah terluka oleh masa lalu yang penuh kegagalan, mari berpikir ulang. Apakah keadaan Anda benar-benar begitu buruk hingga tidak mungkin bangkit kembali? Apakah tak mungkin bagi Anda untuk bebas dari belenggu masa lalu dan membuat langkah baru ke depan?




Mari mendefinisikan ulang sebuah kegagalan. Mari melihat kegagalan dari sudut pandang yang berbeda. Percayalah kegagalan tak selalu buruk jika kita bisa memaknainya secara lebih bijak. Bahkan kegagalan punya hikmah besar yang akan membuat kita keluar sebagai pemenang. Sudah banyak orang-orang menemui kegagalan di masa lalu namun mereka bersemangat memaknai arti sebuah kegagalan di masa lalu hingga mampu mengubah kondisi demikian menjadi sebuah kesuksesan.

Kegagalan Masa Lalu Tak Semestinya Menjadi Belenggu.

Memang, salah satu tantangan terberat dalam mencapai kesuksesan adalah kegagalan. Kegagalan tak bisa dianggap remeh. Banyak orang yang menciut nyalinya saat menghadapi kegagalan. Banyak orang yang tak berani beranjak dari tempatnya karena melihat kegagalan yang dialami orang lain.  Banyak pula orang yang tak bisa bangkit lagi saat mengalami kegagalan, bahkan banyak orang yang kalah saat kegagalan datang dan akhirnya mereka melupakan kesuksesan yang di inginkan.

Tapi semestinya kegagalan bukanlah hal yang perlu dirisaukan, sebab kegagalan sejatinya adalah tantangan. Kegagalan juga berarti ujian. Misal dalam hidup ini tidak ada tantangan dan ujian, bisakah orang naik kelas meraih prestasi tertinggi? Tanpa tantangan dan ujian, bisakah orang mengalami kemajuan peradaban seperti sekarang ini? Jawabannya sudah bisa kita tebak, Ya. Tanpa tantangan orang tak akan bergerak untuk berlari. Tanpa ujian orang tak akan tahu potensi sebesar apa yang ia miliki.

Orang-orang besar itu mencapai kebesarannya selalu dan selalu karena mereka melewati jurang terjal yang menghalang jalan. Mereka tak pernah sepi mendapat terjangan amuk badai kegagalan. Namun justru dengan begitu mereka berhasil mencapai puncak. Kegagalan demi kegagalan menguatkan.  Aral dan tantangan yang menghalangi justru membuat mereka semakin mengukuhkan harapan. Coba saja lihat orang-orang yang hidupnya datar. Bisa ditebak, mereka tak pernah kemana-mana. Hidupnya monoton dan yang paling penting mereka tak memiliki dorongan untuk maju, apalagi untuk berkarya lebih baik.




Begitu memang proses berjalannya kehidupan. Kemelaratan hidup, keputusasaan, kehilangan, kepedihan, keterbatasan dan kegagalan justru sangat berguna menempah diri manusia. Semua itu memunculkan banyak kebaikan. Membuat kita sadar kelemahan diri dan selanjutnya termotivasi menimba kemampuan. Membuat kita tak cengeng menghadapi ketidaknyamanan di masa mendatang. Namun tentu saja hikmah dibalik kegagalan tak akan dapat kita kecap manisnya jika kita salah menyikapi. Kegagalan akan terasa sangat menyakitkan bila kita tak tahu bagaimana mengelola dan memandang kegagalan dari sudut yang lebih positif.

Jadi intinya, kegagalan adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kesuksesan, sebuah konsekuensi logis untuk sebuah keberhasilan. Dan kegagalan juga menjadi keniscayaan, setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan. Hanya saja mereka yang berdiam diri dan yang tak mau melakukan apa-apa yang tak pernah merasakan gagal, dan mereka tak akan pernah meraih apa-apa. Jalan berlumpur, onak dan duri, jurang-jurang yang terjal, jalan hutan yang penuh bahaya merupakan bentuk kegagalan-kegagalan yang harus dihadapi. Jika hal-hal tersebut membuat kita tersurut langkah maka harta karun tak akan pernah kita capai selamanya. Kesuksesan hanya akan menjadi angan-angan belaka yang tak pernah dapat kita wujudkan.

Tidak ada lasan untuk menyerah dalam hidup. Tidak ada satu pun manusia yang hidup di dunia ini kecuali ia akan mengenyam kesulitan beberapa saat. Namun, bukanlah dunia bekerja secara silih berganti? Jika ada siang pasti ada malam, jika ada kesulitan pasti ada kemudahan, dan dibalik kegagalan pasti ada kesuksesan yang menunggu disana.



No comments:

Post a comment