Sikap teladan seorang pemimpin perusahan

Sikap teladan seorang pemimpin perusahan


Keteladanan adalah kekuatan penggerak utama dari pola kepemimpinan. Seorang manajer yang menghendaki kekuatan penggerak mengalir ke diri karyawan harus menjadi teladan bagi mereka. Maksud teladan adalah memberi contoh, menginspirasi dan menjadi sosok pertama yang melakukan pekerjaan sebelum orang lain. Pemimpin yang mampu memberi teladan akan mampu menginspirasi dan menggerakkan bawahannya untuk berkontribusi maksimal. Bawahannya tidak akan ragu dalam bertindak dan mereka akan mengarahkan segenap tenaga karena terinspirasi dari contoh teladan atasan.

Di dalam perusahan manajer harus bisa menjadi teladan bagi bawahannya. Tidak harus semua tindakan diberi contoh. Sebab bagaimanapun juga tidak semua hal bisa dilakukan oleh manajer. Tindakan kecil, sederhana dan berada dilapangan sudah cukup memberi keteladanan bagi karyawan. Pemimpin yang langsung terjun ke lapangan bukan hanya dilihat dari tindakannya, tetapi juga perannya memberi nilai moral kepada bawahan. Seorang manajer yang rela berdiri ditengah-tengah karyawannya memiliki nilai tersendiri, yakni kepedulian dan keteladanan.




Sedikit mengutip sebuah kisah seorang pemimpin selaku CEO di perusahan Group, dimana ia selalu memberi contoh langsung kepada karyawannya. Bukan hanya sekali, tetapi terkadang di lakukannnya berulang-ulang kali. Ia mengatakan "Saya tidak dapat mengharapkan karyawan untuk melakukan sesuatu hal yang jika saya tidak melakukannya juga. Saya selalu bertanya kepada diri sendiri apakah ekspektasi saya untuk karyawan sebanding dengan harapan yang saya tetapkan untuk diri sendiri.

Contoh nyata memang menjadi kekuatan penggerak. Manakala tindakan yang kurang baik seorang pemimpin tentu akan berdampak pada bawahannya, sehingga perlu adanya contoh keteladanan positif seorang pemimpin dalam memicu semangat para bawahannya menjadi lebih baik. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam pepatah Mandarin yang berbunyi, "Memberi contoh yang baik adalah kekuatan nyata, yakni untuk mengubah hal buruk menjadi baik, dan menjadikan sesuatu yang sudah baik menjadi lebih baik".



Pepatah yang disebutkan diatas mengandung makna berarti tinggi bagi siapa saja yang ketika memberi contoh yang baik melalui tindakan nyata untuk hal yang positif tentu akan menimbulkan inspirasi bagi orang lain dalam bertindak. Sudah sepatutnya pula bagi setiap insan manusia saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan turut merealisasikan dalam kehidupannya saat ini akan tindakan positif tersebut. Apalagi mengubah kebiasaan tindakan atau hal buruk menjadi baik.

Sebagai manajer sangat dibutuhkan nilai moral yang menjadi teladan penting bagi para bawahannya dalam bekerja agar memicu semangat kerja mereka mencapai tujuan dan cita-cita perusahan. Bila hal yang disebutkan diatas menjadi budaya dalam sebuah perusahan ataupun dunia usaha lainnya, mustahil visi dan misi perusahan atau dunia usaha tersebut akan terpuruk. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah mengsejahterakan satu sama lainnya dan bukan dipilih satu diantara mereka. Sebab melalui kontribusi yang dilakukan bersama-sama menjadikan suatu kekuatan yang besar dan sangat luar biasa untuk kemajuan perusahan atau dunia usaha lainnya.



No comments:

Post a comment