Budaya instan membawa efek buruk di kehidupan kita ~ KUNCI MENUJU SUKSES


Ada banyak orang yang memimpikan kesuksesan instan. kesuksesan yang bisa didapatkan secara cuma-cuma, cepat tanpa melalui proses perjuangan yang berarti. Pola pikir yang seperti inilah yang banyak membuat banyak orang melakukan segala cara untuk meraih kesuksesannya. Banyak orang akhirnya rela saling sikut dan melegalkan cara-cara yang terlarang. Budaya instan ini bahkan tengah mengakar kuat di hampir setiap negara. Padahal segala hal yang bisa didapatkan dengan instan pasti hilangnya juga dengan cepat . Berbeda dengan kesuksesan yang didapatkan dengan perjuangan.

Budaya instan merupakan budaya dimana orang menjalani hidupnya dengan mengutamakan kecepatan. Orang yang menyukai budaya instan lebih suka melihat hasil dari pada proses.  Orang-orang ini juga menganggap bahwa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan prestasi bisa diraih dengan cara yang mudah dan cepat, lebih mudah dari pada membalikkan talapak tangan.



Menurut psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Roslina Verauli Mpsi, munculnya budaya instan dipicu oleh perubahan sosial yang menuntut kita bergerak cepat guna meraih hasil. Menjamurnya budaya instan juga tak lepas dari perkembangan teknologi yang tumbuh pesat. Banyak orang berlomba-lomba menciptakan teknologi yang semakin mempermudah hidupnya.

Budaya instan membawa efek buruk dalam kehidupan kita seperti :

  • Membuat standar toleransi kita rendah
  • Kita menjadi mudah menyerah dan putus asa
  • Membuat kita menjadi pemalas
  • Membuat kita tidak menghargai dan menjalani proses belajar
  • Yang paling buruk, yaitu berakibat pada kebiasaan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kita inginkan


Jika kita ingin meraih kesuksesan yang sebenarnya kita harus sadar bahwa jika kita mengharapkan sesuatu yang bernilai, kita membutuhkan waktu dan proses panjang untuk memdapatkan impian tersebut. Kalau kita sekedar mau mendapatkan yang instan, hasilnya pun akan instan juga, alias tidak bertahan lama. Melanggengnya budaya instan membuat orang malas, tidak mau berusaha dan tidak mau bekerja keras mencapai tujuan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dalam hal ini, kita perlu melakukan pembiasaan diri supaya tidak terseret budaya instan. Bentuk dan jenis latihannya bisa bermacam-macam seperti :




  • Menunggu yang merupakan sesuatu yang baik. Dalam menunggu kita dilatih kesabaran dan dengan kesabaran membuat kita lebih teliti sehingga kita tidak cepat mengambil keputusan.
  • Berlapang dada dengan hasil akhir yang di dapat dengan terus berusaha sehingga mendapatkan apa yang kita inginkan.
  • Memahami pentingnya proses belajar sehingga kita akan bersemangatlah dalam menjalani proses, melakukan sesuatu secara perlahan
  • Menyadari bahwa segala sesuatu pastinya butuh sabar, apalagi dalam meraih kesuksesan. Sebagaimana dikaji pada artikel sebelumnya, ketidaksabaran bisa menyebabkan manusia kurang teliti, kurang persiapan, ceroboh, atau kurang efektif dalam menggunakan waktu.


Orang yang melegalkan budaya instan sama halnya dengan enggan menikmati proses perjuangan. Mungkin saja, orang-orang tipe ini tidak mendengarkan apa yang dikatakan Harry S. Truman, "Orang-orang yang berada di puncak adalah mereka yang telah melakukan pekerjaan mereka dengan segala yang mereka punya, dengan penuh semangat, antusiasme dan kerja keras".

Ingatlah bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa terwujud dalam semalam, tetapi bisa terwujud bila kita mau bertindak melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai. Tidak pernah ada yang mudah, namun segalanya akan terasa mudah jika kita tahu cara mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita hanya butuh merencanakan tujuan dengan jelas, berupaya keras, menikmati proses dan bersabar.



No comments:

Post a comment