Arti Tindakan Mengajak Karyawan Bercanda


Dalam dunia kerja, bagi seorang pemimpin sikap humoris sangat diperlukan tanpa harus mengesampingkan keseriusan. Hal ini dimaksud agar bagaimana berkomunikasi secara efektif dan menarik dengan para bawahannya. Mereka sering melontarkan lelucon, guyonan dan hal-hal yang membuat suasana menjadi cair dan ceria. Guyonan merupakan sisi manusiawi dari sifat manusia itu sendiri. Buktinya sebagian besar orang suka akan lelucon. Begitu pula dengan seorang pemimpin harus mampu membuat bawahannya merasa senang salah satunya lewat percandaan.




Sebaliknya, pemimpin yang tidak bisa melontarkan lelucon atau selalu serius pasti tindakannya selalu monoton. Pemimpin dengan tipe itu akan membuat bawahannya selalu diliputi ketegangan, kaku serta rasa takut. Perasaan seperti itu justru akan berpengaruh buruk terhadap kinerja karyawan. Mereka tidak bisa bekerja secara maksimal, karena selalu dihantui perasaan tegang. Mereka juga tidak bisa menunjukkan kreatifitas dan inovasi karena selalu diliputi ketakutan terhadap atasan. Pemimpin yang tidak bisa mengajak bercanda karyawannya menandakan bahwa hidupnya kurang berwarna. Sebab, humor merupakan sisi romantis yang bisa menghadirkan kebahagiaan.

Tertawa adalah salah satu indikator penting bagi seorang merasa bahagia. Tertawa termasuk bentuk energi positif di dalam tubuh sehingga mampu mengalirkan sesuatu menjadi positif. Orang yang tertawa akan mudah mengatasi masalah dibanding mereka yang selalu serius. Hal ini mengingat tertawa merupakan cara tubuh mengambil jarak terhadap masalah sekaligus sarana relaksasi untuk sementara waktu. Seseorang yang suka tertawa juga mudah menemukan kebahagiaan. Sebab, aliran energi positif tersebut bisa mengarahkan otak untuk berpikir secara positif.

Jadi, siapapun yang mudah tertawa, bukan hanya akan mudah mendapatkan kebahagiaan dan jauh dari kesedihan, tetapi juga dapat mengalirkan energi positif untuk bertindak. Orang yang suka tertawa mudah merasakan kebahagiaan. Dalam dunia kerja, tipe orang seperti ini akan mudah menemukan semangat kerja. Pemimpin yang hebat mampu memanfaatkan hal tersebut untuk mendongkrak motivasi kerja karyawannya. Pemimpin memiliki selera humoris akan dianggap berpikiran terbuka. Karyawan yang melihat pemimpinnya memiliki keterbukaan akan bekerja dengan antusias, kreatif dan inovatif.




Atas dasar itulah sebagai manajer perlu mengajukan lelucon atau mengajak karyawan bercanda. Buatlah karyawan tertawa lepas untuk membuka jalannya menuju kebahagiaan. Dalam hal ini, tertawa bersifat mudah menular. Siapapun yang tertawa akan mudah diikuti orang yang diajaknya berbicara. Tertawa akan mampu mengubah suasana tegang menjadi cair, rileks dan positif. Apabila mampu membuat karyawan tertawa, maka Anda sejatinya sedang menyebarkan kebahagiaan kepada mereka. Lelucon dari satu orang akan membuat semua orang yang mendengarnya tertawa bahagia.

Lelucon adalah cara mudah mengalirkan energi positif kepada orang lain. Mereka yang tertawa karena lelucon berarti menerima energi positif tersebut. Karena lelucon segala ketegangan akan hilang, strees mereda, dan kebuntuan cair seketika. Maka dari itu tertawa adalah obat paling sederhana untuk menyemangati karyawan saat bekerja. Tertawa merupakan sarana relaksasi otak sehingga menjadikan sesuatu menjadi lebih berwarna. Tertawa dapat menjadi cara efektif untuk menghadapi masalah. Dengan membuat orang lain tertawa, Anda sedang menyalurkan energi positif untuk berpikir dan bertindak.

Dari hal yang diulas diatas tentunya ini telah menunjukkan suatu keakraban antara atasan dan bawahan, bahkan dapat menciptakan suasana kerja lebih rileks tanpa rasa ketegangan sedikitpun bagi karyawan dalam bekerja.



No comments:

Post a comment