Rutinitas negatif keseharian yang sering dilakukan seseorang

Inspirasi dan Motivasi Hidup

Rutinitas yang negatif


Sebelumnya,.pernahkah anda mendengar seseorang yang mengeluhkan rutinitas kehidupannya? atau mungkin pernahkah anda sendiri mengalami dengan rutinitas anda sendiri tidak begitu menyenangkan? sehingga mencari posisi aman  agar tetap bertahan hidup adalah tabiat manusia. Karena itu, ia memetakan wilayah yang oleh para psikologi sering disebut "Zona aman dan tenang". Di wilayah inilah seseorang akan merasa aman. Wilayah ini terdiri dari tiga unsur utama  yakni : Tempat tinggal, pekerjaan, dan orang yang hidup bersamanya.





Seperti yang di katakan oleh Albert Einstein : "Seseorang merasa aman ketika mendapatkan tempat tinggal, pekerjaan dan orang-orang yang ia cintai hidup bersamanya". Ungkapan bijak lainnya yang pernah disampaikan oleh filsafat india kuno mengatakan, "Jika anda mendapatkan rumah sebagai tempat tinggal, anda adalah orang yang beruntung. Jika anda mendapatkan sesuatu yang bisa menopang hidup, Anda orang yang sangat cerdik. Jika anda mendapatkan orang-orang yang bisa hidup bersama dengan saling berbagi cinta, maka anda orang yang bahagia. Jika anda memiliki semua itu, berarti anda orang yang paling kaya di dunia ini."

Semua orang hidup dalam rutinitasnya masing-masing baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan pekerjaan tertentu lainnya. Ketika terjadi perubahan hidup, membuat kita merasa kehilangan rasa aman dan tidak tenang dalam hidup. Oleh karena itu, setiap orang berusaha keras untuk memiliki "zona aman" tersebut yang menjamin kelangsungan hidupnya. Namun zona aman yang demikian bisa berubah menjadi rutinitas negatif yang bisa jadi mengganggu kestabilan kejiwaan seseorang.

Rutinitas negatif yang di maksud adalah ketika melakukan hal yang sama dengan cara yang sama sepanjang waktu tanpa perubahan, Contoh : Bangun tidur, minum kopi, sarapan lalu berangkat ke tempat kerja. Aktifitas ini selalu dilakukan setiap hari oleh seseorang. Begitu pula setelah pulang dari kerja, ia melakukan hal yang sama. Begitulah ia berkutat dengan rutinitas tersebut hingga hidupnya terasa tidak bermakna.

Sesuatu yang paling membahagiakan adalah jika seseorang merasa berhasil, berkembang dan lebih maju. Kurang lebih dua puluh anak perusahan berdiri dengan megah di berbagai daerah di indonesia melakukan penelitian tentang kebutuhan konsumen. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak animo masyarakat agar berkenan singgah di perusahan marketing itu. Penelitian itu menghasilkan urutan kebutuhan manusia sebagai berikut : kelangsungan hidup, jaminan material, afiliasi, kebebasan, cinta, penghargaan, pencapaian, perubahan dan bermakna. Ternyata pencapaian berada pada urutan ke tujuh dari yang di butuhkan manusia. Pernyataan yang di lontarkan para ahli tentang penelitian itu : Tanpa pencapaian, seseorang tidak akan pernah merasa hidupnya bermakna. Hal itulah yang menyebabkan karyawan berhenti sehingga menimbulkan kerugian di pihak pengelola perusahan.




Secara psikologis, tidak adanya prestasi menyebabkan maraknya kasus bunuh diri, kriminal dan lain sebagainya di kalangan anak muda yang merasa frustasi dan menyepi diri. Karena tidak mendapatkan jalan ke luar dari persoalan yang dihadapi, akhirnya mereka bunuh diri dengan tidakan lainnya.
Orang yang hidup dalam rutinitas negatif akan kehilangan perhatian terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu di sekitarnya. Selain itu apapun perubahan yang terjadi, baginya terasa hambar, tak pelak ia menanggung kesedihan.

Dalam suatu kesempatan, seorang karyawan berjumpa dengan saya dan ia berkata, "Berkat karunia sang pencipta alam semesta ini membuat aku ini sukses baik secara finansial, pekerjaan, maupun keluarga. Tetapi aku tidak merasa bahagia. Aku ingin anda membantuku." Yang saya tanyakan pertama kali padanya bagaimana pola hidupnya. Ia menjawab, "Rutinitas yang menjemukkan. Sejak delapan tahun yang lalu, yang aku kerjakan selalu sama." Lalu saya bertanya  lagi, "Mengapa anda tidak melakukan perubahan positif agar membuat bahagia". Ia menjawab, "Sudah ku coba tapi aku takut gagal."

Inilah contoh sederhana dari rutinitas negatif yang tumbuh dari pikiran negatif. Bahwa seseorang akan merasa takut melakukan sesuatu karena kegagalan yang ia pikirkan dalam dirinya ke depan.

Baca artikel terkait lainnya tentang :

Mengubah Kenyataan Negatif adalah Persepsi yang Melahirkan Kenyataan
Pengaruh pikiran negatif menyebabkan konsentrasi ikut negatif
Pikiran Menumbuhkan Semangat Gairah Melakukan Sesuatu
Pikiran Mempengaruhi Intelektualitas seseorang
Kekuatan Pikiran ternyata lebih besar kecenderungan perbuatan Negatif






No comments:

Post a comment