Solusi Bila Berkonflik dengan Guru di Sekolah


Hallo Sobat,..! Masih ingatkan, minggu kemarin kita sudah membahas tentang Ragam tipe guru yang mempengaruhi terjadinya konflik di sekolah? Nah, kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang Solusinya yang dapat sobat terapkan bila berkonflik dengan guru. Namun sebelum membahas topik ini perlu penulis sampaikan bahwa dengan adanya solusi seperti yang akan di uraikan, bukan berarti sobat harus membuat masalah dengan guru di sekolah, lalu mencoba tips yang penulis bagikan ini pada sobat sekalian. Intinya dari hal yang penulis bagikan ini hanyalah sebuah tips yang dapat membantu buat sobat bila sedang menghadapi persoalan atau konflik dengan guru di sekolah.

Mungkin muncul pertanyaan semacam ini dari sobat sekalian,.! Apakah konflik antara guru dengan murid itu tidak ada solusi atau penyelesaiannya, selain harus melalui jalur hukum? Tentu saja tidak seperti itu sobat.! yang pasti semua persoalan ada solusinya atau penyelesaiannya. Banyak contoh kasus yang menunjukkan bahwa pihak-pihak yang berkonflik terutama dari pihak murid tidak mampu berpikir terbuka dalam mencari solusi. Mereka hanya melihat pada satu jalan solusi, yakni melapor kepada aparat penegak hukum. Padahal cara-cara tersebut seharusnya diambil sebagai jalan terakhir, asalkan semua jalan sudah tertutup dan menemui kebuntuan, barulah boleh melapor ke pihak kepolisian.
Fenomena demikian merupakan bukti riil orang-orang yang tidak bisa membuka mata dan pikirannya terhadap pilihan solusi lain yang jauh lebih baik.




Harus di ingat bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah bentuk apapun, lapor kepada pihak kepolisian bukanlah jalan yang terbaik. Kita seharusnya berpikir dan berusaha keras untuk menemukan solusi selain cara tersebut. Dengan kata lain, bila masalah masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mengapa harus menempuh jalur hukum?

Berikut ini sejumlah pilihan solusi dalam upaya menyelesaikan konflik di sekolah, baik antar guru dengan murid, sesama murid, maupun antar guru dengan rekan seprofesi.

1. Berpikir positif.

Orang yang tidak bisa berpikir positif selalu membuka mata terhadap kemungkinan pilihan jalan lain. Namun, bila sobat sudah menutup mata terhadap pilihan-pilihan yang ada, maka kehidupan sobat akan terasa sempit.
Dengan berpikir positif, sobat akan bisa bersikap netral dan mampu melihat permasalahan secara jernih. Mungkin saja masalah atau konflik itu disebabkan oleh kesalahan sobat sendiri. Pada hakikatnya, tak ada seorang guru yang ingin menyiksa muridnya sendiri, kecuali sang pendidik benar-benar mengalami gangguan kejiwaan. Maka, ketika sobat mendapat hukuman di kelas, pikirkan secara positif kesalahan sobat sehingga menyebabkan dihukum. Boleh jadi sobat melanggar aturan yang ada di sekolah, tidak mengerjakan tugas atau menyinggung perasaan guru. Bila sobat sadar bahwa konflik yang terjadi murni karena kesalahan sobat, maka sobat perlu meminta maaf dan bukan malah membalas dendam kepada guru sobat. Sikap ini tentu hanya bisa dilakukan oleh murid yang mampu berpikir positif.

2. Temui gurunya dan bicarakan secara baik-baik.

Solusi lain yang dapat sobat pilih adalah menemui gurunya dan bicarakan masalah secara baik-baik, seperti dijelaskan sebelumnya, cara ini tergolong solusi ampuh atau mujarab dalam setiap permasalahan yang terjadi. Syaratnya, pastikan saat berbicara kondisi emosi sobat dan guru sama-sama terkendali, stabil atau tenang.

3. Menghindari melibatkan pihak ketiga.

Pihak ketiga yang dimaksud disini adalah orangtua murid. Bila sobat berkonflik dengan guru di sekolah, sebisa mungkin menghindari melibatkan orangtua. Sebab, orangtua yang notabene tidak mengetahui kronologi kejadiaannya secara pasti akan mendendam dan menyalahkan guru. Entah yang salah guru atau sobat sendiri, persoalan bisa semakin rumit hingga berujung pada kasus pidana jika melibatkan pihak ketiga. Hanya saja bila sobat sudah menempuh solusi lain tetap gagal, sobat boleh melibatkan orangtua dengan catatan menyampaikan masalah secara jujur tanpa menambah ataupun mengurangi dari kasus yang terjadi.

4. Pindah sekolah.

Pilihan solusi yang paling akhir sebelum melapor ke pihak kepolisian adalah pindah sekolah. Solusi ini hanya boleh sobat lakukan ketika semua pilihan yang ada sudah dilakukan, tetapi tetap gagal atau tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Demikian yang dapat penulis berbagi pada sobat sekalian, tentang ragam pilihan solusi yang dapat sobat pilih dalam menyelesaikan konflik atau masalah dengan guru di sekolah. Semoga dapat dijadikan inspirasi bagi sobat sekalian yang masih menjenjangi bangku pendidikan sekolah ketika sedang berkonflik dengan guru ataupun tengah mengalami masalah rumit di sekolah.



No comments:

Post a comment