Rajin Adalah Karakter Orang Meraih Sukses ~ KIAT SUKSES


Rajin pangkal pandai, Hemat pangkal kaya. Itulah pepatah yang tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Rajin dengan mudah digunakan sebagai predikat pada orang yang dinilai rajin. Setiap orang dengan mudah dapat mendefinisikan kata rajin. Rajin secara umum dapat diartikan dengan suka bekerja. Orang yang rajin tidak menyukai berpangku tangan. Rajin juga bisa berarti konstinuitas melakukan sesuatu dengan rasa senang.

Seseorang mendapatkan predikat rajin dan malas disebabkan oleh beberapa hal. Seseorang mendapatkan predikat rajin oleh karena selalu mengerjakan tugas dan tak pernah membolos sekolah. Sebutan rajin juga bisa diberikan karena selalu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan tak pernah terlambat menyelesaikan pekerjaan. Sebutan rajin juga bisa diberikan pada orang yang suka membersihkan rumah dan memasak. Rajin bisa dengan mudah diucapkan dimana saja dan kapan saja.




Rajin juga bisa dihubungkan dengan kesuksesan. Orang rajin dekat dengan kesuksesan dan orang yang malas dekat dengan kegagalan. Tidak ada orang yang meraih kesuksesan hanya dengan berpangku tangan. Jika ingin sukses, rajin harus menjadi salah satu dari sekian banyak alternatif karakter dari orang sukses. Rajin bukan merupakan keturunan dan bukan pula sikap yang tidak dapat dibentuk. Orangtua yang ingin membiasakan anaknya rajin berangkat sekolah punya cara tersendiri untuk melatihnya. Orangtua juga mempunyai cara jitu agar anak mau mengerjakan tugas. Begitu pula dengan orang yang ingin sukses dalam hidupnya, harus bersikap rajin. Salah satu sifat yang mendukung karier, yakni rajin bekerja. Rajin bekerja mempunyai pengertian rasa suka mengerjakan kegiatan yang mendukung kariernya. Rasa suka yang muncul dalam bekerja, akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Seseorang yang mengalami kesulitan dalam bekerja, tetap semangat menghadapi jika pada dasarnya senang bekerja. Sebaliknya, orang yang malas bekerja tugas sedikit apapun akan menjadi beban bagi dirinya.

Sifat rajin merupakan syarat utama bagi seseorang yang bekerja ddan ingin meraih kesuksesan. Secara umum rajin kerap disandingkan dengan pelajar ataupun mahasiswa sehingga terdapat istilah "Rajin pangkal pandai". Siswa yang ingin mendapatkan nilai yang bagus maka ia harus rajin belajar, rajin berangkat sekolah dan rajin mengerjakan tugas. Sedangkan bagi mahasiswa, sifat rajin dapat memudahkan di dalam kuliahnya. Mahasiswa dan mahasiswi yang rajin cenderung lebih cepat menyelesaikan kuliah dibandingkan dengan mahasiswa dan mahasiswi yang pintar.

Namun, yang perlu di ingat jika sudah rajin di dalam belajar dan cepat lulus dari universitas, rajin belajar bukan berarti sukses dalam kehidupan dan karier. Mahasiswa yang lulus kuliah dan belum mempunyai pengalaman kerja, belum pernah merasakan persaingan di dalam dunia kerja. Di dalam dunia kerja, mereka baru mengalami persaingan hidup yang sesungguhnya. Mungkin saja ia merasa tidak siap memasuki dunia kerja meskipun sudah berbekal kemampuan. Oleh karena itu, ketika sudah memasuki dunia kerja bukan hanya sifat rajin yang harus diasah. Setiap orang harus mengasah sifat ulet, pantang menyerah tidak mudah putus asa. Kemampuan lain seperti spiritual dan emosional juga turut diasah. Diasah dimaksudkan untuk mempertajam sifat ulet, rajin, tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan.




Kembali ditegaskan, bagi seseorang yang sudah memasuki dunia kerja jika ingin sukses dengan kariernya, maka rajin belajar menjadi sesuatu yang sangat vital. Rajin belajar bukan dalam artian mengerjakan tugas ataupun membaca buku pelajaran. Rajin belajar dimaksudkan untuk rajin mempelajari hal-hal baru yang terkait bidang yang ditekuninya. Yang perlu di ingat, orang yang sukses dalam bidang tertentu tidak semuanya bermula dari kemampuan awalnya. Banyak orang yang sukses berawal dari menekuni hal yang bukan menjadi bidangnya, namun ia mau belajar dan bekerja dengan giat. Rajin mempelajari hal-hal yang terkait dengan bidang yang dijalani itulah kesuksesan bisa diraih.

Karyawan yang mempunyai semangat belajar yang tinggi, tidak malu bertanya kepada teman yang lebih tahu. Bahkan ia akan lebih disukai dari pada karyawan yang malas belajar. Rajin belajar dan bertanya dapat meningkatkan kemampuan teknis ataupun nonteknis karyawan. Membaca buku-buku di saat waktu luang jam istirahat dapat meningkatkan kemampuan teknis seseorang. Membaca buku tentu saja lebih bermanfaat daripada mengobrol dan membuka situs-situs yang tidak mendukung karier.

Sayangnya, banyak karyawan yang memikirkan gaji daripada memikirkan pengembangan dirinya. Tak jarang karyawan berpindah ke perusahan yang mau membayarnya lebih tinggi. Karyawan yang memikirkan gaji tidak akan sempat memikirkan untuk belajar. Sebaliknya, ada pula karyawan yang memulai dari nol di suatu perusahan. Ia banyak belajar, bertanya dan juga membaca buku. Karyawan tersebut memikirkan jangka panjang. Ia akan belajar banyak hal dan ingin mencapai posisi setinggi yang ia bisa. Orang yang dengan semangat belajar yang tinggi baru akan pindah ke perusahan lain jika ia merasa tidak ada lagi yang bisa dipelajari di tempatnya ia berada.

Dr. Ibrahim mengatakan bahwa aktualitas ilmu dan teknologi seorang sarjana yang baru menyelesaikan kuliahnya hanya bertahan tiga tahun. Lewat tiga tahun, ilmu dan teknologinya akan tertinggal. Sehingga jika ada karyawan sarjana, terlebih guru dan dosen jika tidak memiliki etos dan kebiasaan belajar atau membaca, dapat dibayangkan betapa jauh mereka ketinggalan dari perkembangan ilmu dan teknologi.

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sikap rajin belajar sangat penting bagi siapa saja yang ingin sukses. Coba saja amati orang-orang di sekitar Anda, dimana orang-orang sukses yang ada tersebut adalah orang yang rajin bekerja dan tidak ada waktu untuk mengobrol di depan rumah.


No comments:

Post a Comment