Ini Alasan Penyebab Seseorang Gagal Move On (Bangkit Bersemangat)


Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup, termasuk diri kita. Jika kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan luar biasa maka kita harus melakukan perubahan, bertransformasi dari kondisi kita hari ini menuju kondisi yang lebih baik. Hanya saja banyak orang yang menginginkan perubahan namun tak diikuti dengan tindakan nyata sehingga menjadikan mereka hanya sebagai penonton perubahan, bukan sebagai pelaku perubahan. Kenapa bisa begitu? Kenapa selalu gagal untuk bangkit? Berikut ini sejumlah alasan yang menyebabkan kenapa seseorang gagal untuk bersemangat.

1. Tidak ada keinginan kuat untuk benar-benar move on

Seperti apapun usaha yang kita lakukan untuk bersemangat, entah mengikuti seminar sukses, coaching dengan pakar atau psikolog, curhat dengan teman, meminta saran dari orangtua atau kakak, dan entah sebagus apapun saran serta masukan yang mereka katakan,kalau tidak ada keinginan kuat
dari dalam diri untuk benar-benar move on, maka itu semua hanya akan menjadi teori belaka; tidak akan masuk dalam hati kita., hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.




Alam bawah sadar kita, hati dan pikiran kita ternyata masih menyimpan memori kenangan masa lalu sehingga informasi-informasi baru yang kita dapatkan yang seharusnya mampu mengantarkan kita untuk bisa bangkit, semuanya tertolak bahkan sejak dari alam pikiran. Sebagai contoh, suatu ketika kita mengalami kegagalan dalam bisnis. Kita merasakan kondisi yang sangat menyedihkan, merasa jatuh, tak berdaya bahkan putus asa. Teman-teman, saudara, dan orang terdekat kita mencoba untuk memberi motivasi dan menyemangati kita untuk bangkit. Berbagai kata motivasi penyemangat, saran yang membangun bahkan buku-buku motivasi mereka berikan untuk kita. Meskipun begitu, jika dari dalam diri kitamasih berpikir bahwa saya gagal, pasti akan gagal, kalaupun mencoba pasti tidak akan sukses, pasti gagal lagi, saya tidak akan mampu, saya ditakdirkan gagal maka bisa dipastikan kita tidak akan pernah mampu bangkit dari kegagalan yang kita hadapi selama hidup.

2. Tidak ada komitmen dan usaha yang konsistenuntuk benar-benar bersemangat

Keinginan untuk bangkit dan berusaha dengan semangat adalah dua hal yang berbeda dimensi. Keinginan untuk bangkit berada pada dimensi mental, pikiran, konsep, teori, keyakinan, dan kemauan yang tidak terlihat oleh mata fisik. Sedangkan berusaha untuk bangkit ada pada dimensi realitas, taktis, strategis dan praktis yang bisa terlihat oleh mata fisik kita.

Berusaha bangkit ada pada dimensi dimana kita tidak hanya memikirkan dan meyakinkan diri untuk mendapatkan sesuatu, tetapi berusaha untuk memulai langkah-langkah nyata, langkah praktis dan riil dalam mewujudkan keinginan kitauntuk bisa bangkit dan mengejar cita hidup.
Seringkali keinginan dan kemauan dari dalam diri sudah sangat kuat, hanya saja ketika dibenturkan dengan kondisi kenyataan direalitas kehidupan terkadang kita menjadi pribadi yang lemah. Kesemangatan dan keinginan yang kuat ternyata masih bersarang sebatas dipikiran semata, belum terwujud dalam tindakan-tindakan kita dalam kenyataan. Ini menyebabkan apa yang kita inginkan dalam diri dan pikiran terkadang tidak bisa terwujud dalam kenyataan dan pada akhirnya kita kembali gagal untuk bangkit.

3 Tidak ada keikhlasan untuk bangkit bersemangat

Begitu banyak orang-orang luar biasa di sekeliling kita, dan ternyata mereka menjadi besar mampu bangkit dari kegagalan yang mereka alami serta tumbuh menjadi pribadi luar biasa bukan hanya karena dibesarkan oleh lingkungan dan dengan siapa mereka belajar. Orang-orang ini menjadi besar dan luar biasa karena telah mengizinkan dan mengikhlaskan diri untuk menjadi orang besar.  Dalam otak mereka di isi dengan mimpi-mimpi dan gagasan besar serta optimisme yang mereka bangun adalah optimisme yang besar pula sebanding dengan gagasan-gagasan besar yang mereka bawa. Mereka bersemangat bahkan bergairah dalam hidupnya, tak ada alasan untuk terpuruk dan bermalas-malasan.




4. Tidak tahu bahwa meraih kesuksesan bukan jalan yang mudah

Terkadang sebagian dari kita tidak melihat kesuksesan dan keberhasilan seseorang hanya pada hasil akhir saja. Misal kita menilai bahwa Mario Teguh yang kita lihat hari ini sangat sukses, berlimpah kekayaan, dibayar mahal ketika mengisi acara, terkenal dan seolah hidupnya sempurna. Pernahkah kita berpikir kira-kira seperti apa kondisi seorang Mario Teguh 10 atau 20 tahun yang lalu? Apakah sudah sukses seperti sekarang? Apakah memang dari dulu seorang Mario Teguh memiliki bayaran yang mahal dan terkenal? Saya yakin kita akan menjawab dengan jawaban yang sama.  Mario Teguh 10 atau 20 tahun silam seperti Mario Teguh yang hari ini. Mario Teguh beberapa tahun silam tengah berjuang menghadapi setiap tantangan dan kegagalan yang hadir menerpa kehidupannya. Jatuh berkali-kali namun ia juga bangkit berkali-kali pula. Ia mampu menghadapi setiap tantangan hidup dan menyadari bahwa untuk mencapai sukses butuh pengorbanan, butuh perjuangan, butuh tangis dan airmata, butuh kesedihan dan duka. Mario Teguh berhasil melewati itu semua hingga akhirnya kita bisa melihat buah dari segala proses panjang yang ia lalui saat itu. Dan itulah Mario Teguh yang kita lihat hari ini, ia sukses, kaya, terkenal, dan berlimpah kebahagiaan. Itu semua akumulasi dari perjuangan panjang bangkit dari masalah satu menuju masalah lain, dari pengorbanan satu menuju pengorbanan berikutnya.

Sukses butuh proses panjang dan kita harus tahu itu. Jangan pernah berhenti berjuang selama apa yang kita impikan belum kita genggam. Teruslah berjuang, teruslah bangkit mempertahankan optimisme dan menjemput kesuksesan. Kaidahnya adalah perubahan hanya akan terwujud dan seseorang hanya akan bisa bersemangat dengan tindakan nyata dan perjuangan. Tinggal kita memilih mau menjadi penonton ataukah bangkit dan melakukan perubahan menuju hidup yang baru. Karena akan seperti apa diri kita dimasa mendatang, kita sendirilah yang menentukan.



No comments:

Post a comment