Terjerat Rasa Takut ~ Menjadi Pribadi yang tangguh



Walaupun rasa takut itu manusiawi yang dialami semua orang, namun tak mudah bagi Anda untuk mengakui secara jujur bahwa Anda memang takut. Bukankah Anda cenderung membandingkan rasa takut Anda dengan rasa takut orang lain? Walaupun itu adalah sesuatu yang wajar terjadi untuk mengukur kelebihan atau kekurangan Anda, namun tidaklah banyak manfaatnya. Selain membandingkan rasa takut Anda dengan orang lain, bukankah Anda juga cenderung membandingkan rasa takut Anda dengan keberanian orang lain. Bukankah Anda sering merasa heran, mengapa Anda merasa takut sedangkan orang lain begitu berani? Atau malah sebaliknya, mengapa orang lain merasa takut pada suatu hal, padahal Anda berani?

Secara individu diri Anda berbeda dengan orang lain. Latar belakang kehidupan Anda berbeda, pendidikan dan kultur lingkungan Anda berbeda, kepribadian yang Anda miliki juga berbeda. Maka ketakutan dan keberanian Anda pasti berbeda pula dengan orang lain. Apa yang Anda takuti belum tentu ditakuti orang lain. Begitu pula sebaliknya. Ini konsekuensi dari perbedaan Anda sebagai individu.
Justru karena Anda merasa takut dikatakan paranoid oleh orang lain, maka Anda sering berpura-pura berani. Anda ingin dihargai sebagai pribadi yang tangguh dan tak mengenal rasa takut. Anda ingin dikagumi oleh orang lain. Mungkin saja Anda telah berusaha keras untuk mengurung rasa takut Anda sedemikian rupa agar Anda tidak tampak dari luar. Dengan memenjarakan rasa takut yang ada dalam diri Anda, maka Anda terhindar dari terlihat orang yang lemah dan memalukan dari kacamata orang lain. Yang nampak pada diri Anda adalah kelebihan Anda, bukan ketakutan Anda. Dan Anda merasa bangga.



Dengan melakukan ini sebenarnya Anda telah berbuat tidak jujur pada diri sendiri dan pada orang lain. Dalam berbagai situasi, Anda lebih memilih untuk berdiam diri dan tak melakukan apa-apa. Anda merasa terlalu khawatir  atau terlalu takut jangan-jangan kelemahan Anda sembunyikan selama ini diketahui oleh orang lain. Dalam kadar tertentu, aksi Anda untuk menyembunyikan rasa takut ini dapat menyebabkan Anda berhenti berusaha.

perubahan situasi yang memaksa Anda harus keluar dari zona aman, pada saat Anda tidak berani menghadapinya, justru akan membuat Anda terjerat pada ikatan rasa takut yang panjang ibarat infeksi, maka ketakutan itu akan menjalar dalam setiap aspek kehidupan Anda. Anda akan benar-benar menjadi seorang penakut yang tak berani hadapi resiko sekecil apapun. Akibatnya, Anda akan menyikapi rasa takut itu dengan cara yang berlebihan, dan mengecilkan keberdayaan yang Anda miliki. Itu berarti Anda akan selalu berusaha mencari situasi aman bagi diri Anda untuk tidak berbuat apa-apa. Sebetulnya ada beberapa bentuk ketakutan yang biasanya hinggap pada diri kita. Di kesempatan ini akan di bahas salah satu diantaranya, yakni takut terhadap kegagalan. Kegagalan itu memang sangat pahit bila Anda pernah merasakannya bukan? Namun kegagalan sepahit apapun sebaiknya jangan dibuang atau dilupakan begitu saja, karena kegagalan itu dapat berdampak negatif, namun dapat pula berdampak positif, tergantung bagaimana Anda menyikapinya.

Sangat wajar bila Anda takut bila kegagalan itu akan terulang lagi, karena Anda telah dapat mengukur kekuatan dan kelemahan diri Anda dalam menghadapi situasi itu. Kegagalan yang penah Anda alami sering mengganggu kepercayaan diri Anda dalam berhadapan dengan sesuatu. Misalnya saja seorang yang terjatuh saat memanjat di ketinggian akan menolak bila Anda mengajaknya untuk naik ketinggian lagi. Sebenarnya kegagalan pun memiliki segi positif, yakni akan melindungi Anda agar tidak mengalami luka atau kegagalan yang sama pada situasi yang hampir sama, namun pada kesempatan yang berbeda. Yang mempengaruhi rasa takut Anda pada kegagalan masa lalu tidak hanya terbatas pada kegagalan yang Anda alami saja, melainkan juga dapat berupa kegagalan yang dialami oleh orang lain. Suka atau tidak suka, diakui atau tidak, sebenarnya Anda sering membandingkan diri Anda dengan orang lain dalam berbagai aspek, baik itu ketakutannya, keberaniannya, kegagalannya ataupun keberhasilannya.

Mungkin benar bahwa kegagalan yang dialami orang lain akan membuat Anda terhibur dan dapat meyakinkan bahwa bukan Anda saja yang pernah mengalami kegagalan. Hal ini dapat meyakinkan Anda bahwa tidak pernah ada satupun kesuksesan yang tidak diiringi dengan kegagalan. Kesuksesan bukanlah berarti tidak pernah gagal, melainkan kembali bangkit untuk mengatasi sebab- sebab kegagalan terdahulu. Disamping itu mungkin juga benar bahwa kegagalan orang lain dapat membuat Anda lebih percaya diri, bila bobot permasalahan yang mengakibatkan kegagalan pada orang lain itu tidak seberat yang Anda hadapi. Namun jangan lupa, Anda berbeda dengan orang lain. Apa-apa yang gagal dilakukan orang lain belum tentu gagal bila Anda yang melakukannya, dan apa yang gagal Anda lakukan belum tentu gagal bila dilakukan orang lain.




Kegagalan memang akan membuat Anda tertekan secara psikologis. Akan tetapi, kegagalan itu justru mendorong Anda untuk melihat kekalahan sebagai pertanda kelemahan Anda. Tanpa adanya kegagalan, Anda tidak dapat mengukur kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri Anda, termasuk tidak dapat mengevaluasi secara cermat pendekatan, strategi, teknik, dan metode yang telah Anda gunakan sebelumnya. Tanpa merasakan kegagalan, Anda akan menjadi orang yang punya sifat takabur dan kurang waspada dalam segala hal. Padahal dengan menyadari sepenuhnya kelemahan dan keterbatasan Anda, maka Anda akan dapat mengantisipasi setiap situasi yang menantang untuk Anda hadapi, dan mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi kekecewaan yang mungkin terjadi pada setiap kegagalan yang akan Anda alami.

Takut untuk berbuat sesuatu karena dibayang-bayangi oleh perasaan gagal dapat melemahkan keberanian Anda, dan cenderung akan memenjarakan Anda di zona aman untuk tidak berbuat apa-apa. Anda sebaiknya memandang kegagalan yang Anda alami justru sebagai "instansi" yang memberikan banyak informasi tentang keterbatasan dan kelemahan Anda, sebagai faktor penyebab terjadinya kegagalan. Mungkin ada yang salah atau yang kurang tepat yang Anda lakukan dalam menghadapi situasi tertentu, yang mengakibatkan Anda gagal. Anda bisa menemukan kelemahan strategi Anda justru ketika Anda gagal. Dengan mengetahui lebih banyak tentang kelemahan dan kelebihan Anda, maka Anda akan semakin kuat dan tabah.

Ketabahan dalam menerima kegagalan akan meningkatkan kemampuan Anda dan membuat Anda lebih kuat. Ketabahan inilah yang akan membuat Anda tidak mudah patah semangat, putus asa atau kecil hati. Anda tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari masa lalu. Takut gagal dalam sebuah situasi yang memaksa Anda mengambil keputusan, merupakan sebuah pilihan untuk kembali ke masa lalu pada saat Anda berada di masa kini. Ini bukanlah sikap yang progresif yang akan mengantarkan Anda pada suatu kemajuan dan perkembangan. Ini sikap pesimis yang memaksa Anda stagnan di zona aman.

Bukan berarti kegagalan masa lalu harus dilupakan begitu saja atau dianggap sebagai suatu trauma yang menakutkan. Namun, Anda tidak perlu terikat kuat dengan kegagalan masa lalu yang membuat semangat meredup dan terus-menerus menimbulkan rasa tak nyaman setiap kali Anda memikirkannya. Kegagalan yang menyakitkan itu menular cepat seperti sel kanker yang semakin membesar dan memperdaya pikiran Anda, meracuni otak Anda untuk menyebar anggapan bahwa Anda akan menghadapi situasi yang sama dan menghasilkan kegagalan yang sama pula.



1 comment:

  1. Just wish to say your article is as astounding.
    The clarity in your post is just nice and i could assume you are
    an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your feed to keep up
    to date with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the gratifying work.

    ReplyDelete