Kisah Seorang Pekerja perawat Taman/kebun yang di Pecat

Inspirasi Dan Motivasi

Kisah Seorang Pekerja perawat Taman/kebun yang di Pecat Sang Direktur


Alkisah sebuah perusahan yang terbilang bonafit memiliki luas area 3 hektar dan mempekerjakan ratusan karyawan ini, sangat identik dengan budaya kebersihan dan kerapihan di lingkungan kerjanya. Hal ini terbiasa dilakukan para semua karyawan dikarenakan sang Direktur selaku pemimpin perusahan adalah ciri khas pemimpin yang sangat menyukai keindahan Asri yang di tularkan pada semua karyawannya. Suatu ketika tepat di hari ulang tahun perusahan yang ke sepuluh sang direktur mengundang para koleganya hadir di acara yang dilaksanakan di area perusahan itu, dan ia mendapat kritikan dari para kolega/relasinya atas lingkungan kerjanya (Kantor) yang bersih & rapih namun pekarangan taman/kebun di sekitar kantor tidak terawat baik di tumbuhi rerumputan dan tanaman-tanaman yang kurang sedap di pandang mata.




Dari hal kritikan inilah sang direktur mulai menyadari bahwa selama ini yang ia awasi hanyalah interior perusahan yang di kelolahnya. Sehingga ia pun tergerak hati untuk mulai mengawasi eksperior di lingkungan perusahannya. Ke esokan harinya Sang direktur langsung memerintahkan pada bagian Human Resource Departement (HRD) untuk merekrut karyawan baru sebagai pekerja perawat taman sekitar perusahan. Alhasil Pak Mamat menjadi karyawan yang dipilih hasil rekrut HRD sebagai perawat taman di perusahan tersebut. Bapak yang hanya mengecapi latar pendidikan sampai bangku SMP, sangat menyukai pekerjaan itu dan sangat giat bekerja untuk penghidupan kebutuhan keluarganya sehari-hari. Setiap hari pukul enam pagi Pak Mamat rajin menyapu, menyiram bunga di taman dan menanam berbagai jenis tanaman yang kelak sedap di pandang mata. Beberapa bulan kemudian Sang direktur datang lebih dini hari untuk mengontrol area sekitar perusahannya dan ia terkagum-kagum seperti bermimpi melihat depan kantornya terlihat asri yang di tanami bunga-bunga taman harum mewangi. Pak Mamat pekerja taman yang saat itu lagi menyiram bunga di seputaran taman melihat sang Bos di tempat itu langsung menghampiri dan menyapanya selamat pagi hingga sang Bos acuh karena terbuai dengan keindahan taman yang di kerjakan Pak Mamat beberapa bulan itu.

Hari terus berlalu banyak perubahan terlihat di sekitar area kantor di lakukan Pak Mamat terhadap taman yang di rawatnya, sehingga banyak menarik perhatian para karyawan maupun kolega/relasi perusahan yang berfoto-foto mengabadikan ke indahan taman yang terawat baik dan asri. Sang direktur yang melihat kejadian itu sangat senang dan bangga dengan hasil kerja Pak Mamat.
Dua tahun berlalu sudah, dan sang direktur menerima surat yang berisi penawaran jasa pengelolah taman/kebun dari vendor dengan berbagai promo menarik mulai pekerja gratis tanpa di gaji selama tiga bulan hingga peralatan canggih untuk perawatan tanaman serta pupuk & jenis tanaman gratis.
Hal ini membuat sang direktur berbalik pikiran hingga memecat Pak Mamat dari pekerjaannya sebagai perawat taman dengan alasan perampingan karyawan.




Setelah pemecatan Pak Mamat sebagai perawat taman, vendor yang baru saja diterima untuk mengolah taman/kebun perusahan itu mulai menunjukan kinerjanya. Kurang lebih enam bulan taman yang sebelumnya terawat asri kini berubah di tumbuhi rumput ilalang dan sebagian bunga-bunga yang harum mewangi banyak yang mati. Kejadian ini mendapat laporan ke sang direktur hingga vendor tersebut di putus kontrak kerjanya dan di ganti dengan vendor yang baru. Alhasil semua tanaman yang sebelumnya mekar mewangi kini menjadi layu dan mati. Bahkan para kolega/relasi perusahan yang sering datang ke kantor itu untuk berfoto-foto di taman tak lagi berkesan.

Sang direktur terlihat sangat menyesali atas kejadian itu, lalu ia memerintahkan bagian HRD untuk memanggil kembali Pak Mamat bekerja sebagai perawat taman/kebun di perusahan itu. Dengan bantuan para karyawan yang mengetahui tempat tinggal Pak Mamat hingga bujukan para karyawan yang sangat akrab dengan Pak Mamat sehingga Pak Mamat memutuskan untuk kembali bekerja sebagai perawat taman di perusahan itu.
Alhasil taman/kebun yang di kelolah kembali oleh Pak Mamat kini menjadi Asri seperti dulu. Melihat kejadian itu Sang direktur iba atas kerja keras Pak Mamat yang terbilang rajin dan giat merawat taman di seputar kantor. Sehingga Pak Mamat di beri upah dua kali lipat dari sebelumnya oleh sang direktur karena telah menunjukan hasil yang maksimal untuk perusahan.

Setahun setelah kembalinya Pak Mamat bekerja di perusahan itu, Sang direktur menerima telepon penawaran pengelolah jasa taman/kebun dengan promo serta garansi yang jauh lebih menarik dari sebelumnya, namun semuanya di tolak oleh sang direktur. Dan ternyata yang menelpon pada Sang direktur adalah Pak Mamat yang sedang mengevaluasi hasil kerjanya terhadap penilaian sang Bos.

Dari kisah ini mengajarkan kita untuk berpikir akan setiap pekerjaan yang kita hasilkan. Apakah sudah maksimal atau tidak. Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Dan kalau kerja sekedar kerja kera juga bekerja. Namun terkadang orang yang melihat dengan nyata hasil kerja seseorang, membuat orang itu menjadi buta akan hasil kerja maksimal yang di hasilkan orang lain seperti halnya kisah Pak Mamat sebagai pekerja perawat taman.



No comments:

Post a comment