Seorang pemuda berusia belasan tahun tertangkap oleh polisi setelah seminggu menjadi buron terkait kasus pembunuhan sesama rekannya di sebuah rumah kost-kostsan. Kasus pembunuhan terjadi dipicu hal sepele, yang mana korban salah memakai sandal saat di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung. Seperti biasa para pemuda-pemuda masih sekolahan ini mengisi libur sekolah dimasa pandemi covid-19 dengan berkumpul di rumah kost salah satu rekan mereka yang tak lain dan tak bukan pesta miras "Happy party" istilah gaul anak muda jaman sekarang.

Kronologi berawal dari salah satu diantara mereka mulai patungan menaruh uang dua puluh ribuan di atas meja, kemudian di ikuti rekan-rekan lainnya hingga terkumpul uang hampir lima ratus ribuan. Hari itu cuaca lagi hujan dan jalanan pun becek, korban di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung yang berada di ujung jalan sebuah kampung. Korban ditemani dua orang rekannya untuk pergi membeli miras di warung itu. Tanpa memperhatikan sandal miliknya, korban dengan buru-buru mengambil sandal milik pelaku dan langsung bergegas jalan kaki bersama dua rekannya.

Setiba di warung korban tersadar dan melihat kalau sandal yang digunakannya bukan miliknya. Namun bagi dia itu biasa saja. Namanya juga teman, pasti salah memakai sandal hanya untuk sebentar saja dipikir tidak masalah. Sesudah membeli beberapa botol minuman keras, korban dan kedua rekannya kembali ke kost-kostsan tempat mereka kumpul. Setiba di kost-kotsan pelaku marah dan tidak terima sandalnya penuh becekan tanah. Suasana sempat memanas ketika itu antara korban dan pelaku, namun diredahkan oleh rekan-rekan lainnya. Acara pesta miras pun di mulai. Seorang rekan mulai menuangkan minuman ke dalam ceret plastik bening dan mulai menggilir secangkir demi secangkir ke semua pemuda yang hadir disitu.

Semakin menikmati miras, beberapa pemuda terlihat mulai bertingkah yang aneh-aneh. Pikiran dan mulut mulai tak bisa terkendalikan hingga masalah sandal yang terlupakan tadi menjadi perdebatan kembali. Korban dan pelaku yang saat itu sudah sama-sama dipengaruhi miras beradu mulut dan semakin menunjukan kejantanannya masing-masing. Pelaku yang sangat marah besar tiba-tiba menendang meja hingga minuman keras diatas meja tumpah ke lantai. Korban saat itu yang lagi duduk di lantai terhempas pecahan botol kaca dan menimbulkan emosinya naik tinggi lalu melempari pelaku dengan meja plastik. Pertengkaran pun terjadi saat itu. Rekan-rekan lainnya yang sudah teler sempoyongan tak lagi bisa melerai adu jotos korban dan pelaku.

Karna korban bertubuh lebih besar dari pelaku, sehingga korban dengan mudah membanting pelaku di lantai. Tanpa di kira oleh korban, pelaku yang terjatuh dilantai lansung menggenggam pecahan kepala botol yang ada disekitarnya dan menancapkan ke leher korban hingga korban terjatuh berlumur darah. Tak hanya itu saja, dengan ganasnya yang sudah dirasuki nafsu setan pelaku menancapkan lagi yang keduakalinya kebagian lambung korban hingga korban kehilangan nyawa.

Para pemuda yang lain yang tadinya teler, semuanya tersadar dan lari ketakutan melihat rekannya bersimpah darah bercucuran dilantai. Setelah kejadian pembunuhan itu, korban pun lari menghilang hingga ditangkap polisi seminggu kemudian.

Nah, Sobat pembaca...! Kisah diatas memberi pembelajaran bagi kita, bahwa masalah kecil jangan disepelekan. Sebab munculnya masalah besar bisa berawal dari hal yang kecil. Terkadang sebagai manusia biasa, kita sulit mengendalikan kemarahan. Tapi bukan berarti kemarahan tak dapat dibendung. Belajarlah untuk tidak marah, karena akan ada penyesalan dibalik kemarahan Anda. Jangan hidupkan api amarah didalam diri jika Anda tak sanggup memadamkannya. Karena  jika api itu menjalar, Dia akan menghanguskan apa saja yang ada dihadapannya. Ingat sobat...! Kemarahan yang dimulai dengan kegilaan, akan berakhir dengan penyesalan yang memalukan. Maka dari itu cobalah untuk merenung.

Semoga bermanfaat...



Di suatu perkampungan kecil hidup seorang janda muda beranak satu. Dulunya wanita ini menjadi rebutan para lelaki di kampung tersebut karena parasnya yang cantik dan menggoda. Kulitnya kuning langsat, hidung mancung dan berambut hitam lurus. Di usianya 20 tahun, Ia sangat rajin membantu orang tuanya berdagang di pasar, hingga Ia berkenalan dengan seorang pemuda yang tidak begitu tampan, yatim piatu namun pemuda ini memiliki akhlak yang sangat baik dan rajin ibadah. Ia juga bekerja sebagai seorang pedagang sayur mayur berkeliling kampung.

Kisah asmara kedua insan tersebut berjalan kurang lebih 8 bulan dan di restui orang tua wanita, sampai akhirnya keduanya menikah. Dua tahun menjalani hidup berumah tangga keduanya masih tinggal bersama kedua orangtua wanita. Walau hidup sederhana di rumah orang tua, mereka berdua saling mencintai dan memahami segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hasil kerja keras berdagang sayuran dari suami meskipun mendapat untung sedikit, ditabungnya untuk niat memiliki rumah sendiri. Alhasil mereka kini memiliki rumah sendiri walau berdinding bambu beralaskan tanah tapi mereka merasa bahagia.

Kebiasaan suami selesai sholat subuh, ia mempersiapkan dagangan untuk berkeliling kampung. Begitu juga istrinya telah mempersiapkan sarapan pagi untuk suami dan bersiap membantu orangtuanya berdagang di pasar. Hari demi hari terus berjalan hingga akhirnya mereka dikaruniahi seorang anak putra. Oleh karena harus mengurus anaknya, sehingga wanita ini tidak lagi bekerja membantu orang tuanya berdagang di pasar.

Kehadiran anak pertama ini, dirasakan menjadi pemicu bahagia bagi suami untuk lebih bekerja penuh semangat. Tak pantang menyerah walau hujan dan udara dingin pagi hari menyelimuti kampung, Ia bergegas memikul dagangannya berkeliling kampung berjualan. Meninggalkan istri dan buah hatinya dirumah terasa berat untuk melangkah, tapi demi membahagiakan keduanya ia pun ikhlas berharap ridho Allah selalu menyertai.

Kira-kira pukul sepuluh pagi itu, tak biasanya dagangannya belum habis terjual sehingga Ia pun harus terus berkeliling kampung menjual sayur mayur melewati persimpangan jalan dan lorong hingga tiba di sebuah kompleks perumahan. Di tempat itu ada seorang ibu yang memborong dagangannya sampai habis. Tengadah kelangit berucap syukur selalu tak lupa dilakukannya selesai berdagang.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, berharap membawa rejeki kebahagiaan buat istri dan anaknya, karena dagangan habis terjual, namun di tengah perjalanan nampak kendaraan roda empat lepas kendali meluncur dengan cepat dan menabraknya hingga meninggal dunia. Kabar berita itu pun sampai pada istrinya di rumah. Rasa bahagia karena kehadiran anak bayi yang pertama kini berubah menjadi tangis duka setelah ditinggal suami selama-lamanya.

Sejak ditinggal suami tercinta, hidupnya terasa hampa. Tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi imam saat sholat subuh berjamaah, tak ada lagi sarapan pagi untuk di siapkan,. Semuanya kini tinggal kenangan yang membawa luka di hati. Tangis airmata terus bercucur di pipi nan halus, bola mata yang indah mulai membengkak. Seolah ini hanyalah mimpi dan bukan kenyataan.

Hari terus berganti,. hati yang terluka kini harus move on menatap masa depan yang lebih cerah. Upaya menghidupi buah hati harus dijalani dan tidak berharap iba dari orang lain. Menyambung hidup dirinya dan anak pemberian Allah dari Almarhum suami, Ia harus menjadi wanita yang kuat menjalani hidup. Uang sisa tabungan suami di olahnya dengan melanjutkan usaha berdagang sayur mayur keliling. Kehidupannya menjadi buah bibir para warga kampung, namun tak di hiraukannya. Para Duda, perjaka bahkan Aki-aki pun banyak yang mendekat untuk antri meminangnya. Tapi semuanya ditolak...

Nah,..sobat pembaca..! Dari kisah ini, kita dapat mengambil pembelajaran yang berharga. Yang pertama bahwa kematian akan selalu mendekat, tak pandang muda ataupun tua, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit. Segalanya akan kembali kepada-Nya. Nikmat kebahagian dunia tidak seberapa dibanding nikmat kebahagian akhirat. Oleh karena itu persiapkan diri dari sekarang untuk tabungan akhirat nanti. Yang kedua, mengajarkan kita agar jangan berlarut dalam kesedihan. Baik itu musibah, kegagalan, kematian dan lain sebagainya. Karena hal itu sangat di benci oleh Allah. Jadikan itu sebagai batu loncatan buat kita untuk bangkit dan bersemangat.

Semoga bermanfaat....



Anda mungkin pernah mengalami hal sulit dalam hidup saat mencari kerja. Banyak hal yang di anggap biasa saja, namun Anda tak menyadari kalau hal biasa, justru meruntuhkan ekonomi finansial Anda sedikit demi sedikit. Mungkin hal sepele bagi Anda yang terlahir dari sebuah keluarga berekonomi diatas rata-rata.  Tapi sebagian orang sangat menderita akan hal demikian. Coba Anda bayangkan, atau flashback... sudah berapa banyak instansi atau perusahan Anda melamar pekerjaan dengan berharap dapat diterima menjadi karyawan di instansi atau perusahan itu? Tapi nyatanya, Anda  tidak diterima atau bahkan sampai saat ini masih di gantung harapan Anda tanpa konfirmasi balik alias hanya terdiam membisu. Lalu, coba Anda hitung berapa banyak biaya yang Anda keluarkan saat menyiapkan berkas-berkas lamaran,. Mulai dari Biaya beli kertas lamaran, Amplop, foto copy, Legalisir, siapkan pas foto, transportasi, nasi dan air minum. Belum juga waktu yang tersita hanya membuat Anda sia-sia melangkah.

Sekilas Amplop coklat berisi berkas lamaran tampak sederhana. Namun siapa sangka, dibalik itu ada orang yang sampai rela meminjam uang untuk mengurusnya, ada orang yang sampai rela meninggalkan anak dan istrinya di rumah, bahkan ada orang yang sampai rela berjemur di bawah terik. Dan tidak menutup kemungkinan ada perempuan-perempuan yang harus terpaksa memangkas uang susu untuk anaknya, terpaksa menitipkan anaknya pada tetangga hendak pergi dengan semangat lalu pulang dengan harap. Ada waktu, materi dan tenaga yang berjibaku. 

Apa Anda pura-pura tidak tahu? 
Biaya transportasi?
Biaya Fotocopy?
Biaya Legalisasi?
Nasi dan air minum?
Itu semua berbiaya...

Jika lamaran kerja tak diterima,. Maka berilah penghargaan kepada mereka dengan memberikan informasi balik. Bukankah dibalik surat lamaran dan amplop itu sudah tertulis nomor handphone aktif? Syukur-syukur bila dikembalikan agar dapat digunakan untuk keperluan melamar ditempat lain. Bahkan lebih bersyukur jika memberi doa dan semangat pada mereka untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Jgn remehkan hal sederhana,. Karena di balik hal itu ada banyak orang menaruh harapan".
"Jika Anda berada di puncak gunung yang tinggi, pandangilah sekelilingnya. Sebab disitulah Anda akan merasa betapa indahnya alam ini atas anugerah dari-Nya.

Semoga bermanfaat,...



Sunaryo adalah seorang karyawan di sebuah pabrik tekstil dengan posisi sebagai security. Meskipun berlatar belakang sarjana (S1), Ia tidak merasa malu dan sangat menikmati pekerjaan itu dengan rasa senang dan lapang dada,. Apalagi Ia sebagai seorang kepala keluarga yang harus menghidupi istri dan dua orang anak putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Mengemban tugas sebagai seorang security, bukanlah hal mudah bagi semua orang untuk menjalankannya secara totalitas dan rasa tanggungjawab, seperti yang dilakukan Sunaryo. Bekerja shift bukanlah halangan bagi dirinya dalam keadilan membagi waktu untuk keluarga di rumah dan tugas pekerjaan sebagai security. Meski diterpah hujan deras dan panas gerah tak sedikitpun menyurutkan langkah dan niatnya untuk datang mengemban tugas pekerjaannya demi penghidupan keluarga tercinta. Tepat waktu, cekatan, teliti, loyal, disiplin, tegas dan berintegritas sudah melekat dalam dirinya.

Hal itulah yang membuat semua karyawan pabrik sangat mengenal dekat sosok pribadi Sunaryo, bahkan ketegasannya dalam menjalankan tugas dan membuat keputusan sering dianggap kontroversi. Layak baginya jika mendapat apreseasi positif oleh sebagian karyawan pabrik. Banyak karyawan yang memujinya dan banyak pula yang membencinya. Tak heran jika Sunaryo beberapa kali harus berurusan dengan kepala personalia - HRD (Human Resource Departement) sehubungan dengan pelaporan karyawan atas tindakan yang dilakukannya di lapangan.

Suatu ketika dalam apel pagi, Sunaryo diberikan tugas oleh atasannya untuk menjaga portal pintu masuk keluar kendaraan di area pabrik. Tentu sebagai seorang bawahan Sunaryo siap menerima tugas dari atasannya. Seperti biasa, setiap security yang menjalankan tugas di area yang baru, harus mengetahui standar operasinal prosedur yang ada serta instruksi kerja yang berlaku. Berlatar pendidikan sarjana (S1), sangat mudah baginya memahami aturan yang berlaku saat itu dilingkungan pabrik.

Hari demi hari terus berlalu, perubahan kondisi terjadi di area pabrik sejak Sunaryo bertugas menjaga akses pintu masuk keluar kendaraan. Banyak kendaraan tidak diperbolehkannya masuk ataupun keluar, bahkan kendaraan milik pabrik yang hendak mengantar barang ke jaringan pun di cegat balik olehnya karena tidak dilengkapi dokumen pendukung sesuai prosedur yang berlaku. Hal itu dilakukan Sunaryo bukan semata kehendak egonya, namun karena menjalani tugas sesuai standar prosedur dilingkungan pabrik tersebut.

Kejadian itu akhirnya membuat Sunaryo harus berurusan dengan beberapa kepala divisi pabrik sampai ke HRD atas tindakannya. Namun dalam kasus kali ini, Sunaryo harus menelan pil pahit karena dianggap merugikan bagi perusahan tempat ia bekerja mencari nafkah penghidupan keluarga yang berujung pemecatan.

Nah,. sobat pembaca,..! Kisah tadi memberi pelajaran bagi kita semua bahwa hidup ini penuh dengan liku-liku,. Terkadang orang melakukan hal yang benar dianggap salah, dan orang melakukan hal yang salah dianggap benar. Dunia memang penuh tipu daya,. Hanya Allah yang Maha Mengetahui hal yang benar. Kita hidup melewati proses, dan dari proses itulah kita akan menemukan serta memahami jalan kiri dan jalan kanan. Hanya saja tergantung atas diri kita masing-masing dalam menentukan pilihan itu.

Semoga bermanfaat,...



Seorang Profesor sedang melakukan eksperimen di depan mahasiswanya.
Seekor tikus jantan di masukkan ke sebuah kotak persegi. 
Di dalam kotak persegi tersebut sudah ada tikus betina dan sepotong roti.
Ternyata tikus jantan berlari ke roti dan memakannya roti itu tanpa menghiraukan tikus betina.

Hari ke dua...
Tikus jantan itu di masukkan lagi ke kotak persegi.., Kali ini roti di ganti dengan ikan goreng.
Namun, Tikus jantan berlari ke ikan goreng.

Hari ke tiga...
Tikus itu di masukkan lagi ke kotak persegi...
Kali ini profesor mengganti ikan goreng dengan kacang...
Ternyata Tikus jantan tetap berlari ke kacang...

Selama tiga hari berturut-turut, Anda semua telah menyaksikan bahwa tikus hanya berlari ke makanan, tanpa sedikitpun peduli kepada tikus betina.
"Jadi saudara saudari mahasiswa semua, kita dapat mengambil kesimpulan dari percobaan tadi. 
Bahwa daya tarik makanan bisa mengalahkan daya tarik wanita"...Sahut profesor.

Namun ada seorang Mahasiswa angkat tangan dan mengajukan argumen pertanyaan....
"Maaf Prof...! Percobaan ini saya pikir kurang sempurna dan tidak valid. Bagaimana kalau si tikus betinanya yang kita ganti ?

"Maksudmu  gimana? Tanya Profesor

Tikus betina itu, kita ganti dengan tikus betina yang lain Prof...!?
"Siapa tahu tikus yang ada di kotak tadi itu adalah "ISTRINYA...!!?"

Profesor : Anda lulus mata kuliah ini, dan tidak perlu ikut ujian....

Dalam hati, Sang Profesor berkata : Saya telah menemukan jawaban, karena selama ini jika pulang ke rumah saya selalu langsung menuju meja makan... Bukan menghampiri istri !

Pesan Moral : 

Pulanglah kerumah, hampirilah Istrimu....kecuali  kamu memang tikus...

Semoga bermanfaat....




Pagi hari Seorang guru sufi tiba-tiba saja mendatangi seorang muridnya yang belakangan ini terlihat wajahnya selalu murung.

"Kenapa akhir-akhir ini wajahmu selalu terlihat murung Nak,..? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini.? Kemana perginya wajah bersyukurmu...? Tanya sang guru.

"Guru... Belakangan ini hidup saya penuh dengan masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya". Jawab sang murid.

Sang guru tersenyum tipis. "Nak... ambil segelas air dan dua genggam garam dan bawalah kemari, biar kuperbaiki suasana hatimu saat ini..!"

Sang murid pun beranjak dengan wajah yang murung tanpa semangat hendak mengikuti sesuai perintah sang gurunya itu, lalu kembali dengan membawa gelas berisi air dan garam sebagaimana yang di minta.

"Coba ambil segenggam garam dan masukan ke segelas air itu," kata sang guru.
"Setelah itu, coba kau minum airnya sedikit".

Si murid pun melakukannya. Wajahnya meringis karena meminum air yang terasa asin sekali.

"Bagaimana rasanya, Nak...?" Tanya sang guru.

"Sangat asin, dan perutku terasa ingin mual...?" Jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

"Sekarang kau ikut aku..."

Sang guru membawa muridnya ke sebuah danau di dekat tempat mereka.

"Ambil garam yang tersisa di genggaman tanganmu itu dan tebarkan ke danau".

Si murid lalu menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya tapi tak dilakukannya, karena tak sopan meludah dihadapan sang guru muncul dalam pikirannya.

"Sekarang,.. coba kau minum air danau itu, Nak..?" kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk di dudukinya, tepat di pinggir danau itu.

Lalu, si murid menangkupkan kedua tangannya mengambil air danau dan meneguknya.

Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, sang guru bertanya, "Bagaimana rasanya, Nak...?"

"Segar... segar sekali..." kata si murid sambil mengelap bibir dengan punggung tangannya.

Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. Dan sudah pasti air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi, Nak..? Tanya sang guru.

"Tidak sama sekali" kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya dan membiarkan murid itu meminum air danau sampai puas.

Lalu sang guru berkata, Nak...? "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang dan tidak lebih. Hanya segenggam garam saja.

Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang hidupmu itu sudah di kadar oleh Dia Sang Maha Kuasa, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi yang bebas dari penderitaan dan masalah".

Si murid terdiam mendengarkan.

"Tapi, Nak... rasa asin dari penderitaan yang di alami sangat bergantung dari besarnya kalbu yang menampungnya. Jadi Nak... supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan kalbu dalam dadamu itu sebesar danau".

Sobat pembaca sekalian, dalam realitas kehidupan ini banyak kita jumpai pribadi-pribadi yang selalu saja perhitungan dan berharap balasan dengan apa yang sudah dikerjakannya, secara otomatis sebenarnya pribadi seperti ini bukanlah pribadi yang ikhlas dalam mengerjakan sesuatu dan tidak mendapatkan balasan apa pun atau balasan sesuai yang diharapkannya.

Sering kali kita tidak sabar dalam menghadapi apa yang sudah kita kerjakan dalam hidup ini. Apalagi merasa selalu sudah menjadi sesuatu ketika kita sendiri masih belajar atau merintis. Buanglah jauh-jauh sifat-sifat seperti ini yang akan menjauhkanmu dari kesuksesan.

Ikhlaslah pada proses dan kebermanfaatan yang sedang kita tuju dan teruslah berupaya, jangan lelah dan menyerah, temukan hal yang tepat untuk kamu berkembang dan bersyukurlah setiap hal yang dihadapi hingga kamu menemukan hikmahnya.

Semoga bermanfaat...



Sebuah sekolah menengah atas mengadakan program Outbound untuk menambahkan nilai-nilai kepemimpinan, mereka tinggal dan menginap selama dua hari di villa yang cukup nyaman selama dua hari, meski sebelahnya terdapat hutan dengan banyak pohon pinus dengan menjadi satu kawasan dari villa tersebut.

Mereka dibagi beberapa team untuk bermain game yang berbeda sebelum bertukar permainan lainnya dengan instruktur lainnya. Mereka harus mempelajari setiap nilai yang ada dalam setiap permainan. Ada team yang bermain di kolam, ada juga di hutan termasuk di lapangan. Setiap team diberi tugas yang sama, mereka mendapatkan tugas untuk mencari sesuatu yang gelap tidak terlihat tapi ada keberadaannya. Semua kelompok merasa kebingungan dengan tugas yang mereka dapatkan, tidak mengetahui maksud dan apa yang dicari dalam permainan yang mereka lakukan.

Satu hari full dari pagi hingga sore mereka outbound tetapi masih belum ada yang mengetahui apa yang dimaksudkannya bahkan keesokan harinya mereka belum mengetahui apa yang dimaksudkan oleh para instruktur.

Tiba saatnya untuk mengakhiri sesi outbound karena mereka haruslah bersiap diri untuk pulang. Dalam acara penutupan ketua pemimpin team outbound memberitahukan kepada mereka apa yang sebenarnya menjadi tugas mereka disetiap permainan. Ia mengatakan bahwa "Bayangan"lah yang dimaksudkan "Gelap tidak terlihat tetapi ada keberedaannya".

Salah seorang peserta bertanya mengapa bayangan, pak? Pemimpin itu menjelaskan bahwa bayangan kalian sendirilah satu-satunya yang setia kepada kalian selama ini, namun hal tersebut tidak pernah kalian lihat dan seakan keberadaannya tidak ada, bukankah kalian sering lupa akan hal seperti itu?

Nah,..Sobat..? Dalam game outbound satu-satunya hal yang tidak pernah lelah pada bagian diri kita adalah bayangan kita sendiri. Mengapa bayangan saya masukan dalam point ini, pasti Anda semua bertanya saat ini.
Bayangan merupakan refleksi dari apa yang selalu kita lakukan, saat kita tumbuh dari kecil dimanapun kita berada pasti ada bayangan yang selalu setia menemani kita. Bahkan ketika kita jatuh pada jurang kegagalan, direndahkan, tidak dianggap atau dihina sekalipun, bayangan tersebut tetap ada. Coba perhatikanlah ia tetap tegar dan selalu ada. Seperti itulah seharusnya hidup, tegar mengalami cobaan, tahan banting, tahan jatuh, tidak sakit hati dengan hinaan dan direndahkan, karena seharusnya kita tahu bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang mampu merendahkan diri kita dan yakin tanpa melalui itu semua kita bukanlah apa-apa, karena proses itulah yang membuat kita semakin cemerlang.

Seringkali kita takut untuk melangkah maju dan takut untuk memulai yang bahkan ketakutan itu belum terjadi. Bayangan adalah pantulan dari kehidupan, hanya orang yang beranilah yang akan siap menghadapi bayangannya sendiri.

Seringkali kegagalan dimasa lalu menimbulkan rasa malu dan takut kerap mengurung kita untuk tidak berbuat apapun karena bayang-bayang rasa bersalah yang mungkin timbul dari keputusan yang Anda ambil. Jangan terlalu pusing dengan kesalahan masa lalu. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Cobalah untuk berusaha tanpa memikirkan bagaimana bila Anda melakukan kesalahan, karena jelas ketika Anda sudah melakukan kesalahan, hal yang harus dan pasti Anda lakukan adalah memperbaikinya, belajar dari kesalahan dan lanjutkan kembali usaha dan perjuangan Anda.

Kisah diatas merupakan suatu kisah yang mengajarkan kita untuk keluar dari rasa takut dan berani menghadapi masa depan. Terkadang apa yang kita butuhkan ada pada diri kita sendiri yang hanya saja sering tidak kita lihat, hal tersebut ada dalam diri kita sendiri.
Allah pasti mempunyai alasan mengapa Dia memberikan cobaan kepadamu untuk kamu terima, yang alasan tersebut dapat kamu ketahui hikmahnya setelah kamu dapat mampu melalui semua ujian yang diberikan-Nya. Selamat berjuang dan selalu semangat.

Semoga bermanfaat....