Dikisahkan seorang anak muda yang selalu melamun merenungkan masa depannya. Disetiap waktu istirahat yang dimiliki, ia selalu melamunkan dengan posisi tangan kanan berada dibawah dagu dengan tangan sebagai penopangnya. Ia melamunkan hinaan yang selalu datang dan membuatnya khawatir dengan masa depan.

Suatu ketika di saat ia melamun dan tertidur dengan posisi yang sama seperti ia melamun, Ia bermimpi melihat seorang anak yang dihampiri oleh temannya. Lama kelamaan temannya bertambah satu persatu dan terlihat dari dalam mimpi tersebut bahwa anak ini tidaklah nyaman dengan apa yang dia alami bersama teman-temannya.
Lalu dalam mimpi itu ia berjalan menghampiri anak itu dan bertanya, "Ada apa ini, dan mengapa wajahmu menunjukkan ketidaknyamanan ketika bersama teman-temanmu?" Anak ini menjawab bahwa tidak terjadi apapun, karena kami hanya bercanda biasa saja.
Anak ini kemudian tersenyum, sebagai tanda bahwa ia baik-baik saja, ia dibully dan dipukuli oleh teman-temannya namun ia tetap tersenyum.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba dalam mimpi tersebut berlalu 15 tahun setelahnya, dimana pemuda yang sedang bermimpi ini melihat kembali anak yang sama 15 tahun yang lalu di dalam mimpi itu dengan pakaian jas dan bangunan yang dahulu itu menjadi gedung yang paling tinggi dan mewah, kemudian ia menolehkan kepalanya kebelakang dan menghampirinya.
Pemuda tersebut mengatakan, "Paman, tahukah paman 15 tahun yang lalu mengapa aku mengatakan aku baik-baik saja dan tersenyum? Aku menjawab tidak tahu, mengapa kamu melakukannya, senyumanmu adalah sebuah isyarat bagiku bahwa kamu baik-baik saja saat itu walaupun terpancar dari wajahmu bahwa kamu tidaklah nyaman dengan mereka.

Paman,.! sebenarnya saat hatiku begitu sakit dihinakan oleh teman-temanku, tubuhku begitu sakit dipukuli oleh mereka dan batinku  seakan menjerit dengan bullyan mereka setiap harinya. Tapi aku tidaklah marah paman, aku mengatakan pada diriku sendiri, tidak ada yang perlu aku khawatirkan dalam masa depanku, karena hal ini hanya terjadi sebentar saja. Tidak ada yang perlu aku marahi dari mereka karena mereka tidaklah tahu masa depan mereka sendiri dan masa depanku.
Hal ini tidak akan berlangsung lama dan suatu hari nanti roda kehidupanku akan berputar dengan sendirinya saat aku terus bergerak untuk maju. Aku tidak pernah takut akan masa depanku sekalipun hinaan dan bullyan yang sering aku dapatkan, tapi aku percaya bahwa diriku mampu untuk menjadi apapun yang aku mau tanpa memperdulikan perkataan mereka.
"Belajarlah dari hinaan Paman,.."

Tiba-tiba terbangunlah pemuda ini dari tidurnya yang membuatnya keluar keringat dingin dan sekilas mengingat apa yang terjadi dalam tidurnya dan menyadari perasaan yang berandai-andai atau takut dengan masa depannya adalah hal yang salah. Dia sadar bahwa tidak akan bisa maju hidupnya jika ia hanya terdiam dan berkutat dengan rasa takut akan masa depannya.

Nah, sobat..!? Hikmah yang kita dapatkan dari kisah ini sangatlah banyak, namun kiranya jika kita ingin sukses dapat dilihat bahwa orang-orang sukses tidak ada yang namanya takut dengan masa depannya, malas untuk bertindak, lelah dengan ujian, tidak kuat dengan hinaan dan tidak bisa menyikapi suatu masalah dengan baik.

Janganlah melihat segala sesuatu menjadi beban dan janganlah merasa apa yang kamu alami adalah beban yang menghambat atau menutup langkah kamu untuk maju. Yakinlah bahwa kamu lebih besar dari masalahmu dan Tuhanmu lebih besar dari padamu dan segala ciptaannya.
Balaslah hinaan dengan prestasi yang membanggakan hingga orang lain yang dulunya hanya bisa menghina dan merendahkan menjadi tidak mampu untuk merendahkanmu. Namun tetaplah memiliki sikap rendah hati dan maafkanlah sikap mereka, taburlah bibit-bibit kebaikan hingga kamu dapat memanen dari apa yang kamu tanam. Jika yang kamu taburkan adalah kebaikan, maka akan baik juga yang kamu dapatkan. Dan jika kamu menebarkan keburukan, maka akan buruk juga apa yang kamu dapatkan.

Semoga bermanfaat...

 

Alkisah suatu ketika kapak, gergaji, palu dan api sedang melakukan perjalanan bersama. Dalam perjalanan yang jauh dan sangat melelahkan itu, tiba-tiba mereka terhenti ketika melihat sepotong besi baja tergeletak menghalangi jalan yang akan mereka lalui. Mereka terlihat seperti memamerkan kekuatannya masing-masing dengan berusaha menyingkirkan baja tersebut yang menghalangi perjalanan panjang mereka.


Kemudian Kapak berkata, "Itu bisa aku singkirkan dengan kekuatan ku yang sangat dahsyat ini". Dengan pukulan-pukulannya yang sangat dahsyat keras sekali menghantam baja yang kuat & keras. Tapi tiap pukulannya hanya membuat kapak itu semakin tumpul hingga ia pun berhenti.

Melihat kapak yang kehabisan tenaga dan tak mampu menghantam baja itu, gergaji dan palu tertawa terbahak meremehkan kekuatan kapak.


"Sini biar aku yang urus" kata Gergaji. Dengan sombong gergaji memamerkan gigi-giginya yang tajam mencoba mendekat baja yang tergeletak itu. Lalu, tanpa perasaan, ia pun mulai menggergaji dengan sekuat tenaganya. Namun, apa yang terjadi...! alangkah kaget & kecewanya ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok. Gergaji pun mundur tak mampu menyingkirkan baja yang tergeletak menghalangi jalan yang harus mereka lewati itu. Kejadian itupun di tertawakan Palu menggelitik.


"Apa kubilang" kata Palu. Kalian tak akan bisa menyingkirkan baja itu, meskipun sekuat tenaga yang kalian miliki. Sini, sini kutunjukan caranya". Dengan sombong Palu mendekat ke baja dan langsung sekuat tenaga ia memukul baja itu. Tapi apa yang terjadi, baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tak berubah posisinya.

Melihat ketiga teman-temannya terluka parah, Api pun memohon izin dan berkata,.

"Bolehkah aku mencoba?" tanya Api. Kapak, Gergaji dan Palu justru meremehkan kekuatan Api sambil berkata, "Sudahlah...kekuatanmu tak bisa menyingkirkan baja itu". Kemudian Api mendekat baja yang tergeletak itu dan ia pun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk dan mendekap erat baja itu tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun tiba-tiba meleleh dan cair.

Kapak,Gergaji,Palu ternganga keheranan melihat barusan yang dilakukan Api tadi.


Nah,.Sahabat..!? Ada banyak hati cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga diri. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan api cinta kasih yang hangat.


Betapa arif dan bijak bila kita ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin. Tak ada yang tahan menampik cinta dan kasih sayang...


Semoga Bermanfaat,...

 


Seni terindah dalam hidup ini bukanlah disaat kita bisa memainkan perasaan orang lain...

Tapi seni terindah dalam hidup adalah disaat kita bisa memainkan pikiran dan perasaan itu sendiri, dalam menanggapi setiap aksi dari luar diri...


Aksi dari luar diri tak selalu indah yang selalu membuat kita berbunga-bunga, tapi kadang aksi dari luar itu menyakitkan dan memicu tarik menarik antara pikiran dan perasaan yang menggelisahkan, serta menyesakan. Rasanya pun kadang geli-geli sedap,, tapi itu lah seni dari kehidupan yang harus dinikmati...


Dan untuk menanggapi setiap aksi dari luar, yang dituntut dari seniman kehidupan adalah kemampuan untuk menguasai dan mengendalikan segala tindakan dan pikiran serta perasaan itu sendiri, supaya setiap tindakan selalu terkontrol, terukur dan permainannya selalu terasa indah, menarik serta dapat menghibur semua orang...

Semakin tinggi tingkat pemahaman dan pengendalian diri seorang seniman kehidupan, maka semakin halus dan semakin indahlah caranya menyelesaikan setiap masalah yang dia hadapi dalam kehidupan ini...


Belajarlah dari setiap pengalaman didalam hidup ini, sebab untuk menjadi seorang seninan yang piawai memainkan melodi kehidupan ini, butuh proses dan tak ada yang instan...!


Semoga bermanfaat...!


Dikisahkan ada seorang anak yang putus asa dengan keadaan dirinya yang selalu mendapat kegagalan di sekolahnya. Dia di ejek oleh banyak teman-temannya padahal sudah berusaha belajar. Hidupnya terasa terhalang oleh tembok besar dalam perjalanan meraih sukses. Hampir setiap hari Ia menyepi mengurung diri dalam kamar dan menangis, bahkan sampai memukul-mukul dirinya sendiri.

Suatu ketika, Ayahnya memergoki keanehan dari Sang anak yang sedang menangis terseduh di samping rumah, dan sesekali anak itu meninju batang pohon yang ada di dekatnya dengan linangan airmata. Melihat hal ini, Sang Ayah pun mencoba menghampiri sang anak untuk mencari tahu apa yang sedang dialami olehnya. Melihat Ayahnya datang, sang anak pun cepat-cepat menghapus airmatanya dan berpura-pura mencari sesuatu, seolah kehilangan sesuatu di balik rerumputan yang tumbuh disekitarnya.

Wahai anak ku,.."Apa yang sedang terjadi pada dirimu", tanya Sang Ayah.

"Oooh, Ayah..! Aku barusan kehilangan jam tangan kesayanganku, tadi jatuh disekitar rerumputan ini, Ayah...?" Jawab sang anak, sambil ngeles pertanyaan sang Ayah.

"Ayah tahu, kamu pasti berbohong pada Ayah. Sejak tadi Ayah melihat semua gerak-gerik kamu seperti orang yang sedang mengalami sebuah masalah besar dalam hidupmu. Lagipula Ayah tidak pernah mengajarimu untuk berbohong pada semua orang". Mendengar ucapan Sang Ayah barusan, Sang anak tiba-tiba menangis sambil memeluk Ayahnya dan berkata, "Maafkan Aku Ayah,..! Aku Anak yang tak berguna, Aku ingin mati saja Ayah, Aku selalu di ejek oleh teman-temanku disekolah, padahal Aku selalu belajar tapi selalu saja gagal mendapat nilai yang bagus disekolah.

Sambil tersenyum sang Ayah memeluk anaknya yang berusia sekitar 14 tahun itu, dan berkata "Hapuslah airmata mu, tenangkan hati pikranmu dan Ayah akan menunjukan padamu sesuatu yang dapat membuatmu mengerti akan arti kehidupan ini". Sang anak pun mulai sedikit rileks hingga sang Ayah mengajaknya kesuatu tempat yang tak jauh dari mereka berdiri tadi. "Wahai anak ku, apa kau lihat puncak gunung, bukit dan lembah itu,.?" Sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah gunung, perbukitan dan lembah. Itu semua adalah pemberian Tuhan pada kita sebagai manusia untuk selalu mengsyukurinya.

"Dan apakah kamu tahu jalannya untuk bisa menuju ke puncak gunung dan bukit itu,.Wahai anak ku?Sebetulnya, semua orang bisa sampai ke puncak gunung dan bukit yang menjulang itu,. Hanya saja mereka takut untuk mencoba. Karena di dalam hati dan pikiran mereka yang ada hanya sebuah kegagalan dan keputus asaan".

Sewaktu Ayah masih seusia kamu dulu, Ayah pernah bercita-cita ingin menggapai puncak gunung dan bukit menjulang itu. Ayah dulu sering mencari kayu bakar dan mencari jenis tanaman untuk dimakan sampai kepuncak gunung dan bukit itu. Bekas luka yang kamu lihat di tangan Ayah ini, adalah bukti bahwa Ayah tak pernah patah semangat dan merasa gagal untuk terus mencari kayu bakar hingga ke puncak gunung dan bukit itu. Inilah yang disebut semangat juang untuk menggapai harapan.

Banyak orang yang mencari kayu bakar serta jenis tanaman buah yang dapat dimakan di gunung dan bukit itu. Tapi mereka tak berani mendaki sampai ke puncaknya, karena mereka selalu mengalami kegagalan, terpeleset dan jatuh ke lembah itu. Begitu juga dengan Ayah mu ini, sesering mungkin terpeleset dan jatuh ke lembah nan hijau itu. Tapi, Ayah selalu berdiri tegar meskipun harus merangkak untuk meraih cita sampai ke puncak gunung dan bukit menjulang itu.

Mendengar kisah dari Ayahnya, sang anak memiliki pandangan baru dan mengatakan "Aku sekarang tahu harus berbuat apa, kegagalan yang Aku terima selama ini ternyata belum ada apa-apanya, sangat tidak pantas Aku mengeluh disaat masih banyak orang diluar sana mendapat kegagalan lebih daripada ku. Lalu sang Ayah tersenyum melihat anaknya.

Nilai yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah hendaknya kegagalan yang dialami disikapi dengan usaha yang jauh lebih keras kembali, memiliki sifat pantang menyerah adalah hal yang harus dimiliki bagi siapa saja yang ingin sukses. Inovasi menjadi bagian dalam perjalanan hidup dan sesuatu yang baru adalah prinsip dalam bekerja dan melihat peluang serta kebutuhan adalah hal yang luar biasa bermanfaat.

Hendaknya untuk meraih sukses memiliki nilai-nilai perjuangan, kejujuran, inovasi tiada henti, melihat peluang dan memberikan solusi dari setiap masalah, maka hal tersebut yang menjadikan langkah Anda semakin kuat dalam tujuan hidup. Tetaplah rendah hati karena bunga tak akan mekar selamanya.


Semoga bermanfaat...




Cerita Motivasi Hidup

Di sebuah dusun kecil, tinggal seorang bapak dengan seorang anaknya kira-kira berumur 10 tahun. Sang anak bermimpi besar bercita-cita ingin membangun dusunnya kelak nanti. Mimpinya selalu di katakan pada ayahnya, termasuk semua warga dusun,. Bahkan juga ketika bermain dengan teman-temannya, dia pun menceritakan akan mimpi besarnya itu, bahwa Dia ingin menjadi Dokter. Itulah mimpi besar sang anak dusun,. Padahal kalau melihat kondisi dusun mereka saat itu, mimpi tersebut hanyalah mimpi yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

Ayahnya seorang petani penggarap sawah milik orang. Masa panen menjadi hari yang dinantikan oleh seluruh warga dusun. Namun menjadi perjalanan melelahkan. Dimana, hasil panen harus mereka bawa ke pabrik yang berlokasi di kota untuk di olah kembali menjadi padi yang berkualitas. Dan itu sangatlah jauh, membutuhkan waktu sehari untuk pulang pergi dari dusun ke kota dan kembali lagi ke dusun.

Dalam perjalanan inilah sang anak pertama kali di ajak oleh ayahnya ikut serta ke kota dan menjadi pengalaman pertama sang anak. Dimana Dia bisa melihat ke elokan di kota, gedung-gedung bertingkat, lampu-lampu jalan yang terang menderang, kendaraan roda dua, roda tiga hingga roda empat. Matanya begitu takjub melihat pemandangan kota. Sang anak pun makin bertambah semangatnya meraih mimpi mewujudkan cita-citanya. Dalam benaknya, dokter adalah seorang yang memiliki kepintaran dan kemampuan menyembuhkan orang, tentunya memiliki uang banyak hingga bisa melakukan apapun yang diinginkannya. "Kalau Aku jadi dokter Aku akan punya uang banyak, Aku bisa membeli mesin pembajak sawah untuk bapak, biar bapak tidak kelelahan membajak sawah," dalam hatinya sambil berkhayal.

Apadaya khayalnya hancur, ketika secara tiba-tiba, tepat di depan matanya terjadi kecelakaan lalulintas sangat sadis. Orang-orang berhamburan, berlarian mendekat ke lokasi kejadian. Namun tak satu pun yang berani memberi pertolongan, yang ada hanya teriakan segera panggil ambulans.
Sang anak yang melihat kejadian itu masih dalam genggaman tangan ayahnya turut panik. Tubuhnya gemetar melihat darah dan luka dari korban kecelakaan. Mulutnya terkatup, tak mampu berkata-kata hanya ketakutan yang dia rasa. Tak lama kemudian mobil ambulans pun datang. Korban segera dibawa ke rumah sakit. Sang anak pun perlahan mulai bisa menguasai dirinya. Napasnya yang tadi tak teratur kini mulai normal. Rasa takut pun perlahan pergi. Tubuhnya tak lagi gemetar.

Setelah itu, sang anak dan ayahnya segera kembali ke pabrik untuk mengambil kerbau dan menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan itulah sang anak tiba-tiba berkata kepada ayahnya,"Ayah, Saya tidak ingin lagi bermimpi menjadi dokter. Saya takut melihat darah. Tadi tubuh saya tiba-tiba kaku seperti orang mati. Tak bisa bergerak melihat kecelakaan tadi. Bagaimana mungkin Saya bisa menjadi dokter dan menyembuhkan pasien kalau melihat darah saja tubuh saya langsung tidak bisa bergerak. Saya mau seperti Ayah saja, melanjutkan bertani".

Mendengar ucapan itu, Sang Ayah terkejut. Dia belum pernah  sebelumnya melihat sang anak patah semangat seperti ini. Lalu sang Ayah menepuk pundak anak laki-lakinya dengan lembut. Dan dia berkata, "Nak... kamu tahu mobil-mobil yang kamu lihat tadi terbuat dari apa? "Tahu Ayah, dari besi," jawab sang anak. "Memang kenapa, Ayah?" Tanya sang anak.
Lalu, jawab sang Ayah, bahwa benar kalau mobil terbuat dari besi tapi melalui proses peleburan yang panas kemudian dibentuk. Setelah dibentuk pun tidak langsung menjadi besi namun harus menunggu hingga dingin agar bodi tersebut bisa dilanjutkan ke proses tahap berikutnya. Mobil tersebut juga didalamnya terdapat banyak komponen lain, seperti kursi, Ac, kaca, pedal gas, pedal rem, setir dan lain sebagainya. Semua itu dibentuk secara perlahan, bukan hal yang tidak mudah bagi yang membuatnya, dan yang membuat itu semua harus bersabar dengan proses yang ada, bahkan tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan produksi. Namun mereka tetap membuat mobil karena itu adalah tujuan mereka disana selain mereka memang bekerja, saat ini yang kau alami adalah hal yang wajar dan itu sama seperti proses pembuatan mobil.

Kemudian Sang Ayah melanjutkan obrolannya, "Hidup itu pilihan Nak,.? Kamu bisa menjadi mobil yang bisa diproduksi dan bermanfaat untuk orang lain atau menjadi mobil yang gagal produksi?"
Sang anak terdiam sejenak seakan mencermati setiap hal yang dia alami dan yang Ayahnya katakan padanya. Tiba-tiba sang anak tertawa dan mengatakan, "Jadi sebenarnya saat ini aku sedang diperkenalkan oleh Tuhan dengan apa yang aku inginkan yah, Ayah?"

Mendengar jawaban anaknya, Sang Ayah tersenyum bangga. Sesaat kemudian sang anak kembali mengemukakan pendapatnya."
Karena ini bagian dari proses cita-cita yang Aku impikan selalu, bisa malu aku yang dijuluki raja mimpi sama teman-teman,Ayah? Terima kasih Ayah." ucap sang anak diiringi dengan pelukan kepada ayahnya.

Nah, Sobat..! Kisah tadi adalah hal yang sering kita jumpai dari awal mimpi yang ingin kita wujudkan, dimana proses terkadang berat untuk dijalani dan lebih berfokus pada hasil yang sudah jadi.
Menurut Sobat, mana yang lebih penting "Hasil atau Proses"? Kalau Saya pribadi lebih penting proses, karena tidak ada hasil yang bisa didapatkan tanpa adanya proses. Sedangkan hasil hanya berbanding lurus dengan proses yang dialami. Halangan dan ketakutan yang dirasakan saat berproses itu adalah sebuah gerbang baru yang harus dilewati dan dipelajari agar ketika Anda berada pada kesuksesan yang diinginkan dapat terus bertahan dan menghargai apapun yang Anda rasakan.

Jangan dilihat berapa banyak hal yang Anda keluarkan, tapi fokuslah dengan tujuan Anda, karena tujuan inilah yang lebih penting daripada apa yang sudah dikeluarkan atau Anda korbankan saat ini. Apa yang Anda keluarkan adalah apa yang akan Anda dapatkan dengan jumlah yang berkali-kali lipat besarnya. Tidak ada yang tidak mungkin karena semuanya mungkin.
Mulai saat ini, tanamkan pada diri Anda bahwa Anda bisa...!!! Selamat fokus pada tujuan.

Semoga bermanfaat....



Setiap orang mungkin ingin berubah hidupnya untuk menjadi manusia yang lebih baik...
Untuk berubah hidup maka perlu adanya kesadaran diri yang tinggi serta benar-benar ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik, dan bukan melakukan kebaikan karena di takut-takuti atau di iming-iming dengan sesuatu. Kalau Anda berubah karena sesuatu yang di takuti atau karena sesuatu yang di iming, sehingga membuat diri Anda mampu melakukan hal-hal yang positif, maka kebaikan seperti ini bisa dibilang kebaikan semu yang tak bernilai....

Kebaikan yang di maksud disini adalah kebaikan yang bersumber dari kesadaran diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dengan penuh kesadaran mengubah pola pikir dan membersihkan hati dari sifat-sifat negatif serta mengembangkan sifat-sifat positif yang kesemuanya itu lahir dari dalam diri secara tulus. Ini mungkin perlu perenungan dan instropeksi diri untuk mengetahui semua sifat-sifat negatif yang perlu di ubah,. dengan kata lain semua masalah yang harus diatasi ada didalam diri dan bukan diluar diri. Kalau ada yang diluar diri itu hanyalah pemicu saja dan bukan penyebab,. Walaupun ada yang memicu sifat negatif, Andalah yang menentukan pilihan tindakan.

Disaat masalah didalam diri teratasi Anda yakin secara otomatis semua masalah diluar pun pasti teratasi,. Berarti yang perlu dibenahi adalah pola pikir dan sifat negatif Anda yang selama ini mempengaruhi semua tindakan dan kebiasaan sehingga membentuk karakter Anda selama ini. Untuk mengubah semua ini mungkin tak mudah. Anda butuh waktu dan kemauan yang tinggi. Karena karakter Anda selama ini sudah mendarah daging...

Disaat Anda menjadikan kesadaran sebagai Leader untuk mengawasi gerak pikiran dan perasan Anda, maka semua tindakan dapat terkontrol dengan baik sehingga menjadikan Anda sebagai manusia yang lebih baik dan menjadi berkah untuk sekeliling Anda...

Jadi, hanya dengan penuh kesadaran tinggi yang mampu mengubah diri Anda dengan perlahan namun pasti, bisa menjadi manusia yang lebih baik,. Namun perlu di ingat, kalau Anda berubah menjadi baik hanya karena sesuatu, maka Anda tak akan menemukan kebahagian yang sejati sebagai konsekuensi dari kebaikan Anda tersebut. Karena kebaikan yang Anda lakukan bukan karena keikhlasan, tapi menyimpan sebabnya....
Ilustrasinya begini :
Mungkin Anda pernah melakukan kebaikan yang tulus karena ingin melihat orang yang Anda perlakukan itu merasa bahagia. Saya yakin disaat Anda melihat orang yang Anda buat bahagia itu merasa bahagia karena perlakuan Anda. Mungkin disaat itu juga Anda merasakan bahagia yang melebihi apa yang diperoleh oleh orang yang Anda buat bahagia tersebut,. Kebahagian itulah konsekuensi dari kebaikan yang tulus dan iklas, tapi disaat Anda melakukan kebaikan karena rasa takut atau menginginkan sesuatu seperti pujian dan banyak lagi hal yang lainnya, Saya rasa Anda tak akan merasakan kebahagian atas kebaikan yang Anda lakukan itu. Tapi yang ada mungkin rasa hambar dan rasa kehilangan yang Anda rasakan. Sebab Anda melakukan kebaikan bukan karena keikhlasan, tapi karena sesuatu....

Jadi, nilai kebaikan yang Anda lakukan bisa dilihat sebesar apa rasa bahagia yang Anda rasakan disaat melakukan kebaikan itu sendiri, sebab nurani Anda tak akan mungkin bisa Anda bohongi, dan saya rasa TUHAN pun menilainya dari sisi ini....

Ya, mungkin untuk melakukan perubahan itu mudah tapi yang jadi masalah adalah mempertahankan setiap perubahan itu sendiri. Ini hampir sama dengan puasa Anda di bulan ramadhan untuk melakukan perubahan dalam satu bulan, Saya rasa semua orang mungkin bisa, tapi untuk mempertahankan setiap perubahan setelah bulan ramadan mungkin itu tak gampang, tapi itulah hakekat puasa yang sesungguhnya yaitu mempertahankan setiap perubahan setelah bulan ramadan itu sendiri.....!

Semoga bermanfaat....!


Pernahkah terbersit sedikit di hati dan pikiran Anda, bahwa seberapa pentingkah dirimu? Diperlukankah dirimu? dan seberapa bermanfaatkah dirimu bagi orang lain? Mungkin sebagian orang pasti pernah terbersit pertanyaan seperti itu. Jika Anda merasakannya, mungkin ini saatnya waktu yang tepat buat diri Anda untuk introspeksi diri, mengenali diri Anda sendiri. Tak jarang bagi kebanyakan orang belum sepenuhnya mengenal diri sendiri.

Di dunia ini ada dua jenis manusia yaitu orang penting dan orang yang merasa penting. Dan ini adalah suatu hal yang sangat berbeda....!

Orang yang merasa penting hanya merasa kehadirannya begitu penting bagi orang lain,. Dan bagi orang lain belum tentu kehadirannya itu menjadi sesuatu yang berarti,. mungkin saja memuakan.....
Dan orang yang merasa penting akan selalu merasa tanpa kehadirannya dunia ini akan berhenti berputar, padahal tanpa dia pun dunia ini akan tetap berputar. Dia tidak menyadari kalau di dunia ini banyak orang yang lebih baik dari dirinya yang dapat menggantikan posisinya...
ya,.. kasihan saja dengan orang yang seperti ini, sebab dia hanya mabuk dengan perasaannya sendiri atau hanya ke GRan saja....ha,ha,ha,....

Menjadi orang penting tidak selalu harus menunggu seseorang itu menjadi pejabat atau harus menjadi orang kaya terlebih dahulu....
Tapi orang penting itu adalah disaat seseorang itu dapat menghibur dan melakukan hal-hal yang bermanfaat yang membuat orang lain bahagia hingga pada akhirnya kehadirannya selalu ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan oleh orang lain, bahkan tanpa kehadirannya pun orang akan merasa ada sesuatu yang kurang. Kira-kira seperti itulah yang disebut orang penting....

Jadi pertanyaanya sekarang apakah Anda sekalian sudah menjadi orang penting atau hanya sekedar merasa kalau Anda itu orang penting......?
Untuk itu berusahalah melakuakan hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan orang lain, supaya Anda juga bisa menjadi orang penting yang ditunggu-tunggu kehadirannya....!

Semoga bermanfaat...!