Ada sebuah cerita, dimana ada seorang pemuda datang ke tukang cukur untuk memotong rambut dan jenggotnya yang sudah sangat panjang. Setelah mendapat giliran,? pemuda itupun mulai pembicaraan hangat dengan si tukang cukur tersebut yang melayaninya. Berbagai macam topik menjadi pilihan pembahasan mereka, hingga akhirnya Tuhan yang menjadi objek pembicaraan mereka.

Sampai pada suatu ketika, si tukang cukur berkata "Hai anak muda, Saya itu tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan barusan". Kata si tukang cukur. Mendengar ungkapan tersebut sang pemuda terkejut dan berkata "Mengapa anda menyimpulkan dan berkata demikian". Maka jawab si tukang cukur dengan nada tinggi "Iya lah, jika benar-benar Tuhan itu ada mengapa begitu banyak orang yang sakit dan mengapa begitu banyak anak-anak terlantar yang ada diluar sana. Jika Tuhan itu ada, maka tidak ada orang yang sakit dan menderita. Tuhan apa yang mengizinkan semua itu bisa terjadi".

Karena tidak ingin menimbulkan perdebatan, si pemuda itupun hanya mendengarkan si tukang cukur bicara dan dia tidak memberikan respon ataupun argumen sama sekali, karena takutnya argumen itu meluas kemana-mana. Setelah selesai mencukur, si pemuda itu keluar dari barber shoop itu dan tiba-tiba di depan jalan ia berpas-pasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya sangat lebat. Dalam hatinya berkata sepertinya orang ini sudah lama tidak pergi ke tukang cukur sehingga membuat dia terlihat sangat berantakan.

Sempat berpikir sejenak dan akhirnya si pemuda tadi kembali masuk ke tempat si tukang cukur tadi dan berkata kepada si tukang cukur "Ternyata di dunia ini tidak ada yang namanya tukang cukur dan saya tidak mempercayai keberadaannya".  Otomatis si tukang cukur terkejut dan berkata "Bagaimana mungkin mereka tidak ada anak muda? Buktinya adalah saya. Saya ada disini dan saya baru habis mencukur rambutmu anak muda". Anak muda itu kembali menjawab "Kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti yang ada diluar sana". Ujar si pemuda tegas dan jelas. Maka jawab si tukang cukur "Ahh, Anda bisa saja anak muda. Tukang cukur itu selalu ada dimana-mana dan diberbagai macam tempat". Yang terjadi adalah bapak yang rambutnya berantakan itu, tidak datang ke tukang cukur. Andai kata ia datang ke tukang cukur, maka rambutnya pasti rapi".

Anak muda itu tersenyum dan berkata, "Tepat sekali. Itulah point jawabannya. Sebenarnya Tuhan itu ada. Yang terjadi adalah umat manusia tidak datang kepada-Nya mendekat dan mencarinya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan diseluruh dunia ini". Jawab si pemuda dengan mantap.

Nah,. Sahabat sekalian..! Kadang dalam hidup kita ini, terlalu gampang cepat mengambil kesimpulan terhadap sesuatu yang tidak kita pikirkan secara mendalam. Jika di ibaratkan tukang cukur itu mewakili kita juga, yang disaat menderita dan kesusahan, kita mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil. Bahkan disaat tertentu kita mengatakan bahwa Tuhan itu tidak bersama kita. Sementara sesungguhnya kita saja yang tidak mendekat kepada Tuhan.
Tuhan itu ada, bahkan Tuhan sangat dekat dengan kita. Kenapa hidup kita berantakan,? Mungkin kita saja belum datang kepada-Nya.

Semoga bermanfaat...

Ketemu lagi kita dan kali ini kita akan membahas mengenai "Nggak Narsis Nggak Eksis".

Dalam kehidupan aktual yang sering kita jumpai dilingkungan masyarakat pada umumnya, dimana bila kebutuhan fisik mereka telah terpenuhi, maka kebutuhan selanjutnya adalah bagaimana mereka bisa menjaga dan mempertahankan keamanan dan kenyamanan yang terpenuhi itu. Bila faktor keamanan mereka sudah terpenuhi maka tahap selanjutnya adalah kebutuhan secara sosialisasi, yaitu kebutuhan ingin mencari pertemanan dengan bersosialisasi di rumah atau di tetangga ataupun di tempat kerja. Sebab memang manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Setelah kebutuhan sosialisasi sudah terpenuhi, maka tingkat selanjutnya adalah kebutuhan eksistensi,. Yaitu kebutuhan untuk merasa diterima dilingkungan sosial tersebut. Sebab kalau hanya sebatas bersosialisasi saja, itu ternyata tidak cukup. Karena ada keinginan di akui keberadaannya. Dan tingkat paling terakhir adalah kebutuhan merasa dibutuhkan atau dengan kata lain kebutuhan aktualisasi.

Aktualisasi ini adalah puncak dari segala macam kebutuhan. Tapi setelah mereka melampaui semua kebutuhan-kebutuhan mereka sebelumnya, yaitu mereka sudah tidak pusing-pusing lagi mencari uang, karena uanglah yang justru mengejar-ngejar mereka. Harta mereka pun masih bisa cukup memenuhi buat dua, tiga generasi pun tidak akan habis. Mereka juga sudah terkenal, sudah eksis, sudah populis. Itulah sebabnya mereka butuh kegiatan-kegiatan amal dan mereka siap untuk menggelontorkan apapun yang mereka punya sebagai wujud aktualisasi. Karena dengan cara seperti itu mereka akan merasa dibutuhkan. Semakin mereka dibutuhkan, maka semakin puaslah mereka.

Namun pada kenyataannya banyak orang-orang yang selalu melompati tingkatan-tingkatan seperti yang dijelaskan diatas tadi,. Mereka langsung melompati kepuncak, maka hasilnya dia terpeleset dan jatuh. Orang-orang yang selalu melompati tingkatan-tingkatan ini memegang prinsip Nggak Narsis Nggak Eksis, biar tekor asal ke sohor, kereh tapi keren. Akibatnya mereka akan berlomba-lomba diakui, ingin dihargai, ingin dihormati tapi modalnya sama sekali tidak cukup.

Nah, gejala-gejala inilah yang bukan cuma terjadi kepada satu kalangan saja tapi semua kalangan, baik itu orang kota, orang pedesaan, mau pelajar, mahasiswa bahkan sampai kalangan pengusaha. Ada pelajar yang mukanya hancur, ekonominya amburadul, otaknya mandul tapi dia ingin sekali eksis. Maka solusinya adalah dia menjadi seorang jagoan sampai membully orang, bahkan tawuran adalah makanan hari-harinya. Maka makin ditakuti dia, dia makin merasa makin eksis. Jadi jangan heran kalau tawuran itu menjadi makanan hari-hari di berita kita. Begitu pula dengan remaja-remaja putri,,! Banyak sekali mereka yang bukan dari kalangan berduit namun ingin terlihat bonafit. Dimana mereka menganggap gaya hidup adalah segala-galanya. Yang terjadi adalah penampilan dan gaya yang dipaksakan, entah duitnya berasal darimana,. Bisa dari ngutang, bisa dari menipu, bisa dari minjam, dan bisa jadi sampai jual diri.

Bagaimana dengan kalangan menengah? Penggunaan kartu kredit yang sampai overlimit, supaya bisa traktir teman, supaya dibilang hebat. Pakaian yang digunakannya pun pakaian bermerek, belanja kanan kiri, tapi mereka tidak sadar bahwa gaji itu ada limitnya. Akhirnya karena ingin terlihat eksis seperti itu, ya siap-siap saja selalu di kejar-kejar oleh debt collector.

Untuk kalangan masyarakat desa pun, itu tidak mau kalah eksis,.! Mereka siap kehilangan ternak, kehilangan sawah untuk supaya mengadakan hajatan sampai dua hari dua malam. Padahal untuk makan sehari-hari saja mereka susah. Mereka lebih memilih namanya kesohor walaupun harus tekor. Zaman sekarang semua mata tertuju pada media sosial. Kalau tidak tahan, Bukan cuma mata yang sakit, bahkan pikiran pun bisa jadi sakit. Ibarat mendaki gunung, mereka lebih memilih lereng yang curam untuk segera mencapai puncak. Padahal jalan seperti itu sangatlah sulit ditempuh. Alih-alih kita bisa sampai kepuncak, kita malah bahkan justru terpeleset dan jatuh. Akhirnya untuk bangkit lagi, ya butuh energi yang besar sekali. Sebaliknya, bila kita menyadari bahwa modal kita tidak cukup, maka pilihlah jalan yang memang betul-betul landai dan aman. Kita jangan sampai terintimidasi dengan orang lain. Jadi kalau saya berpikir jalani fase mu secara bertahap. Kebutuhan-kebutuhanmu jalani untuk secara bertahap. Kalau anda sudah memenuhi semua kebutuhanmu secara bertahap,.? Anda eksis menjadi populis, itu tidak akan menjadi masalah,. tapi dengan syarat semua kebutuhan-kebutuhan anda sebelumnya sudah terpenuhi dulu.

Jadi, mulai sekarang bijaklah untuk memenuhi kebutuhan hidup anda. Sebab bila tidak, bersiaplah untuk jatuh dan terpeleset.

Semoga bermanfaat,..

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bruce Lee mengatakan, "Saya lebih takut kepada orang yang melatih satu jurus seribu kali, daripada orang yang melatih seribu jurus satu kali".
Dari quote itu sudah kelihatan, kalau sesuatu yang kita lakukan secara fokus dan secara konsisten? Maka sesuatu tersebut akan menjadi sebuah hal yang dapat membuat hidup kita bisa berubah.
Banyak sekali orang-orang cerdas, orang-orang pintar bahkan di indonesia pun ada banyak orang-orang cerdas dan pintar, Pendidikan mereka tinggi. Belajar berbagai macam hal apapun mereka bisa. Tapi kenapa mereka belum meraih impiannya sampai sekarang? Jawabannya adalah karena dengan mereka merasa bisa melakukan semua hal, akhirnya semua mereka kerjakan. Pada saat semua mereka kerjakan akhirnya tidak ada yang maksimal. Apa yang mereka lupa? "FOKUS". Ya,.Fokus. Fokus ini sangat penting bagi kita dalam meraih impian.

Jika kita punya impian besar,.! Tapi kalau kita tidak fokus,.? Maka kita tidak jadi apa-apa. 
Kita punya modal yang besar, tapi kalau kita tidak fokus,.? Kita tidak menghasilkan apa-apa. 
Kita pintar, kita cerdas, tapi kalau kita tidak fokus,.? Kita akan jalan disitu-situ saja.

Lalu, Bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga supaya kita tetap fokus,.? Ada 4 cara, yakni:




Cara pertama ialah jangan suka bandingkan diri kita dengan orang lain. Apalagi sekarang, dengan media sosial yang semua orang bisa akses. Media sosial menurut beberapa penelitian, itu justru bisa bikin strees atau bisa memperdalam rasa iri orang terhadap orang lain.
Gara-gara media sosial kita sering mengutuk diri sendiri dan memuja orang lain.
Gara-gara media sosial kita mengutuk istri sendiri dan memuji istri orang lain.
Gara-gara media sosial kita melihat kayaknya suami orang ini lebih bagus daripada suami sendiri.
Padahal satu postingan di media sosial, itu tidak bisa dibandingkan dengan 24 jam mu. Kita tidak mulai dari situasi yang sama. Kita tidak mulai dari satu titik yang sama.

Ada orang yang sudah memulai dengan dia punya modal yang besar. Akhirnya, waktu dia bikin usaha atau bisnis, dia gampang sekali untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan anda, kuota internet saja tidak punya, terus anda mau bandingkan dengan dia..? Sungguh tidak adil.
Ada orang yang bapaknya memang sudah kaya dari dulu, ada orang yang bapaknya biasa-biasa saja, terus kita mau bandingkan? "Tidak masuk akal,.."Tidak masuk akal,".

Syarat utama kalau anda mau fokus,. yang pertama adalah, "Jangan sering bandingkan diri anda dengan orang lain, terutama di media sosial. Lalu, apa yang harus kita bandingkan di media sosial. Anda bandingkan proses orang itu dengan proses Anda. Itu yang bisa dijadikan acuan agar kita bisa semangat.
Melihat media sosial orang lain yang sudah sukses, itu boleh-boleh saja. Tapi kita jangan sampai minder. Tertantang, Boleh. Tapi tidak boleh terintimidasi.

Yang kedua adalah Anda harus melakukan hal yang tepat setiap saat.
Ada sebuah cerita menarik , "Ada seorang anak muda mempunyai mobil. Lalu kunci mobilnya hilang. Dia carilah dihalaman rumah. Dia cari dihalaman rumah 1 jam, 2 jam dicari tidak ketemu. Lalu, ada orang yang lihat. Orang itu bertanya pada anak muda itu, "Lagi cari apa anak muda"? "Lagi cari kunci mobil". Sahut anak muda itu. Memangnya kunci itu hilangnya dimana? Anak muda itu jawab, "Hilangnya didalam rumah. Kagetlah orang itu. Terus dia berkata, "Loh, kok carinya diluar rumah".? Anak muda itu jawab,. "Iya soalnya didalam rumah gelap, diluar terang".

Maksudnya banyak orang sudah bekerja tapi bekerjanya itu menangkap angin mengejar bayangan. Dia tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Kelihatan bekerja, kelihatan sibuk tapi tidak fokus. Yang harusnya dia jalan ke utara, dia bekerja keras, dia jalan terus, akhirnya dia sampai ke selatan. Dia tidak fokus pada satu jalan yang ditempuh.

Menurut buku Outliers karangan Malcolm Gladwell ada hukum sepuluh ribu jam. Hukum sepuluh ribu jam itu, yang akan membuat anda menjadi ahli. Orang kalau sudah jadi ahli, dia akan dibayar mahal. Kenapa dia bisa jadi ahli? Karena adanya hukum sepuluh ribu jam tadi. Kalau kita melakukan sesuatu secara terus merus, maka kita akan jadi ahli. Nah pertanyaannya adalah dalam satu hari itu, berapa kali anda melakukan hal untuk impian anda itu. Anda harus fokus pada satu bidang, dan anda bisa jadi ahli.
Nah, kalau anda hanya punya impian saja tapi anda tidak fokus untuk mengerjakan itu, sama aja seperti pemuda tadi yang mencari kunci tapi pengen mudanya dia cari di tempat terang. Padahal kunci itu hilang didalam rumah. Dia tidak mau untuk keluar dari comfort zonenya untuk supaya gelap-gelapan cari kunci. Padahal disitulah kuncinya. Tapi kenapa harus dia cari diluar,. karena dia menganggap diluar rumah terang. Jadi, lakukanlah hal yang tepat setiap saat.

Yang ketiga bertanggungjawablah terhadap apa yang sudah kamu rencanakan atau impikan. "Great power come from the great responsibility". Kekuatan yang besar lahir dari tanggungjawab yang besar.
Setelah kamu memutuskan untuk "Bismillah" Saya akan mencapai impian-impian saya menjadi seorang musisi ternama, maka Fokus disitu. Bertanggungjawablah dengan itu. Tidak perlu lagi orang kasih tahu. Kalau anda punya impian besar tapi memilih untuk menjadi pemalas, maka itu adalah cara yang indah untuk menjadi gila. "Gila anda, Pak". Anda masih malas, sholatmu nggak bagus, sedekahmu kurang. Jadi tidak ada tanggungjawab terhadap apa yang kamu impikan. Secara hablumminanasnya anda tidak kuat, hablumminallahnya juga tidak kuat. Padahal kalau dua-dua ini kuat, itu adalah bentuk tanggungjawab. Sekali lagi, "Great power come from the great responsibility", Kekuatan yang besar lahir dari tanggungjawab yang besar.

Yang keempat Jangan mudah tertipu dengan peluang. Yang namanya peluang, yang namanya proposal usaha di awal pasti indah, diawal pasti bagus. Anda ditawarin ini dan itu,. Lalu apa kata dia,.."Oh ini pasti menguntungkan, pasti menguntungkan. Padahal ekspektasi pasti tidak sesuai dengan realita. Sesungguhnya tidak ada jalan pintas untuk menuju sukses. Ada yang bilang "Oh ini selama dua bulan, tiga bulan anda akan bisa begini, ini hhhmmm... Nonsen dengan seperti itu,. Semua butuh kerja keras. Semua butuh pengorbanan. Jadi jangan tertipu. Contoh misalnya anda ingin punya sumur dan anda gali tanah untuk mendapatkan mata air. Tetangga-tetangga anda juga ikut menggali mata air di tempat-tempat yang berbeda-beda. Kira-kira satu meter, dua meter anda gali, tiba-tiba anda dengar dari sana tetangga anda bilang "Saya sudah dapat mata air". Lalu Anda berpikir seperti ini, "Ahh, kayaknya disana lebih banyak mata airnya". Akhirnya, yang sudah di gali anda tinggalkan, anda pindah kesana. Anda gali lagi dari awal lubang yang baru disana. Setelah anda gali lubang baru, anda lihat disudut sana ada lagi tetangga anda yang teriak dapat mata air, anda pindah lagi kesana. Anda "Tidak fokus". Padahal kalau anda fokus, mau ada batu, singkirkan batunya,.. Fokus disitu terus. Siapa tahu air itu hanya tinggal setengah meter. atau tinggal sekali di cangkul. Cuma karena anda tergoda melihat peluang orang lain, akhirnya anda berpikir "Ohh kayaknya bidang ini yang cocok, Ohh kayaknya bidang ini yang tidak cocok. Bukan masalah bidangnya yang cocok,. tapi orangnya yang cocok atau tidak. Bukan dimana ladangnya, tapi siapa petaninya.

Itu tadi keempat bagaimana caranya supaya bisa tetap fokus. Semoga ini bisa membuat anda mampu menentukan suatu pilihan dan fokus satu pilihan itu dan menjadi ahli dalam bidang tersebut.
Terima kasih,. sukses buat kita semuanya,..
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita mengenal dua istilah, yaitu orang kaya dan orang miskin. Kaya dan miskin ini adalah dua taraf hidup yang menentukan status seseorang. Orang yang dikenal dengan si kaya, itu pasti hidupnya berkelimpahan, apapun dia mau pasti ada, materinya banyak. Sedangkan si miskin adalah orang yang selalu serba kekurangan. Untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari saja dia sangat begitu kesulitan.
Nah, dari dua taraf hidup tadi, kalau kita di kasih pilihan,.? Kita ingin hidup yang mana, nih? Kita ingin hidup sebagai orang kaya, atau kita ingin hidup sebagai orang miskin? Otomatis 99% orang akan memilih untuk hidup berkelimpahan atau ingin hidup menjadi orang kaya. Karena hidup menjadi orang kaya itu, kita tidak perlu capek-capek untuk berpikir kita mau makan apa hari ini, besok juga mau makan apa, semuanya sudah tersedia. Orang kaya itu bergelimangan harta, apapun dia mau pasti ada.

Berbicara mengenai antara si kaya dan si miskin kadang kita langsung ngeblok pikiran kita dan dia berkata, "Nggak apa-apa miskin yang penting bahagia". Hhhhmmm.... Memang betul biar miskin yang penting bahagia. Tapi persoalannya adalah orang kaya banyak juga yang bahagia, bukan...?
Orang miskin juga ada yang bahagia,. bukan?
Orang kaya ada juga yang tidak bahagia,. bukan?
Orang miskin ada tidak, yang tidak bahagia...? Ada...
Kalau di kasih pilihan, kita mau memilih yang mana..? Otomatis kita pasti memilih untuk menjadi orang yang kaya. Jadi semua itu, sama saja...!
Kalau anda tanya sama saya, saya harus pilih yang mana? Ya, saya pasti pilih yang perfect dong..? Saya akan memilih orang kaya yang bahagia,. Semua kita pasti akan memilih seperti itu, bukan? Hhhhmmm

Nah, kita jangan ngeblok pikiran kita kalau ada orang yang bicara antara kaya dan miskin. Kita jangan menutup diri. Harusnya kita belajar dong, bagaimana caranya untuk menjadi orang yang kaya. Kita harus cari tau, kenapa orang itu bisa kaya. Nah, itu yang akan kita bahas hari ini.

Perbedaan mendasar yang pertama antara orang kaya dan orang miskin adalah, orang kaya menciptakan peluang, sedangkan orang miskin itu menunggu peluang. Orang-orang kaya ini yakin dengan bekerja keras dan terus belajar mereka akan bisa merubah nasib. Mereka akan bisa menaikan taraf hidup mereka. Mereka sangat percaya itu. Mereka itu selalu memaksa diri mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka. Mereka itu memaksa diri mereka untuk bekerja keras terus menerus, untuk belajar terus menerus supaya apa,.? Supaya mereka bisa menciptakan keberuntungan. Karena keberuntungan itu adalah bertemunya antara kesempatan dengan kesiapan.
Banyak sekali orang-orang yang sudah siap, tapi tidak punya kesempatan. Dan banyak juga orang-orang yang sudah punya kesempatan tapi tidak siap. Dan mereka sangat percaya keberuntungan itu akan datang apabila mereka sudah siap. Jadi mereka terus mempersiapkan diri mereka untuk menciptakan keberuntungan itu.

Sedangkan orang-orang dengan pemikiran miskin,.? Dia hanya menunggu nasib. Menunggu keberuntungan itu datang. Dia tidak mencoba untuk memperbaiki diri dia,. Stagnan disitu-situ saja. Mereka itu tidak berani untuk mencoba hal-hal yang baru. Mereka itu hidup dalam zona nyaman, zona yang dia merasa nyaman disitu, apabila ada sesuatu yang asing dia akan bilang "Aduh ini bukan bidang saya,. Saya tidak mungkin sukses disini". Dan dia tidak coba untuk mempelajari itu. Jadi dia disitu-situ saja...disitu-situ saja.

Yang Kedua... Perbedaan antara orang yang punya pemikiran miskin dan pemikiran kaya,. Orang-orang kaya ini, mereka berjuang untuk menang. Sedangkan orang-orang miskin ini, berjuang untuk tidak salah. Maksudnya begini,.. Ada kata-kata Susi Susanti yang menarik sekali. Susi susanti dia menjadi pebulutangkis nomor satu di indonesia wanita. Wartawan tanya sama dia, "Kenapa masih kerja keras, kenapa masih latihan keras?" Susi Susanti cuma bilang, "Karena yang nomor satu itu hanya satu orang". Itulah pemikiran-pemikiran para pemenang, walaupun dia sudah di atas tapi dia berpikir untuk menjadi orang nomor satu. Karena dia yakin seyakin-yakinnya untuk menjadi orang nomor satu dia harus terus melakukan latihan secara konsisten terus belajar dan lainnya. Sedangkan orang-orang miskin itu berjuang untuk tidak salah. Yang penting tidak salah aja deh,..! Terserah seperti apa. Mau nomor lima, mau nomor dua puluh, mau nomor tiga puluh yang penting tidak salah. Makanya mereka ini tidak pernah menjadi orang nomor satu. Karena di pemikiran mereka ini yang penting tidak salah, titik. Mereka tidak punya ambisi seperti ambisi yang dipunyai oleh orang-orang kaya itu. Orang-orang miskin itu puas kalau sudah aman. Mereka itu siap untuk melepaskan sebuah peluang kalau sampai peluang itu mengganggu keamanan mereka, karena mereka takut untuk berspekulasi. Padahal mungkin mereka pikir peluang ini menarik, tapi mereka ingin aman. Orang kaya beda. Orang kaya nggak mau cari aman. Dia cari freedom. Beda keamanan financial dan kebebasan financial. Orang kaya berpikir kebebasan financial,. Orang miskin itu berpikir apa? Keamanan financial. Dari sudut pandang ini saja sudah berbeda. Jadi pencapaiannya pasti berbeda.

Yang Ketiga menjadi perbedaan antara orang miskin dan orang kaya adalah Komitmen versus harapan. Orang kaya punya komitmen, orang miskin hanya punya harapan. Orang kaya, apabila sudah punya mau, dia akan sangat berkomitmen dengan kemauan dia itu. Sedangkan yang orang miskin hanya berharap memelihara harapan tadi. Sedangkan orang kaya, dia menciptakan harapan itu. Orang miskin hanya menunggu harapan.
Orang kaya, apabila sudah punya komitmen, dia akan rela melakukan apapun. Dia akan bangun lebih pagi, pulang lebih malam, tidur lebih larut, belajar hal-hal tidak pernah dipelajari orang lain untuk bisa menciptakan peluang-peluang baru. Sedangkan orang miskin, terus berjalan tanpa komitmen tapi tetap berharap.

Perbedaan yang ke empat adalah Kesempatan versus masalah. Orang kaya selalu berbicara kesempatan, sedangkan orang miskin selalu berbicara tentang masalah. Orang sukses selalu melihat peluang dari semua masalah. Sedangkan orang gagal selalu melihat masalah dari semua peluang. Orang sukses, kalau dia ada masalah, dari masalah itu dia cari peluangnya dari mana masalah ini. Karena dia tau semua kesuksesan besar di dunia ini, itu berawal dari masalah, masalah orang yang bisa dipecahkan. Sedangkan orang gagal, pada saat dia diperhadapkan peluang, dia akan selalu mencari masalahnya dimana dari peluang itu. Selalu dia cari. Padahal sudah di kasih tau, ini nanti begini nih, nanti plan A, plan B, plan C. Tapi nanti gimana ya kalau begini, gimana ya kalau begitu, gimana kalau bangkrut. Jadi dia sudah jadi peramal dulu, jadi dia sudah bisa meramalkan tentang masa depan dia. Dia selalu melihat masalah dari setiap peluang. Sedangkan orang sukses, orang-orang kaya ini selalu melihat peluang dari setiap masalah.

Itu tadi ke empat perbedaan mendasar cara berpikir antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin.
Semoga bermanfaat...
Sukses buat kita semuanya.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh




Dikisahkan, Ada seorang mahasiswa yang sekian lama berjuang di bangku kuliah untuk mencapai tingkat akademik yang lebih tinggi, dan sampailah pada waktunya dosen memberikan ujian terakhir untuk menentukan lulus atau tidak dirinya. Dalam ujian tersebut sang dosen yang sangat arif dan bijaksana ini memberikan pertanyaan pada mahasiswa itu. Dosen berkata "Nak, sudah siapkah dirimu dalam mengikuti ujian akhir ini?" Sudah, Pak..! jawab mahasiswa itu dengan tegas.

Baiklah kalau begitu, Nak..! Hari ini Saya hanya memberikan satu pertanyaan untukmu, dan berharap pertanyaan ini bisa kamu jawab dengan tepat. "Baik Pak, apa pertanyaannya" tanya mahasiswa itu. Dosen berkata "Kamu Saya beri waktu selama tiga hari untuk mencari makhluk yang menurut pandanganmu sangat buruk". Beberapa detik mahasiswa itu menengadah ke langit-langit ruangan ujian seperti sedang berpikir sejenak, lalu dengan percaya diri mahasiswa itu berdiri dan pergi meninggalkan dosennya dari ruang ujian.

Sesampainya di rumah, mahasiswa itu merenung dan berpikir mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan dosennya tadi. Di hari pertama, Ia lalu berjalan-jalan keluar rumah menelusuri kampung dan perkotaan hendak melihat-lihat kehidupan yang ada diluar sana, hingga ia menjumpai kerumunan orang banyak yang sedang berjudi dan mabuk-mabukan, sampai terbesit dalam pikirannya "Mungkin ini jawaban dari pertanyaan yang diberikan dosennya", karena mereka ini orang-orang yang lebih buruk dari aku. Mereka gemar berbuat maksiat setiap hari daripada beribadah kepada Sang Illahi, sedangkan aku adalah orang yang ahli ibadah.

Setelah berjalan kaki seharian dan terasa capek, ia lalu pulang ke rumah merenung dan berpikir dengan apa yang baru saja ia jumpai. Ia bertanya-tanya dalam hati, apakah benar ia lebih baik dari orang-orang penjudi dan pemabuk yang barusan di jumpai tadi? Lama dalam berpikir, lantas ia menyadari bahwa manusia bukanlah robot yang bisa di program dengan satu tingkah laku dan tidak bisa berubah. Sedangkan manusia adalah makhluk yang sempurna diciptakan yang dikaruniai akal pikiran dan diberi kesempatan untuk bertobat kepada yang Maha Kuasa. Dari situ ia lalu menyimpulkan bahwa ia tidaklah lebih baik dari orang-orang penjudi dan pemabuk tadi selagi masih menjalani hidup di dunia yang penuh dengan cobaan, sebab boleh jadi mereka yang larut dengan dosa-dosanya yang melimpah sebanyak pasir di pantai lalu mereka bertobat dan mengakhiri hidupnya dengan indah penuh kebaikan, akan lebih baik dibanding para ahli ibadah yang tidak pernah ikhlas dalam menjalankan perintah ketaatan pada pemilik kehidupan ini.

Di hari kedua, hal sama dilakukan mahasiswa ini, ia jalan keluar rumah dan dijumpai seekor anjing penyakitan dan buruk rupa, bergumam ia "mungkin inilah makhluk yang paling buruk dimaksud pertanyaan dosen itu, karena anjing ini sangat buruk daripada aku". Dengan semangat mahasiswa ini merasa menemukan jawaban untuk pertanyaan dosennya, lantas ia pulang ke rumah.

Sesampai ia di rumah, kembali ia merenung dan berpikir tentang seekor anjing tadi. Ia bergumam "Seekor anjing walaupun buruk rupa dan berpenyakitan, dia tidak lebih buruk daripada aku, karena ketika hari kebangkitan tiba, maka seekor anjing tidak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang aku lakukan selama hidup. Jika aku tidak bisa mempertanggungjawabkan semua itu, maka hancur dan habislah diriku. "Sungguh, aku tidaklah lebih baik dari anjing itu.

Di hari yang ketiga, akhirnya mahasiswa itu menghadap dosennya. Maka bertanyalah dosen padanya, "Sudahkah kamu menemukan jawaban atas pertanyaan itu, Nak?" "Sudah Pak" Jawab mahasiswa itu. Lantas apa jawaban kamu, Nak? Sahut dosen.
Mahasiswa itu langsung menjawab, "Ternyata makhluk yang paling buruk itu adalah diri saya sendiri Pak dosen". Dosen mengangguk dan tersenyum, "Kamu berhasil ujian ini, Nak? Kamu Lulus".

Sahabat pembaca, kisah diatas merupakan ilustrasi gambaran kehidupan yang mana kita seringkali dengan mudah menilai orang lain akan keburukannya dan tidak mampu menilai keburukan akan diri kita sendiri. kita mampu menilai orang tapi kita takut menilai diri sendiri. Berpikirlah positif tentang apa yang ada pada orang lain. Jangan menghujat, jangan membuli, jangan mencaci dan hal negatif lainnya yang ada dalam pikiran anda. Tumbuhkan hal positif dalam benak anda, karena berpikir positif akan mendatangkan kebaikan untuk anda.

Sudut pandang juga sangat berpengaruh. Tidak ada orang sukses jika tidak memiliki konsep berpikir yang baik. Konsep berpikir atau cara berpikir merupakan hal penting bagi anda dalam meraih kesuksesan. Belajar bukan hanya di sekolah saja, melainkan diberbagai tempat. Tidak hanya kepada manusia kita belajar, tapi pada alam semesta pun bisa. Semua hal dapat kita pelajari, hanya saja mampukah kita melihat hal tersebut menjadi sebuah pelajaran yang dapat membuat kita lebih menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga bermanfaat,..


Siapa sih yang tak ingin sukses,..?
Penulis yakin sobat semua yang membaca artikel ini pasti ingin meraih sukses secara gemilang, bukan? Meskipun kesuksesan itu ada yang berbeda-beda bentuknya, semisal sebagian orang hanya ingin sukses dalam meraih suatu pangkat jabatan tinggi, ada juga yang ingin memiliki harta kekayaan yang melimpah, punya rumah dan mobil mewah dan lain sebagainya. Semua itu adalah impian mereka untuk diwujudkan hari depan nanti. Namun sayangnya untuk meraih hal yang demikian tidaklah mudah, sobat..! Buktinya, hingga saat ini apa yang mereka cita-citakan belum kesampaian, dan ada yang masih mereka perjuangkan. Bahkan ada banyak orang yang berputus asa dan memilih menyerah begitu saja hingga berhenti berlari meraih impian tersebut.

Sukses memang menjadi hak bagi setiap orang untuk meraihnya. Hanya saja, bagaimana jalan mereka mengusahakan agar dapat merealisasikan semua itu. Ada orang yang dengan gigih untuk mencapainya, ada juga orang-orang yang hanya dengan biasa-biasa saja dan ada juga yang kelihatan biasa saja namun sebenarnya mereka sangat mengusahakan kesuksesan itu.

Perlu di sadari disini, sobat..! Bahwa sukses itu bukan hanya sekedar teori saja. Sukses itu butuh aksi. Sebab, apapun gagasan pemikiran ataupun cita-cita setinggi apapun yang ingin sobat raih, jika tidak dibarengi dengan eksekusi atas gagasan dari pemikiran tersebut, maka keberhasilan tidak akan pernah sobat dapatkan.

Hidup ini adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kalau perasaan malas, tidak disiplin, tidak berani bertindak, bimbang, ragu-ragu serta sifat negatif lainnya yang masih menempel menguasai diri kita,. Tentu nasib buruklah yang akan kita dapati. Sebaliknya juga demikian, ya sobat..! Jika hal positif terus ada menguasai dalam diri kita, maka keberhasilanlah yang akan kita dapatkan.

Kita sebagai insan yang telah dikaruniahi oleh Tuhan dengan segenap kelebihan, maka kita harus berani mengembangkan diri untuk berpikir, bertindak, belajar dan berjuang. Jangan sampai kita mudah patah arang dalam menghadapi roda kehidupan ini.
Kalau mental kemandirian telah kita miliki,. tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup serta berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan mampu meraih sukses yang membanggakan.

Tapi ingat ya, sobat..! Bahwa sukses bukanlah tujuan akhir yang harus anda raih. Dimana sebagai manusia, tentu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah diraihnya. Mereka akan terus meraih dan meraih yang lebih. Sebagian orang menamakan ini semangat berkelanjutan dan berinovasi, namun pada kenyataannya tak lebih dari sekedar pemuas hawa nafsunya.

Ambilah sisi positif dari semangat berkelanjutan tersebut dan railah kesuksesan secara gemilang menurut cara sobat sekalian. Mungkin sobat akan menemukan kegagalan berkali-kali, tetapi setidaknya hal itu membuat sobat sadar bahwa sobat sekalian sudah mencoba terus menerus hingga meraih sukses yang gemilang.

Semoga bermanfaat,..




Hai sobat pembaca,..! Pernahkah sobat bertanya-tanya atau mencari-cari jawaban tentang dimana letak kebahagian itu? Jika benar demikian, berarti sobat tak salah berkunjung dan membaca sepenggal artikel di blog ini. Hhhmmm.

Memang,..! Semua orang pada dasarnya sangat mendambakan kebahagian. Baik itu kebahagian dalam hubungan percintaan, rumah tangga, karier dan lain sebagainya. Hanya saja, tidak semua orang meraih hal kebahagian tersebut secara utuh. Padahal kalau dipikir, memangnya sesulit apa sih untuk mencapai sukses dalam kebahagian itu. Sampai-sampai untuk meraih kebahagian yang hakikih tersebut, banyak orang rela berpaling dari keimanan mereka hingga menjadi syirik pergi ke dukun-dukun kampung untuk mendapatkan kebahagian yang mereka inginkan, Naudzubillahi min dzalik. Mereka lupa sesungguhnya yang mereka raih hanyalah kesenangan dan kebahagian hidup sementara. Justru kebahagian kekal itu di akhirat. Setuju 'kan, sobat..!? Hhhhmmm...

Jadi, sobat...!? Jalani saja hidup ini dengan apa adanya. Bukan ada apanya. Sesuaikan gaya dan selera kita itu, sesuai dengan kemampuan kita. Mengapa demikian..? Karena bahagia itu bukan di mata orang lain agar terlihat kita orang berada, atau supaya terlihat kita mampu. Sebetulnya simpel saja, bahwa bahagia itu ada di hati kita. Maka dari itu, syukur dan sabar dengan apa yang ada kita jalani saat ini.. Harta itu bukan jaminan kebahagian di dunia. Apalagi di akhirat, sobat.

Ingat..! Harta itu hanya untuk kesenangan bukan untuk kebahagiaan. Kalau kebahagiaan itu Allah letakkan di harta, maka di dunia ini yang bisa bahagia itu hanya orang kaya, sobat. Dan Kalau kebahagian itu Allah letakkan di rumah mewah dan mobil mewah, maka yang bisa bahagia itu cuma para pejabat dan pengusaha. Justru, Allah letakkan kebahagian itu di hati,. yakni di hati orang-orang yang dipenuhi dengan rasa syukur dan sabar terhadap setiap ketetapan-Nya. Ingat ya Sobat,. letak kebahagian itu ada di "HATI". Dan Allah tidak pernah melarang hambanya banyak harta dan kaya raya. Karena banyak para Nabi Allah juga kaya dan seorang raja. Tapi kekayaan dan tahta mereka, justru membuat mereka lebih dekat dan taat kepada Allah. Seingat waktu itu, guru saya pernah mengatakan,:

"Dengan harta, kita bisa membangun rumah sakit. Tapi tidak akan pernah bisa membeli kesehatan.
Dengan harta, kita bisa membangun sekolah dan tempat-tempat ibadah. Tapi tidak bisa membeli ilmu dan iman.
Dengan harta kita bisa membeli jam tangan yang mahal, tapi tidak akan pernah bisa membeli waktu.
Dengan harta juga, kita bisa membayar pengawal, tapi tidak bisa membeli keselamatan.
Dan dengan harta kita bisa membeli kesenangan tapi bukan kebahagiaan".

Maka memohon ampunlah kepada Allah, karena tangisan para pendosa lebih dicintai Allah dari pada sombongnya para ahli ibadah.

Semoga bermanfaat...