Di zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan megah yang menguasai beberapa wilayah yang sangat luas dan kaya raya akan hasil bumi. Seluruh penduduk dalam wilayah kekuasaan kerajaan sangat tunduk dan patuh pada aturan kerajaan. Meskipun berlandaskan aturan ke islaman, seluruh penduduknya hidup dengan penuh kedamaian dan tentram, walau di antara penduduk tidak seiman kepercayaan. Seorang raja yang sangat di hormati dan taat beribadah dalam ajaran ke islamannya memberikan instruksi pada seluruh ponggawa kerajaan untuk selalu mengerjakan amalan kebaikan dalam keistanaan kerajaan seperti menegakkan sholat lima waktu.
Hal ini ternyata sangat merubah kehidupan keistanaan kerajaan menjadi orang-orang yang ahli ibadah.

Suatu ketika, melihat para ponggawa kerajaan berubah menjadi orang-orang yang taat beribadah pada Allah, sang raja sangat merasa terharu hingga memanggil beberapa orang ponggawanya untuk menyampaikan syiar islam ke seluruh wilayah kekuasaan kerajaan agar para penduduk penganut agama islam untuk melaksanakan perintah sang raja, yakni mengerjakan amalan kebaikan dan menegakkan sholat lima waktu.
Hari demi hari berlalu, tatanan hidup kerajaan semakin melekat ke islaman di hati para ponggawa kerajaan yang tak henti-hentinya melakukan amal kebaikan. Sementara sang raja masih mengkhawatirkan para penduduk di luar istana.

Beberapa kali dalam tidurnya, sang raja memimpikan penduduk luar istana lebih banyak mengerjakan perbuatan kemaksiatan dan kemungkaran dibanding kebaikan. Sampai-sampai keringat dingin mengucur membasahi keseluruh tubuh dan jubah putihnya. Merasa hal yang tak beres dengan situasi diluar istana, ke esokan harinya sang raja menceritakan mimpinya itu di depan para penasehat kerajaan akan arti atau tanda apa yang dilihat dalam mimpinya itu, sehingga di utus beberapa orang ponggawa kerajaan untuk memastikan situasi penduduk yang ada di luar istana.

Sekembalinya beberapa orang ponggawa kerajaan ke istana yang ditugaskan tadi, lalu di ceritakan hal yang mereka jumpai akan situasi penduduk sesuai apa yang mereka lihat, bahwa ternyata apa yang dilihat sang raja dalam mimpinya itu adalah hal yang benar. Setelah mendengar laporan dari ponggawa kerajaan, membuat sang raja merasa sangat bersalah hingga meneteskan airmata, tersunggkur sujud dan berzikir memohon ampun pada Allah.

Tiga hari tiga malam kesedihan masih terpancar di wajah sang raja. Kedua matanya terlihat membengkak tak tahan menahan airmata. Dalam hatinya seperti teriris sembilu. Namun sebagai seorang raja yang sangat dihormati diseluruh wilayahnya, Ia membuat suatu putusan berani keluar istana melakukan blusukan untuk lebih memastikan situasi penduduknya. Dengan dibantu dua orang ponggawa kerajaan yang ikut bersamanya, selesai sholat magrib mereka pun bergegas ke luar istana.

Dalam perjalanan mereka, dilihat sang raja seseorang sedang berjalan sempoyongan dengan di tangannya menggenggam guci berisi minuman keras. Semakin mendekat orang itu berjalan tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia. Sang raja dan kedua ponggawanya yang menyaksikan kejadian itu, langsung meminta pertolongan warga yang lewat disitu untuk membantu mayat yang tergeletak disitu, namun tak seorangpun yang menghiraukannya. Kurang lebih 50 orang yang lewat tapi tak satu pun yang mempedulikan mayat itu tergeletak di tanah. Hingga akhirnya dengan terpaksa bertindak kasar dua ponggawa kerajaan yang dibekali ilmu beladiri menghentikan beberapa warga yang lewat untuk diminta keterangan mengapa mayat ini tidak ada seorang pun yang mau menggotong dan membawa ke rumah keluarganya. 

Dari keterangan yang diperoleh dari beberapa warga bahwa orang itu selama hidupnya, setiap malam selalu pulang dalam keadaan sempoyongan dan ditangannya menggenggam guci minuman keras. Selain itu juga orang ini setiap hari masuk ke tempat hiburan wanita malam. Itulah sebabnya warga membenci orang ini. Lalu, sang raja meminta warga untuk menggotong mayat itu ke rumah keluarganya. Sesampai di depan rumah keluarganya, sang raja mengetuk pintu dan memberi salam lalu terdengar balasan sahutan salam dari dalam rumah dan keluarlah istri dari mayat tersebut sambil berkata, "Ada apa gerangan malam begini ramai-ramai datang ke rumah ini". Sang raja menjawab "Apakah orang ini suami anda?" Ya, Dia suamiku. Apa yang terjadi dengan suamiku?" jawab sang istri.

Kemudian Sang raja menjelaskan "Suamimu tadi kami temukan tergeletak di jalan dengan kondisi sudah meninggal, lalu kami antarkan kesini". Mendengar itu sang istri seperti disambar petir, tubuhnya menjadi lemas hampir pingsan dan berucap "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". Sang istri di papah warga masuk kedalam rumah bersama mayat sang suaminya. Setelah beberapa menit menunggu kondisi sang istri membaik, lalu sang raja bertanya, "Selama hidup sang suami, amalan baik apa yang pernah dilakukannya?" Sang istri menjelaskan "Sebetulnya suamiku adalah orang yang sholeh, Dia selalu mengerjakan sholat, Dia suami yang sangat bertanggungjawab dalam menafkahi ku dan anak. Setiap selesai sholat subuh berjamaah bersamaku dan anak di rumah, suamiku menunggu waktu sholat dhuha lalu pergi berdagang. Rezeki yang di dapatnya hari itu, sebagian ia nafkahi untuk keluarga, sebagian ia sedekah, sebagian juga ia beli minuman keras namun bukan untuk ia konsumsi tapi ia buang agar berkurang orang yang meminum minuman keras karena sudah habis di beli suamiku. Memang benar suamiku setiap hari mengunjungi tempat hiburan wanita malam, tapi bukan ia berbuat zina. Itu ia lakukan agar berkurang para lelaki dan perempuan melakukan zina, karena suamiku sudah membooking wanita-wanita malam itu terlebih dulu dan di suruh pulang.
Suamiku juga sebelumnya telah mewasiatkan menceritakan akan mimpinya padaku, bahwa kelak nanti ia meninggal akan di sholatkan oleh seorang raja yang sholeh bersama orang-orang yang sholeh lainnya.

Mendengar cerita dari sang istri, sang raja dan kedua ponggawanya beserta semua warga yang ada disitu, meneteskan airmata tertunduk malu dihadapan jenazah yang terkujur kaku. Dengan penuh rasa haruh akhirnya sang raja pun tergugah hati dan mengatakan bahwa amanah lewat mimpi suamimu terwujudkan.
Malam hari itupun sang raja langsung memerintahkan kedua ponggawa kerajaannya untuk menyampaikan ini ke istana dan menyiapkan segala keperluan jenazah untuk di sholatkan bersama warga di istana.

Semoga bermanfaat...



Allah SWT telah menciptakan manusia dengan sempurna. Apalagi telah diberikan akal pikiran agar manusia itu dapat berpikir dan bertindak akan hal yang baik dan yang buruk. Namun terkadang yang namanya makhluk (Manusia) sering salah menentukan pilihan jalan hidupnya. Oleh sebab itu, yang namanya manusia wajib menuntut olmu. Memang benar dengan berilmu adalah salah satu kunci orang dapat meraih keberhasilan yang di cita-citakan, dan dengan ilmu itu juga dapat menghancurkan masa depan kehidupan seseorang. Kesemuanya itu bergantung atas pribadi orang tersebut dalam mengeksplorasikan ilmu yang dimilikinya.

Jika seseorang ingin meraih hal yang berkaitan dengan duniawi, wajiblah memiliki ilmu. Bahkan jika seseorang itu ingin selamat dan bahagia di akhirat, ia juga harus wajib memiliki ilmu. Dan jika seseorang ingin meraih keduanya, maka wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.

Mencari dan menambah ilmu tidak mengenal usia dan hendaknya menuntut ilmu sampai ajal menjemputnya. Dengan berilmu dapat menambah wawasan dan pengetahuan akan diri seseorang, sehingga seseorang yang berilmu dapat dipandang tinggi dan mulia oleh masyarakat dalam perjalanan kehidupannya. Tanpa ilmu juga, seseorang akan dipandang rendah, bahkan tanpa ilmu ibadah dari seseorang tersebut tidak akan diterima dan keimanannya pun bisa goyah. Maka dari itu urgensi ilmu itu sangat penting. Tinggal cara bagaimana seseorang melakukan fungsi ilmu tersebut.

Jadi, sobat...! Sebaik-baik manusia adalah manusia yang menuntut ilmu,. dan sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat dan bukan ilmu yang sesat dalam mengamalkannya, terlebih khusus ilmu agama. Jangan sampai menuntut ilmu justru membawa Anda ke dalam lubang kenistaan yang kelak nanti menjadi penghuni api neraka. Amalkanlah ilmu yang Anda miliki dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan, yakni ilmu yang membawa manfaat atas diri Anda dan orang banyak. Sebab setiap manusia yang berilmu akan diminta pertanggungjawabannya di hari akhir.

Semoga bermanfaat...



Seorang pemuda berusia belasan tahun tertangkap oleh polisi setelah seminggu menjadi buron terkait kasus pembunuhan sesama rekannya di sebuah rumah kost-kostsan. Kasus pembunuhan terjadi dipicu hal sepele, yang mana korban salah memakai sandal saat di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung. Seperti biasa para pemuda-pemuda masih sekolahan ini mengisi libur sekolah dimasa pandemi covid-19 dengan berkumpul di rumah kost salah satu rekan mereka yang tak lain dan tak bukan pesta miras "Happy party" istilah gaul anak muda jaman sekarang.

Kronologi berawal dari salah satu diantara mereka mulai patungan menaruh uang dua puluh ribuan di atas meja, kemudian di ikuti rekan-rekan lainnya hingga terkumpul uang hampir lima ratus ribuan. Hari itu cuaca lagi hujan dan jalanan pun becek, korban di suruh rekan-rekannya untuk membeli minuman keras di sebuah warung yang berada di ujung jalan sebuah kampung. Korban ditemani dua orang rekannya untuk pergi membeli miras di warung itu. Tanpa memperhatikan sandal miliknya, korban dengan buru-buru mengambil sandal milik pelaku dan langsung bergegas jalan kaki bersama dua rekannya.

Setiba di warung korban tersadar dan melihat kalau sandal yang digunakannya bukan miliknya. Namun bagi dia itu biasa saja. Namanya juga teman, pasti salah memakai sandal hanya untuk sebentar saja dipikir tidak masalah. Sesudah membeli beberapa botol minuman keras, korban dan kedua rekannya kembali ke kost-kostsan tempat mereka kumpul. Setiba di kost-kotsan pelaku marah dan tidak terima sandalnya penuh becekan tanah. Suasana sempat memanas ketika itu antara korban dan pelaku, namun diredahkan oleh rekan-rekan lainnya. Acara pesta miras pun di mulai. Seorang rekan mulai menuangkan minuman ke dalam ceret plastik bening dan mulai menggilir secangkir demi secangkir ke semua pemuda yang hadir disitu.

Semakin menikmati miras, beberapa pemuda terlihat mulai bertingkah yang aneh-aneh. Pikiran dan mulut mulai tak bisa terkendalikan hingga masalah sandal yang terlupakan tadi menjadi perdebatan kembali. Korban dan pelaku yang saat itu sudah sama-sama dipengaruhi miras beradu mulut dan semakin menunjukan kejantanannya masing-masing. Pelaku yang sangat marah besar tiba-tiba menendang meja hingga minuman keras diatas meja tumpah ke lantai. Korban saat itu yang lagi duduk di lantai terhempas pecahan botol kaca dan menimbulkan emosinya naik tinggi lalu melempari pelaku dengan meja plastik. Pertengkaran pun terjadi saat itu. Rekan-rekan lainnya yang sudah teler sempoyongan tak lagi bisa melerai adu jotos korban dan pelaku.

Karna korban bertubuh lebih besar dari pelaku, sehingga korban dengan mudah membanting pelaku di lantai. Tanpa di kira oleh korban, pelaku yang terjatuh dilantai lansung menggenggam pecahan kepala botol yang ada disekitarnya dan menancapkan ke leher korban hingga korban terjatuh berlumur darah. Tak hanya itu saja, dengan ganasnya yang sudah dirasuki nafsu setan pelaku menancapkan lagi yang keduakalinya kebagian lambung korban hingga korban kehilangan nyawa.

Para pemuda yang lain yang tadinya teler, semuanya tersadar dan lari ketakutan melihat rekannya bersimpah darah bercucuran dilantai. Setelah kejadian pembunuhan itu, korban pun lari menghilang hingga ditangkap polisi seminggu kemudian.

Nah, Sobat pembaca...! Kisah diatas memberi pembelajaran bagi kita, bahwa masalah kecil jangan disepelekan. Sebab munculnya masalah besar bisa berawal dari hal yang kecil. Terkadang sebagai manusia biasa, kita sulit mengendalikan kemarahan. Tapi bukan berarti kemarahan tak dapat dibendung. Belajarlah untuk tidak marah, karena akan ada penyesalan dibalik kemarahan Anda. Jangan hidupkan api amarah didalam diri jika Anda tak sanggup memadamkannya. Karena  jika api itu menjalar, Dia akan menghanguskan apa saja yang ada dihadapannya. Ingat sobat...! Kemarahan yang dimulai dengan kegilaan, akan berakhir dengan penyesalan yang memalukan. Maka dari itu cobalah untuk merenung.

Semoga bermanfaat...



Di suatu perkampungan kecil hidup seorang janda muda beranak satu. Dulunya wanita ini menjadi rebutan para lelaki di kampung tersebut karena parasnya yang cantik dan menggoda. Kulitnya kuning langsat, hidung mancung dan berambut hitam lurus. Di usianya 20 tahun, Ia sangat rajin membantu orang tuanya berdagang di pasar, hingga Ia berkenalan dengan seorang pemuda yang tidak begitu tampan, yatim piatu namun pemuda ini memiliki akhlak yang sangat baik dan rajin ibadah. Ia juga bekerja sebagai seorang pedagang sayur mayur berkeliling kampung.

Kisah asmara kedua insan tersebut berjalan kurang lebih 8 bulan dan di restui orang tua wanita, sampai akhirnya keduanya menikah. Dua tahun menjalani hidup berumah tangga keduanya masih tinggal bersama kedua orangtua wanita. Walau hidup sederhana di rumah orang tua, mereka berdua saling mencintai dan memahami segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hasil kerja keras berdagang sayuran dari suami meskipun mendapat untung sedikit, ditabungnya untuk niat memiliki rumah sendiri. Alhasil mereka kini memiliki rumah sendiri walau berdinding bambu beralaskan tanah tapi mereka merasa bahagia.

Kebiasaan suami selesai sholat subuh, ia mempersiapkan dagangan untuk berkeliling kampung. Begitu juga istrinya telah mempersiapkan sarapan pagi untuk suami dan bersiap membantu orangtuanya berdagang di pasar. Hari demi hari terus berjalan hingga akhirnya mereka dikaruniahi seorang anak putra. Oleh karena harus mengurus anaknya, sehingga wanita ini tidak lagi bekerja membantu orang tuanya berdagang di pasar.

Kehadiran anak pertama ini, dirasakan menjadi pemicu bahagia bagi suami untuk lebih bekerja penuh semangat. Tak pantang menyerah walau hujan dan udara dingin pagi hari menyelimuti kampung, Ia bergegas memikul dagangannya berkeliling kampung berjualan. Meninggalkan istri dan buah hatinya dirumah terasa berat untuk melangkah, tapi demi membahagiakan keduanya ia pun ikhlas berharap ridho Allah selalu menyertai.

Kira-kira pukul sepuluh pagi itu, tak biasanya dagangannya belum habis terjual sehingga Ia pun harus terus berkeliling kampung menjual sayur mayur melewati persimpangan jalan dan lorong hingga tiba di sebuah kompleks perumahan. Di tempat itu ada seorang ibu yang memborong dagangannya sampai habis. Tengadah kelangit berucap syukur selalu tak lupa dilakukannya selesai berdagang.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, berharap membawa rejeki kebahagiaan buat istri dan anaknya, karena dagangan habis terjual, namun di tengah perjalanan nampak kendaraan roda empat lepas kendali meluncur dengan cepat dan menabraknya hingga meninggal dunia. Kabar berita itu pun sampai pada istrinya di rumah. Rasa bahagia karena kehadiran anak bayi yang pertama kini berubah menjadi tangis duka setelah ditinggal suami selama-lamanya.

Sejak ditinggal suami tercinta, hidupnya terasa hampa. Tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi imam saat sholat subuh berjamaah, tak ada lagi sarapan pagi untuk di siapkan,. Semuanya kini tinggal kenangan yang membawa luka di hati. Tangis airmata terus bercucur di pipi nan halus, bola mata yang indah mulai membengkak. Seolah ini hanyalah mimpi dan bukan kenyataan.

Hari terus berganti,. hati yang terluka kini harus move on menatap masa depan yang lebih cerah. Upaya menghidupi buah hati harus dijalani dan tidak berharap iba dari orang lain. Menyambung hidup dirinya dan anak pemberian Allah dari Almarhum suami, Ia harus menjadi wanita yang kuat menjalani hidup. Uang sisa tabungan suami di olahnya dengan melanjutkan usaha berdagang sayur mayur keliling. Kehidupannya menjadi buah bibir para warga kampung, namun tak di hiraukannya. Para Duda, perjaka bahkan Aki-aki pun banyak yang mendekat untuk antri meminangnya. Tapi semuanya ditolak...

Nah,..sobat pembaca..! Dari kisah ini, kita dapat mengambil pembelajaran yang berharga. Yang pertama bahwa kematian akan selalu mendekat, tak pandang muda ataupun tua, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit. Segalanya akan kembali kepada-Nya. Nikmat kebahagian dunia tidak seberapa dibanding nikmat kebahagian akhirat. Oleh karena itu persiapkan diri dari sekarang untuk tabungan akhirat nanti. Yang kedua, mengajarkan kita agar jangan berlarut dalam kesedihan. Baik itu musibah, kegagalan, kematian dan lain sebagainya. Karena hal itu sangat di benci oleh Allah. Jadikan itu sebagai batu loncatan buat kita untuk bangkit dan bersemangat.

Semoga bermanfaat....



Anda mungkin pernah mengalami hal sulit dalam hidup saat mencari kerja. Banyak hal yang di anggap biasa saja, namun Anda tak menyadari kalau hal biasa, justru meruntuhkan ekonomi finansial Anda sedikit demi sedikit. Mungkin hal sepele bagi Anda yang terlahir dari sebuah keluarga berekonomi diatas rata-rata.  Tapi sebagian orang sangat menderita akan hal demikian. Coba Anda bayangkan, atau flashback... sudah berapa banyak instansi atau perusahan Anda melamar pekerjaan dengan berharap dapat diterima menjadi karyawan di instansi atau perusahan itu? Tapi nyatanya, Anda  tidak diterima atau bahkan sampai saat ini masih di gantung harapan Anda tanpa konfirmasi balik alias hanya terdiam membisu. Lalu, coba Anda hitung berapa banyak biaya yang Anda keluarkan saat menyiapkan berkas-berkas lamaran,. Mulai dari Biaya beli kertas lamaran, Amplop, foto copy, Legalisir, siapkan pas foto, transportasi, nasi dan air minum. Belum juga waktu yang tersita hanya membuat Anda sia-sia melangkah.

Sekilas Amplop coklat berisi berkas lamaran tampak sederhana. Namun siapa sangka, dibalik itu ada orang yang sampai rela meminjam uang untuk mengurusnya, ada orang yang sampai rela meninggalkan anak dan istrinya di rumah, bahkan ada orang yang sampai rela berjemur di bawah terik. Dan tidak menutup kemungkinan ada perempuan-perempuan yang harus terpaksa memangkas uang susu untuk anaknya, terpaksa menitipkan anaknya pada tetangga hendak pergi dengan semangat lalu pulang dengan harap. Ada waktu, materi dan tenaga yang berjibaku. 

Apa Anda pura-pura tidak tahu? 
Biaya transportasi?
Biaya Fotocopy?
Biaya Legalisasi?
Nasi dan air minum?
Itu semua berbiaya...

Jika lamaran kerja tak diterima,. Maka berilah penghargaan kepada mereka dengan memberikan informasi balik. Bukankah dibalik surat lamaran dan amplop itu sudah tertulis nomor handphone aktif? Syukur-syukur bila dikembalikan agar dapat digunakan untuk keperluan melamar ditempat lain. Bahkan lebih bersyukur jika memberi doa dan semangat pada mereka untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Jgn remehkan hal sederhana,. Karena di balik hal itu ada banyak orang menaruh harapan".
"Jika Anda berada di puncak gunung yang tinggi, pandangilah sekelilingnya. Sebab disitulah Anda akan merasa betapa indahnya alam ini atas anugerah dari-Nya.

Semoga bermanfaat,...