Artikel sebelumnya sudah banyak mengulas tentang kegagalan. Di kesempatan kali ini penulis akan mengangkat topik tentang takut terhadap resiko kegagalan dan alasannya. Perlu diketahui bahwa kegagalan adalah sesuatu yang normal. Sebelum dipaparkan lebih lanjut akan topik ini, ada dua pertanyaan tentang pilihan Anda saat ini yakni, pertama  "Apakah Anda akan menyerah dikala Anda menghadapi sebuah kegagalan yang kecil di masa lalu hanya karena perasaan yang tidak nyaman, lalu membuat Anda takut berbuat sesuatu karena membayangkan akan menghadapi kegagalan yang lebih besar? Kedua, Apakah Anda akan menyikapi kegagalan itu sebagai suatu sinyal yang menunjukan kelemahan dan keterbatasan Anda dan ingin mempelajari lebih dalam akan kemungkinan untuk mengatasinya, mengevaluasinya, dan menyiapkan diri untuk berbuat sesuatu dan mencoba lagi?".
Jawaban pilihan ada pada diri Anda masing-masing.

Takut Terhadap Resiko

Ingat,..? Langkah sekecil apapun yang akan Anda lakukan selalu ada resikonya. Namun resiko sebesar apapun bukanlah sesuatu yang menakutkan apabila Anda telah menyiapkan diri dengan baik untuk menghadapinya. Namun resiko sekecil apapun bisa menjadi bencana besar apabila Anda tidak pernah menyiapkan diri mengantisipasinya.
Suatu ketika, pernahkah Anda merasa sangat percaya diri ketika hendak melakukan sesuatu? Sebaiknya Anda waspada. Seringkali rasa percaya diri yang terlalu tinggi membuat Anda mengabaikan atau menganggap enteng akan faktor resiko. Padahal bukannya tidak mungkin pada saat Anda menetapkan pilihan dengan mengharapkan kemungkinan terbaik yang akan Anda raih, Anda tidak siap dengan kemungkinan terburuk yang akan Anda dapatkan. Resiko yang timbul dapat di duga sebelumnya, dapat juga diluar dugaan. Ia juga dapat berupa hal-hal yang baik dan menyenangkan, namun bisa juga berupa hal-hal yang buruk yang menyakitkan




Resiko yang dapat diduga sebelumnya, tentu akan mudah diantisipasi dengan penangkal yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Resiko yang muncul diluar dugaan pun mungkin saja terjadi, misalnya seseorang sedang berjalan ditrotoar tiba-tiba tewas ditabrak mobil berkecepatan tinggi yang berbelok arah saat menghindari anak kecil yang tiba-tiba menyeberang di jalan. Jadi resiko yang muncul secara tak terduga ini sulit sekali diantisipasi. Ada beberapa alasan yang membuat Anda takut mengambil resiko, diantaranya yakni:

  • Anda tidak tahu apa sebenarnya tantangan yang akan hadapi pada saat Anda memutuskan untuk berada di zona aman, atau akan keluar dari zona aman ketika memasuki situasi baru yang belum Anda kenal.
  • Anda tidak mengenal diri Anda dengan baik sehingga tidak memahami kelebihan dan keterbatasan Anda, terutama saat berhadapan dengan situasi yang mengandung banyak resiko.
  • Anda terpengaruh oleh cerita orang lain tentang betapa beratnyamenghadapi resiko pada situasi tertentu. Beratnya resiko yang dihadapi seseorang itu Anda adaptasikan dengan resiko yang akan Anda hadapi.
  • Anda berlebihan memperhitungkan kemungkinan terburuk pada saat berhadapan dengan sesuatu yang mengandung resiko, sehingga Anda tidak pernah memikirkan solusi yang akan Anda lakukan untuk mengatasi kemungkinan terburuk tersebut.
  • Anda tidak jujur dan proporsional dalam menilai kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, Anda hanya semata-mata untuk melindungi kewibawaan Anda di mata orang lain. Anda sering berusaha membesar-besarkan kekuatan Anda dan mengecilkan kelemahan Anda, sehingga Anda membodohi diri Anda sendiri.


Ada kalanya, meski Anda sudah mempersiapkan sesuatunya dengan sempurna, selalu terdapat kemungkinan akan timbul bahaya. Apalagi jika Anda bertindak diluar batas wilayah yang Anda kuasai. Anda yang tidak menguasai bisnis kuliner misalnya, ketika memutuskan terjun kebisnis itu, harus siap berhadapan dengan resiko yang mungkin membahayakan diri Anda, misalnya saja cita rasa masakan yang kurang enak, pelayanan yang mengecewakan, kerugian finansial yang beruntun dan lain sebagainya yang dapat menghancurkan reputasi diri Anda.

Keputusan Anda untuk berani mencoba bisnis kuliner adalah suatu keputusan yang tepat. Artinya, Anda sudah berani mengambil resiko untuk keluar dari zona aman dan membuka peluang untuk sesuatu yang lebih baik. Kalau Anda takut mengambil resiko dengan tidak membuka peluang, berarti Anda tidak berbuat apa-apa dan duduk manis di zona aman. Sikap berani mencoba berarti kemungkinan berhasil 50% dan kemungkinan gagal juga 50%, sedangkan kalau Anda tidak berani mencoba, maka kemungkinan berhasil adalah 0%dan kemungkinan gagal adalah 100%.

Banyak peristiwa situasional yang dapat memaksa Anda untuk keluar dari zona aman. Misalnya bagaimana ketika tiba-tiba saja ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi. Bagaimana pula kalau tiba-tiba perusahan tempat Anda bekerja melakukan efisiensi dengan pemutusan hubungan kerja? Tidak mungkin Anda diam dan tidak peduli dengan kondisi itu. Anda harus segera melakukan tindakan tertentu yang berarti harus meninggalkan zona aman.
Resiko akan timbul ketika Anda memutuskan untuk melangkah keluar dari kenyamanan Anda. Bila Anda berada dalam situasi ini dan tidak mempedulikannya atau menganggap enteng, maka sesungguhnya Anda justru berada dalam resiko terbesar untuk tersakiti dan mengalami kekecewaan. 

Mengangap enteng resiko yang mungkin terjadi banyak diakibatkan adanya perasaan percaya diri yang berlebihan, sehingga kehilangan sentuhan akan adanya rasa takut. Dengan tanpa adanya rasa takut, antisipasi untuk menghadapi terburuk pun tak pernah ada. Keadaan ini menempatkan posisi Anda dalam bahaya. Tetapi terlalu menganggap berat resiko yang mungkin terjadi, justru akan menurunkan tingkat keberanian Anda, sehingga Anda sering terkurung dalam zona aman yang nyaman tanpa masa depan.

Takut tehadap resiko, sama saja dengan takut terhadap hal-hal lain. Anda mungkin lebih memilih menghindari suatu tindakan yang memiliki resiko berat, karena alasan untuk tidak menghadapinya yang lebih besar dari pada alasan untuk menghadapinya. Namun sering alasan itu hanya digunakan untuk menutupi ketakutan Anda terhadap timbulnya resiko yang tak ingin Anda hadapi. Kebanyakan dari orang-orang tak suka mengakui hal ini secara jujur. Jika Anda berani untuk bersikap jujur terhadap kelemahan yang Anda miliki, tak ada salahnya Anda memilih tindakan yang memiliki resiko lebih kecil atau setara dengan kekuatan Anda.
Kalau Anda memilih tindakan dengan resiko yang lebih besar melebihi kekuatan yang Anda miliki, maka Anda akan gagal dan mengalami kekecewaan

Entah kapan Anda harus meninggalkan resiko yang terlalu berat membutuhkan keberanian dan kejujuran yang besar. Sebelumnya Anda harus mempelajari kemampuan diri Anda, baik itu kekuatan atau keterbatasannya secara proporsional. Kebanyakan orang menilai kemampuannya lebih besar dari pada kelemahannya. Ini tidak adil dan tidak proporsional, karena bila saatnya tiba, ujian proporsionalan  ini justru terjadi saat Anda berhadapan dengan situasi yang penuh resiko.

Takut terhadap suatu resiko atas tindakan yang dipilih, sering berawal dari salah menafsirkan kemampuan diri dan tidak jujur serta tidak proporsional dalam mengakui kelebihan dan kelemahan yang Anda miliki. Akibatnya sering Anda lebih suka melebih-lebihkan keterbatasan Anda dan mengecil-ngecilkan potensi kelebihan Anda. Dan pilihan tindakan Anda mudah ditebak, yaitu kembali ke zona aman untuk menghindari diri Anda berhadapan dengan resiko yang tidak Anda kehendaki.






Walaupun rasa takut itu manusiawi yang dialami semua orang, namun tak mudah bagi Anda untuk mengakui secara jujur bahwa Anda memang takut. Bukankah Anda cenderung membandingkan rasa takut Anda dengan rasa takut orang lain? Walaupun itu adalah sesuatu yang wajar terjadi untuk mengukur kelebihan atau kekurangan Anda, namun tidaklah banyak manfaatnya. Selain membandingkan rasa takut Anda dengan orang lain, bukankah Anda juga cenderung membandingkan rasa takut Anda dengan keberanian orang lain. Bukankah Anda sering merasa heran, mengapa Anda merasa takut sedangkan orang lain begitu berani? Atau malah sebaliknya, mengapa orang lain merasa takut pada suatu hal, padahal Anda berani?

Secara individu diri Anda berbeda dengan orang lain. Latar belakang kehidupan Anda berbeda, pendidikan dan kultur lingkungan Anda berbeda, kepribadian yang Anda miliki juga berbeda. Maka ketakutan dan keberanian Anda pasti berbeda pula dengan orang lain. Apa yang Anda takuti belum tentu ditakuti orang lain. Begitu pula sebaliknya. Ini konsekuensi dari perbedaan Anda sebagai individu.
Justru karena Anda merasa takut dikatakan paranoid oleh orang lain, maka Anda sering berpura-pura berani. Anda ingin dihargai sebagai pribadi yang tangguh dan tak mengenal rasa takut. Anda ingin dikagumi oleh orang lain. Mungkin saja Anda telah berusaha keras untuk mengurung rasa takut Anda sedemikian rupa agar Anda tidak tampak dari luar. Dengan memenjarakan rasa takut yang ada dalam diri Anda, maka Anda terhindar dari terlihat orang yang lemah dan memalukan dari kacamata orang lain. Yang nampak pada diri Anda adalah kelebihan Anda, bukan ketakutan Anda. Dan Anda merasa bangga.



Dengan melakukan ini sebenarnya Anda telah berbuat tidak jujur pada diri sendiri dan pada orang lain. Dalam berbagai situasi, Anda lebih memilih untuk berdiam diri dan tak melakukan apa-apa. Anda merasa terlalu khawatir  atau terlalu takut jangan-jangan kelemahan Anda sembunyikan selama ini diketahui oleh orang lain. Dalam kadar tertentu, aksi Anda untuk menyembunyikan rasa takut ini dapat menyebabkan Anda berhenti berusaha.

perubahan situasi yang memaksa Anda harus keluar dari zona aman, pada saat Anda tidak berani menghadapinya, justru akan membuat Anda terjerat pada ikatan rasa takut yang panjang ibarat infeksi, maka ketakutan itu akan menjalar dalam setiap aspek kehidupan Anda. Anda akan benar-benar menjadi seorang penakut yang tak berani hadapi resiko sekecil apapun. Akibatnya, Anda akan menyikapi rasa takut itu dengan cara yang berlebihan, dan mengecilkan keberdayaan yang Anda miliki. Itu berarti Anda akan selalu berusaha mencari situasi aman bagi diri Anda untuk tidak berbuat apa-apa. Sebetulnya ada beberapa bentuk ketakutan yang biasanya hinggap pada diri kita. Di kesempatan ini akan di bahas salah satu diantaranya, yakni takut terhadap kegagalan. Kegagalan itu memang sangat pahit bila Anda pernah merasakannya bukan? Namun kegagalan sepahit apapun sebaiknya jangan dibuang atau dilupakan begitu saja, karena kegagalan itu dapat berdampak negatif, namun dapat pula berdampak positif, tergantung bagaimana Anda menyikapinya.

Sangat wajar bila Anda takut bila kegagalan itu akan terulang lagi, karena Anda telah dapat mengukur kekuatan dan kelemahan diri Anda dalam menghadapi situasi itu. Kegagalan yang penah Anda alami sering mengganggu kepercayaan diri Anda dalam berhadapan dengan sesuatu. Misalnya saja seorang yang terjatuh saat memanjat di ketinggian akan menolak bila Anda mengajaknya untuk naik ketinggian lagi. Sebenarnya kegagalan pun memiliki segi positif, yakni akan melindungi Anda agar tidak mengalami luka atau kegagalan yang sama pada situasi yang hampir sama, namun pada kesempatan yang berbeda. Yang mempengaruhi rasa takut Anda pada kegagalan masa lalu tidak hanya terbatas pada kegagalan yang Anda alami saja, melainkan juga dapat berupa kegagalan yang dialami oleh orang lain. Suka atau tidak suka, diakui atau tidak, sebenarnya Anda sering membandingkan diri Anda dengan orang lain dalam berbagai aspek, baik itu ketakutannya, keberaniannya, kegagalannya ataupun keberhasilannya.

Mungkin benar bahwa kegagalan yang dialami orang lain akan membuat Anda terhibur dan dapat meyakinkan bahwa bukan Anda saja yang pernah mengalami kegagalan. Hal ini dapat meyakinkan Anda bahwa tidak pernah ada satupun kesuksesan yang tidak diiringi dengan kegagalan. Kesuksesan bukanlah berarti tidak pernah gagal, melainkan kembali bangkit untuk mengatasi sebab- sebab kegagalan terdahulu. Disamping itu mungkin juga benar bahwa kegagalan orang lain dapat membuat Anda lebih percaya diri, bila bobot permasalahan yang mengakibatkan kegagalan pada orang lain itu tidak seberat yang Anda hadapi. Namun jangan lupa, Anda berbeda dengan orang lain. Apa-apa yang gagal dilakukan orang lain belum tentu gagal bila Anda yang melakukannya, dan apa yang gagal Anda lakukan belum tentu gagal bila dilakukan orang lain.




Kegagalan memang akan membuat Anda tertekan secara psikologis. Akan tetapi, kegagalan itu justru mendorong Anda untuk melihat kekalahan sebagai pertanda kelemahan Anda. Tanpa adanya kegagalan, Anda tidak dapat mengukur kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri Anda, termasuk tidak dapat mengevaluasi secara cermat pendekatan, strategi, teknik, dan metode yang telah Anda gunakan sebelumnya. Tanpa merasakan kegagalan, Anda akan menjadi orang yang punya sifat takabur dan kurang waspada dalam segala hal. Padahal dengan menyadari sepenuhnya kelemahan dan keterbatasan Anda, maka Anda akan dapat mengantisipasi setiap situasi yang menantang untuk Anda hadapi, dan mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi kekecewaan yang mungkin terjadi pada setiap kegagalan yang akan Anda alami.

Takut untuk berbuat sesuatu karena dibayang-bayangi oleh perasaan gagal dapat melemahkan keberanian Anda, dan cenderung akan memenjarakan Anda di zona aman untuk tidak berbuat apa-apa. Anda sebaiknya memandang kegagalan yang Anda alami justru sebagai "instansi" yang memberikan banyak informasi tentang keterbatasan dan kelemahan Anda, sebagai faktor penyebab terjadinya kegagalan. Mungkin ada yang salah atau yang kurang tepat yang Anda lakukan dalam menghadapi situasi tertentu, yang mengakibatkan Anda gagal. Anda bisa menemukan kelemahan strategi Anda justru ketika Anda gagal. Dengan mengetahui lebih banyak tentang kelemahan dan kelebihan Anda, maka Anda akan semakin kuat dan tabah.

Ketabahan dalam menerima kegagalan akan meningkatkan kemampuan Anda dan membuat Anda lebih kuat. Ketabahan inilah yang akan membuat Anda tidak mudah patah semangat, putus asa atau kecil hati. Anda tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari masa lalu. Takut gagal dalam sebuah situasi yang memaksa Anda mengambil keputusan, merupakan sebuah pilihan untuk kembali ke masa lalu pada saat Anda berada di masa kini. Ini bukanlah sikap yang progresif yang akan mengantarkan Anda pada suatu kemajuan dan perkembangan. Ini sikap pesimis yang memaksa Anda stagnan di zona aman.

Bukan berarti kegagalan masa lalu harus dilupakan begitu saja atau dianggap sebagai suatu trauma yang menakutkan. Namun, Anda tidak perlu terikat kuat dengan kegagalan masa lalu yang membuat semangat meredup dan terus-menerus menimbulkan rasa tak nyaman setiap kali Anda memikirkannya. Kegagalan yang menyakitkan itu menular cepat seperti sel kanker yang semakin membesar dan memperdaya pikiran Anda, meracuni otak Anda untuk menyebar anggapan bahwa Anda akan menghadapi situasi yang sama dan menghasilkan kegagalan yang sama pula.





Seringkali kita jumpai orang yang merasa minder dengan keadaan dirinya ketika lagi kumpul-kumpul bersama teman-temannya atau mungkin sedang berada di suatu tempat keramaian. Hal ini dikarenakan orang tersebut kurang percaya diri dengan keberadaannya. Terkadang mereka lebih memilih menyendiri dan bahkan menutup diri dari pergaulan. Jika Anda termasuk orang yang demikan, berarti Anda kurang percaya diri dengan keberadaan Anda.
Di kesempatan ini penulis akan membagi sedikit tips sesuai topik bahasan di atas tentang cara meningkatkan kepercayaan diri dalam sekejab. Lalu bagaimana caranya dalam meningkatkan kepercayaan diri itu? atau bagaimana mengubah sifat minder menjadi penuh percaya diri? Ingatlah bahwa menutup diri dari pergaulan dan memilih menyendiri bukanlah solusi. Saat Anda tidak percaya diri, jangan sekali-kali menganggapnya sebagai karakter yang tak bisa di ubah. Ingatlah bahwa setiap sikap, karakter, watak ataupun sifat seseorang dapat di ubah oleh orang itu sendiri.




Berikut ini ada beberapa pilihan solusi yang dapat Anda pilih dan terapkan bila ingin meningkatkan rasa percaya diri. Sekali lagi hanya Anda sendirilah yang bisa mengubah rasa minder menjadi penuh percaya diri dan bukan orang lain. Anda dapat melakukannya kapan saja asalkan memiliki kemauan. Jadi intinya ada pada diri Anda sendiri.

A. Melakukan sesuatu yang positif

Salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda adalah dengan melakukan sesuatu yang positif. Biasanya, orang yang rendah diri akan sangat sulit melakukan sesuatu kebaikan. Maka, Anda harus belajar dan berusaha melakukannya. Isilah hari-hari Anda dengan berbagai kegiatan positif. Jadi, jangan hanya berdiam diri di rumah atau menyendiri. Dengan melakukan hal-hal positif, niscaya perilaku akan berkembang sehingga Anda akan menjadi lebih berani. Anda tidak lagi ragu untuk berinteraksi dengan orang banyak. Jika sudah demikian, tanpa sadar Anda telah berhasil meningkatkan kepercayaan diri.

B. Mengenali Diri Anda sendiri

Cara lain untuk meningkatkan percaya diri ialah mengenali diri Anda sendiri. Siapa diri Anda yang sebenanya? Apakah Anda orang bodoh yang tak punya teman? Apakah Anda orang yang penakut apabila diberi tanggung jawab dan lari menghindar? Apakah Anda orang pendiam yang malu untuk berinteraksi dengan teman-teman Anda? Ataukah ada secercah optimisme di dalam diri Anda, tetapi Anda tidak menyadarinya?
Dengan mengetahui jati diri Anda, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan rasa percaya diri. Jadi, bertemanlah dengan diri Anda sendiri sebelum berteman dengan orang lain.

C. Fokus pada kelebihan diri Anda sendiri

Anda pasti tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pikirkan apa saja yang menjadi kelebihan Anda. Kemudian fokuslah pada kelebihan diri Anda sendiri tanpa harus melihat apa yang ada pada orang lain.Dengan mengetahui hal-hal yang menjadi kekuatan Anda, maka rasa percaya diri Anda akan kian bertambah.

D. Berani mengambil keputusan

Orang tidak percaya diri biasanya takut mengambil keputusan. Maka, cara untuk meningkatkan percaya diri Anda adalah melakukan hal sebaliknya, yaitu belajar mengambil keputusan. Ingatlah bahwa mengambil keputusan apapun membutuhkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, Anda harus melatih diri Anda untuk berani mengambil keputusan, entah itu dalam persoalan sepele ataupun bersifat penting.

E. Berani mencoba

Selain belajar mengambil keputusan, Anda juga harus berani mencoba. Orang yang tidak percaya diri sangat takut untuk mencoba. Mereka pesimis dan skeptis akan dirinya bisa melakukan sesuatu. Maka, agar terhindar dari pola pikir tersebut Anda harus memberanikan diri untuk mencoba.

F. Memperbanyak wawasan

Wawasan sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri. Orang yang tidak percaya diri berarti wawasannya sangat sempit. Dengan memiliki ilmu dan wawasan luas, kepercayaan diri akan tumbuh dengan sendirinya. Mengapa demikian? Sebab, wawasan yang luas akan membuat seseorang mampu berpikir dan bertindak efektif. Hanya saja, Anda harus membatasi rasa percaya diri itu agar tidak berlebihan. Jika kelewatan, Anda justru akan menjadi orang sombong dan merasa sok pintar.

Itulah beberapa cara atau solusi yang bisa Anda pilih untuk meningkatkan rasa percaya diri. Ingatlah bahwa dibalik setiap masalah pasti akan ada solusinya. Jadi, jangan minder dihadapan masalah yang menimpah Anda. Yakinlah bahwa hal itu masih dapat diatasi. Anda pasti bisa menjadi orang yang percaya diri ketika menghadapi masalah.




Apakah Anda termasuk orang yang memiliki rasa percaya diri rendah? Nah, untuk mengetahuinya penulis mengajak Anda untuk mengetahuinya terlebih dahulu ciri-ciri orang yang tidak percaya diri. Berikut ini akan di uraikan mengenai beberapa ciri orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Pertama, Sulit bersosialisasi.

Dalam hal ini, seseorang merasa malu dan tidak yakin pada dirinya sendiri sehingga mengabaikankehidupan sosial. Sebagai contoh, ketika teman-teman disekitar Anda sedang berkumpul, Anda akan merasa malu untuk bergabung bersama mereka. Bila hal tersebut benar-benar terjadi, Anda termasuk tipe orang yang tidak percaya diri.

Kedua, Terlihat murung dan depresi.

Ciri lain orang yang tidak percaya diri dapat dilihat dari raut wajahnya. Biasanya orang yang kepercayaan dirinya rendah memperlihatkan wajah murung dan depresi. Coba cermati apakah diri Anda juga demikian? Semoga Anda tidak termasuk golongan orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Ketiga, Mengalami gangguan pada pola makan.

Salah satu contoh gangguan pada pola makan dikenal dengan sebutan anorexia, yaitu penyakit atau gangguan yang disebabkan masalah psikologi. Gangguan ini menandakan bahwa si penderita secara mental menderita sakit. Dalam kaitannya dengan makan, ganggan anorexia ini muncul manakala seseorang membatasi makan atau sedang menjalani diet ketat. Seseorang baru akan menyadari menderita gangguan ini saat perut sudah menolak makanan sekalipun dalam porsi yang sangat sedikit.




Kelima, Berpikir hal negatif.

Orang yang tidak percaya diri selalu berprasangka negatif terhadap sesuatu apapun. Orang tersebut suka berpikiran buruk terhadap diri sendiri sehingga sulit mengenali potensi yang dimilikinya. Setiap kali hendak melakukan sesuatu, ia selalu berpikir tidak akan mampu melakukan hal tersebut. Contohnya, saat melakukan pekerjaan bersih-bersih rumah, Orang yang minder akan pesimis dapat melakukan pekerjaan itu. Padahal, kondisi fisiknya sehat dan kuat. Orang semacam ini layak disebut menyerah sebelum berperang atau kalah sebelum bertarung.

Keenam, Takut dikritik.

Orang yang kepercayaan dirinya rendah biasanya takut dikritik. Saat melakukan sesuatu hal, ia cenderung mengerjakan secara sembunyi-sembunyi. Hal itu disebabkan ia takut dilihat atau dikritik orang lain. Selain itu juga, ia selalu membalas atau merespons pujian dengan nada negatif. Misalnya, saat ada orang memuji keberhasilannya, ia justru menganggapnya sebagai bentuk ejekkan.

Ketujuh, Memikul tanggung jawab.

Takut mengambil tanggung jawab tergolong ciri paling sering dijumpai pada ang yang tidak percaya diri.  Saat diberi kepercayaan untuk memimpin teman-temannya dalam sebuah team work, ia justru melemparkannya kepada temannya. Alasannya, ia diliputi kekhawatiran tidak mampu membawa timnya meraih keberhasilan.

Kedelapan, Selalu pesimis.

Tidak ada sedikitpun rasa optimis didalam diri orang yang tidak percaya diri. Boleh dibilang didalam kamus hidup, orang semacam itu hanya dipenuhi kata-kata bermuatan negatif. Setiap kali melakukan sesuatu hal, ia langsung diliputi pesimisme. Ia juga selalu memandang kehidupan secara negatif. Akibatnya, orang yang tidak percaya diri pasti akan jauh dari keberhasilan dan kebahagiaan.

Itulah beberapa ciri orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Apakah Anda memiliki salah satu ciri yang di uraikan diatas? Jika Ya, maka Anda harus sadar bahwa sikap tidak percaya diri termasuk penyakit berbahaya. Perasaan tersebut hanya akan membawa Anda pada keterpurukan dan kesengsaraan. Anda tidak akan pernah menjadi orang yang penuh percaya diri.





Sahabat pengunjung setia blog jallyjunkiez.com, Topik-topik masalah dikalangan remaja telah banyak dibahas dalam blog ini, namun semuanya tergolong bersifat eksternal. Artinya, masalah itu terjadi bukan hanya di dalam diri Anda, tetapi berkaitan dengan orang lain. Selain masalah eksternal yang dibahas pada pokok-pokok artikel sebelumnya, ada pula masalah internal yang sering dialami orang-orang seusia Anda. Salah satu masalah internal remaja ialah memiliki perasaan kurang percaya diri.
Dikesempatan ini, penulis akan membahas cara mengatasi masalah kurangnya rasa percaya diri dan hal penyebab tidak percaya diri.

1. Pentingnya Rasa Percaya Diri Bagi Remaja

Percayakah Anda bahwa percaya diri adalah salah satu kunci kesuksesan dalam hidup? Coba Anda perhatikan orang-orang sukses disekitar Anda. Mereka adalah sosok yang percaya diri. Namun, dalam percaya diri ini pun Anda tidak boleh berlebihan. Hal ini disebabkan kepercayaan diri yang berlebihan justru akan membawa pada kesombongan dan keangkuhan. Sebaliknya, rasa percaya diri yang rendah juga membawa dampak buruk. Oleh karena itu, rasa percaya diri yang terbaik adalah pertengahan, yakni diantara berlebihan dan minimalis.

Rasa percaya diri dalam batas normal penting dimiliki oleh setiap orang, termasuk Anda yang masih pelajar. Hal ini disebabkan percaya diri dapat meningkatkan motivasi belajar, memperbesar kesempatan untuk berprestasi, meningkatkan kreativitas, serta mendorong pikiran positif. Bila Anda kurang percaya diri, hal itu akan membawa Anda pada pikiran negatif. Lebih dari itu, sikap tidak percaya diri juga akan membuat Anda merasa tidak berguna. Akibatnya, Anda akan cenderung memperlakukan diri sendiri dengan buruk, merendahkan harga diri dan lain-lain.




Hal yang patut disayangkan, rasa kurang percaya diri bagi remaja justru akan membuatnya terjerumus dalam tindak kekerasan. Nantinya, kekerasan akan mengakibatkan krusakan mental dan fisik. Anda mungkin sering menonton para pelajar SMP atau SMA/SMK yang mabuk-mabukan dan bahkan tawuan dijalan. Mereka adalah remaja yang memiliki tingkat rasa percaya diri rendah. Mereka memperlakkan diri sendiri dengan buruk, yakni menganggap mengkonsumsi minuman beralkohol dan melakukan kekerasan merupakan jalan untuk mengatasi masalah.

Rasa percaya diri juga mempengaruhi emosi seseorang. Orang yang tidak percaya diri biasanya cenderung menutup diri, enggan berinteraksi dengan teman-temannya, mudah marah, suka menjelek-jelekkan orang lain dan sebagainya. Dampak dari rasa tidak percaya diri ini bisa membawa pada stres dan depresi yang parah. Berbagai upaya percobaan bunuh diri termasuk efek puncak dari kurangnya rasa percaya diri dikalangan remaja.
Dari berbagai efek buruk tersebut, satu hal yang dapat disimpulkan ialah percaya diri pada remaja itu penting. Remaja yang percaya diri memiliki tingkat keberhasilan belajar lebih tinggi. Oleh karena itu, sebagai remaja, Anda harus selalu percaya diri dalam segala situasi.

2. Hal-Hal Yang Menyebabkan Tidak Percaya Diri

Patut diketahui bahwa ada beberapa hal yang dapat membuat Anda merasa tidak percaya diri. Bila Anda selama ini mengalami masalah dengan kercayaan diri, boleh jadi satu diantara hal-hal berikut adalah penyebabnya.

Pertama, Terabaikan.

Maksud terabaikan disini adalah dari perhatian orang tua. Anak yang sejak kecil selalu diabaikan oleh orang tua hingga kurang mendapat cinta dan kasih sayang, kelak saat remaja dan dewasa akan cenderung menutup diri dari pergaulan. Ia akan menjadi orang yang tak peduli terhadap pergaulan dan lingkungan sekitarnya. Lebih dari itu, anak tersebut tidak akan percaya terhadap orang lain. Itulah efek negatif dari kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak.

Kedua, Selalu di Caci dan di Cemooh.

Faktor paling sering penyebab seorang anak tidak percaya diri ialah sering mendapat perlakuan kasar dari orang lain, terutama orang tua. Contoh cacian dan cemoohan yang biasa dilontarkan orang tua kepada anak, misalnya "nakal", "bandel", "bodoh" dan lain-lain. Harus diakui bahwa ada banyak orang tua yang tidak menyadari efek buruk dari mencela anak. Misalnya, orang tua berkata, "Dasar bodoh", atau "Kenakalanmu sudah keterlaluan" atau "Kamu ini memang susah diatur" Contoh perkataan semacam itu memiliki dampak buruk bagi psikologis anak. Jika setiap hari diperlakukan demikian, anak ketika sudah besar akan mengalami trauma psikologis. Ia bisa menjadi anak yang tidak percaya diri akibat teringat kata-kata buruk orang tuanya. Perkataan semacam itu juga akan membuatnya stres hingga depresi. Ia pun akan merasa hidupnya tidak berharga sehingga tumbuh menjadi orang pesimis.  Jika sudah demikian, ia akan enggan untuk melakukan sesuatu yang positif.




Ketiga, Pengaruh Orang tua dan Keluarga.

Dalam hal ini, orang tua yang dimaksud cenderung memaksakan keinginannya kepada anak. Perilaku tersebut akan membuat anak merasa tidak percaya diri. Sebab, keinginan orang tua yang terlalu tinggi tidak mungkin mampu diwujudkan oleh si anak.

Keempat, Penampilan fisik.

Biasanya hal ini berhubungan dengan penampilan fisik yang berjerawat, hitam, jelek, dekil dan lain sebagainya. Penampilan fisik memang sering membuat orang kurang percaya diri saat berada di keramaian. Orang tersebut merasa dirinya buruk dan jelek daripada orang lain. Akibat dari kurangnya kepercayaan diri, ia akan merasa malu bila berkumpul dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk menyendiri dan menghindari pergaulan.

Kelima, Pengalaman Negatif/Buruk.

Ingatan akan peristiwa tidak menyenangkan di masa lalu juga berperan penting bagi timbulnya rasa kurang percaya diri. Pengalaman buruk tersebut bisa menghantui pikiran seseorang sehingga ia merasa takut untuk melakukan sesuatu.

Keenam, Kekerasan terhadap Anak.

Bentuk-bentuk kekerasan pada anak, misalnya kejahatan seksual, pemukulan, melontarkan kata-kata kasar dan lain-lain. Dampak psikologis yang ditimbulkan oleh kekerasan ini sangat berbahaya. Kekerasan akan menggoreskan luka dihati anak sehingga sulit disembuhkan dan terus membekas hingga tua.

Ketujuh, Pengangguran.

Menjadi pengangguran juga dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Sebagai contoh, setelah lulus SMP Anda memilih menganggur atau tidak melanjutkan sekolah ketingkat SMA/SMK. Pasti didalam hati Anda akan timbul rasa malu terhadap teman. Perasaan itu merupakan bentuk dari kurangnya rasa percaya diri.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan Anda menjadi tidak percaya diri dalam pergaulan. Tentu saja masalah ini harus segera diatasi. Bila tidak, perasaan tersebut akan mempengaruhi kualitas pendidikan Anda. Anda akan sulit berprestasi dan bersosialisai. Oleh karena itu, bila Anda sekarang termasuk remaja yang minder dalam pergaulan dimana pun,  segera ubah perasaan negatif tersebut.





Solusi-solusi terbaik, baik umum maupun khusus yang dapat menghapus konflik dengan pacar telah dibahas pada artikel sebelumnya. Sebagai tambahan informasi, selain solusi terbaik, ada pula solusi terburuk. Artinya, ada beberapa pilihan yang harus dihindari juga bagi Anda saat berkonflik dengan pacar, karena hal ini akan memperburuk konflik yang ada antara Anda dengan pacar.
Berikut ini ada beberapa solusi terburuk yang tidak boleh Anda terapkan saat berkonflik dengan pacar.

Pertama, Marah didepan umum.

Anda mungkin sering menjumpai atau mungkin pernah mengalami hal demikian, melihat seseorang yang lagi marah-marah pada pacarnya didepan umum. Bahkan, kemarahan ini bukan hanya dilampiaskan lewat kata-kata kasar, tetapi juga dengan pukulan. Hal ini sungguh ironis. Orang semacam ini tergolong tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab. Namun ada juga orang yang berwatak pemarah, sehingga suka memarahi kekasihnya ditengah keramaian. Perbuatan seperti ini sangat tdak patut Anda tiru. Maka, bila Anda sedang kesal atau mengalami masalah apapun dengan pacar Anda, jangan sampai lepas kontrol dengan memarahinya di depan umum. Perlu di garis bawahi bahwa perbuatan itu hanya akan mengundang masalah baru, yakni menjatuhkan harga diri. Jika demikian, maka hati akan tersakiti sehingga mendorong untuk mengakhiri hubungan.




Kedua, Mengadu ke semua orang.

Selain marah di depan umum, ada pula tipe kekasih yang suka mengadu kebanyak orang manakala berkonflik dengan pacarnya. Apakah Anda termasuk tipe seperti ini? Bla ya, maka sebaiknya Anda mulai menghilangkan kebiasaan tersebut. Mengadu pada orang bukanlah penyelesaian masalah. Sebaliknya, perbuatan Anda itu justru dapat melukai hatinya. Rasa kecewa yang sangat berat akan dialami sehingga saat Anda ingin membina hubungan untuk kedua kalinya, si dia pasti tak bersedia, bahkan enggan memaafkan Anda.

Ketiga, Meminta maaf agar masalah cepat selesai.

Ada juga pasangan yang langsung meminta maaf kepada kekasihnya saat sedang marahan. Ia tidak peduli apakah si pacar yang salah atau dirinya. Tujuan ini cukup baik, yakni agar masalah cepat selesai dan tidak berlarut-larut. Namun, cara ini juga bukan solusi terbaik. Masalah justru akan terus berkelanjutan di kemudian hari, karena inti atau akarnya tidak dipahami kedua belah pihak. Anda tidak paham penyebab konflik, begitu pula si dia. Maka, ketidakpahaman itu akan berbuah pertengkaran yang sama dilain waktu dan bahkan lebih parah lagi.

Keempat, Saling menyalahkan.

Pernah mendengar sepasang kekasih saling menyalahkan atas suatu persoalan? Cara ini juga sering dilakukan oleh kaum remaja yang sedang berkonflik dengan pacarnya. Padahal, sikap saling menyalahkan sangat tidak produktif karena pasti mau disalahkan. Akibatnya, konflik bukannya selesai, melainkan semakin rumit dan membesar.

Itulah beberapa contoh solusi terburuk yang pernah dilakukan oleh sepasang kekasih yang berkonflik. Anda harus menjauhi solusi-solusi terburuk tersebut bila ingin hubungan Anda dengan pacar kembali harmonis dan romantis.




Dalam artikel sebelumnya penulis telah membahas solusi mengatasi konflik yang terjadi dengan pacar yang disebabkan rasa bosan. Anda membaca yang baru menemukan artikel ini, dapat membacanya kembali disini.
Dikesempatan kali ini penulis akan mengangkat topik "Solusi mengatasi konflik dengan pacar yang disebabkan oleh rasa kecewa". Seperti diketahui bahwa rasa kecewa yang tiba-tiba muncul di dalam hati ternyata itu dapat memicu timbulnya konflik dengan pacar.  Dalam hal ini rasa kecewa didasari oleh ekspektasi yang berlebihan. Saat Anda memiliki harapan besar kepada pacar, tetapi kenyataan berkata lain, kecewa pun menjadi hasilnya. untuk mengatasi situasi konflik ini, solusinya adalah membunuh kekecewaan tersebut. Hilangkan segala kekecewaan yang menyebabkan Anda tidak puas terhadap pacar.  Adapaun cara membunuh rasa kecewa agar konflik yang terjadi antara Anda dengan pacar dapat terselesaikan hingga harmonis, mencakaup beberapa hal yang akan diuraikan berikut ini.




A. Menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing

Cara pertama untuk membunuh kekecewaan terhadap pacar ialah menyadari kekurangan dan kelebihan sang pacar. Ingat, bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, termasuk Anda dan pacar Anda. Saat berharap terlalu banyak padanya, Anda justru akan kecewa karena dia tidak mungkin bisa memenuhi semua harapan Anda. Ingatlah bahwa dia hanyalah manusia biasa, bukan malaikat. Bila Anda tak bisa menyadari tentang ketidaksempurnaan pada manusia, maka rasa kecewa akan terus melekat dihati Anda. Maka, solusi paling ampuh untuk membunuh rasa kecewa ialah fokus pada kelebihan pacar Anda dan bukan pada kekurangannya.

B. Membatasi ekspektasi terhadap pacar

Rasa kecewa muncul bukan hanya disebabkan oleh sang pacar yang memang sering membuat kita kecewa, tetapi juga ekspektasi berlebihan. Harapan atau ekspektasi terlalu tinggi terhadap pacar akan mendatangkan kekecewaan. Oleh karena itu, cara mengatasinya ialah berharap sewajarnya. Jangan terlalu tinggi menggantungkan harapan karena sang pacar hanyalah manusia biasa yang memiliki kekurangan dan keterbatasan.

C. Jujur terhadap diri sendiri dan memaafkan

Cara lain untuk menghilangkan rasa kecewa terhadap pacar adalah jujur terhadap diri sendiri dan memaafkan. Cara ini dapat dilakukan bila rasa kecewa disebabkan oleh ulah sang pacar. Misalnya, Anda sakiti hatinya atau perilaku dia, merasa kesal, atau menganggap telah dibohongi. Rasa kecewa yang disebabkan oleh sang pacar dapat diatasi dengan cara ini. Cobalah tarik napas dalam - dalam, kemudian belajarlah untuk ikhlas memaafkan.

D. Jangan terlalu bergantung pada sang pacar

Inilah penyebab kecewa yang paling sering atau umum terjadi dikalangan para kawula muda. Saat terlalu bergantung pada sang pacar, kekecewaan itu pasti datang. Contohnya, Anda setiap hari menunggu kedatangan sang pacar untuk diantar kesekolah, kampus, atau kantor. Tanpa kehadirannya, Anda tidak pergi beraktivitas sebagaimana Anda lakukan. Saat tiba-tiba ada halangan yang menyebabkan pacar tak bisa menjemput, maka Anda pasti kecewa. Oleh karena itu, jangan terlalu menggantung kepada pacar Anda agar tidak cepat merasa kecewa.

Demikian beberapa hal solusi dalam mengatasi konflik dengan pacar yang disebabkan oleh rasa kecewa. Sebetulnya ada banyak hal lain yang mempengaruhi hal tersebut. Namun, hanya intinya saja yang penulis uraikan diatas secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian, terlebih bagi para kawula muda yang lagi dirundung konflik dengan pacar karena merasa kecewa.