BERANI MENGHADAPI KEHILANGAN DAN TIPS MENGHADAPINYA



Sobat pengunjung,.!? Sudah pasti Anda pernah merasakan kehilangan, bukan? Entah itu kehilangan sesuatu yang Anda miliki atau yang Anda sayangi, baik itu kehilangan yang berhubungan dengan aspek psikologi, material ataupun pergaulan sosial. Takut akan kehilangan tentu merupakan suatu peristiwa yang berat dan menyidihkan. Pada dasarnya, ada dua tindakan yang dapat Anda pilih untuk menyikapi kehilangan itu, yakni membiarkan diri terpuruk dan menyesali kejadian itu, atau merenungkan hikmah dari peristiwa itu dan mencoba bangkit untuk memulai menemukan kembali sesuatu yang hilang itu.

"Sudah tentu Anda akan menyikapi kehilangan itu dengan cara kedua".

Kehilangan material biasanya dapat Anda atasi dengan melakukan proteksi awal, misalnya dengan jalan mengasuransikan harta kekayaan Anda, menitipkannya di bank, menaruhnya di brankas atau ditempat aman lainnya. Namun kehilangan harta yang Non-material, tak mudah Anda prediksi sebelumnya dan tak mudah untuk diantisipasi. Kehilangan harta non-material misalnya, kehilangan jabatan, kehilangan kesempatan, kehilangan harga diri, kehilangan kasih sayang dan perhatian, kehilangan teman tempat pencurahan isi hati atau kehilangan istri dan sanak keluarga. Lalu bagaimana Anda menyikapi hal ini?

Takut akan kehilangan kesempatan membuat Anda mempersiapkan diri lebih baik untuk mengambil peluang yang ada. Takut akan kehilangan jabatan membuat Anda selalu berhati-hati, waspada dan profesional dalam pekerjaan Anda. Takut akan kehilangan harga diri dan kehormatan membuat Anda senantiasa menjaga prilaku dan meningkatkan kepedulian sosial dan menghargai orang lain lebih baik lagi. Takut kehilangan teman dan sahabat, membuat Anda sebisa mungkin memupuk keakraban dan menghindari hal-hal yang bisa menyinggung perasaan. Takut kehilangan kemampuan seksual akan membuat Anda menjaga stamina dengan berolahraga, pola makan sehat dan pola hidup sehat, termasuk mengkonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan ukuran organ seksual dan tahan lama. Takut kehilangan anak dan istri, setidak-tidaknya Anda mempersiapkan diri untuk tidak berselingkuh dan meningkatkan cinta kasih.




Namun itu semua adalah antisipasi pada ketakutan terhadap sesuatu yang berjalan normal. Kehilangan bisa saja terjadi secara tiba-tiba atau tanpa terduga sebelumnya seperti pada sebuah insiden. Anda bisa kehilangan teman, sahabat, anak, istri atau harta benda dalam waktu yang singkat. Kalau sudah begini, tidak akan ada lagi yang bisa Anda siapkan untuk melakukan antisipasi. Anda harus mengembalikan posisi Anda pada fitrahnya. Anda hanya makhluk lemah yang tak memiliki apapun di dunia ini, karena semua yang melekat pada diri Anda adalah titipan yang Maha Kuasa.

Sebagai sebuah titipan, Anda hanya berkewajiban untuk menjaga dan memanfaatkan semua itu untuk kebahagiaan Anda dan untuk meningkatkan kualitas ibadah Anda. Titipan yang Maha Kuasa ini hanya dimaksudkan untuk memberi kemudahan pada Anda agar ibadah Anda semakin mudah. Pada saatnya, titipan ini akan diambil oleh pemiliknya, dan Anda tak punya kemampuan dan tak punya hak sama sekali untuk mencegahnya.

Anda harus lapang dada menerima kehilangan itu sama seperti waktu pertama kali Anda menerima titipan itu. Rasa ikhlas dan tawakal akan kekuasaan yang maha kuasa dalam mengambil kembali titipan-Nya akan membuat Anda merasa tenang dan tenteram. Kalau semua titipan itu Anda pergunakan untuk kemudahan dan kekuatan ibadah Anda, sudah saatnya Yang Maha Kuasa mengambil kembali milik-Nya dan meminta Anda membuktikan tanpa itu pun ibadah Anda tak berkurang bobotnya. Keberanian untuk bersikap ikhlas dan tawakal, serta keberatan untuk mengakui kelemahan kita dihadapan Yang Maha Kuasa akan meningkatkan keberanian menghadapi apa yang ada di depan mata.

Keberanian Anda menghadapi ketakutan akan kehilangan dapat berupa tindakan preventif, dapat pula berupa tindakan kuratif. Tindakan preventif atau tindakan pencegahan tentu merupakan tindakan yang Anda lakukan sebelum peristiwa kehilangan itu Anda alami. Tindakan ini merupakan tindakan proteksi awal. Tindakan kuratif merupakan tindakan setelah peristiwa itu terjadi, sehingga merupakan tindakan pemulihan. Tindakan kuratif ini berhubungan dengan penyembuhan mental yang juga membutuhkan keberanian untuk mencoba tegar kembali.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi ketakutan akan kehilangan:
  1. Asuransikan barang-barang berharga milik Anda sehingga Anda bisa menjalani hidup dengan tenang. Atau kalau Anda tidak memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti program asuransi barang-barang berharga, lakukan proteksi sebaik mungkin untuk memperkecil resiko kehilangan.
  2. Asuransikan pula hidup Anda dari program asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, karena kedua peristiwa itu merupakan peristiwa yang terjadi diluar kendali Anda. Bahkan apabila Anda tiba-tiba sakit, Anda tidak akan banyak kehilangan biaya karena banyak program asuransi yang menanggung biaya perawatan sakit Anda.
  3. Kalau Anda tidak mampu mengikuti program asuransi seperti yang disebutkan diatas, lakukanlah pola hidup sehat dan tingkatkan kewaspadaan untuk melakukan proteksi atas diri Anda sendiri.
  4. Simpanlah uang Anda ditempat yang aman, misalnya dalam bentuk tabungan di bank. Jangan membawa uang tunai berlebihan pada saat berbelanja atau berada ditempat keramaian pengunjung orang banyak. Gunakan kartu kredit atau kartu debit yang bisa di uangkan sesuai kebutuhan Anda.
  5. Jagalah hubungan baik Anda dengan teman atau orang yang dapat dipercaya agar orang tersebut tidak meninggalkan Anda, terutama pada saat Anda membutuhkan pertolongan atau bantuannya.
  6. Perkecillah resiko kehilangan peluang, kesempatan atau jabatan ditempat kerja dengan melakukan semua pekerjaan Anda secara jujur, benar, profesional dan amanah.
  7. Perkuatlah keyakinan Anda terhadap kebenaran Allah, karena semua yang melekat pada diri Anda adalah milik-Nya yang dititipkan kepada Anda untuk memudahkan ibadah Anda kepada-Nya. Sebagian titipan, sudah tentu sewaktu-waktu akan diambil kembali dengan cara yang tidak pernah bisa di duga.



No comments:

Post a comment