Jangan Memandang Masalah dari Satu Arah Sudut Pandang Solusi



Anda pernah membaca atau mendengar sebuah ungkapan menarik menyatakan, "Hidup ini sudah susah, jangan dibuat susah". Tidak heran ungkapan ini banyak orang suka mengutipnya. Hal ini dikarenakan berbagai persoalan atau permasalahan hidup yang dialami seseorang. Dan ada banyak lagi ungkapan menarik lainnya yang berkaitan erat dengan masalah hidup yang tidak penulis sebutkan diatas. Dan di kesempatan kali ini penulis mengangkat sebuah topik permasalahan hidup karena menganggap tabiat hidup adalah penuh dengan masalah.

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang terlepas dari permasalahan, baik itu permasalahan kecil ataupun besar. Seringkali merasa susah, gempita, kekurangan finansial, ekonomi dan lain sebagainya. Setiap orang pasti menemui persoalan hidup yang dijalaninya. Ungkapan ini hendak menyampaikan kepada kita agar memandang permasalahan dari banyak sisi sudut pandang. Jangan hanya memandang masalah dari satu sudut pandang karena hal itu justru akan mempersulit suatu masalah yang dihadapi. Jika tidak bisa membuka mata pada berbagai kemungkinan lain dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi, maka sama saja mempersulit langkah hidupmu kedepan. Kira-kira begitulah salah satu pesan tersirat dari ungkapan diatas.




Sebuah contoh, ada seorang teman berkata kepada Anda, "Sudah, jangan diambil pusing. Dia itu wataknya memang menyebalkan. Ingat, hidup ini sudah susah, maka jangan dibuat susah". Ada satu hal yang dapat dipetik dari contoh ini. Ungkapan tersebut sering digunakan untuk menasehati orang yang sedang dirundung masalah. Kalimat semacam ini kerap dikaitkan dengan masalah, baik itu persoalan pribadi, konflik keluarga, perselisihan dengan teman ataupun lainnya. Boleh dibilang masalah merupakan faktor utama yang membuat orang mempersulit hidupnya sendiri.

Sejatinya, hidup di dunia ini bukan sebatas dipenuhi oleh masalah, tetapi juga pilihan. Artinya, satu masalah yang Anda hadapi memiliki banyak pilihan sebagai jalan keluarnya. Karakteristik hidup itu sendiri adalah dipenuhi oleh pilihan. Hanya saja, hendak disadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Sebagai contoh didepan Anda ada pilihan A dan B. Keduanya pasti sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihannya atau efek negatif dan positif. Di dalam hidup ini, semuanya serba pilihan namun tergantung pada diri kita masing-masing untuk memilih jalan solusinya.

Sayangnya, ada banyak orang yang tidak bisa melihat pilihan-pilihan itu. Akibatnya, mereka hanya memandang dari satu sisi perspektif dan menutup mata terhadap jalan-jalan yang lain. Hal ini sangat berbahaya bagi mereka, sebab sikap tutup mata terhadap pilihan-pilihan yang ada hanya akan memperburuk masalah. Efek logis dari hal tersebut pun jelas, yakni dapat menimbulkan stres dan depresi bagi dirinya.
Saat dirundung masalah, kemudian tidak mampu mencari solusi untuk penyelesaiannya maka Anda pasti stres. Anda pun akan mudah menyerah karena menganggap masalah terlalu berat sehingga tidak ada ujung penyelesaiannya.




Saat stres, apa yang bisa Anda lakukan? Tentu saja tidak ada daya upaya. Bahkan Anda tidak bisa berpikir jernih untuk menemukan solusi. Anda hanya akan memandang pada satu arah atau terpaku pada titik tertentu. Secara otomatis Anda mengabaikan banyak titik, jalan atau pilihan disekitar Anda. Dari situlah masalah dapat membuat Anda mempersulit hidup Anda sendiri.
Mempersulit diri sendiri adalah satu bentuk dari menempuh jalan hidup yang keliru. Padahal, bukankah tabiat hidup itu dipenuhi kesusahan? Bila Anda mempersulit hidup Anda sendiri, sama halnya Anda semakin memperparah masalah-masalah di dalam kehidupan Anda.

Sekali lagi ditekankan, semuanya bergantung pada Anda dalam mengambil pilihan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi. Pilihan-pilihan hanya mungkin bisa dilihatmanakala Anda tidak terpaku pada satu arah. Artinya, Anda harus membuka mata lebar terhadap berbagai arah atau jalan yang ada. Fakta bahwa ada begitu banyak jalan di depan mata. Ada jutaan pilihan hidup yang bisa diputuskan. Saat Anda hendak pergi ke suatu tempat, misalnya kota Y, Anda harus mengayunkan langkah menuju kesana. Bagaimana caranya? Di depan Anda tentu saja akan terhampar banyak jalan. Tidak hanya satu jalan, akan tetapi beberapa atau bahkan banyak. Anda tinggal memilih hendak melewati jalan A, B atau C. Semua jalan itu akan mengantarkan Anda sampai pada tujuan, yakni kota Y.

Maksud dari ilustrasi diatas bahwa dalam menjalani hidup, Anda memiliki banyak jalan atau pilihan. Dalam mengatasi persoalan yang mendera, Anda memilih banyak pilihan solusi untuk mengatasinya. Sangat keliru bila Anda hanya memandang pada satu arah dan secara bersamaan menutup mata terhadap jalan-jalan yang lain. Demikian pula adalah kesalahan besar bilamana Anda memandang masalah berat yang menimpa Anda tidak mungkin dapat terselesaikan. Sadarilah bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluarnya. Tidak hanya satu, tetapi ada banyak kemungkinan yang dapat dipilih untuk menyelesaikan suatu masalah.

Ada sebuah ilustrasi tentang pemburu ditengah hutan. Di dalam kawasan tersebut, praktis tidak ada jalan yang benar-benar terlihat. Semuanya tertutup oleh semak-semak dan dedaunan. Saat berada ditengah hutan, segala arah adalah jalan untuk melangkah. Anggap seekor rusa adalah tujuan hidupmu sebagai pemburu. Apa yang Anda lakukan untuk menangkap rusa itu? Jawabannya adalah melangkah. Namun ke arah mana Anda harus melangkah mengingat didepan Anda ada banyak jalan yang bisa dilewati. Disinilah peran Anda dalam menentukan pilihannya. Bila salah melangkah, Anda akan kehilangan rusa yang diburu. Sebaliknya, jika langkah pertama benar, Anda akan berhasil menangkapnya. Begitulah kehidupan. Ada banyak pilihan membentang di depan mata sehingga Anda harus benar-benar jeli dalam memutuskan agar tidak tersesat di masa depan.


No comments:

Post a comment