Potensi Pengaruh Negatif Pacaran di Kalangan Remaja Masa Kini



Sahabat pengunjung kawula muda jallyjunkiez.com, pada artikel sebelumnya penulis sudah banyak membahas tentang konflik yang terjadi antara sobat dengan guru di sekolah beserta solusinya, bukan? Nah, di kesempatan kali ini penulis mengangkat topik tentang Potensi Pengaruh Negatif Pacaran di Kalangan Remaja Masa Kini.  Topik ini sangat fenomena sekali di kalangan kawula muda jaman sekarang apalagi bagi sobat yang mungkin saat ini sedang di rundung benih-benih cinta. Jika hal itu benar terjadi saat ini terhadap diri sobat, berarti tak salah sobat berkunjung ke blog artikel ini. Berbagai ragam konflik sering terjadi di masa-masa remaja, dan salah satunya menjenjangi usia remaja yakni masa pacaran.

Banyak orang berpendapat bahwa masa-masa remaja itu sangat menyenangkan dan penuh warna dalam hidup. Apalagi ketika berpacaran. Penulis sangat yakin sobat pun pasti sudah mulai berimajinasi mengingat akan masa-masa pacaran itu. Mulai jumpa pertama, bertatap pandang, gerogi, salah tingkah dan berbagai rasa lainnya yang kadang bikin sobat sulit mengungkapkan kata. Seperti itulah kira-kira yang terbesit di pikiran kala masa pubertas.

Dalam dunia remaja, istilah pacaran sudah bukanlah hal tabu lagi, terutama di era sekarang. Bahkan, pacaran seakan sudah menjadi hal wajib bagi mereka. Tradisi ini mulai dirasakan saat mereka menanjak pubertas yakni pada kisaran usia 15 tahun keatas. Boleh dibilang fenomena pacaran di kalangan remaja dilakukan oleh mayoritas pelajar. Dari fenomena pacaran inilah remaja sering terlibat masalah atau konflik baru, yakni dengan pacar.




Lantas, bagaimana pengaruh pacaran bagi remaja? Pengaruh pacaran sejatinya bisa negatif atau posiif. Namun dalam pembahasan ini penulis hanya akan menerangkan potensi pengaruh negatif pacaran bagi pelajar atau sebagai remaja.

Pertama, Bisa melemahkan iman.
Dampak negatif pertama dari pacaran berhubungan dengan iman. Dalam hal ini, iman kaum remaja sejatinya dapat melemahkan atau justru meningkat, bergantung pada cara mereka berpacaran. Bila mereka menuruti hawa nafsu, tentu saja pacaran dapat melemahkan iman. Perlu diwaspadai bahwa orang yang berpacaran rawan terjerumus pada perzinaan. Patut di ingat bahwa fase remaja adalah masa pubertas. Remaja tengah berada dalam rentang usia yang lagi panas-panasnya. Mereka ingin mencicipi hal-hal baru yang belum pernah dirasakan, salah satunya adalah seks.
Banyak remaja modern yang sudah melakukan hubungan seks sekalipun mereka mengetahui dari sisiagama bahwa perbuatan itu haram dilakukan sebelum menikah. Namun karena remaja tidak bisa mengontol nafsunya, kebanyakan dari mereka terjerumus pada perbuatan buruk ini. Tak heran bila banyak remaja perempuan yang hamil diluar nikah. Inilah dampak buruk dari pacaran dikalangan remaja. 

Kedua, Prestasi sekolah bisa menurun.
Pacaran dapat menurunkan minat dan prestasi belajar bila di dalamnya penuh dengan masalah. Saat sedang bermasalah dengan pacar, seorang pelajar pasti akan malas untuk masuk sekolah. Boleh jadi, sobat pernah mengalami hal itu. Dampak dari konflik dengan pacar dapat mempengaruhi prestasi. Tentu saja kita tidak menafikan bahwa ada juga siswa yang justru semakin termotivasi dalam belajar karena faktor pacarnya.

Ketiga, Pergaulan menjadi luas, namun bisa juga menyempit.
Dari segi pergaulan, dampak pacaran bisa menambah atau justru mengurangi teman. Pacaran yang menambah pergaulan dilakukan secara terbuka dan terang-terangan. Artinya sobat tidak hanya berduaan melulu bersama pacar. Dengan berpacaran, sedikit banyak sobat juga dapat mengenal teman-teman dari pacar sobat. Namun demikian, tidak jarang pula orang yang berpacaran akan menarik diri dari pergaulan karena hanya sibuk berduaan. Maka, pacaran bisa menambah atau justru mempersempit pergaulan.

Keempat, Penuh masalah yang berakibat stres.
Remaja yang berpacaran lebih mudah stres daripada yang tidak pacaran. Sebab remaja yang menjalin asmara lebih rentan menghadapi masalah dengan pacar. Bila masalah atau konflik sudah muncul, tentu hal ini bisa mempengaruhi kejiwaannya. Bahkan ada siswa yang sampai bunuh diri karena diputus pacarnya. Sungguh ironis.

Inilah beberapa dampak negatif dari pacaran di kalangan remaja. Selain yang disampaikan diatas, masih ada banyak pengaruh negatif dan positif lainnya yang belum penulis uraikan. Namun, pembahasan kali ini lebih menyoroti ragam pilihan solusi sebagai penyelesaian masalah dengan pacar. Kita mungkin sering mendengar ada seorang pelajar yang pindah sekolah hanya gara-gara putus dengan pacarnya. Sebagian pelajar yang lain stres karena sang pacar sudah tidak cinta padanya. Ada pula pelajar yang sampai gantung diri karena diputus pacar.  Yang menjadi pertanyaan, apakah bunuh diri, pindah sekolah, menarik dari pergaulan dan lain-lain adalah solusi terbaik menyelesaikan masalah dengan pacar? Tentu saja hal-hal yang disebutkan tersebut bukan solusi, melainkan masalah.

Saat bermasalah dengan pacar, misal diputus atau si dia tertarik dengan orang lain, sobat tidak harus pindah sekolah, stres apalagi sampai bunuh diri. Sobat pun tidak harus meneguk minuman keras hingga mabuk. Namun, sobat harus berpikir terbuka dan positif. Hanya dengan cara itu sobat bisa melihat berbagai jalan di depan. Sebelum sampai ke solusi, sobat harus mengetahui lebih dulu penyebab dari masalah dengan pacar. Ini saja yang dapat penulis berbagi pada sobat pengunjung sekalian, semoga bermanfaat.


No comments:

Post a comment