Konflik atau Masalah Sering Terjadi di Sekolah dengan Guru



Hai sobat kaum remaja.! Sobat mungkin sering mengalami masalah di sekolah, ya? Lantas, apa yang sobat lakukan bila mengalaminya? Penulis yakin mungkin sobat akan memilih untuk tidak berangkat sekolah, atau boleh jadi sobat melaporkan gurunya kepada orangtua. Di dalam hati sobat berharap orang tua sobat datang ke sekolah dan memarahi atau menyatakan ketidakpuasan terhadap gurunya. Akan tetapi, apakah tindakan seperti itu benar dan merupakan solusi terbaik? Tentu saja ini bukan solusi terbaik. Melakukan perbuatan seperti itu adalah satu kesalahan besar bagi sobat. Masalah dengan guru disekolah tidak bisa diselesaikan dengan cara tersebut. Jika keras kepala, berarti sobat tergolong orang pendek akal. Sebab, sobat enggan memikirkan pilihan solusi lain yang lebih baik daripada cara kekanak-kanakan.
Untuk menghindari diri sobat dari melakukan perbuatan yang justru memperburuk situasi, berikut akan dijelaskan secara komprehensif mengenai penyebab sering terjadi konflik antara guru dengan murid di sekolah. Simak baik-baik untuk sobat jadikan pelajaran sekaligus inspirasi.




Penyebab Terjadinya Konflik dengan Guru

Konflik yang paling sering dialami kalangan remaja disekolah adalah dengan guru. Dalam dunia pendidikan hubungan antara guru dan murid tidak selamanya berjalan mulus dan adem-adem saja. Adakalanya keduanya berkonflik hingga sampai pada taraf serius. Misalnya, tindakan menghukum murid justru menyebabkan sang guru harus berurusan dengan pihak berwajib. Konflik juga dapat menyebabkan sang murid suka membolos mata pelajaran guru bersangkutan atau bahkan putus sekolah dan lain-lain.
Mungkin sobat pernah menonton berita televisi tentang konflik antara murid dan guru disekolah yang berakhir menyesakkan, yakni sang guru dilaporkan ke polisi oleh orangtua murid. Yang menjadi pertanyaan, apa yang menyebabkan guru dan murid sering terlibat konflik atau masalah? Sebelum membahas beberapa contoh konflik serius antara guru dan murid, mari telusuri penyebab masalah tersebut.

Banyak yang menduga terjadinya konflik disekolah antara guru dan murid berakar dari perbedaan pendapat, ketidakjujuran, kenakalan murid, hingga kekurangcakapan dalam mendidik. Perbedaan pendapat antara guru dan murid sering menimbulkan konflik di dalam kelas. Konflik itu akan semakin parah manakala masing-masing pihak tetap kukuh pada pendapatnya. Akhirnya hubungan komunikasi diantara keduanya jauh dari kata harmonis dan berujung konflik.
Bukan hanya guru yang bersalah dalam konflik ini, murid pun juga bisa keliru. Kebanyakan kesalahan fatal dalam konflik antara guru dan murid berada dipihak murid. Salah satu penyebabnya adalah kenakalan murid. Sudah bukan rahasia lagi bahwa murid yang nakal dan susah diatur kerap menjadi penyebab timbulnya masalah disekolah.
Selain penyebab tersebut, konflik atau masalah disekolah juga dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:




  • Perasaan tersinggung, baik dipihak  guru maupun murid.
  • Merasa diri hebat. Maksudnya guru merasa paling benar sedangkan murid juga merasa lebih pintar daripada guru.
  • Merasa diri lebih tinggi. Biasanya faktor ini muncul pada pihak guru, yakni memandang murid lebih rendah posisinya disekolah. Faktor ini lebih mengarah pada status, posisi atau jabatan disekolah.
  • Perasaan cemburu. Misalnya guru hanya mengistimewakan seorang murid sedangkan anak didik lainnya tidak.
  • Perbedaan pemahaman.
  • Ego yang tinggi.
  • Kata-kata yang keras atau kotor berupa makian. Biasanya faktor ini berada dipihak murid. Ada murid yang suka berkata kasar atau kotor. Hal inilah yang lazim menyebabkan masalah didalam kelas. Namun demikian, kata-kata kasar dan kotor juga dapat dilakukan oleh guru.
  • Guru menjelaskan pelajaran tetapi sang murid tidak kunjung mengerti. Akibatnya guru menjadi kesal dan marah besar. Disinilah seorang guru diuji kesabarannya.
  • Guru memberikan penjelasan yang tidak benar tentang suatu persoalan.
  • Guru kurang menguasai materi pelajaran sehingga membuat murid jenuh saat belajar.
  • Murid suka melanggar tata tertib sekolah, seperti merokok, makan di kelas sementara jam pelajaran berlangsung, terlambat masuk kelas, dan lain-lain sebagainya.
  • Murid lalai mengerjakan tugas sekolah.
  • Murid kurang motivasi belajar sehingga kehadirannya dikelas mengganggu murid lain.
  • Murid suka berbohong kepada guru.
  • Guru tidak senang kepada salah satu muridnya. Sifat ini menuntun guru bersikap kurang perhatian atau bahkan sentimen sehingga memicu konflik ini terjadi.
  • Guru menjatuhkan sanksi yang memberatkan murid.
  • Beban belajar yang memberatkan murid.


Itulah sejumlah konflik yang sering terjadi antara guru dengan murid di sekolah. Sebetulnya masih ada banyak seabrek penyebab lain konflik antara guru dan murid disekolah yang tidak bisa disebutkan disini. Satu hal yang pasti bahwa konflik antara guru dan murid disekolah tak bisa dihindari. Oleh karena itu, tanggung jawab sobat sebagai remaja yang masih berstatus pelajar ialah meminimalkan faktor-faktor pemicu konflik.



No comments:

Post a Comment