INILAH PENYEBAB ANDA HIDUP MENJADI ORANG MISKIN

 


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita mengenal dua istilah, yaitu orang kaya dan orang miskin. Kaya dan miskin ini adalah dua taraf hidup yang menentukan status seseorang. Orang yang dikenal dengan si kaya, itu pasti hidupnya berkelimpahan, apapun dia mau pasti ada, materinya banyak. Sedangkan si miskin adalah orang yang selalu serba kekurangan. Untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari saja dia sangat begitu kesulitan.
Nah, dari dua taraf hidup tadi, kalau kita di kasih pilihan,.? Kita ingin hidup yang mana, nih? Kita ingin hidup sebagai orang kaya, atau kita ingin hidup sebagai orang miskin? Otomatis 99% orang akan memilih untuk hidup berkelimpahan atau ingin hidup menjadi orang kaya. Karena hidup menjadi orang kaya itu, kita tidak perlu capek-capek untuk berpikir kita mau makan apa hari ini, besok juga mau makan apa, semuanya sudah tersedia. Orang kaya itu bergelimangan harta, apapun dia mau pasti ada.

Berbicara mengenai antara si kaya dan si miskin kadang kita langsung ngeblok pikiran kita dan dia berkata, "Nggak apa-apa miskin yang penting bahagia". Hhhhmmm.... Memang betul biar miskin yang penting bahagia. Tapi persoalannya adalah orang kaya banyak juga yang bahagia, bukan...?
Orang miskin juga ada yang bahagia,. bukan?
Orang kaya ada juga yang tidak bahagia,. bukan?
Orang miskin ada tidak, yang tidak bahagia...? Ada...
Kalau di kasih pilihan, kita mau memilih yang mana..? Otomatis kita pasti memilih untuk menjadi orang yang kaya. Jadi semua itu, sama saja...!
Kalau anda tanya sama saya, saya harus pilih yang mana? Ya, saya pasti pilih yang perfect dong..? Saya akan memilih orang kaya yang bahagia,. Semua kita pasti akan memilih seperti itu, bukan? Hhhhmmm

Nah, kita jangan ngeblok pikiran kita kalau ada orang yang bicara antara kaya dan miskin. Kita jangan menutup diri. Harusnya kita belajar dong, bagaimana caranya untuk menjadi orang yang kaya. Kita harus cari tau, kenapa orang itu bisa kaya. Nah, itu yang akan kita bahas hari ini.

Perbedaan mendasar yang pertama antara orang kaya dan orang miskin adalah, orang kaya menciptakan peluang, sedangkan orang miskin itu menunggu peluang. Orang-orang kaya ini yakin dengan bekerja keras dan terus belajar mereka akan bisa merubah nasib. Mereka akan bisa menaikan taraf hidup mereka. Mereka sangat percaya itu. Mereka itu selalu memaksa diri mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka. Mereka itu memaksa diri mereka untuk bekerja keras terus menerus, untuk belajar terus menerus supaya apa,.? Supaya mereka bisa menciptakan keberuntungan. Karena keberuntungan itu adalah bertemunya antara kesempatan dengan kesiapan.
Banyak sekali orang-orang yang sudah siap, tapi tidak punya kesempatan. Dan banyak juga orang-orang yang sudah punya kesempatan tapi tidak siap. Dan mereka sangat percaya keberuntungan itu akan datang apabila mereka sudah siap. Jadi mereka terus mempersiapkan diri mereka untuk menciptakan keberuntungan itu.

Sedangkan orang-orang dengan pemikiran miskin,.? Dia hanya menunggu nasib. Menunggu keberuntungan itu datang. Dia tidak mencoba untuk memperbaiki diri dia,. Stagnan disitu-situ saja. Mereka itu tidak berani untuk mencoba hal-hal yang baru. Mereka itu hidup dalam zona nyaman, zona yang dia merasa nyaman disitu, apabila ada sesuatu yang asing dia akan bilang "Aduh ini bukan bidang saya,. Saya tidak mungkin sukses disini". Dan dia tidak coba untuk mempelajari itu. Jadi dia disitu-situ saja...disitu-situ saja.

Yang Kedua... Perbedaan antara orang yang punya pemikiran miskin dan pemikiran kaya,. Orang-orang kaya ini, mereka berjuang untuk menang. Sedangkan orang-orang miskin ini, berjuang untuk tidak salah. Maksudnya begini,.. Ada kata-kata Susi Susanti yang menarik sekali. Susi susanti dia menjadi pebulutangkis nomor satu di indonesia wanita. Wartawan tanya sama dia, "Kenapa masih kerja keras, kenapa masih latihan keras?" Susi Susanti cuma bilang, "Karena yang nomor satu itu hanya satu orang". Itulah pemikiran-pemikiran para pemenang, walaupun dia sudah di atas tapi dia berpikir untuk menjadi orang nomor satu. Karena dia yakin seyakin-yakinnya untuk menjadi orang nomor satu dia harus terus melakukan latihan secara konsisten terus belajar dan lainnya. Sedangkan orang-orang miskin itu berjuang untuk tidak salah. Yang penting tidak salah aja deh,..! Terserah seperti apa. Mau nomor lima, mau nomor dua puluh, mau nomor tiga puluh yang penting tidak salah. Makanya mereka ini tidak pernah menjadi orang nomor satu. Karena di pemikiran mereka ini yang penting tidak salah, titik. Mereka tidak punya ambisi seperti ambisi yang dipunyai oleh orang-orang kaya itu. Orang-orang miskin itu puas kalau sudah aman. Mereka itu siap untuk melepaskan sebuah peluang kalau sampai peluang itu mengganggu keamanan mereka, karena mereka takut untuk berspekulasi. Padahal mungkin mereka pikir peluang ini menarik, tapi mereka ingin aman. Orang kaya beda. Orang kaya nggak mau cari aman. Dia cari freedom. Beda keamanan financial dan kebebasan financial. Orang kaya berpikir kebebasan financial,. Orang miskin itu berpikir apa? Keamanan financial. Dari sudut pandang ini saja sudah berbeda. Jadi pencapaiannya pasti berbeda.

Yang Ketiga menjadi perbedaan antara orang miskin dan orang kaya adalah Komitmen versus harapan. Orang kaya punya komitmen, orang miskin hanya punya harapan. Orang kaya, apabila sudah punya mau, dia akan sangat berkomitmen dengan kemauan dia itu. Sedangkan yang orang miskin hanya berharap memelihara harapan tadi. Sedangkan orang kaya, dia menciptakan harapan itu. Orang miskin hanya menunggu harapan.
Orang kaya, apabila sudah punya komitmen, dia akan rela melakukan apapun. Dia akan bangun lebih pagi, pulang lebih malam, tidur lebih larut, belajar hal-hal tidak pernah dipelajari orang lain untuk bisa menciptakan peluang-peluang baru. Sedangkan orang miskin, terus berjalan tanpa komitmen tapi tetap berharap.

Perbedaan yang ke empat adalah Kesempatan versus masalah. Orang kaya selalu berbicara kesempatan, sedangkan orang miskin selalu berbicara tentang masalah. Orang sukses selalu melihat peluang dari semua masalah. Sedangkan orang gagal selalu melihat masalah dari semua peluang. Orang sukses, kalau dia ada masalah, dari masalah itu dia cari peluangnya dari mana masalah ini. Karena dia tau semua kesuksesan besar di dunia ini, itu berawal dari masalah, masalah orang yang bisa dipecahkan. Sedangkan orang gagal, pada saat dia diperhadapkan peluang, dia akan selalu mencari masalahnya dimana dari peluang itu. Selalu dia cari. Padahal sudah di kasih tau, ini nanti begini nih, nanti plan A, plan B, plan C. Tapi nanti gimana ya kalau begini, gimana ya kalau begitu, gimana kalau bangkrut. Jadi dia sudah jadi peramal dulu, jadi dia sudah bisa meramalkan tentang masa depan dia. Dia selalu melihat masalah dari setiap peluang. Sedangkan orang sukses, orang-orang kaya ini selalu melihat peluang dari setiap masalah.

Itu tadi ke empat perbedaan mendasar cara berpikir antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin.
Semoga bermanfaat...
Sukses buat kita semuanya.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

No comments:

Post a Comment